Penghianatan Suamiku

Penghianatan Suamiku
# 17


__ADS_3

Janganlah berlebihan dalam segala rasa....


...--------------------------------...


Hari yang di tunggu tunggu akhirnya datang. Nadin sudah siap dengan memakai gaun pengantinnya, wajahnya juga sudah selesai di mek up.


Kini Nadin sedang menunggu, ijab qobul di kamar hotel bersama Naila.


"Wah cantik nya mba ku.... " puji Naila


Pipi Nadin memanas.


"Biasa aja... "


"Mba deg deg an ga?"


"Ia lah kalo ga deg deg an ya mati.... "


"His serius tau, kaya yang pertama apa lebih deg deg an?"


"Kepo, makannya nikah... "


"Nanti kalo mba udah punya anak... "


"Kelamaan... "


Sementara itu, jantung Bagas seakan ingin keluar dari tempatnya. Dia mengeluarkan keringat dingin sebesar biji jagung, karena saking gugup nya.


"Tarik napas yang dalam Gas... " ucap Ibnu


Bagas menuruti perintah Ibnu, berkali kali Bagas menarik napas panjang lalu mengeluarkannya lewet hidung dengan perlahan.


Kini saat saat yang di tunggu semua orang, ya itu ijab qobul.


"Sudah siap na Bagas?" tanya pak penghulu


"Siap pak.... "


"Kita mulai ya... "


Bagas mulai menjabat tangan om Hamzah.


Ijab qobul pun di mulai.


"Saya nikah dan kawinkan engkau Bagas Maulana Herlambang bin bapak Mohammad Putra Herlambang dengan keponakan saya Nadin Ananda binti bapak Dullah Mahmud al marhum, dengan mahar seperangkat alat solat dan uang sebesar Rp.260.000 di bayar tunai... "


Adnan menarik napas begitu dalam, sebelum berucap.


"Saya terima nikah dan kawinnya Nadin Ananda binti bapak Dullah Mahmud al marhum dengan mahar di atas di bayar tunai......."


"Bagimna para saksi, sah?"


"Sah"


"Sah..... "


Nadin meneteskan air mata bahagiannya.Dia bahagia karena masih ada yang mau menemani menjalani hari harinya nanti.


"Ayo mba... "


"Ya.... "


Nadin berjalan keluar dari kamarnya menuju bal room hotel.


Mata para tamu undangan tertuju ke arah Nadin.


Nadin sampai di samping suaminya, dia gugup, walau ini untuk kedua namun tetap saja gugup.


Pak penghulu memberi arahan arahan.


Bagas meneteskan air matannya ketika mencium kening Nadin, dia bahagia bisa menikahi pujaan hatinya.


......................


Kini Nadin dan Bagas sudah berdiri di pelaminan menyambut para tamu yang datang.


Mereka berdua begitu mesra.


"Kamu cape?"


"Engga..... "


"Kalo cape bilang ya.... "


"Ia mas... "


Bagas berbunga hatinya, kala mendengar panggilan mas yang Nadin sematkan untuknya.


"Kamu panggil aku apa?"


"Mas.... " malu-malu


Cup, satu kecupan mendarat di pipi kanan Nadin.


"Malu tau mas.... " protes Nadin


"Udah halal....."


Sampai jam 8 malam baru lah mereka selesai melayani tamu. Kini pengantin baru itu sudah berada di kamarnya.


Nadin dan sang sumai sudah selesai mandi.


"Mau langsung tidur?"

__ADS_1


"Ia mas ngantuk banget, badan ku juga pegel-pegel... "


"Ya sudah, ayo tidur....... "


Akhirnya mereka tertidur.


..................


Pagi harinya, pengantin baru itu, langsung cek out dari hotel setelah sarapan.


Bagas memang langsung memboyong Nadin ke rumah, yang ia sudah siapkan.


Dalam perjalanan, mereka banyak ngobrol agar lebih dekat satu sama lain.


"Sampai, ayo turun... "


"Ia mas... "


Nadin dan Bagas melangkah menuju rumah.


"Selamat datang sayang.... " ucap mamah Ais


Nadin segera mencium tangan mamah mertuanya, lalu berganti mencium tangan ayah mertua.


"Kalian udah sarapan?" tanya sang ayah mertua


"Udah yah.... "


"Ya udah ayo masuk..... "


Nadin bergandengan tangan dengan suaminya, lalu melangkah masuk, di belakang mertuanya.


"Cie pengantin baru, udah kaya kereta aja kemana-mana gandengan.... " ledek Naila


"Bilang aja iri... " sahut Bagas


Cup, Bagas mendaratkan kecupan di kepala Nadin dengan mesra.


"Mamah, mau nikah... " teriak Naila yang iri dengan kemesraan kakanya.


