Penghianatan Suamiku

Penghianatan Suamiku
# 32


__ADS_3

"Assalamu'alaikum...." ucap keduanya


"Wa'alikumsalam.... "


Ceklek


Seorang wanita paruh paya, dengan pakain daster dan kerudung ala kadarnya, membukakan pintu untuk pasangan suami istri itu.


Nadin langsung mencium tangan wanita paruh baya itu.


"Mbok, balik kapan?"


"3 Hari lalu mba...."


"Oh, gimana keadaan anak dan cucu mbok?"


"Alhamdulillah mereka semua sehat, dan dalam keadan baik...."


"Alhamdulillah... "


"Kami masuk dulu ya mbok...." ucap Bagas


"Ia ia silahkan...."


"Ayo sayang..."


"Ia mas, ayo mbok masuk...."


Mereka semua pun masuk.


Nadin dan Bagas langsung menuju kamar mereka.


Nadin melepas jilbabnya, lalu menggantungnya. Kemudian ia duduk bersandar di kepala ranjang.


"Cape ya sayang?"


"Ia mas..."


"Sini mas pijetin...."


Bagas mendekat ke istrinya, ia menyuruh sang istri agar meluruskan kakinya, lalu ia mulai memijat kaki sang istri.


Alloh.... Hu Akbar Alloh.... Hu Akbar. Kumandang azan duhur terdengar.


Bagas mengajak sang istri untuk solat berjama'ah.


"Kita jama'ah ya sayang?"


"Ia mas..."


Bagas membantu Nadin untuk bangkit.


Keduanya bergantian memasuki kamar mandi untuk wudu.


Selesai wudu, keduanya melaksanakan kewajiban mereka.


"Assalamu'alaikum waroh matulloh..... "


"Assalamu'alaikum waroh matulloh... "


Bagas melanjutkannya dengan melafalkan dikir kepada sang Pencipta. Nadin yang hanya sebagai ma'mum hanya mengikuti imam nya.


Selesai dikir dan berdo'a, Bagas ingin mengetes kemampuan Nadin tentang bacaan Ghorib.


Bacaan Ghorib ialah bacaan dalam Al-Qur'an yang harus hati-hati dalam membacanya.


"Sayang pernah belajar Ghorib?"


"Pernah, dulu pas aku belum nikah juga masih belajar itu...."


"Sekarang mas mau ngetes ingatan sayang tentang Ghorib boleh?"


"Tapi nanti kalo ada yang salah, benerin ya..."


"Siap sayang, kita mulai ya...."


"Ok...."


"Sebutkan tanda waqof...."


" Huruf To, Qoflam, Qoffa, dan jim..."


Tanda waqof yaitu, huruf hijaiyah yang berukuran kecil yang terletak di akhir kalimat, dan berfungsi sebagai tanda sebaiknya di baca berhenti.

__ADS_1


"Kalo waqof lazim?"


"Mim kecil, tanda harus berhenti..."


Jika kita membaca Al-Qur'an dan di akhir kalimat ada mim kecil atau yang di sebut waqof lazim, kita wajib berhenti.


"Dua Titik tiga?"


"Dua Titik tiga munganaqoh, tanda harus berhenti di salah satu dua titik tiga..."


Dua titik tiga, atau munganaqoh,tanda harus berhenti di salah satu dua titik tiga. Jika berhenti di awal maka ketika di akhir tak usah, namun jika di awal tidak berhenti, di akhir harus berhenti. Contohnya ada di surat Al-Baqoroh ayat 2.


"Kalimat Ana yang di dahului huruf Alif....."


"Setiap kalimat Ana yang di dahului huruf Alif, Na nya di baca pendek, tapi jika kalimat Ana di dahului huruf Hamzah maka Na nya tetap di baca panjang......"


Cup


"Pinter banget sih istri mas...."


"Biasa aja...." jawab Nadin


Janganlah kamu merasa tinggi ketika kamu di puji.


Tok tok tok


Ceklek


"Mas makan siangnya sudah siap..."


"Ia mbok, sebentar lagi kita turun..."


"Ya sudah, mbok mau melanjutkan pekerjaan......."


"Ia mbok silahkan...."


Wanita paruh baya itu, kembali menuruni anak tangga.


"Sayang ayo kita makan siang dulu...."


"Ia mas...."


Nadin segera bangkit, lalu ia melepas mukenanya dan menggantungnya. Kemudian ia memakai jilbab instannya.


"Ayo...."


Nadin dan Bagas berjalan bersama menuruni anak tangga.


"Ayo mbok makan...."


"Ia mba...."


Merekapun makan siang bersama.


"Alhamdulillah, kenyang...."


"Alhamdulillah.... "


"Mbok, bahan makanan masih ada ga?"


