
Happy reading....
Seminggu telah berlalu. Setelah kejadian itu, Mentari dan juga Ardi semakin dekat, karena Ardi benar-benar sudah mencintai gadis itu dan dia harus mempertanggung - jawabkan apa yang sudah dilakukan kepada Mentari. Dan hari ini rencananya Ardi akan mengajak Mentari untuk makan malam di luar.
Dia pun sudah bersiap menjemput kekasihnya itu di rumah kumuh milik Mentari. Padahal Ardi sudah meminta mentari untuk pindah, tetapi gadis itu tetap ngotot ingin tinggal di rumah yang terbilang sangat sederhana. Karena di di sana banyak kenangan bersama sang nenek.
''Sudah siap, Sayang?'' tanya Ardi kepada Mentari, saat pria itu sampai di rumah Mentari. Dan gadis itu pun langsung mengangguk, kemudian mereka masuk ke dalam mobil.
Mentari benar-benar beruntung memiliki Ardi disampingnya, walaupun terkadang rasa takut mendera di hati Mentari. Da takut, benih yang di tumpahkan di dalam rahimnya akan tumbuh, tetapi Mentari berharap itu tidak terjadi.
Setelah mereka sampai di restoran, Ardi langsung memesan makanan dan juga minuman. Kemudian dia mengeluarkan sebuah kalung liontin, di mana di sana ada foto dia dan juga Mentari. Dan kalung itu ada dua, dan bila disatukan maka akan berbentuk hati.
''Aku sengaja membeli kalung ini untuk kita. Untuk menjadi seksi, bahwa hati kita telah bersatu. Aku akan memasangkan ya di leher kamu. Dan dengan adanya kalung ini, aku harap tidak akan pernah ada lelaki selain aku di hati kamu,'' ucap Ardi sambil memakaikan kalung itu di leher Mentari.
''Aku tidak akan pernah melepaskan kalung ini, Kak. Mungkin akan terlepas saat Kakak menyakiti aku, tapi aku akan terus menyimpan kalung ini sebagai kenang-kenangan, jika kita pernah menaruh rasa bersama. Dan jika rasa itu telah hilang, maka kalung ini pun akan hilang Kak, tetapi jika kalung ini masih ada di genggaman ku, berarti rasa itu pun masih ada Kak,'' ujar Mentari sambil tersenyum manis ke arah pria yang ada di hadapannya.
''Jangan bicara seperti itu! Kita akan terus bersama, tidak akan pernah terpisah. Aku tidak akan pernah membiarkan kamu lepas. Karena kamu lah pilihan hidupku!'' jelas Ardi dengan tatapan yang begitu dalam ke arah Mentari.
Mereka pun melakukan makan malam bersama dengan penuh cinta dan juga keromantisan. Ardi benar-benar memanjakan Mentari dengan kasih sayang, walaupun tidak dengan harta. Karena ardi tahu, Mentari bukanlah wanita yang gila dengan harta dunia. Dia adalah gadis yang sederhana dan hanya perlu untuk diberi kasih sayang dan cinta.
__ADS_1
Saat mereka sudah selesai makan tiba-tiba ponsel Ardi berdenting dan sebuah pesan masuk dari sang Papah, yang membuat dahinya berkerut heran. Mentari yang melihat itu pun bertanya kepada Ardi. ''Ada apa, Kak? Apa ada masalah?'' tanya gadis itu dengan lembut.
''Ini, Papa meminta aku untuk pulang. Katanya ada yang ingin disampaikan dan sangat penting,'' jawab Ardi sambil masukkan ponsel nya kembali ke dalam saku celana.
''Ya sudah, kita pulang sekarang, Kak. Nggak enak 'kan kalau Papanya Kakak nungguin?'' ujar Mentari memberi usul kepada Ardi, dan Pria itu langsung mengangguk. Kemudian mereka keluar dari restoran dan pergi untuk pulang mengantarkan Mentari, setelah itu Ardi baru akan kerumah orang tuanya.
