
Nadin juga tak kalah bahagiannya. Dia mengeluarkan air mata bahagiannya.
Setelah selesai pemeriksaan dan pengarahan, Nadin dan Bagas segera keluar dari ruangan pemeriksaan.
"Makasih sayang.... "
"Ia mas..."
"Dasar ga tau tempat" sindir seseorang
Nadin dan Bagas reflek menoleh ke sumber suara.
Setelah tau siapa yang ngomong, Nadin langsung mengeratkan pelukan di tangan suaminya.
"Apa kabar Din?"
"Apa an sih mas, jangan so deh.... " protes si perempuan
"Seperti yang anda liat, istri saya baik baik saja, mari kita duluan... " melangkah pergi
"Tunggu, boleh minta waktu istri anda sebentar... "
"Maaf mas kita sudah bukan siapa-siapa lagi, ayo mas pulang... "
"Ia sayang ayo, maaf permisi..."
"Emang sih ya kalo orang kaya baru itu beda, jadi so ga kenal sama sodaranya sendiri..." ucap Fani
Nadin biasa saja, dia tak panas atau apa pun, dia biasa saja. Nadin terus melangkahkan kakiknya bersama sang suami.
"Sayang kita mampir ke Indo Sep ya... "
"Mau ngapain sih mas..."
"Beli susu buat kamu...."
"Boleh ga mas kalo aku sekalian belanja?"
"Boleh dong sayang, kamu boleh belanja sesuka hati mu... "
"Makasih mas... "
"Sama-sama sayang"
Bagas melajukan mobilnya, membelah jalanan yang mulai rame oleh kendaraan.
Bagas mampir di salah satu Indo Sep yang berada di pinggir jalan.
Setelah parkir, Nadin dan Bagas bergegas keluar dari mobil.
Kini keduanya sudah berada di dalam Indo Sep. Nadin berada di tempat coklat, sedangkan Bagas berada di tempat susu untuk ibu hamil.
Nadin mengambil semua farian coklat yang ada. Lalu membawanya ke kasir.
"Sudah mba?"
"Sebentar ya mba, saya ke suami dulu..."
"Silahkan... "
Nadin melangkahkan kakinya menuju sang suami.
"Sayang kamu mau beli hembody?"
"Engga usah, aku ga pakai gituan..."
"Lulur?"
"Engga"
"Lipstik, eyliner, celak, blas on, bulu mata palsu, bedak, air mawar, sabun cuci muka,parfum?"
"Mas, aku kan sudah pernah bilang, kalo aku ga pakai gituan, buat apa di beli?"
"Hehe siapa tau kamu jadi suka pakai gituan"
"Engga"
"Condisioner mau?"
"Engga, kan depan rumah aja banyak lidah buaya, buat apa coba..."
Nadin sengajan menanam lidah buaya dan tanaman lainnya untuk menghilangkan jenuh ketika di tinggal suaminya bekerja.
"Ya sudah, berarti cuma beli susu sama coklat ya?"
__ADS_1
"He'em ayo... "
"Ok sayang... "
Bagas membawa barang belanjaan nyake kasir. Nadin segera menyuruh sang kasir untuk menghitungnya.
"Sama coklatnya mba?"
"Ia, gabung jadi satu..."
Bagas tercenga melihat banyaknya coklat yang Nadin beli.
"Ini beneran punya mu semua yang?"
"Ia mas..."
Setelah membayar, Nadin mengajak sang suami untuk segera keluar dari Indo Sep itu.
"Sayang kita mampir kerumah mamah ya..."
"Terserah mas aja, Nadin manut..."
"Ok sayang..."
.......................................
Dan di sinilah mereka sekarang. Di rumah mewah milik ayah Putra dan mamah Aisyah.
Naila langsung heboh begitu tau sang kaka ipar datang.
"Ah, mba tambah cantik deh..."
"Emang ia?"
"Ia..."
"Hai sayang..."
"Assalamu'alaikum mah..."
"Wa'alikumsalam sayang..."
Nadin langsung ber capaka cipiki dengan sang ibu mertua. Nadin juga bersalaman dengan sang ayah mertua.
"Kayanya ada kabar bahagia nih..." goda ayah putra, yang sudah tau kabar bahagia itu
"Ah, mamah ayah, akhirnya anak lanangmu yang ganteng tiada duanya ini mau jadi ayah.."
Karena saking girangnya, Bagas menangis di pelukan ayahnya.
