Penghianatan Suamiku

Penghianatan Suamiku
Promosi Novel: OBSESI SANG PEWARIS


__ADS_3

Judul Novel: Obsesi Sang Pewaris


Author: Hana Ryuuga


Jangan Lupa Mampir ya Dears di Karya Temen Author🙏🏻😘


Sudah tiga tahun William ditinggal pergi oleh istrinya Larasati Indria Putri. Wanita yang telah mencuri separuh hatinya saat pandangan pertama. Wanita yang mau menerima paranoidnya dan bersedia bersanding dengan dirinya.


"Rama, kita ke club seperti biasanya," ujar William kepada asisten pribadinya.


"Baik, Tuan."


Sesampainya di club milik temannya, William langsung menuju ke kamar presidential suit setelah menyapa teman-temannya.


****************


Club yang sama tapi beda tempat terlihat seorang wanita kelimpungan. Jika dilihat dari dekat bisa kita simpulkan bahwa wanita itu sedang mabuk. Terbukti dengan matanya yang kurang fokus dan wajahnya memerah.


Temannya memberikan kartu kunci kamar presidential suit kepada wanita itu. Wanita itu menganggukkan kepalanya dan mulai berjalan menuju kamar dengan langkah sempoyongan.


Tapi siapa sangka, dirinya yang mabuk malah salah masuk kamar. Sialnya lagi, pemilik kamar itu adalah seorang dengan julukan the most wanted boy di Lunar City, William.


Jika wanita itu mabuk, beda halnya dengan William yang berada di bawah pengaruh obat perangsang. Tanpa pikir panjang, William melakukan ONS bersama wanita yang tak dikenalnya.


****************


"Ken, kaca spion," kode Meyrin, dia mulai mempersiapkan diri.


Ken langsung melihat kaca spion dan terlihat dua mobil sedang mengikuti mobilnya. Dia melihat jam tangannya yang menunjukkan pukul 9 malam.


"Sialan! Kenapa harus jam segini sih," gerutu Ken.


"Ken, percepat laju mobil dan fokus menyetir saja. Biar aku yang bagian menyerang," ujar Meyrin yang mulai membuka laci dashboard. Disana ada senjata Laras panjang, sebuah senyum muncul dibibir Meyrin.


"Aku tahu. Pasang sabuk pengamannya!"


"Sudah siap," jawab Meyrin mantap.

__ADS_1


Ken menatap Laras lebih tepatnya Meyrin. Setelah dipastikan Meyrin aman, Ken langsung menginjak pedal gas membuat mobil sport itu langsung melaju dengan cepat. Jarum di speedometer mobil terlihat semakin naik.


Melihat mobil Ken mempercepat lajunya, dua mobil itu melakukan hal yang sama. Laras menatap ke belakang dan depan bergantian.


Dor! Dor!


"Sialan!" umpat Ken dan Meyrin bersamaan.


Tubuh mereka berdua terguncang karena badan mobil yang terkena tembak oleh dua mobil di belakang. Ken dan Meyrin saling berpandangan dan menganggukkan kepalanya.


"Ken, kita tidak bisa menyerang disini. Bawa mobil ini ke gang kecil!"


"Dimana lokasinya?"


"Astaga! Aku lupa kalau kamu belum lama tinggal di Lunar. Tingkatkan laju mobil itu terus ke depan. Di depan sana ada pertigaan, kamu belok kanan," Meyrin memberikan arah.


Ken yang mengerti semakin menekan pedal gasnya ke dalam hingga kecepatan mobil itu semakin meningkat. Tubuh keduanya terguncang saat mobil tiba-tiba melewati jalan beraspal yang tidak rata.


"Ken! Belok kanan!" teriak Meyrin saat dilihatnya Ken masih fokus lurus ke depan.


"Hati-hatilah di depan ada rel kereta api. Buka atap mobil, aku akan menyerang mereka!" perintah dan peringat Meyrin.


Ken menekan sebuah tombol di dashboardnya hingga atap mobil terbuka. Meyrin berdiri dan mulai mengarahkan senjata laras panjangnya. Dalam hitungan menit, dia mulai menembak tanpa henti ke arah dua mobil itu.


Ken terus melajukan mobilnya dengan kecepatan yang konstan. Meyrin melihat ke arah depan, ada pertigaan di sana. Dia lalu kembali masuk ke dalam mobil.


