Penghianatan Suamiku

Penghianatan Suamiku
# 7


__ADS_3

Langit menurunkan banyak butiran air, di sertai angin. Memang cuaca nya sedang tidak menentu kadang panas, kadang hujan, terkadang juga panas tapi hujan.


Nadin yang sedang menunggu angkot memutuskan untuk berteduh lebih dahulu di rumah makan yang ada di pusat perbelanjaan itu.


Nadin masuk dan memilih duduk di dekat dinding yang terbuat dari kaca.Lalu dengan terpaksa Nadin mengaktifkan hp nya untuk mengabari sang ibunda.


Cengkling, cengkling, begitu banyak pesan masuk di hp nya, dari teman se profesi (saat bekerja) hingga yang baling banyak dari sang calon mantan suaminya.


"Silahkan mba mau pesan apa?" kata pelayan yang menghampirinya


Nadin meletakan hp nya, lalu memilih menu yang tersaji.


"Bakso kosongan, sama teh hangat ya mba...."


"Siap di tunggu ya mba.... "


"Ya.... "


Nadin memainkan hp nya kembali. Dia mengirim pesan kepada sang ibu, agar tidak menghawatirkan dirinya.


"Mba Nadin.... " menepuk bahu Nadin


"Astaghfirulloh hal'adzim....." ucap Nadin yang terlonjak kaget.


Sampai hp yang berada di tangnya pun terlempar.


"Hehe mba Nadin lucu kalo kaget..... "


"Apa an sih, duh hp aku mana nih.... " mencari-cari hp nya di kolong meja


"Nih hp kamu..... "


"Makasih.... "


"Ya....."


"Mba Nadin sendirian aja nih..... "


"Ya ampun Naila, baju kamu loh.... " tegur Nadin yang baru melihat penampilan Naila


"Udah biasa dia kaya gitu, di bilangin ga mau" sungut sang kaka


"Hehe, ini tuh trend kekinian tau ka.... " membela diri


"Oh pantes aja kemaren ada preman yang mau ******* kamu..... "


"Permisi ini pesanannya... "


"Ya silahkan.... "


Pelayan itu menaruh pesanan Nadin di meja, kemudian segera berlalu.


"Kita gabung ya mba..... "


"Ya...."


Nadin canggung, dia merasa tidak enak bila makan di depan orang yang tidak makan. Sebenarnya dia juga tidak nyaman, satu meja dengan laki-laki bukan mahromnya.


"Udah jangan canggung, kita udah makan ko.."


"Ya sudah saya makan ya.... "


"Iya mba ku sayang.... "


Nadin memakan bakso dengan canggung, apalagi Bagas menatapnya tanpa kedip.


"Ehem, kayanya ada cinta pada pandangan ke 3 nih......."


Uhuk, uhuk. Nadin tersedak, ketika mendengar perkataan Naila.


"Minum Din.... " menyodorkan teh hangat milik Nadin

__ADS_1


Nadin langsung meminumnya, hingga kandas.


"Uhuy, cocwit nya..... " goda Naila


"Oh jadi gini kelakuan mu, pantas saja minta agar cepat cerai, biar bisa langsung nikah sama dia ya.... " nada marah


"Kalo ia memang kenapa hah?" tak kalah sengit


Nadin sudah terlalu lelah untuk menjelaskan kenapa dia minta cerai, biarlah waktu yang menjawabnya.


"Duh ka, kayanya bakal perang nih.... " bisik Naila ke kakanya


"Ikut pulang sekarang.... " menarik tangan Nadin


Bugh. Nadin menendang calon mantan suaminya.


"Mas Adnan.... " teriak Fani panik


"Dasar prempuan bar-bar.... " triak Fani, yang mendekat ke arah Nadin


Fani ingin adu jambak dengan Nadin, namun sebelum tangan Fani sampai menyentuh dirinya, Nadin memelintir tangan itu.


"Aakkhhh, sakit gila.... "


"Sakit ya?" menyeringai


"Tapi rasa sakitmu belum sebeberapa dibanding sakit hatiku....." menghempaskan tangan Fani


"Ayo mas kita pergi dari sini saja.... " memapah suaminya


Meja makan yang berada di sampaing Nadin menjadi kacau, akibat ulahnya. Utungnya keaadan di tempat itu sudah sepi, sata kejadian tadi.


