Penghianatan Suamiku

Penghianatan Suamiku
# 18


__ADS_3

Kini Nadin dan sang suami sudah siap berangkat ke kantor.


Nadin mengenakan gamis berwarna biru muda, yang ia padukan dengan jilbab senada. Sang suami juga memakai pakaian dengan warna serupa.


"Siap sayang?"


"Apa aku ga usah ikut ya mas?"


"Loh kan kata ayah kemaren kamu juga ikut yang.... "


"Tapi aku gugup mas... "


"Tenang ada aku yang akan selalu berada di sisi mu.... "


Akhirnya, Bagas melajukan mobilnya.


Dalam perjalanan, Nadin selalu menggenggam erat tangan suaminya.


30 Menit kemudian sampailah mereka di depan gedung yang bertuliskan PT. Herlambang.


Perusahan yang bergerak di bidang kontruksi ini sudah berdiri sejak tahun 1985. Perusahaan ini sudah banyak memiliki cabang di seluruh pelosok negri.


"Ayo sayang... "


Nadin menarik napas begitu dalam, sebelum melangkah masuk ke dalam perusahaan.


"Bismillah dulu mas... "


"Ia sayang, Bismillah hirohman nirrohim, ayo sayang... "


"Ia mas... "


Keduanya memasuki gedung dengan bergandengan mesra.


Bagas langsung mangajak Nadin menuju ruang rapat.


Di ruang rapat, ayah Putra dan para kariyawan sudah menunggu keduanya.


"Selamat pagi semua... " sapa Bagas


"Pagi.... "


"Baiklah karena orang yang kita tunggu sudah hadir, saya akan memulai rapat kali ini... "


Ayah Putra memulai rapat dengan mengucapkan banyak terima kasih kepada para kariyawan yang mau mengabdi bertaun-taun untuk perusahaannya. Selanjutnya ayah Putra mengenalkan Nadin sebagai mantunya.


Rapat itu terus berlanjut hingga tiba saatnya pengumuman pergantian pemimpin perusahaan.


"Hah.... sudah lama saya meminta anak saya untuk menggantikan saya, namun dia selalu berkata belum siap, belum siap dan belum siap, hingga beberapa bulan lalu dia berjanji, jika dia sudah menikah, maka dia mau menggantikan saya....... "


Bagas hanya tersenyum, mendengar cerita ayahnya, karena itu nyata adanya.


"Dan.... ya dia menepati janjinya.... "


"Hari ini saya Mohammad Putra Herlambang, menyerahkan jabatan saya sebagai pemimpin PT. Herlambang, kepada anak saya Bagas Maulana Herlambang..... "


Bagas maju kedepan, dan serah terima jabatan pun terjadi.


"Saya mengucapkan terima kasih banyak ke ayah saya, yang telah mempercayakan perusahaannya ke saya, saya juga mengucapkan terimakasih ke istri tercinta yang mau menerima saya apa adanya.... "


Nadin tersipu malu.


"Terahir saya minta bimbingannya kepada semua kariyawan yang bekerja di sini....."


Bagas menyudahi pidatonya, dia kembali ke sisi sang istri, dan langsung mengecup pipi istrinya.


Sontak saja Nadin mencubit perut suaminya yang jail.


"Sakit yang... "


"Biarin.... "


"Saya nyatakan rapat pagi ini di tutup, silahkan kembali bekerja.... "


Para pegawai itu, membubarkan diri, kembali ke tempatnya masing masing.


"Bagas, ayo ikut keruangan ayah... "


"Ayo yang.... "


"Ya... "


Mereka pergi ke ruangan yang bertuliskan 'Direktur Utama'.


"Pagi Nu... "


"Malam.... "

__ADS_1


"Dih orang pagi juga... "


"Hem, sini gue kasih tugas buat lo.... "


"Ya... "


Bagas mendekat ke arah Ibnu yang sedang sibuk memilah berkas berkas.


"Ini berkas laporan keuangan, dan ini laporan bembelian barang, lo cocokin ya, kalo ada yang ga pas bisa tanya gue.... " ucap Ibnu


Ibnu Mubarok, seorang laki-laki yang baru memiliki satu anak itu, menjadi asisten pribadi ayah Putra, karena menggantikan sang ayah yang sudah pensiun.


Nadin asik berbincang dengan ayah mertuanya.


"Ayah pulang dulu ya, nanti kamu sama Bagas jangan lupa mampir.... "


"Insyaalloh yah.... "


"Gas ayah pulang... "


"Ia yah.... " menyalami tangan ayahnya


"Assalamu'alaikum.... "


"Wa'alikusalam...."


Ayah Putra pun keluar dari ruangan itu.