********
''Assalamualaikum Mah, Pah, Kak Bagas. Ada apa ini, kok ngumpul di ruang tamu kayak gini?'' tanya Ardi saat dia melihat Kakak dan kedua orang tuanya sudah duduk di ruang tamu menunggu dirinya.
Ardi melihat wajah serius dari ketiga orang yang berada dihadapannya itu, dan ia pun sangat penasaran. Kemudian saat Ardi sudah duduk di samping Papanya, Pak Randi pun menggenggam tangan Ardi.
''Ini sebenarnya ada apa sih?'' tanya Ardi dengan penasaran. Lalu Papanya menepuk pundak Ardi, kemudian menghela nafas dengan berat. Seakan mengeluarkan sebuah beban yang sedang menimpa dadanya saat ini.
''Begini Di, cabang perusahaan kita yang berada di Jepang itu sedang mengalami masalah yang cukup berat, karena ada beberapa oknum yang ingin menjatuhkan perusahaan kita. Dan saat ini 'kan kamu tahu, kesehatan Papa sedang tidak baik, dan Bagas juga tidak bisa bepergian jauh, karena Bunga sedang mengandung anaknya. Hanya kamulah harapan Papa. Jadi papa meminta kepada kamu untuk mengurus perusahaan yang berada di di Jepang, sampai kondisinya benar-benar kondusif dan stabil kembali.'' pinta Papa Randi kepada Ardi.
Ardi terdiam, dia benar-benar syok dengan permintaan sang Papa yang mengharuskan nya untuk pergi ke Jepang, karena Ardi tidak sanggup jika harus berjauhan dengan Mentari. Apalagi dia berencana untuk mengenalkan Mentari kepada kedua orang tuanya sebagai kekasihnya.
Bagas yang melihat sang adik diam saja, kemudian menggeser tubuhnya ke samping Ardi, lalu Bagas menepuk pundak Ardi, sehingga membuat pria itu menengok ke arahnya.
__ADS_1
''Aku benar-benar minta tolong kepada kamu, karena saat ini harapan Papa hanyalah kamu. Aku tidak bisa meninggalkan Bunga dalam keadaan hamil,'' timpal Bagas sambil menatap adik satu-satunya itu.
Ardi dilema, karena jika masalah perusahaan yang sangat pelik, biasanya membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk berada di sana, tapi di sisi lain Ardi tidak bisa menolak permintaan sang Papa, karena ini demi kemajuan perusahaan keluarganya. Dan mau tidak mau, Ardi pun harus menerima untuk pergi ke Jepang, karena hanya dialah yang bisa diandalkan saat ini
Ardi tidak bisa egois, walaupun sebenarnya dia ingin, tetapi keadaan saat ini tidak mendukung untuk memperkenalkan Mentari kepada keluarganya.
''Baiklah, aku akan pergi ke Jepang dan mengurus semuanya. Lalu, kapan aku akan berangkat?'' tanya Ardi pada sang Papa.
Semua bernafas lega mendengar jawaban Ardi.
''Kamu akan berangkat besok malam. Jadi kamu harus bersiap,'' jawab Pak Randi dengan tegas.
Ardi pun hanya mengangguk, setelah selesai berdiskusi dengan keluarganya, Ardi masuk ke dalam kamar dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang. ''Besok aku harus bertemu dengan Mentari. Aku harus membicarakan masalah ini dengannya.'' gumam Ardi sambil menatap langit-langit kamarnya.
Sejujurnya dia sangat enggan untuk pergi ke Jepang, apalagi hubungannya dan Mentari baru saja dimulai, tapi Ardi tidak bisa menolak permintaan orang tuanya. Karena, walau bagaimanapun Ardi adalah anak laki-laki, dan dia tidak mungkin mengorbankan Bagas yang saat ini akan menjadi seorang Papa.
Ardi sangat yakin, jika mentari pasti akan mengerti keadaannya saat ini. Dan dia berharap Mentari mau untuk menunggunya kembali pulang ke indonesia.
Bersambung......
__ADS_1
SAAT INI KITA FOKUSKAN UNTUK KE CERITA ARDI DAN MENTARI DULU OK😘