"Mba Nadin.... "


"Aku ok....., mba mba.... "


"Ya.... "


"Biar saya saja mba.... " ucap Bagas


"Ini ulah saya jadi saya yang harus bertanggung jawab" tegas Nadin


"Ngalah aja ka.... "


Akhirnya Nadin yang membayar, setelah itu Nadin di antar pulang oleh Naila dan kakanya.


Awalnya Nadin tidak mau, namun Naila terus memaksanya.


.................


Kesokan paginya, Nadin mengawali hari dengan senyum dan do'a. Hari ini Nadin akan melakukan kegiatan barunya yaitu menjaga Swalayan.


Nadin tidak jadi membangun toko sembako dan butik, karena temanya om nya ada yang menjual Swalayan dengan harga murah. Jadi Nadin membelinya saja. Ya walaupun tidak terlalu besar namun tempatnya strategis.


Orang itu menjual Swalayannya untuk menutup setengah hutangnya di bank.


Nadin berangkat ke swalayan nya dengan menaiki sepeda ontel nya.


Hanya sekitar 15 menitan Nadin sudah samapi di swalayan yang bernama "Baru Swalayan". Swalayan ini berada di depan pasar induk.


Swalayan Baru, ini bertingkat tiga, lantai satu di bagi menjadi dua, yang sebelah kanan untuk tempat makanan, minuman sabun sabunan, kosmetik, elektronik dan buku. Yang sebelah kiri tempat perabot.


Laintai ke 2 untuk baju, dan lantai ke tiga untuk gudang.


Nadin memarkirkan sepedanya di tempat parkir khusus. Lalu ia masuk dari pintu belakang.


Sudah ada 10 orang yang menunggu Nadin.


"Selamat datang mba Nadin.... "


"Selamat datang juga, semoga kita bisa menjadi partner kerja yang baik ya.... "

__ADS_1


"Amin.... "


"Oh ya, ini udah ga pernah buka berapa lama?"


"Sekitar 3 bulanan.... " jawab mba Dian


Mba Dian ini memang bekerja sebagai kasir di sini, tapi karena swalayan ini bangkrut, mba Dian alih profesi menjadi penjual jamu di pasar, hingga ia di panggil lagi untuk bekerja di swalayan ini oleh Nadin


"Wah berarti udah lama ya.... "


"Ia mba.... "


"Ya udah hari ini kita pisahin makanan yang udah pada kadaluawarsa, sama baju yang udah ga layak ya....."


"Siap mba..... "


"Kita bagi jadi 2 kelompok ya, kelompok 1 ikut saya memilih makanan, dan kelompok 2 memilih pakaian ya.... "


"Ok mba, Nafis, Rehan, Ina, Nanda ikut saya ke lantai atas, terus yang lain ikut mba Nadin ya...."


"Siap.... "


"Yu mulai..... "


Semuanya memulai pekerjananya. Nadin memulai dari membuka gorden agar cahaya matahari masuk, lalu ia ikut memilih makanan yang sudah tidak layak.


Jam 10, Nadin memeyuruh semuanya untuk istirahat terlebih dahulu. Dia sudah membawa 2 katong kresek yang berisi makanan dan minuman untuk para partner kerjanya.


"Ini silahkan di makan, satu satu ya.... "


"Wah kalo basnya kaya gini gue bakal betah nih, udah cantik, baik, royal lagi, gak kaya yang dulu.... " ucap Rehan


"Jadi cowo jangan lemes-lemes Han mulutnya, takut ga ada yang mau.... " ledek mba Dian


Sontak semuanya tertawa.


"Hus ga baik ngomongin orang...." tegur Nadin


"Hehe maaf mba.... "


"Iya...., ini emang dari dulu ga ada kulkas, frizer, sama pendingin ruangan apa gimana?"


Heran Nadin saat melihat tidak adanya kulkas, dan para temannya.


"Hemmm, kan tadi gue udah bilang mba, pemilik ya dulu tuh pelit....."


"Udah pada di jual sama pemilik yang dulu mba.... "


"Owalah saya kira emang ga ada kulkas nya..."


"Besok berarti mau di isi kulkas mba?" tanya Ina


"Insyaalloh...."


"Harus dong mba.... "


"Iya saya usahain, udah yu lanjut lagi..... "


Semuanya kembali melanjutkan pekerjaan nya.


"A......" ada yang menjerit dari lantai dua


Orang yang berada di lantai satu langsung lari tergopoh-gopoh ke lantai 2.


"Ada apa?" panik Nadin


"Hehe ada kecowa mba.... "


"Oh..... "


"Hadeh saya kira ada apa, ya udah lanjut lagi !!"

__ADS_1


__ADS_2