Penghianatan Suamiku

Penghianatan Suamiku
Darimana Dia Tahu?


__ADS_3

Happy reading.........


Bunga terdiam merasa bingung karena dia sudah ada janji dengan Ardi, tapi Bagas juga mengajaknya. Tapi Bunga tidak bisa ingkar janji kepada seseorang.


Dengan rasa tak enak Bunga pun menggeleng. "Maafkan saya Pak, saya tidak bisa..sebab Nanti malam saya sudah ada janji dengan seseorang. Saya tidak bisa mengingkari janji itu," jawab Bunga dengan suara yang sedikit Lirih.


Ada rasa kecewa di hati Bagas saat mendengar jawaban Bunga. Namun dia mencoba untuk mengerti, lalu dia pun tersenyum. "Tidak apa-apa, memang tidak baik mengingkari janji kepada seseorang, karena menepati janji itu sangatlah susah," jawab Bagas. Kemudian berjalan menuju pintu.


Bunga dapat melihat raut kekecewaan dari wajah Bagas, tetapi dia pun tidak bisa melakukan apa-apa. Sebab memang dia tidak bisa ingkar janji kepada Ardi.


Selama dalam perjalanan, Bagas terus saja terdiam tidak mengangkat suara sedikitpun. Dia membiarkan Aurora terus mengoceh dan bertanya kepada Bunga, sedangkan Bunga melihat Bagas yang terdiam seperti itu merasa tidak enak.


Hingga akhirnya mobil pun telah sampai di kantor milik Bunga. "Papa berangkat dulu ya, kamu di sini jangan nakal. Ingat, harus nurut sama tante cantik," ucap Bagas sambil mengecup kening Aurora dengan lembut.


"Siap bos! Aulola nggak akan nakal kok Pah," jawab Aurora sambil meletakkan kelima Jari tangannya di kening. Setelah itu Bagas pun pergi meninggalkan kantor Bunga untuk menuju ke kantornya.


****************


Siang ini Aurora, Bunga dan juga Bagas sedang berada di restoran untuk makan siang bersama. Setiap orang yang melihat mereka, menyangka jika mereka adalah keluarga kecil yang bahagia.


Bagas terus saja memperhatikan Bunga, semakin hari perasaan itu semakin muncul di hatinya. Walaupun dengan sekuat tenaga Bagas mencoba menepisnya, tapi kedekatan yang selama ini terjadi antara dia dan Bunga membuat Bagas sadar, jika perasaan itu memang benar adanya.

__ADS_1


"Anak cantik, Pak Bagas, aku permisi ke toilet sebentar ya," ucap Bunga pamit untuk pergi ke toilet dan langsung dibalas anggukan oleh kedua orang yang ada di hadapannya itu.


Bunga pun berjalan menuju toilet yang ada di sana, kemudian dia pun segera masuk ke salah satu bilik yang ada di dalam toilet itu. Setelah selesai Bunga kembali ke meja makan, namun baru saja dia keluar toilet dia berpapasan dengan seorang perempuan, yaitu Nara.


Nara Tentu saja sangat kaget saat melihat Bunga berada di sana. Apalagi saat ini seorang pria Tengah merangkul pinggang Nara dengan mesra, hingga membuat Bunga menatap ke arah tangan pria itu yang berada di pinggang Nara.


"Ada wanita mandul ternyata di sini!" cibir Nara mencoba menghilangkan rasa gugupnya, dia takut jika Bunga akan mengadu kepada Ilham. Dengan cepat pula Nara melepaskan tangan pria itu yang ada di pinggangnya.


Bunga tersenyum miring melihat kegugupan dan juga rasa takut di wajah Nara, tapi Bunga tidak perduli. Dia pun berlalu meninggalkan Nara. Dan melihat itu Nara Tentu saja sangat kesal.


"Ciiih, wanita sombong. Sudah mandul, tidak tahu diri lagi!" geram Nara dengan suara yang sedikit tinggi hingga membuat langkah Bunga terhenti dan kembali menengok ke belakang.


