
"Maksudnya apa?" tanya tante imelda yang memang tidak mengetahui tentang apa yang terjadi.
"Mas Riko meninggal karena menyelamatkannya," jawab Tina dengan suara purau, namun nadanya masih terdengar tersendat-sendat.
"Maksudnya?" Kali ini om Wira yang tidak paham.
Akhirnya Tina pun menjelaskan saat mereka menjemput Ardi di Bandara, dan saat riko menyelamatkan nya hingga dia meninggal dunia.
Tante imelda tidak berkata apapun, dia langsung memeluk tubuh Riko. "Kenapa kamu melakukan itu, Nak? Kenapa?" lirihnya dengan nada tersedu-sedu.
"Bukan hanya itu aja Om, Tante, tapi mas Riko meminta aku untuk menikah dengan dia!" tunjuk Tina kepada Ardi. "Bagaimana bisa aku melakukan itu? Sedangkan yang aku cintai adalah Mas Riko."
"Apa! Riko berpesan seperti itu?" kaget om Wira dengan tatapan membulat, dan Tina hanya menganggukkan kepalanya dengan lemah.
Ardi benar-benar di ambang frustasi, tapi dia tidak mungkin mengingkari wasiat dari dari Riko, apalagi pria itu sudah menyelamatkan nyawanya.
__ADS_1
'Jika memang dengan menikahi Tina bisa membalas budi, maka aku tidak mempunyai pilihan lain.' batin Ardi, kemudian dia menatap kearah tante Imelda dan juga om Wira bergantian. "Om, Tante, Tina, jika itu yang di mau oleh Riko maka saya setuju untuk menikahi Tina. Anggap saja ini sebagai balas budi saya padanya."
Tina mendongak, dia menggeleng dengan tegas, karena tidak setuju dengan keputusan Ardi. "Tidak! Aku tidak mau!" tolak nya.
Om wira mendekat dan merangkul pundak Tina. "Jika ini adalah wasiat terakhir dari Riko, kita harus mengabulkannya, Nak. Om yakin, sebelum dia mengatakan itu, Riko pasti sudah menimbangnya terlebih dahulu."
"Tapi Om ... aku tidak mencintai dia. Aku hanya mencintai mas Riko." Tina memegang liontin yang berada di lehernya, menandakan pembuktian cinta antara dia dan juga Riko.
"Sudah ... soal ini kita bicarakan nanti. Sebaiknya kita urus dulu jenazah nya Riko, agar segera dimakamkan."
.
.
Setelah acara pemakaman selesai, saat ini Tina dan juga Ardi serta keluarganya sedang berada di rumah milik orang tua Riko.
__ADS_1
"Jadi Riko berpesan itu kepada kamu?" tanya Bunga yang saat ini sedang duduk disamping sahabatnya, Tina hanya bisa mengangguk.
"Jika itu sudah keputusan Riko, maka kurasa kalian harus menikah," ucap Bagas.
"Tapi apa tidak mempunyai pilihan lain? Aku hanya ingin menikah dengan mas Riko, dan bukan dia!" Tina masih belum setuju.
Dia terus-terusan menolak, karena tidak ingin menikah dengan Ardi, sebab saat ini Tina hanya bisa membenci pria itu, karena gara-gara Ardi dia harus kehilangan calon suaminya.
"Iya Tina. Apa yang dikatakan Nak Bagas itu benar. Om juga sejujurnya tidak setuju, namun jika itu yang sudah di wasiatkan oleh Riko, maka kalian harus menikah."
Tina hanya bisa menangis, menolak juga percuma, walaupun saat ini hatinya sangat sakit. Entah seperti apa rumah tangga yang akan dijalani nya bersama Ardi nanti, karena hati pria itu bukan untuknya.
'Kenapa ya Allah aku harus jatuh ke dalam jurang yang sama? Di mana aku harus sakit hati dengan pria yang sama lagi. Dulu aku sakit karena Ardi mencintai wanita lain, dan sekarang jauh lebih sakit, karena aku menikah dengannya tetapi hatinya untuk Mentari.'
KISAH CINTA TINA DAN RIKO SAMPAI DISINI YA ALL😘Kalian bisa lanjut baca di Novel judulnya :Suamimu Ayah Dari Ananakku.
__ADS_1
Setelah ini kisah cinta Aurora akan lounching😉