
Sejarang Nadin sudah berada di dalam bus.
"Ok sayang-sayang ku semuanya, karena bu bos udah masuk, waktunya berangkat, berdo'a dulu ya gaes sesuai kepercayaan masing-masing.... "
"Berdo'a mulai.... "
Para penumpang bus berdo'a sesuai kepercayaannya.
"Berdo'a selesai....."
"Ok pak sopir, berangkat.... " kemayu
"Siap.... "
Bus melaju dengan kecepatan sedang.
Nadin duduk di sebelah ibunya dengan memangku anak pamannya.
Aira, anak om Hamzah, berceloteh dengan senangnya, ya ini pertama kalinya bocah kecil itu pergi menaiki bus.
"Senang banget ya de..... "
"Hehe..... "
Dengan gemas Nadin menoel pipi sang sepupu.
Anggota yang lain ada yang tidur, mendengarkan musik, bahkan ada yang karauke.
Suasana di dalam bus begitu ramai dengan suara para laki-laki yang bernyanyi dengan riangnya.
"Bu bos, sering-sering dong ajak liburan.... " ucap Ina
"Kalo liburan terus, bu bos bisa bangkrut dong Na.... " ucap mba Dian
"Ko bangkrut?"
"Ia, kan swalayannya jadi ga buka-buka... "
"Hehe ia ya... "
"Hemmm.... "
Nadin hanya mengulas senyum.
..........
4 Jam kemudian, mereka baru setengah perjalanan. Sang sopir bus menghentikan busnya di salah satu SPBU untuk mengisi bahan bakar dan juga istrirahat sebentar.
"Para sayang-sayang ,bangun udah sampai nih.... " ucap Rehan ketika membangunkan para temanya
"Ha udah sampai?" ucap Lukman yang kaget
"Beneran ini udah sampai, ko cepet amat" ucap Rangga dengan muka bingung
"Hahaha......, kalian lucu, baca dong tulisan SPBU nya, SPBU mana...... "
Ketiga orang itu menengok kanan kirinya.
"Wah, bre****, lo.... "
"Hahaha...., makannya jangan tidur mulu, kalah tuh sama Aira...."
"Sekarang yang mau ke kamar mandi dan solat, di persilahkan, waktunya hanya 30 menit ya.... "
"Ya.... "
Para penumpang segera turun. Ada yang langsung menuju toilet, musola, bahkan ada juga yang langsung menuju warung yang berada di pinggir SPBU.
"Sini Din, biar Aira nya sama bibi dulu... "
"Ia bi... " memberikan Aira yang mulai ngantuk
Nadin menuntun sang ibu untuk turun dari bus.
Setelah itu, Nadin dan ibunya berjalan ke arah musola.
Keduanya mengambil wudu lalu solat berjama'ah.
30 Menit kemudian....
"Sayang-sayang waktunya udah habis, ayo kembali ke bus... " komando dari Rehan
"Ok, bro.... "
Nadin dengan setia selalu berada di sisi ibunya.
"Nai, ayo ke bus, jangan pacaran mulu... "
"Hehe..., ia mba..... "
__ADS_1
Nadin berjalan ke bus bersama sang ibu.
"Ok, kita absen dulu.... "
Rehan mulai mengabsen satu persatu.
"Ok kumplit, pak supir jalan... "
"Berangkat.... "
...........
Mereka mulai memasuki daerah perbatasan Purwokerto dan Jogja.
Saat lampu merah, banyak pengamen yang bernyanyi menghibur para pengendra.
"Mas, Lukman ini buat di tawur... " memberikan sekantung kresek uang logam
"Siap mba.... "
Mas Lukman membuka jendela, lalu menawurkan uang logam itu. Pra pengamen berebut untung memungutu uang itu.
Bukan bermaksud tidak sopan, namun jika membiarkan para pengamen itu masuk, itu lebih tidak mungkin.
Lampu sudah kembali hijau, sang supir bus menjalankan kembali busnya.
"Alhamdulillah gaes, udah sampai di depan hotel....., semuanya harap tetap rapih ya.... "
Semuanya turun.
Nadin segera menuju resepsionis hotel.
"Mba Nadin, ga usah udah di urus" larang Naila
"Sama siapa?"
"Ada deh, bentar ya.... "
Naila menghubungi seseorang. Tak lama kemudian seorang bapak-bapak datang dengan membawa kunci hotel.
"Nah, ini mba.... "
"Ini non.... " menyerahkan semua kunci yang di bawanya
"Makasih pak"
"Sama-sama.... "
"Mba ini satu kamar untuk dua orang?"
