Penghianatan Suamiku

Penghianatan Suamiku
# 22


__ADS_3

Janglah berputus asa atas rahmat Alloh.....


.................................................................................


Jam 8 pagi, Nadin dan Bagas sudah siap pergi ke rumah sakit.


Nadin yang masih ngambek, hanya diam saja, dia menjawab seperlunya saja.


"Ayo yang... "


"Hem... " meninggalkan sang suami


Bagas menghela napas, ternyata susah mengembalikan mood sang istri yang sedang marah.


"Cepetan mas... "


Nadin sedikit berteriak, ketika melihat suaminya yang masih diam di depan pintu.


"Ia sayang, mbok aku pamit ya, tolong jaga rumah.... "


"Siap mas, hati hati ya... "


"Ia mbok, Assalamu'alaikum... "


"Wa'alikumsalam.... "


Bagas berlari menyusul Nadin yang sudah berada di dalam mobil dan duduk di kursi belakang.


"Yang duduk sini dong, masa duduknya pisah pisah gini... "


"Ya udah kalo ga mau, aku turun nih... "


"Ia deh ia, siap ya kita berangkat... "


"Hem... "


Bagas menyetater mobilnya, lalu merekapun berangkat.


Di sepanjang jalan, Nadin memperhatikan kanan kirinya, terkadang dia juga memotret pemandangan yang tersaji.


"Mas, hari Minggu besok kita jalan jalan ke pantai yu... "


"Ayo... "


"Beneran loh ya mas janji... "


"Ia sayang... "


Sampailah mereka di rumah sakit. Bagas langsung memarkirkan mobilnya di parkiran khusus mobil.


Kemudian dia keluar, lalu membukakan pintu untuk sang istri.


"Makasih mas... "


"Sama-sama sayang... "


"Untung marahnya udahan......" guman Bagas


Mereka berdua bergandengan mesra, menuju tempat pendaftaran.


Runag pendaftaran begitu sesak dan ramai, banyak orang yang berdiri karena tidak kebagian kursi.


"Udah ga kebagian kursi yang... "


"Udah sih ga papa, aku mau ambil nomer pendaftaran dulu ya mas... "


"Ayo... "


Mereka berdua berjalan ke arah petugas yang membagikan nomer pendaftaran.


"Nomer berapa mas?"


"25...."


"Oh, yang umum ya mas?"


"Ia sayang, kan kita mampu, masa mau ikut pasien kelas B?"


Yang di maksud pasien kelas B adalah pasien yang mendapat jaminan kesehatan geratis dari pemerintah.


"Ia sih mas.... "

__ADS_1


"Bagas, apa kabar... " sapa seorang bapak bapak berusia sekitar 45 tahun, dengan memakai pakaian layaknya dokter.


"Ia om, alhamdulillah baik... "


"Ini istri kamu, maaf ya kemaren om ga dateng... "


"Ia om ini istri Bagas, ga papa om, Bagas tau ko kalo om sibuk... "


Nadin menundukan kepalanya, dia hanya menyimak pecakapan suaminya dan sang dokter.


"Kamu bisa aja, oh ya mau periksa, atau jenguk temen?"


"Mau cek, siapa tau udah isi... "


"Oh gitu, udah daftar?"


"Lagi nunggu di panggil om..."


"Udah sana langsung ke poli nya aja, tapi KTP nya sini biar om urusin... "


"Beneran om?"


"Ia, udah mana?"


"Ini om... " menyerahkan KTP miliknya dan sang istri


"Udah sana, langsung ke polinya aja... "


"Makasih ya om... "


"Sama-sama....."


"The power of orang dalam nih... " dalam hati Nadin


"Ayo sayang, mari om.... "


"Ia, nanti jangan lupa mampir ke ruangan om ambil KTP... "


"Siap om... "


Nadan dan Bagas berlalu ke poli kandungan.


"Tadi tuh siapa mas?"


"Oh.... "


Sampai di poli kandungan, Nadin dan Bagas langsung duduk di kursi tunggu, belum bannyak orang yang datang.Hanya ada 3 pasangan suami istri, di antaranya ada yang masih terlihat seperti anak sekolah.


"Mas.... "


"Ya sayang... "


"Kalo ternyata aku belum hamil gimana?"


"Ya ga papa lah sayang, namanya anak itu kan rejeki, kita ga akan tau kapan datangnya.... "


"Kamu ingat tentang kisah nabi Zakaria?"


