Penghianatan Suamiku

Penghianatan Suamiku
Pangeran


__ADS_3

Happy reading........


Sore hari tepatnya jam 05.00 sore, Nara baru saja pulang dengan menenteng beberapa paper bag belanjaannya. Tante Farah yang melihat itu pun hanya diam saja, dia sama sekali tidak berniat bertanya kepada menantunya itu, karena rasa kesal masih bersarang di hatinya.


Nara pun enggan untuk menyapa Tante Farah, dia langsung berjalan ke atas dan masuk ke dalam kamar. Dan baru saja Nara meletakkan semua belanjaannya di atas meja rias, tiba-tiba Ilham menghampirinya dengan melipat kedua tangannya di depan dada.


"Bagus sekali kamu, pergi pagi pulang sore. Suami dan anak tidak diurus? Apa itu istri yang baik!" Sindir Ilham sambil mengangkat satu alisnya.


Nara memutar bola matanya dengan malas, kemudian dia berbalik badan dan menatap Ilham lalu berkacak pinggang. "Udah deh ya, Mas. Aku itu capek habis jalan, hangout. Dan sekarang kamu malah menuduh aku, dan menuding aku dengan pertanyaan yang gak jelas? Udahlah aku mau mandi."


Nara pun berlalu meninggalkan Ilham, tapi baru saja satu langkah, Ilham sudah mencekal lengannya dengan kasar hingga Nara meringis. "Aawhh... Sakit Mas," ringis Nara saat Ilham memegang lengannya cukup kasar.


"Kamu pergi dengan siapa?" tanya Ilham dengan sorott mata yang tajam dan mengintimidasi.


Gluk.


Nara menelan ludahnya dengan kasar saat melihat sorot mata Ilham, wajahnya menjadi gugup. "I-iya pe-rgi ber-sama dengan teman-teman lah. Me-mangnya dengan siapa?" Nara mencoba mengelak.

__ADS_1


"Dengan teman-teman atau hanya teman saja? Jangan pernah membohongiku Nara! JAWAB! Kamu pergi dengan siapa?" tanya Ilham dengan nada membentak.


Nara kemudian melihat Ilham dengan kesal. "Kamu ini kenapa sih, Mas? Aku pulang ingin mandi bersih-bersih, capek Mas. Tapi kamu malah membentak aku? Aku itu jalan sama teman-teman, hangout Mas, aku sumpek tahu nggak sih di rumah terus." Nara malah marah balik ke Ilham, dia sengaja melakukan itu untuk menutupi semua kegugupan dan kebohongannya.


"Oh, hangout sama teman-teman ya? Oke, tapi ingat satu hal! Jika kamu berani selingkuh di belakang aku, maka tidak ada kata ampun bagi kamu! Jangan kamu pikir aku ini bodoh? Sekali kamu selingkuh di belakang aku, maka nggak akan pernah aku maafin, PAHAM KAMU!"


Ilham berbicara dengan nada mengancam dan sorot mata yang begitu tajam mengarah kedua mata Nara, setelah itu dia melepaskan lengan darah dengan kasar dan pergi keluar dari kamar. Tapi sebelum itu Ilham menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Nara.


"Kamu merasa sumpek di rumah? Padahal setiap hari kamu selalu keluar? Bahkan Azam pun tidak kamu urus!"


BRAAK...


Tante Farah yang melihat wajah kesal Ilham seketika mengerutkan kening. "Kamu kenapa Ham? habis berantem sama istri kamu?" tanya Tante Farah, namun Ilham malah mendengus dengan kasar.


Tante Farah paham dengan perasaan anaknya saat ini, dan dia sangat yakin jika Ilham dan Nara baru saja bertengkar. "Mama kan sudah bilang sama kamu, ajari tuh istri kamu itu sopan santun! Sekarang lihat! Dia bisa seenak jidat keluar setiap hari, tidak mengurus anak dan suami. Apa itu istri yang baik?" ujar tante Farah sambil menyandarkan tubuhnya di sofa.


Ilham mengusap wajahnya dengan kasar, dia merasa frustasi karena menghadapi sifat Nara yang Ilham merasa sangat berubah bahkan 180 derajat sebelum perceraian dia dan Bunga.

__ADS_1


"Sekarang Mama bilang seperti ini? Kemarin-kemarin apa? Mama malah membela dia kan? Mama malah memojokkan Bunga, dan bilang Bunga wanita tidak becus? Padahal Mama bisa lihat sendiri, di sini siapa yang mantu terbaik? Udahlah, lama-lama di rumah kepalaku mumet. Aku mau pergi aja keluar, merefreshkan otakku yang terasa kalut ini."


Ilham pun melenggang keluar rumah mengambil kunci mobil dan pergi meninggalkan rumah. Dia akan pergi ke suatu tempat di mana pikirannya bisa fresh, karena saat ini Ilham benar-benar kalut memikirkan masalah rumah tangganya, apalagi kelakuan Nara.


***********


Malam ini Bunga sedang berada di sebuah supermarket, dia sedang berbelanja bulanan, karena keadaannya juga sudah lebih baik jadi Bunga putuskan untuk pergi keluar.


Setelah dia membeli apa yang dia perlukan, Bunga pun berjalan ke arah kasir untuk membayar. Setelah itu dia keluar dari supermarket dan pulang ke rumah.


Saat Bunga tengah memasukkan belanjaannya ke dalam mobil, tiba-tiba seseorang menepuk pundaknya hingga membuat Bunga seketika menoleh ke arah belakang.


Kedua mata Bunga membulat, nafasnya seakan tercekat, dia benar-benar kaget melihat seseorang yang sedang berdiri di belakangnya dengan tatapan sendu mengarah ke pada dirinya.


Tanpa ba-bi-bu orang itu pun langsung memeluk tubuh abunga. Sedangkan yang dipeluk hanya diam saja, masih merasa tidak percaya dengan orang yang ada di hadapannya yang kini tengah memeluk dirinya.


"Bunga... Aku sangat merindukanmu!" ucap pria itu sambil memeluk erat tubuh Bunga.

__ADS_1


Air mata Bunga pun lolos seketika, dia merasa telah bertemu dengan seorang pangeran yang selama ini dia cari. Seorang pangeran yang selalu menjaganya, melindunginya, membuatnya tertawa, bahkan selalu menghilangkan kesedihannya.


Bersambung. . ........


__ADS_2