
Happy reading.......
Bagas sudah bersiap untuk ke bandara sebab hari ini Aurora pulang dari rumah Neneknya, dan sebentar lagi Pesawat akan mendarat. Bagas pun menyerahkan meeting yang akan dihadirinya kepada Riko, karena bagi Bagas Aurora adalah yang utama.
Setelah menempuh perjalanan 45 menit dia pun sampai di bandara dan menunggu Sang Putri, dan tak lama seorang anak kecil yang memakai gaun warna merah maroon dengan bando di atas kepalanya yang senada digandeng Baby Sitter-nya dan dua pengawal berjalan menuju ke arah Bagas.
"Papa..." teriak Aurora sambil berlari ke arah Bagas.
Melihat Aurora berjalan dan sedikit berlari, Bagas merentangkan kedua tangannya kemudian dia memeluk tubuh kecil itu dan mencium wajah Aurora beberapa kali. Bagas begitu merindukan Putri kecilnya, karena rumah terasa sepi tanpa adanya Aurora.
"Anak Papa betah banget di sana? Emangnya kamu nggak kangen sama Papa?" ucap Bagas sambil menarik hidung Aurora dengan gemas, lalu menggendongnya masuk ke dalam mobil
__ADS_1
"Kangen dong, tapi Aulola juga kangen sama Tante cantik. Papah, kita ke lumahnya Tante cantik yuk! Aulola beli sesuatu buat Tante cantik," pinta Aurora kepada Bagas.
Mendengar permintaan sang anak, Bagas seketika langsung mengangguk dengan cepat. 'Ini kesempatan aku buat bertemu dengan Bunga, dan sekarang aku punya senjata, yaitu Aurora. Jadi jika Bunga menolak, aku tinggal pakai Aurora saja. Tidak apa-apa lah sedikit menjadikan anak sebagai senjata, toh demi masa depan juga bukan? Demi kebahagiaan Aurora juga,' batin Bagas sambil tersenyum ke arah Putrinya, lalu mobil pun melaju meninggalkan bandara dan menuju ke apartemen Bunga.
*********
"Mi, apa kita tidak bisa membujuk Bunga untuk tinggal di sini? Lagi pula dia kan sudah memaafkan kita. Dia juga sudah mulai terbuka lagi dengan kita. Mi, Papi mau Bunga tinggal di sini lagi, tapi jika Papi yang memintanya, Papi yakin Bunga akan menolak," ucap Pak Frans pada sang istri.
Mami Rindi terdiam, dia juga sangat ingin jika Bunga tinggal di sana. "Baiklah, nanti biar Mami yang bicara dengan Bunga. Oh iya Pi, besok malam kan temennya Mami ada yang ulang tahun. Kebetulan keluarga kita diundang. Mami mau deh ngajakin Bunga ke acara itu, sebab itu acara keluarga juga, semacam party family," ucap Mami Rindi.
Mami Rindi pun mengangguk kemudian dia bersiap-siap untuk apartemen Bunga, dia akan mencoba membujuk Bunga, dan kali ini dia ingin berhasil agar Bunga tinggal bersama dengan keluarganya kembali, di rumah yang seharusnya Bunga tempatin bersama dengan orang tuanya.
__ADS_1
Bagas dan Aurora baru saja sampai di apartemen Bunga, setelah mengetuk pintu tak lama Bunga pun membukakan pintunya. Dan dia cukup terkejut saat melihat Aurora berada di sana, Bunga pun langsung memeluk tubuh Aurora dan mencium pipi Aurora beberapa kali.
"Anak cantik, apa kabar? Ya ampun, Tante itu rindu banget sama kamu," ujar Bunga sambil menangkup kedua pipi Aurora dengan gemas. Dia benar-benar sangat merindukan anak kecil itu, karena Bunga merasa warna di dalam hidupnya berasal dari Aurora.
"Aku baik Tante cantik, Tante cantik apa kabal? Aulola juga kangen sama Tante cantik," jawab Aurora dengan wajah yang begitu menggemaskan.
"Tante baik, ya sudah kita masuk yuk! Tante bakalan buatin pan-cake kesukaan kamu, yaitu pan-cake strawberry." Bunga pun mempersilahkan Bagas dan Aurora untuk masuk ke dalam apartemennya, kemudian dia berjalan ke dapur untuk membuatkan pan-cake kesukaan gadis kecil itu.
"Aku bantu ya?" tawar Bagas, Bunga hendak menolak tapi kemudian dia berpikir jika ada yang membantunya maka akan lebih cepat. "Baiklah, tapi kamu yang ngaduk adonannya aja ya, biar nanti aku yang buat."
Mereka pun mulai membuat adonan buat pan-cake strawberry kesukaan Aurora, bahkan sesekali Bagas memberikan tepung ke wajah Bunga, dan mereka bertiga tertawa bahagia.
__ADS_1
Melihat mereka begitu akrab seperti satu keluarga kecil, mereka bahkan tidak sadar ada satu pasang mata yang sedang melihat mereka dengan tatapan haru dan tatapan bahagia saat melihat wajah bahagianya Bunga saat berada di antara Bagas dan Aurora.
Bersambung. . .......