"Kebetulan sudah menipis mba, hanya untuk nanti malam dan sarapan besok pagi, besok pagi mbok mau pasar...."


"Aku mau ikut, boleh ga mas?"


"Mau ikut ke pasar?"


"Ia, pengin jalan jalan..."


"Ya sudah boleh, tapi jangan kecapean ya..."


"Ok mas....."


....................................................................


Di bawah kelap kelipnya lampu disko, dan di tengah-tengah suara dentuman musik yang keras, terdapat sepasang suami istri yang sedang bertengkar hebat.


"Aku ga peduli halal apa haram, yang penting aku bisa dapat uang......." ucap sang wanita


"Setidaknya kamu pikirkan nyawa kecil yang ada di perutmu.... "


"Perse*** dengan itu, selama kamu ga bisa penuhi kebutuhanku, aku akan tetap melakukan pekerjaan ini....."


Plak, sang laki-laki menampar begitu keras pipi sang wanita, sampai badan wanita itu terhuyung.

__ADS_1


"Apa kamu ga bisa hargain aku sebagai suamimu ha, aku sudah berusaha keras untuk memenuhi kebutuhan hidupmu itu yang gayanya selangit...."


"Bodo amat, tugas suami memenuhi kebutuhan istrinya, jika sudah tak bisa memenuhi kebutuhan istrinya buat apa di pertahankan ha?"


"Tolong Fan, jangan begini, mas minta maaf, pulanglah....."


"Hai cantik...." ucap soarang laki-laki dengan menoel **** yang terlihat begitu menggoda


"Hai sayang, ko kamu lama sekali sih datangnya?"


"Siapa dia dan kenapa pipimu memar?"


"Suami tak berguna ku, dia yang membuat pipi ku begini...."


"Oh, jadi dia sudah tau kalo anak yang ada di sini, bukan anak nya?" mengelus perut Fani


Adnan seperti tersambar petir mendengar pernyataan ini, kakinya lemas seketika.


"Apa maksudnya?"


"Ga usah kaget, mending lo pergi dari sini, karena malam ini dan untuk malam-malam seterusnya Fani akan bersama ku....."


"Apa itu benar Fan?"


"Sekarang kamu sudah tau yang sesungguhnya, jadi silahkan pulang dan urus ibumu yang sakit-sakitan itu......."


"Ayo sayang, kita langsung ke kamar....." ucap Fani, mengajak sang lelaki pergi


Kedua insan itu pun pergi, meninggalkan Adnan yang masih terpaku di tempatnya.


"Hai ganteng, sendirian aja nih?" ucap seorang wanita dengan pakain se*** nya dan badan yang sengaja di liuk liukan untuk menjerat mangsanya.


Adnan tersadar dari keterkejutannya, dia segera melangkah pergi meninggalkan Surga Duniawi yang menyesatkan itu.


"Hei ganteng mau kemana?" teriak sang wanita


Adnan tak peduli dengan teriakan itu, ia terus melangkah menjauhi tempat itu dengan pikiran kacau.


"*Apa ga subur, kenapa dua istriku ga hamil?"


"Aku harus memeriksakan diri*...."


Adnan menghentikan taksi yang lewat, dia menyuruh sang supir untuk ke rumah sakit.


.................................


Sampai di rumah sakit, Adnan segera membayar taksinya, kemudian ia langsung menuju keruangan sang ibu.


Ceklek


"Darimana kamu?" tanya sang ayah


"Mencari Fani, sekarang ayah istirahat biar Adnan yang jaga ibu...."


"Ya....."


Pak Slamet segera merebahkan dirinya di tikar.


Adnan duduk di kursi samping tempat ibu nya berbaring. Dia merenungi semua kejadian yang tadi di alaminya.


Sampai jam 1 pagi, Adnan sama sekali tak bisa memejamkan matanya. Dia masih terus memikirkan perkataan lelaki tadi.


Tok tok tok. Ada yang mengetuk pintu.


Adnan bangkit untuk membukakan pintu.


"Malam mas...."ucap seorang perawat laki-laki


"Malam juga...."


"Saya mau mengecek ibu nya sampean..."


"Oh ia silahkan...."


Perawat itu, mengganti botol infus yang sudah habis dengan yang masih penuh.


"Jangan galau mas, kan mas sendiri yang ingin menukar berlian dengan besi berkarat, jadi sekarang mas terima konsekuensinya aja....." ucap perawat itu, yang seolah tau apa yang ada di pikiran Adnan


"Mari mas saya permisi...." ucap sang perawat


"Tunggu, ko mas tau pikiran saya?"


Sang perawat hanya tersenyum remeh ke Adnan, tanpa sepatah kata pun yang keluar dari mulutnya ia melanjutkan langkahnya.

__ADS_1


__ADS_2