"Hadeh kalian berdua ini ya, Bagas kamu udah nikah jangan kaya anak kecil mulu...." ucap sang ayah


"Nadin ayo ikut mamah... "


"Aku ikut..." ucap Bagas yang tak mau jauh dari istrinya


"Dasar pengantin baru.... "


"Naila jangan mulai... "


"Hehe ia yah... "


"Ya sudah sana sama kamu aja Gas... "


"Ia mah.... "


"Ini dapurnya......"


"Ini kamar mbok Jum.... "


"Siapa mbok Jum mas?"


"Yang akan bantu kamu ngurus rumah... "


"Oh... "


Mereka melanjutkan kelilingnya.


"Ini kamar kita.... "


Nadin memandangai setiap sudut kamar itu.


"Gimana suka ga?"


"Suka.... "


"Ka, dipanggil ayah..... " ucap Naila


"Ya, ayo yang... "


"Ia mas... "


Mereka berdua pun turun, keruang keluarga.


"Ada apa yah?"


"Sesuai kesepakatan kamu, kalo kamu sudah nikah kamu yang akan mewarisi perusahaan, sedangkan Naila yang akan mewarisi bisnis penjualan rumah... "


"Ia, lalu?"


"Besok datanglah ke kantontor bersama Nadin, ayah akan mengumumkan pemimpin perusahan yang baru....."


"Emang harus besok ya yah?"


"Lebih cepat lebih baik... "


Mereka pun mengobrol ngalor ngidul.


"Assalamu'alaikum...... "


"Wa'alaikumsalam...... "


"Masuk mbok..... "

__ADS_1


"Ia bu.... "


Mbok Jum masuk dengan membawa barang belanjaannya.


Nadin berinisiatif membantunya.


"Ga usah non.... "


"Ga papa mbok, biar mbok ga kerepotan"


Nadin tetap memaksa membantu.


"Makasih ya non... "


"Panggil mba aja mbok.... "


"Ah ga enak sama yang lain... "


"Di enakin aja, saya ke mamah lagi ya mbok..."


"Ia silahkan mba...... "


Nadin melanhkah pergi.


"Ah si mas emang pinter pilih istri, udah manis, baik, tau sopan santun lagi.... " guman mbok Jum


"Sayang kami pamit pulang ya... "


"Ga sekalian nanti sore mah?" tannya Nadin


"Engga, takut ganggu kalian, kami pamit ya...."


"Ia mah....."


"Aku nginep sini ya yah?" ijin Naila


"Engga boleh, ntar kamu ganggu, ayo pulang!"


"Ah ayah ga asik.... "


Naila dengan terpaksa melangkah keluar.


"Assalamu'alaikum sayang..... "


"Wa'alikumsalam, hati-hati ya pah mah... "


"Ia sayang.... "


Nadin dan sang suami mengantar mamah dan ayahnya sampi mereka menaiki mobil, dan hilang dari pandangan mata.


Bagas mengusap-usap kepala Nadin layaknya anak kecil.


"Ayo sayang kita ke kamar.... "


"Tapi aku mau bantuin mbok Jum mas......"


"Jangan sekarang, sekarang waktunya kita melakukan ibadah.... "


Nadin langsung tau arah kalimat suamianya.


"Maaf mas aku lagi halangan... "


"Yah.... " kecewa


Cup, Nadin dengan berani mengecup pipi suaminya.


"Ah, yang ini ngiri yang... " menunjukan pipi kirinya


"Apa sih mas, udah ah, aku mau beres-beres baju... "


Nadin berlari maiki tangga yang menuju kamar mereka.


Bagas tersenyum melihat tingkah istri kecilnya.


......................................


Nadin sudah sibuk di dapur, saat jam baru menunjukan angka 4:30 pagi. Sedangkan Bagas masih terlelap dalam tidurnya.


"Mbok, biar Nadin aja yang nata di meja....."


"Ia non silahkan..... "


Nadin menata satu persatu masakan yang sudah matang.


Saat terdengar kentong subuh, Nadin bergegas membnagunkan sang suami.


"Mas, bangun yu, sebentar lagi subuh loh... " menyingkap selimt suaminya


Suaminya malah menariknya, agar ia jatuh dalam pelukannya.


Mata mereka saling bertatap satu sama lain, bahkan Nadin bisa mendengar detak jantung sang suami yang begitu cepat.


Kumandang azan terdengar, menyadarkan keduanya.


"Tuh azan ayo bangun... "


"Ia sayang mas bangun....."


"Mau solat di masjid?"


"Ia, kan kita belum bisa jama'ah... "


"Ya sudah, biar aku siapin baju sama sarung nya... "

__ADS_1


"Ia.... "


Bagas bergegas membersihkan dirinya. Nadin segera menyiapkan baju, sarung dan peci untuk sang suami.


__ADS_2