Penghianatan Suamiku

Penghianatan Suamiku
# 16


__ADS_3

...Maafkanlah orang yang telah menyakitimu. --------------------------------...


Pak Slamet menerima pemberian Nadin.


"Makasih.... "


"Sama-sama, bapak tinggal di mana sekarang?"


"Di kontrakan kecil di jalan Mawar.... "


"Sama mas Adnan dan ibu?"


"Ia.... "


Krucuk, terdengar suara cacing di perut yang meminta jatah.


"Bapak belum makan?"


Pak Slamet menggeleng.


"Ayo bapak masuk dulu....."


Pak Salmet menuruti perintah Nadin. Nadin menyuruh pak Slamet duduk di salah satu kursi yang kosong. Kemudian Nadin memesan makanan untuk pak Slamet.


Bagas masih penasaran siapa sebenarnya bapak-bapak itu?


Pesanan datang, pak Slamet makan dengan lahapnya. Nadin juga memesan lagi untuk di bungkus.


Selesai makan, pak Slamet berterima kasih ke Nadin dan beliau pun pamit pulang.


"Ini buat oarang di rumah pak.... "


"Makasih Din, saya pulang dulu.... "


"Ya silahkan....."


Pak Slamet tak menyangka orang yang pernah di sakitinya malah mau membantunya.


Bagas tambah kagum dengan sosok Nadin, dia tak membalas demdam ke mantan mertuanya. Ya Bagas sudah tau semua kisah kehidupan Nadin. Diam-diam Bagas menyuruh orang untuk mencari informasi tentang Nadin.


Bagas menatap Nadin dengan tatapan penuh ke kaguman.


Nadin yang di tatap begitu risih.


"Kenapa pak?"


" Ngga, udah di bilang jangan panggil pak... "


"Hehmmm ya udah panggil bang aja... "


"Ga mau, yang lain... "


"Belum halal juga, udah ayo ke mamah... "


"Ga mau...."


"Terserah deh..."


Nadin melangkah meninggalkan Bagas.


"Tadi sipa sayang?" tanya mamah Ais


"Mantan mertu.... "


"Mba Nadin hebat, mau bantu orang yang udah nyakitin mba... "


"Lanjutin makan Din.... "


"Ia mah.... "


.......................................................


Nadin baru saja sampai di rumahnya.


"Makasih pak.... "


"Sama-sama, duh aku bakal kangen banget nih sama kamu..... "


"Kan masih bisa telpon....."


Ya tadi mamah Ais meminta mereka untuk di 'pingit'.


"Saya masuk dulu, kasian Ai nya... "

__ADS_1


"Ya...., sampai ketemu di pelaminan.... "


"Ya, Assalamu'alaikum...."


"Wa'alikumsalam.... "


.................


Di tempat berbeda.


"Nan ibu punya rencana.... "


"Eencana apa sih bu?"


"Kan Nadin masih dalam suasana berkabung tuh, kamu terus manfaatin di Nan.... "


"Ia tuh mas, masa mau minta tolong sama orang tuaku terus..... " seloroh Fani


Ya memang, setelah tanah yang ada bangunan pondoknya di jual dan uangnya habis buat menutp kebutuhan hidup mereka, orangtua Fani lah yang membantu mereka.


Orang tua Fani juga yang membuat mereka bisa tinggal di kontrakan itu. Orang tua Fani membayar kontrakan itu untuk 5 bulan kedepan.


"Umi bosen higup gini mulu.... "


"Aku juga mas, aku tuh lagi hamil penginnya di manja, apa-apa di turuti..... "


"Ya Nan, sukur kalo kamu bisa balikan lagi sama dia, kan sekarang dia udah sukses tuh, swalayannya aja tambah gede.... "


Batin Adnan bergejolak, di sisi baiknya bilang tidak usah menuruti ibi dan istrinya, namun setan terus membisikinya agar menuruti keinginan ibu dan istrinya.


"Kalo kamu ga mau, mending aku balik ke rumah orang tua aku.... " ancam Fani


"Apa kamu mau kalo anak kamu nanti ileran Nan?" tanya Uminya


"Terus aku harus gimana mi? "


"Assalamu'alaikum..... "


"Wa'alikusalam..... "


"Ni Abi bawain makanan.... "


"Dapat darimana mas?" tanya bu Siti


"Tadi di kasih Nadin......"


"Udah sekarang makan dulu.... "


Mereka semua makan dengan lahap.


..........................


