Penghianatan Suamiku

Penghianatan Suamiku
# 28


__ADS_3

Bagas yang mendengar istrinya meracau tidak jelas, terbangun dari tidurnya.


Sekarang dia mera lebih baik. Bagas perlahan turun dari ranjang pesakitannya menuju sang istri yang tertidur di sofa.


"Sayang..."


"Anak ku, huhu hu...." tangis Nadin saat terbangun.


Nafasnya tak beraturan, dadanya naik turun seirama dengan tarikan nafasnya,bajunya basah akibat keringat dingin yang mengucur desar dari pori porinya. Lalu ia memeluk sang suami dan menangis di dada bidang milik sang suami.


Bagas langsung mendekap Nadin dengan sayang.Ia membiarkan sang kekasih hati untuk meluapkan perasaannya.


"Sayang kamu kenapa?" tanya Bagas setelah tangisan Nadin mereda.


"Anak kita mas, yang satu ga selamat..."


"Sutt...udah, utu cuma mimpi..."


"Tapi nanti gimana kalo itu terjadi?"


"Sayang ga boleh su'uzon loh...."


"Tapi aku takut mas...."


"Udah ya, sekarang kamu tarik napas yang dalam...."


Nadin menuruti ucapan suaminya.


"Tahan, pejamkan mata, istighfar dalam hati, lalu keluarkan napasnya lewat hidung dengan perlahan...."


"Huh...."


"Udah tenang?"


Nadi mengangguk, walau air matanya masih mengalir, namun hatinya sudah kembali tenang, nafasnya pun sudah teratur.


"Sayang mimpi apa hem..."


Nadin menceritakan mimpinya.


"Itu hanya mimpi, mungkin karena sayang tidur di pagi hari dan tidak berdo'a...."


Memang kita di anjurkan untuk tidak tidur setelah subuh hingga jam sebelas siang. Karena tidur di waktu ini banyak 'bahayanya' dari pada manfaatnya. Salah satu bahyanya yaitu pemicu hipertensi.


Nadin mengingat ngingat kembali, apakah tadi ia berdo'a sebelum tidur.


"Hehehe, ternyata aku ga berdo'a mas..."


"Nah makannya itu, sayang mimpi buruk...."


"Ia kali ya...." guman Nadin


"Mas udah enkan?"


"Udah, kan mas di rawatnya pakai kasih sayang oleh sayang, jadi cepet sembuh...."


"Hem gombal..."


"Lah, kan bener, emang sayang ga mau mas cepet sembuh hem...."


"Ya pengin lah, kan mas punya utang sama aku....."


"Utang?, perasan mas ga pernah ngutang deh yang... "


"Kata siapa?, mas kan udah janji mau ngajak aku ke pantai....."


Janji sama dengan hutang. Jika seseorang mengucap janji dan tidak di tepati maka orang yang mengucap janji itu berhutang kepada orang yang di janjikan. Sama halnya dengan hutang, jika seseorang berhutang, maka wajib membayarnya. Jika tidak maka orang itu akan punya hutang sampai janjinya di tepati, dan hutangnya di lunasi.


"Ia sayang, mas inget ko....."


"Hemmm, mas ga mau tidur lagi?"


Tok tok tok, ada yang mengetuk pintu. Nadin segera bangun, lalu berjalan ke arah pintu.


Ceklek


"Pagi mba..."


"Pagi..."


"Saya mau mengecek keadaan mas Bagas..." ucap seorang suster


"Silahkan sus....."


Seorang suster masuk dengan membawa peralatannya.


"Pagi mas Bagas..."

__ADS_1


"Pagi sus..."


"Wah kayanya udah tambah sehat nih..."


"Ia sus, kan yang ngerawat saya istri tercinta" melihat ke arah Nadin


"Saya periksa dulu ya mas..."


"Ia sus..."


Sang suster melakuian serangkain pemeriksaan ke pada Bagas. Suster juga mengajukan beberapa pertanyaan.


Sang suster juga mengganti kantong darah yang susah habis dengan kantong yang berisi cairan infus.


"Sus ini selang makannya kapan di cabutnya?" tanya Bagas


"Saya tanya ke dokter Dio dulu ya mas..."


"Ya..."


"Ada pertanyaan lagi?"


"Engga..."


"Ya sudah saya permisi dulu..."


"Silahkan sus..." jawab Nadin


Nadin mengantarkan sang suster sampai di depan pintu.


"Assalamu'alaikum sayang..." ucap seorang perumpuan paruh baya


"Wa'alikusalam...."