Bagas masih sibuk memperhatikan Ibnu yang sedang memberinya penjelasan.


Nadin memainkan ponselnya untuk menghilangkan jenuh.


"Sayang, maaf ya lama.... "


"Ia mas ga papa.... "


"Yu pulang....."


"Emang udah selesai mas?"


"Udah ko, kan mas kerjanya mulai besok... "


"Oh, ya udah ayo.... "


"Nu duluan... "


Bagas dan Nadin berjalan keluar. Mereka langsung menaiki lift khusus direktur.


Di dalam lift, Bagas melingkarkan tangannya di pinggang sang istri, seolah dia takut kehilangan istrinya.


Ting. Pintu lift terbuka, sampailah mereka di lantai dasar.


Bagas dan Nadin menyapa setiap kariyawan yang dijumpainya.


"Silahkan tuan putri.... "


"Terimakasih pangeran.... "


Begitu Nadin sudah duduk, Bagas berlari kecil memutari mobilnya, lalu ia membuka pintu dan masuk kedalam.


"Sayang mau mampir ga?"


"Mampir kemana mas?"


"Ya ga tau, mau ga?"


"Kalo kerumah mamah gimana?"


"Siap tun putri.... "


Mobil Almond itu melaju membelah jalanan. Bagas menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang.


15 Menit kemudian sampailah mereka di rumah orang tua Bagas.


"Ayo sayang... "


"Ayo.... "


Mereka berjalan menuju pintu, lalu Bagas memencet bel.


Ting tong....


Ceklek


"Eh mas Bagas, dan mba Nadin silahkan masuk.... "


"Ayah sama mamah ada bi?"

__ADS_1


"Ada mas... "


Merekapun masuk dan langsung nenuju ruang keluarga.


"Mba Nadi, aku punya hadiah untuk mba, ayo ikut aku.... " menarik tangan Nadin


Nadin dengan pasrah mengikuti Naila. Padahal dia belum sempat bersalaman dengan mertuannya.


"Nah ini buat mba.... "


"Makasaih ya... "


"Sama-sama, tapi nanti malam harus di pakai ya.... "


"Emang apa isinya?"


"Pokonya yang bisa buat bantu ibadah mba, dah sekarang kita kembali ke mamah sama ayah.... "


Nadin tak sedikitpun menaruh curiga ke isi kotak itu.


..............................


Nadin sedang menunggu suaminya pulang dari masjid di depan televisi bersama mbok Jum.


"Mbok, mbok udah berapa taun kerja di keluarga suami Nadin?"


"Sejak mertua mba masih merintis usaha... "


"Wah lama banget berarti ya mbok?"


"Ia mba.... "


"Oh ya kalo boleh tau, mbok punya keluarga?"


"Punyalah mba, tapi mbok sama suami mbok udah pisah saat anak-anak mbok umur 9 dan 5 taun..... "


"Aduh maaf ya mbok Nadin ga tau......"


"Ga papa ko mba.... "


Tok tok tok


"Assalamu'alaikum.... "


"Wa'alikusalam...... "


Nadin bergegas membukakan pintu untuk suami tercinta. Lalu Nadin mencium tangan suaminya ta'zim.


"Tadi lagi ngapain yang?"


"Nonton TV sama mbok Jum... "


"Oh, mas mau langsung ke kamar ya.... "


"Ia mas, aku mau ke mbok sebentar.... "


Nadin kembali ke ruang keluarga untuk meinta ijin ke mbok Jum.


"Mbok Nadin mau ke kamar nemani suami... "


"Sampean iki loh mba, kaya sama keluarga aja, pamitan segala... "


"Harus dong mbok, kan mbok lebih tua, sudah dulu ya mbok.... "


"Ia silahkan, mbok juga mau ke kamar udah nagntuk hehe.... "


Nadin tersenyum, lalu melangkah ke kamarnya.


Ceklek, Nadin masuk lalu segera mengunci pintunya.


"Mas.... "


"Ya sayang.... "


Nadin sudah menyiapkan kejutan untuk suaminya.Nadin memakai l**** di balik gamisnya, ya dia sudah bersuci saat asar tadi.


Dengan nakalnya Nadin manggoda sang suami tingkah manjanya.


"Yang jangan gini dong, ntar kalo ada yang bangun bahaya loh.... " ucap suaminya yang sudah panas dingin dengan tingkah manja Nadin.


"Sengaja mas.... " suara manja


Sang suami langsung semangat 45.


"Berarti boleh yang?"


Nadin mengangguk. Sang suami kemudian membacakan do'a di ubun-ubunnya.

__ADS_1


Dan terjadilah malam panjang yang di niatkan untuk ibadah oleh keduanya.


__ADS_2