Penghianatan Suamiku

Penghianatan Suamiku
Tak Perduli


__ADS_3

Happy reading.......


Kemudian pria itu melepaskan pelukannya, lalu dia menghapus air mata yang mengalir dan membasahi pipinya. Dia menatap Bunga dengan tatapan yang begitu penuh kerinduan.


"Kakak senang, akhirnya Kakak bisa melihat kamu lagi. Akhirnya Kakak bisa bertemu dengan kamu," ucap pria itu sambil memegang kedua tangan Bunga.


Bunga hanya terdiam, dia bingung harus mengatakan apa. Karena Bunga merasa seperti suaranya tidak bisa keluar, dia merasa perasaannya saat ini campur aduk.


"Apa kamu tidak ingin memeluk Kakak? Apa kamu tidak rindu dengan pangeran kamu ini?" sambung pria itu lagi, karena terus melihat Bunga hanya terdiam tanpa mengatakan satu kata patah pun kepadanya.


Mendengar itu Bunga langsung mang-hambur memeluk tubuh pria tampan dan kekar yang ada di hadapannya itu, dia menangis tersedu-sedu dalam pelukannya hingga air matanya membasahi separuh kemeja pria itu. Dan satu tangan pria itu mengelus rambut Bunga dan mengecup pucuk kepala Bunga berkali-kali.


"Ka-kak a-ku sa-ngat merindukan Ka-kak. Aku sa-ngat merin-dukan Ka-kak. Aku sangat merindukan Kakak..." Bunga berucap berkali-kali, tidak ada kata yang bisa dia ucapkan selain kata itu.


Sebuah kata yang selama ini tertahan, yang tidak bisa dia ucapkan kata, di mana rasa sesak selalu ada. Kata itu membuat Bunga ingin selalu pulang ke rumah, tetapi dia tidak bisa.


Seorang wanita yang sedang hamil keluar dari mobil, karena seseorang yang ditunggunya tidak kunjung masuk ke dalam mobilnya, dan saat dia sedang mencari orang itu, tiba-tiba matanya tertuju kepada sosok pria yang sedang memeluk seorang wanita.

__ADS_1


Wanita itu pun mendekat ke arah dua orang yang sedang berpelukan, dan saat langkahnya semakin dekat pelukan itu pun terlepas, dan kedua Netra wanita hamil itu pun membulat saat melihat siapa wanita yang dipeluk oleh suaminya.


"Bunga...!" kaget wanita itu sambil menutup mulutnya dengan satu telapak tangan.


Bunga yang merasa namanya dipanggil seketika menoleh, dia pun kaget karena melihat wanita yang sedang hamil berdiri menatap dirinya dengan tatapan yang sama terkejutnya. "Kak Jelita," ucap Bunga dengan suara yang serak.


Wanita hamil itu pun segera melangkah dengan cepat ke arah Bunga, lalu segera memeluk tubuh Bunga. Dia pun menangis. "Ya Allah, Bunga. Akhirnya Kakak bisa bertemu dengan kamu! Kamu tahu nggak? Kakak kamu itu mencari kamu kemana-mana? Tapi baru beberapa bulan ini kami menemukan kamu. Kakak senang karena bisa bertemu dengan kamu lagi, kamu gimana kabarnya? Sehat kan?" tanya Jelita sambil menangkup kedua pipi Bunga dengan wajah yang begitu cemas.


Iya, kedua orang itu adalah Sony dan Jelita, Kakak kandung sekaligus Kakak iparnya abunga. Kebetulan Sony tadi habis membeli susu ibu hamil untuk istrinya, dan saat dia akan kembali ke mobil Sony tiba-tiba melihat Bunga berjalan dan menaruh belanjaan di mobilnya.


"Alhamdulillah Kak, aku baik. Kakak gimana kabarnya? Kakak lagi hamil ya? Ini anak ke berapa?" tanya Bunga pada Jelita.


Bunga merasa senang melihat keluarganya bahagia, dia juga merasa senang karena sebentar lagi sang Kakak akan menjadi seorang Ayah. Karena itulah yang diimpikannya selama ini.


Setelah itu mereka pun bercengkrama sebentar, lalu Bunga pamit pulang karena hari juga sudah malam. Awalnya Sony meminta Bunga untuk ikut bersamanya pulang ke rumah, tetapi Bunga menolak. Dia masih belum siap untuk pulang ke rumahnya.


**********

__ADS_1


Sedangkan di tempat lain, tepatnya di sebuah klub malam, seorang pria tengah mabuk berat sambil mengoceh tidak jelas.


"Bunga, aku merindukanmu... Kenapa kamu tega meninggalkanku? Aku rela berpisah dengan Nara, jika kamu kembali kepadaku! Oh... Bungaku," ucap pria itu ngelantur.


Lalu dia pun mengambil satu gelas minuman lagi, tapi pelayan yang ada di sana melarang. "Maaf Pak, anda sudah mabuk berat. Jika anda seperti ini terus, bagaimana anda akan pulang?" ucap pelayan itu sambil menghentikan tangan Ilham.


Iya, yang sekarang ada di klub malam adalah Ilham. Dia sangat frustasi karena masalah dia dengan Nara, ditambah dia melihat Nara berjalan dengan pria lain di mall, itu sebabnya Ilham pergi ke klub malam untuk meringankan beban yang ada di pikirannya itu. Karena bagi dia minuman bisa mengalihkan pikirannya yang kalut saat ini.


"Siapkan aku satu wanita! Aku ingin dilayani malam ini!" pinta Ilham pada pelayan itu.


Pelayan itu pun mengangguk, kemudian dia menyiapkan satu wanita untuk menemani Ilham malam ini. Tak lama seorang perempuan dengan pakaian terbuka menghampiri Ilham, lalu wanita itu pun memapah Ilham masuk ke dalam salah satu kamar penginapan yang ada di sana, dan hubungan terlarang itu pun terjadi.


Sedangkan di kediaman Ilham, Nara yang baru saja selesai menyusui Azam melihat ke arah jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 1 dini hari.


"Mas Ilham ke mana ya? Kok jam segini dia belum pulang? Tidak biasanya dia seperti ini?" Nara bergumam dengan heran, dia benar-benar bingung kemana Ilham pergi sebab tidak biasanya ilham seperti itu.


Nara takut jika Ilham marah kepadanya, dan malah tidak memberinya uang bulanan lagi ditambah dia juga harus mendapatkan harta Ilham.

__ADS_1


"Ah sudahlah, biarkan saja mau dia pulang kek, mau dia nggak pulang kek. Yang penting kan uang bulananku masih aman, dan aku harus segera menyusun strategi agar aku bisa menguasai hartanya masih Ilham," ucap Nara dengan lirih sambil tersenyum miring memikirkan cara untuk menguasai harta Ilham.


Bersambung. . .....


__ADS_2