"Yap.... "
"Ok... "
Rehan mengumunkan bahwa satu kamar berisi dua orang, lalu membagi kuncinya.
Setelah semuanya mendapat kamar, solat dan beres-beres, Nadin mengajak mereka untuk makan malam, dan membahas kemana saja besok akan pergi.
"Mas Rehan, sini ikut di sini, sama mba Dian"
"Ga enak mba, masa satu meja bareng mba bos.... "
"Di enakin aja udah sini, mba Dian juga... "
Dengan terpaksa dua orang itu mendekat ke arah Nadin.
"Besok mau kemana dulu?" tanya Nadin, dengan tangan yang menyuapi Aira
"Kalo menurut saya mending ke candi Borobudur dulu mba... " usul mba Dian
"Bibi setuju tuh usul Dian... "
"Kalo om sih, terserah aja... "
"Ibu gimana?"
"Ikut aja.... "
"Apa ga lebih baik ke Keteppas dulu?"
"Jangan.... " kompak semunya
Kekompakan mereka menimbulkan tanda tanya besar di kepala Nadin.
"Emang kenapa?"
"Pokonya jangan, lebih baik Keteppasnya pas tengah-tengah aja... "
"Hehm mencurigakan.... " guman Nadin
__ADS_1
"Terus besok kemana?"
"Ya ke candi Borobudur, kita naik sampe atas......"
"Cakep tuh... " ucap semunya
Nadin pun mengalah. Nadin menyuruh Rehan untuk mengumunkan jadwal esok hari kepada semua rombongan.
Azan maghrib terdengar, Nadin segera mengajak solat berjama'ah di masjid hotel.
.............
Malamnya tidak ada kegiatan apa-apa. Semuanya tertidur awal karena kelelahan.
Namun Nadin, mba Dian dan Rehan belum tidur mereka masih membahas kegiatan untuk selanjutnya.
"Ini rancangan aku sama mba Dian sih mba, hari pertama ke candi Borobudur, hari kedua ke Candi Prambanan, hari ketiga ke Keteppas, hari ke empat ke keraton, hari kelima ke Taman Pintar, hari ke enam ke bunbin, terus pulang...... "
"Jangn lupa mampir Malioboro.... " ucap mba Dian mengingatkan
"Pastinya..."
"Hemmm, jadi klo malam buat istirahat?"
"Yo i..... "
"Ya udah saya setuju aja, yang penting temen-temen bisa di koordinir.... "
"Pasti mba, mba tenang aja, tinggal terima beres..... "
"Ok, makasih waktunya, silahkan tidur.... "
"Ok mba...... "
Nadin berjalan ke kamarnya, dai sekilas melihat orang seperti Bagas.
"Mba Dian liat orang yang make hodi hitam bawa koper ga?"
"Ia kenapa mba?"
"Kaya pak Bagas, samperin yu.... "
"Eh, emmm, memding tidur mba biar besok fres...." cegah mba Dian
Mba Dian tau, kalo sebenarnya orang yang dimaksud Nadin memang pak Bagas. Tapi demi keberhasilah 'rencana' mereka, mba Dian tak mau mempertemukan Nadin deng Bagas dulu.
Dalam hati, Nadin percaya bahwa orang itu adalah pak Bagas.
"Ia juga ya, ya udah ayo..... "
Nadin mengajak mba Dian untuk tidur.
...........
Pagi hariny, seperti yang sudah di rencanakan tadi malam, Nadin dan rombongan berangkat ke candi Borobudur.
"Wah pemnadangannya....."
"Bagus ya?"
"Ia.... "
15 Menit kemudian, mereka sudah sampai.
"Mba Nadin, pokonya mba tuh tenang aja semua tiket nya udah di urus.... " ucap Naila yang menghampirinya
"Loh ko gitu sih Nai, terus uang dari mana?"
"Nepet mba.... "
"Hah... " kaget Nadin
"Ya elah mba, mana mungkin aku ng***, udah tenang aja pokinya mba tinggal terima beres, uang mba buat di simpan aja,buat modal nikah lagi,ayo yang.... " memeluk lengan kokoh sang pacar
"Eh itu tangannya.... "
"Ga papa kali mba... "
"No we, aku laporin nih ke kaka kamu... " ancam Nadin
"Ah, mba Nadin ga asik ah.... "
"Hem, kyanya kamu perlu bimbingan akhlak..."
"Non.... "
"Pagi pak.... " jawab Naila
"Pagi, ini tiketnya... "
__ADS_1
"Mkasih pak... "