"Mba gimana keadaan ka Bagas?" tanya Naila


"Alhamdulillah sudah membaik, ayo masuk mah, yah..."


"Ia..."


Mereka pun masuk.


"Hai sayang gimana, udah baikan?"


"Alhamdulillah sudah mah..."


Pluk, Bagas melempar bantal ke arah Naila dan tepat sasaran.


"His apaan sih ka..." protesnya


"Sayang, Naila nakal tuh, aku kan lagi sakit, masa di ledekin..." ucap Bagas manja


"Dasar manja...." ucap Naila lagi


"Hadeh dasar adek kaka...." guman Nadin


"Sayang tadi buburnya udah di makan?" tanya mamah Ais


"Udah mah, makasih ya..."


"Sama-sama sayang...."


"Gas, ayah, mamah sama Naila, nanti sore mau pulang...."


"Ia ga papa...." jawab Bagas


"Ga tunggu sampai mas Bagas keluar rumah sakit aja yah?" tanya Nadin


"Engga takutnya kelamaan, Naila kan harus kuliah...."


"Oh..."


.........................................


Bagas kini sedang bermian air laut bersama Nadin. Menikmati deburan ombak, dan semilir angin. Keduanya sama-sama menjulurkan kakinya ke arah datangnya ombak.


Ya, Bagas sudah kembali sehat, setelah 5 hari di rawat di rumah sakit.


"Mas..."


"Ya sayang"


"Makan tempe mendoan yu..."


"Ayo...."


Keduanya pun bangkit menuju salah satu warung yang berjejer rapi di pinggir pantai.

__ADS_1


"Warung yang ini aja mas..."


"Siap sayang, ayo...."


"Ya...."


Keduanya melangkahkan kaki memasuki warung, lalu duduk di kursi panjang yang sudah tersedia.


"Silahkan mas mba, mau pesan apa?" ucap sang pemilik warung


"Tempe mendoannya 4, sama teh anget 2 ya mba...."


"Siap mas, ditunggu ya...."


"Ia mba..." jawab keduanya


"Mas..."


"Ya sayang..."


"Nanti pulangnya mampir ke swalayan aku ya mas...."


"Siap...."


"Silahkan mas mba pesanannya...."


"Makasih bu..."


"Sama sama...."


Bagas dan Nadin mulai memakan tempe mendo'anny.


Saat sedang menikmati makanannya, tiba-tiba tercium semerbak bau yang tak sedap. Nadin langsung berlari ke toilet umum.


Bagas langsung mengikutinya. Dan langsung memijat tengkuk sang istri.


"Sayang kamu ga papa?"


Nadin menggeleng, dia merasa lemas setelah memuntahkan isi perutnya.


"Kita bayar dulu makanannya, lalu pulang ya.."


"Ia mas..."


Bagas dan Nadin kembali ke warung yang tadi. Ternyata baunya masih belum hilang.


"Mba nya mual ya mas..." tanya ibu sang pemilik warung


"Ia bu, tadi berapa ya bu?"


"Semuanya jadi 30 mas, mba nya mual karena itu mas.... " menunjuk seorang pria yang sedang merokok, dengan penampilan rambut gimbal, baju robek sana sini dan celananya juga sama.


"Oh..." Bagas langsung paham siapa pria itu.


"Dia memang selalu ada di area pantai ini...." jelas sang ibu, sembari memberikan uang kembalian.


"Makasih bu...."


"Sama sama mas...."


"Ayo sayang...." menggandeng istrinya


"Ia mas...."


Mereka berdua berjalan ke parkiran. Setelah sampai di mobil, Bagas langsung membukakan pintu untuk Nadin.


"Silahkan masuk tuan putri..."


"Makasih mas..." tersenyum manis


"Sama-sama sayang..."


Bagas berlali kecil memitari mobilnya, lalu ia masuk.


"Mas tau ga?"


"Ya belum dong, kan sayang belum cerita..."


"Hemmm...."


"Ia ia, sayang mau cerita apa?" mulai menjalankan mobilnya


"Dulu tuh waktu aku kecil, ya paling umur 5 taun, aku sama ibu nonton kuda joget di salah satu musola deket rumah nenek, terus masa ada ODGJ (Orang Dalam Gangguan Jiwa), yang megang megang lengan sama pipi aku..........."


Tradisi Kuda Joget, adalah salah satu cara merayakan ketika anak-anak khatam Al-qur'an saat pertama kalinya, atau untuk acara temu 'manten', dan acara yang di anggap penting lainnya.


Tradisi Kuda Joget ini kental dengan ciri khas salah satu kota yang berada di provinsi Jawa Tengah.

__ADS_1


__ADS_2