"Kau bilang apa tadi? Aku tidak tahu diri! Apa tidak kebalik? Siapa yang tidak tahu diri? Aku sih sebenarnya miris ya sama Mas Ilham, dia selingkuh dengan kamu, dan kamunya selingkuh dengan pria lain? Sungguh tidak bisa digambarkan bagaimana rasa sakitnya?" cibir Bunga sambil mengibaskan rambutnya ke arah Nara, lalu pergi meninggalkan wanita itu.


"Heei, wanita ******! Si*lan lo ya!' bentak Nara, Namun Bunga tidak menggubrisnya. Dia kembali berjalan ke meja makan di mana Bagas dan juga Aurora sudah menunggunya.


" Maaf ya kalau tante cantik lama," ucap Bunga sambil duduk di kursinya kembali. "Tidak apa-apa tante cantik. Ayo kita makan lagi," jawab Aurora dan langsung dibalas anggukan oleh Bunga.


Saat makanan telah habis, mereka pun pergi dari restoran itu. Namun baru saja Bunga berdiri dia berpapasan kembali dengan Nara dan selingkuhannya yang akan makan di restoran itu.


"Haduuh, dunia ini sempit sekali ya? Bertemu dengan wanita ****** sepertimu bikin mood ku hancur aja!" Sindir Nara sambil menyenggol bahu Bunga hingga membuat keseimbangan Bunga hampir saja jatuh, dan dengan cepat Bagas menangkap tubuh Bunga dan menariknya ke dalam pelukan hingga tatapan keduanya sama-sama terkunci.

__ADS_1


Jantung Bagas lagi-lagi berdebar dengan keras saat berdekatan dengan Bunga, apalagi saat bersitatap dengan mata indah milik janda cantik itu.


"Oh, jadi ini pria yang membuatmu ingin bercerai dengan Mas Ilham? Pantas saja Mas Ilham kemarin marah-marah, ternyata istrinya tidak sebaik yang dia bilang. Ternyata istrinya itu tukang selingkuh!" sindir Nara sambil menatap Bunga dengan sinis.


Bunga pun melepaskan pelukannya di tubuh Bagas, kemudian dia menatap balik Nara dengan tajam. "Kau bilang apa tadi? Selingkuh? Apa tidak salah? Sekarang yang istrinya Mas Ilham itu siapa? Kamu kan? Yang selingkuh itu siapa? Kamu jangan kamu pikir aku tidak tahu kartu As kamu. Oh, atau jangan-jangan pria inilah Ayah dari putramu?"


Mata Nara membulat kaget saat mendengar ucapan Bunga, badannya seketika menjadi lemas, jantungnya berdetak dengan kencang, otaknya seketika ngeblank saat mendengar ucapan Bunga. Dia tidak menyangka Jika Bunga akan mengucapkan hal itu.


"Ma-maksud kamu a-pa? Jangan mengada-ngada ya!" bentak Nara dengan gugup, namun Bunga langsung terkekeh kecil.


"Aku kan sudah bilang sama kamu, jangan macam-macam dengan aku! Dan jangan pernah kamu urusi hidupku jika memang kamu tidak ingin kartu As kamu terbongkar. Atau... Jika kamu memang sudah tidak butuh Mas Ilham sama sekali, aku akan dengan senang hati membongkar siapa Azam sebenarnya, kamu paham!" ancam Bunga dengan tatapan tajam mengarah ke arah Nara.


Setelah itu Bunga pun menggandeng tangan Aurora dan pergi dari restoran meninggalkan Nara yang masih bengong mencerna setiap ucapan Bunga.


'Dari mana dia tahu kalau Azzam bukanlah anaknya Mas Ilham? Gawat! Kalau sampai dia kasih tahu Mas Ilham, hancur sudah tambang emasku,' batin Nara dengan gelisah.


"Sayang, dia siapa sih? Kenapa kamu sangat membencinya?" tanya Pria yang ada di samping Nara.


Nara tersadar dari lamunan nya, lalu dia menatap pria yang ada di sampingnya itu. "Dia itu mantan istrinya Mas Ilham, sayang." jawab Nara dengan dada yang masih berdebar takut.


Bersambung...........

__ADS_1


__ADS_2