"Inget, yang istrinya di vonis mandul, dan sudah menopouse (berhenti haid) kan?"


"Ia sayang, berkat ke sabaran, do'a dan ketidak putus asa annya 'Mereka', 'Mereka' akhirnya di beri anak, walau usanya sudah senja........"


"Jadi sayang jangan putus asa dulu ya, kan kita belum tau hasilnya..." lanjut Bagas


"Ia mas... "


Nadin segera beristighfar dalam hati, karena sudah berburuk sangka.


Sesuatu yang terjadi itu atas kehendak Tuhan dan cara kita memandang Tuhan.


Jika kita memandang Tuhan dengan cara buruk, maka yang terjadi dalam hidup kita adalah keburukan, namun jika kita memandang Tuhan dengan pikiran baik, pasti hidup kita akan baik juga.Maka ber perasangka baiklah kepada Tuhan mu.


Psangan yang terlihat masih anak sekilah itu, memandang dan mencuri dengar pembicaraan Nadin dan Bagas.


Keduanya merasa ada yang mencubit hati mereka.


Psangan muda itu memberanikan diri mendekat ke arah Nadin dan Bagas.


"Pagi mba, pagi mas... " sapa sang lelaki


"Pagi, kalian juga mau periksa?" tanya Bagas

__ADS_1


"Ia mas...."


"Oh, sini duduk di sini.... " menunjuk kursi di sebelahnya


"Ia mas... "


Pasangan muda itu pun duduk.


"Sudah berapa bulan de... " tanya Nadin ke si perempuan muda itu


"5 bulan mba... "


"Oh, semoga dede dan ibunya selalu sehat ya...... "


"Amin mba... "


"Mas, maaf tadi saya mendengar obrolan mas dengan istri..... " tanya sang lelaki ke Bagas


"Oh ia kah?"


"Ia, saya boleh tanya sesuatu ga mas?"


"Boleh, mau tanya apa?"


"Apa semua dosa akan di ampuni oleh Tuhan?"


"Ya, semua dosa akan diampuni oleh Tuhan, bahkan ketika dosa kita melebih buih di lautan, tapi ada syaratnya... " sengaja menjeda


"Syaratnya apa mas?"


"Syaratnya adalah kita tidak berputus asa dan mau bertobat serta tidak melakukan hal itu lagi.... "


"Oh gitu ya mas"


"Ia...."


Bagas bukanlah tipe orang yang ingin tau dengan masalah orang. Jika ada orang yang ingin bercerita tentang masalahnya dia akan menjadi pendengar dengan baik, namun jika orang itu tak mau cerita dia juga tak akan memaksa.


"Mba Nadin Ananda.... " panggil seorang suster


"Ayo sayang, kami dulun ya... "


"Ia silahkan mas mba... "


Nadin dan Bagas masuk kedalam. Mereka langsung di sambut oleh seorang dokter perempun yang masih cantik di usia yang sudah tidak muda lagi.


"Silahkan duduk... "


"Terima kasih dok... "


"Saya langsung saja ya dok... "


"Ya silahkan... "


"Istri saya tuh aneh banget dok, biasanya dia tidak suka makan makanan pedas namun tiga hari ini dia jadi suka dok... " jelas Bagas


Sang dokter mendengar penjelasan Bagas dengan seksama.


"Mba nya udah telat datang bulan?"


"Belum dok, jadwal datang bulan saya masih minggu depan... " jawab Nadin


"Kalo begitu, kita langsung tes saja ya... "


"Ia dok... " jawab Bagas antusias


Nadin di suruh berbaring di ranjang pasien, lalu sang dokter menyuruh suster untuk menyiapkan peralatannya.


Setelah siap, sang dokter langsung melakukan pemeriksaan terhadap Nadin.


"Mas dan mba, bisa liat ya kalo ada titik dua"


"Ia dok... "


"Apa itu tanda bahwa istri saya hamil dok?"


"Ia, ini yang akan jadi bayi nantinya, kalo titik nya dua berarti bakal bayinya dua, jika titik nya hanya satu maka nanti bayinya hanya satu..."


"Berarti istri saya hamil kembar dok?"


"Ia, istri anda hamil sekitar tiga minggu, selamat ya mas.... " menyudahi pemeriksaannya

__ADS_1


Bagas, mengeluarkan air mata bahagiannya. Dia langsung mengecupi wajah Nadin.


__ADS_2