"Beneran mba?"
"Beneran sayang?"
Tanya ibu mertua dan adik iparnya kompak.
"Ia mah, Na, kembar..." memamerkan prin prinan USG nya.
"Alhamdulillah ya Alloh..." ucap keduanya kompak
"Pokonya, kamu harus tinggal di sini, biar lebih aman.... " ucap mamah Ais
"Ga bisa gitu dong mah, kan Nadin istri aku..."
"Ya sudah kalian pindah aja ke sini..." usul sang ayah
"Tunggu deh, ko ayah tau kalo bakal ada kabar gembira?" tanya Naila
Mata semua orang tertuju ke ayah Putra. Ayah Putra yang merasa bagaikan pencuri yang tertangkap basah, langsung salah tingkah.
"Ayo yah jelasin..."
"Ok ok, Bagas kamu ingetga kalo ada yang tertinggal... "
Bagas dan Nadin langsung berpandangan, kemudian mereka berdua seperti sedang memikir keras.
"KTP" kompak keduanya
"Nah, jadi ayah tau dari dokter Hermawan..."
"Oh..."
Mereka melanjutkan obrolan tanpa topik pembicaraan yang jelasnya. Alis mengobrol ngalor-ngidul.
..........................
__ADS_1
Jam tiga sore, Nadin dan Bagas baru sampai rumahnya. Nadin yang kecapean tertidur di mobil.
Bagas langsung menggendong sang istri masuk rumah.
Setelah memastikan istrinya masih terlelap, Bagas kemudian berlalu ke ruang kerjannya.
Bagas mengecek jadwalnya untuk seminggu kedepan.
"Hah, kenapa harus keluar kota sih..." gumannya
Bagas menghubungi Ibnu untuk membatalkan jadwal keluar kotanya minggu ini.
Tut tut tutttt
Tut
"Halo, ada apa?" langsung to the point
"Bisa ga keluar kotanya di undur...."
"Ga bisa dong, ini aja udah di undur tiga kali, masa masih mau di undur terus, nanti kalo pemilik perusahaannya membatalkan kerja sama kita gimana...."
"Ya sudah deh... "
Bagas mematikan ponselnya sepihak.
Sebenarnya Bagas ingin selalu berada di samping istrinya, apa lagi sang istri sedang hamil muda naum bagaimana lagi, tanggung jawabnya sebagai pemilik perusahaan, mengharus kannya ke luar kota.
Bagas melanjutkan pekerjaan kantornya yang belum selesai.
Satu jam sudah, Bagas berada di antara berkas berkas, dia berhenti saat azan terdengar.
Bagas membersihkan dirinya, lalu bersiao menuju ke masjid.
Pulang dari masjid, Bagas membangunkan Nadin yang masih lelap dalam tidurnya.
"Sayang, bangun yu, udah asar...."
Nadin tak bergeming.
Tak kehilangan akal, Bagas mengusap ngusap kepala Nadin layaknya anak kecil.
Nadin yang merasa ada sesuatu di kepalanya terbangun.
Cup
"Hai sayang, nenyak banget ya tidurnya?"
"Hehe....., ia mas, badan aku rasanya lebih cepat cape...."
"Oh gitu ya, apa perlu konsultasi?"
"Ga usah mas..."
"Ya sudah kalo ga mau, sekarang bangun ya solat dulu..."
"Ia mas..."
Nadin bangun, lalu segera membersihkan diri dan berwudu.
....................................
Malam harinya, Nadin sedang tiduran berabtalkan paha sang suami sembari menonton TV.
"Sayang......."
"Ya mas kenapa?"
"Mas besok mau ke luar kota...."
"Ko mendadak mas?"
"Mas baru ingat yang, ga papa ya, besok selama mas ga ada, kamu di rumah mamah aja ya...."
"Ya sudah ga papa, lagian itu juga bentuk tanggung jawab mas, emang kenapa kalo aku di rumah sini aja?"
"Mas ga akan tenang, apa lagi kamu cuma berdua sama mbok Jum, ga ada laki-laki nya"
"Oh berarti mbok Jum ikut ke rumah mamah?"
"Engga mba, saya mau ijin jenguk cucu...." jawab mbok Jum
"Oh ya sudah ga papa, tapi mbok balik lagi kan?" tanya Nadin
"Ia mba, saya balik lagi..."
__ADS_1
"Emang mau berapa hari sih mas?"
"Tiga hari...."