"Ken pertigaan di depan, kamu lurus saja, nanti ada persimpangan langsung belok ke kiri," Meyrin kembali memberikan arahannya.


Sayangnya, ketika mereka akan melaju sebuah kereta api dari kiri jalan melaju. Ken langsung menekan remnya sedalam mungkin hingga terdengar bunyi decitan antara ban mobil dengan aspal. Tidak sampai disana, Ken langsung mengambil arah kanan melajukan mobilnya sejajar dengan kereta api. Meyrin yang paham maksud dari sepupunya itu membelalak tak percaya.


"No! No! Jangan lakukan itu! Jangan gila, Ken!" Meyrin menatap Ken yang tampak serius dengan senyum menyebalkan bagi wanita itu.


Ken menampilkan senyum miringnya. Tatapannya begitu tajam menatap ke arah depan. Di tatapnya badan kereta api di sebelah kirinya. Dirinya hampir sampai di depan moncong kereta api.


Ken semakin menancap pedal gas hingga akhirnya mobilnya bisa lebih unggul dari kereta api tersebut. Lalu tangannya memegang transmisi mobil dan mengopernya beberapa kali.


Pedal gas ditekannya lebih dalam hingga jarum pada speedometer turun ke arah kanan artinya kecepatan mobil itu mencapai angka maksimal. Ken langsung membanting setir mobilnya ke arah kiri jalan, beradu dengan laju kereta api.

__ADS_1


Ken berencana melewati rel kereta api dari depan, saling beradu dengan moncong kereta api. Moncong kereta api semakin dekat dengan body mobil sport Ken. Sinar lampu kereta menyilaukan mata, suara klakson dari kereta membuat telinga sakit, saking kerasnya, hingga ...


Ckiiiittt…


Braakk!!


Injakan rem yang semakin membuat telinga gatal mendengar bunyi deritan. Meyrin hanya memejamkan matanya dan menahan nafas. Dia belum siap mati bersama sepupunya itu.


"Gotcha!" teriak Ken saat melihat dari kaca spion salah satu mobil yang mengejar mereka hancur tertabrak kereta api.


Mobil musuh dengan kecepatan yang tinggi tidak bisa mengerem tepat waktu hingga tabrakan itu terjadi. Sedangkan satu mobil yang lain masih selamat menunggu kereta.


Ken tersenyum penuh kemenangan sambil tetap melajukan mobilnya. Sedangkan Meyrin menghembuskan nafasnya terengah-engah dan menatap Ken dengan tatapan membunuh.


"Sepupu sialan!" bentak Meyrin yang masih mengatur nafasnya.


"Gimana Liu Meyrin, hebat kan aku?" pamer Ken.


"Kamu kalau mau mati ... hah ... hah ... mati sendiri aja. Fvcking shiit!" bentak Meyrin masih dengan tatapan tajamnya.


"Bersiaplah! Musuh kita sepertinya semakin marah dan serius," Ken menunjuk kaca dashboard dengan dagunya.


Meyrin menatap jengah, dia letakkan Laras panjangnya kembali dan mulai mengeluarkan senjata sang ayah. Pistol eagle dengan ukiran huruf A besar.


"Ken, menukik sesuai aba-abaku," Meyrin mulai menyiapkan pistolnya. "Sekarang!" ujar Meyrin.


Ken memutar setirnya hingga mobil mereka saling berhadapan dengan mobil musuh. Lalu, dia melakukan transmisi pada mobilnya hingga mobil itu bergerak ke belakang. Meyrin membuka sabuk pengamannya dan bersiap menyerang. Setelah dirasa cukup, dia langsung membanting setir ke arah kiri.


Meyrin membuka pintu mobil, tubuhnya sedikit terlentang keluar dengan mengarahkan pistolnya tepat ke ban mobil musuh.


Dor! Dor! Dor! Dor!


Empat peluru dilesakkan oleh Meyrin dan itu tepat sasaran. Dua ban meletus hingga membuat pergerakan dari mobil itu menjadi tidak teratur ditambah dengan kecepatan yang belum sempat diturunkan.


Meyrin segera masuk lagi ke dalam mobil dan menutup pintunya. Ken menekan pedal gasnya lagi, kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan yang tinggi. Menghindari sesuatu yang akan terjadi.


Meyrin menatap ke arah belakang, mobil musuh yang kehilangan arah menabrak dinding dengan dahsyatnya hingga setengah body mobil penyok parah.

__ADS_1


__ADS_2