
Happy reading.....
Hari ini Tina dan juga Riko berencana akan kerumah orang tua Riko, untuk memperkenalkan Tina pada sebagai calon istrinya. Tina tentu saja senang sekaligus dwg - degan. Sebab, dia takut orang tua Riko tak bisa menerima statusnya yang sudah janda.
Sesampainya mobil di sebuah rumah mewah berlantai 2. Tina terlihat ragu untuk turun, dan Riko yang melihat itu segera menggenggam tangan Tina. Dia tahu apa yang wanita itu rasakan saat ini.
''Tenanglah, Mama dan Papa pasti akan menerima mu. Aku sudah menceritakan semua tentang kamu, bahkan statusmu,'' ujar Riko sambil menatap Tina dengan tatapan sendu.
''Kamu serius?" tanya Tina dengan wajah kaget.
Riko menganggukan kepalanya dengan mantap. Lalu mengajak Tina untuk turun dan masuk kedalam rumah. Jantung Tina kian bedebar dengan kuat, dia seperti akan menemui pak Hakim saja.
''Assalamualaikum ....'' ucap Riko saat masuk kedalam rumah.
__ADS_1
''Waalaikumussalam, eh Rik, kamu sudah datang? Ayo sini duduk,'' ajak Tante Imelda pada Putranya dan Tina.
Riko dan Tina pun duduk, bahkan sangat terlihat jika Tina canggung. maklum saja, itu adalah kali pertama dia bertemu dengan orang tua Riko. Dan setiap orang yang baru bertemu dengan orang tua pasangannya pasti akan grogi.
Mereka ingin memberikan kesan yang bagus di awal pertemuan.
''Apa ini yang bernama, Tina?'' tanya Tante Imelda sambil melihat ke arah Tina.
Tina yang merasa di panggil segera mencium tangan kedua orang tua Riko dengan takzim. ''Saya Tina, Tante, Om,'' jawab Tina.
Sedangkan wanita itu hanya menganggu kan kepalanya dengan canggung. Dia bingung harus seperti apa. Sebab Tina takut jika membuat kesalahan di pertemuan pertama mereka.
Akan tetapi Tina salah, kedua orang tua Riko bahkan menerimanya dengan tangan terbuka. Mereka bahkan tak memperdulikan tentang status Tina yang sudah janda.
__ADS_1
Tina benar - benar beruntung, memiliki Riko dalam hidupnya. Apalagi orang tua Riko yang. menerimanya dengan lapang dada.
Selesai menemui orang tua Riko, mereka pun kembali ke apartemen Tina, karena hari sudah malam. Namun sebelum itu, Riko mengajak Tina untuk pergi ke sebuah toko bunga, dan membelikan Tina sebuket bunga mawar.
"Sayang, Mama dan Papa 'kan sudah setuju dengan hubungan kita. Dan mereka juga menyuruh kita untuk cepat menikah. Apa kamu siap, jika aku menikahi mu dalam dua bulan ini?'' tanya Riko saat mobil sampai di Apartemen milik Tina.
Wanita itu terdiam sambil menatap Pria yang ada di hadapannya. Kemudian Tina menganggu kan kepalanya dengan wajah malu - malu.
''Iya sayang, aku mau. Lebih cepat akan lebih baik, tapi semua 'kan harus di persiapkan dulu?''
''Kamu tenang saja sayang, semua akan tepat waktu. Kamu hanya perlu mempersiapkan diri saja untuk menjadi istriku. Dan mempersiapkan diri untuk malam pertama kita,' goda Riko sambil mengedipkan satu matanya.
Tina yang melihat itu mencubit perut Riko dengan wajah memerah, dan Riko langsung menarik tubuh Tina dan mendekapnya dengan erat. Tina benar - benar bahagia memiliki Riko di dalam hidupnya.
__ADS_1
'Aku sangat mencintaimu. Bahkan kamu sudah menghapuskan nama Ardi di dalam hatiku,' batin Tina sambil memejamkan matanya. Meresapi kehangatan dekapan kekasih sekaligus calon suaminya.