Kini Nadin sedang berdo'a kepada Tuhannya, dia memohon ampun atas segala dosa yang pernah di lakukannya.


Air matanya begitu deras mengalir, kala mengingat dosannya. Dia merasa orang paling kotor dan hina.


Jika berdo'a Nadin tidak banyak meminta, dia hanya meminta agar di mudahkan dalam urusan Akherat dan Dunianya.


Nadin juga mendo'akan saudara sesama muslimnya.


"Nadin makan yu.... "


"Ia bi sebentar.... "


Nadin menyudahi do'anya, lalu melepas mukena dan melipat sajadahnya, kemudian ia bergegas ke ruang makan.


..............................


Matahari belum mengeluarkan sinarnya, masih seperti uang logam berwarna oranye, yang kontras dengan langit yang begitu cerah tanpa awan.


Nadin dengan semangat membantu bibinya bebenah rumah, sedangkan sang paman sudah berangkat ketempat kerjanya.


"Bi, kalo samping rumah di tanami sayuran kayannya subur deh.... " sembari mengelap meja


"Ia, nanti kita tanami bareng ya, bibi punya bibit kangkung sama oyong..... "


" Ia.... "


Hari ini sampai hari H Nadin tidak boleh pergi kemana-mana, takut terjadi suatu hal yang tak di inginkan.


"Assalamu'alaikum...... "


Nadin langsung tau suara siapa yang mengucap salam.

__ADS_1


"Biar Nadin aja bi... "


"Ya.... "


Nadin berjalan ke depan.


Ceklek.


"Wa'alikusalam, ada apa mas?"


"Apa kabar?"


"Baik, langsung saja apa tujuan mu kesini?"


Nadin seperti sudah mendapat kabar, bahwa mantan suaminya akan ke rumahnya.


"Nadin kamu tau setelah di tinggal kamu hidup mas jadi berantakan....."


"Langsung saja.... "


"Mas ingin kita rujuk.... "


Ya seakan tak punya malu, Adnan mengatakn hal itu. Dia sudah berhasil di pengaruhi oleh ibu dan istrinya.


"Haha, lucu sekali, kemana kamu dulu mas, kemana saat aku di hina, di caci oleh keluargamu, kemana saat aku di jadikan babu di rumah mertuaku?, kemana saat aku di tampar oleh bapak mertua yang katanya kyai?"


Nadin berkata dengan nada biasa saja, namun seakan pedang yang menghunus ke hati Adnan.


"Maaf, aku sudah punya pilihan hatiku sendiri........ "


"Kalo begitu bisakah, aku meminjam uang lagi?"


"Emang uang lima juta dan mas kawin udah habis mas?"


Adnan diam saja.


"Astagfirullah, harusnya kamu sebagai laki-laki bisa ngatur istrimu mas, kalian kan sedang susah janganlah nuruti gaya, dasar laki-laki lemah.... " geram Nadin


Adnan memang bagai air di atas daun talas.


"Bukan begitu, hanya saja ibu dan Fani tak biasa makan masakan desa...."


"Terserah lah mas, oh ya toko sembako sama butik juga bangkrut?"


"Ia, itu juga sudah di jual..... "


"Aku tak bisa bantu.... "


Hening beberapa saat.


"Memohon ampunlah kepada sang Penciptamu, semoga Alloh memudahkan urusan dunia dan akheratmu, aku masuk.... "


Adnan menghela napas, lalu pergi.


Nadin tak habis pikir dengan mantan suaminya, bagimana bisa dia datang ke Nadin hanya untuk meminjam uang.


"Siap Din?"


"Mas Adnan..."


"Hah ngapain?"


"Mau pinjem uang, tapi ga aku kasih... "


"Bagus tuh jangan di kasih ntar ngelunjak, kalo tadi bibi yang buka pintu, pasti langsung bibi usir tuh ***an...."


"Kayannya lebih kejam dia, dari pada setan deh bi.... "


"Ia ya, kalo setan kan cuma bisikin tanpa bisa nyakitin kita, kalo dia bisa nyakitin kita... "


"Ia, Airanya belum bangun bi?"


"Belum... "


"Nadin ke Aira ya bi... "


"Ia bibi mau lanjutin cuci piring... "


"Siap... "


Nadin berjalan ke kamar Aira.


Ceklek, Nadin masuk, lalu ia mendekat ke Aira. Lalu Nadin menoel noel pipi Aira.

__ADS_1


Aira menggeliat.


Nadin masih merusui Aira sampai bocah itu terbangun.


__ADS_2