Penghianatan Suamiku

Penghianatan Suamiku
Bukan Keluarga Biasa


__ADS_3

Happy reading....


Ketiga orang itu terus menggendor kaca mobil Sony, membuat Mami Rindi ketakutan begitupun dengan Bunga, dia juga sedikit takut, hanya sedikit. Setelah itu Sony mengambil pistol yang ada di bawah jok mobil.


"Kakak mau ke mana? Mereka bawa senjata Kak, nanti kalau kakak kenapa-napa gimana?" ucap Bunga merasa cemas saat Sony akan membuka pintu mobil.


"Kakak akan menghadapi mereka, Kakak ingin tahu siapa yang sudah menyuruh mereka untuk menghadang mobil kita. Mereka berani bermain-main dengan Kakak, dan Kaklkak tidak akan membiarkan itu." Sony merasa geram karena jalannya dihalang oleh ketiga orang itu.


Dengan berani Sony pun keluar dari mobil lalu menantang Ketiga orang itu agar menghadapi dirinya, kebetulan Sony juga jago karate dan juga taekwondo. Dia adalah anak laki-laki satu-satunya di dalam keluarganya, dan sebagai Kakak dan juga anak dan calon Ayah, tentu saja Sony harus bisa menjaga keluarganya dengan baik.


Suasana di sana begitu tegang, Bunga juga sudah pindah ke jok belakang untuk memeluk Maminya karena saat ini Mami Rindi sedang ketakutan. Dia takut jika Sony kenapa-napa melawan ketiga orang itu, tapi dengan tenang Bunga menenangkan sang Mami agar tidak cemas bahwa semuanya akan baik-baik saja.


"Bagaimana Mami bisa tenang, Nak? Kakak kamu satu lawan tiga sedangkan mereka bawa senjata ucap Mami Rindi dengan cemas dan raut ketakutan.

__ADS_1


"Mami tenang saja, Mami lupa kalau Kak Sony itu jago karate? Dia jago beladiri Mi, jadi Mami tidak usah khawatir. Aku yakin Kak Sony bisa. Nanti kalau aku lihat Kak Sony keteteran aku bantu," ujar Bunga dan langsung mendapatkan gelengan kepala dari Mami Rindi.


Tentu saja dia tidak akan membiarkan Putri semata wayangnya untuk berantem dan juga berkelahi menantang bahaya, apalagi lawannya membawa senjata.


Sedangkan di luar mobil ketiga orang itu mulai menyerang Sony dengan senjata tajam yang mereka bawa, yaitu pisau . Dan Sony mulai menghindar. "Siapa kalian sebenarnya? Kenapa kalian Menghadang mobilku Jawa batu kutembak kepala kalian satu persatu gram Sony sambil mengacungkan pistolnya ke arah tiga orang itu.


"Tidak perlu tahu siapa kami. Yang pasti kami ingin wanita itu, serahkan wanita itu kepada kami! Dan kamu akan selamat," ucap salah satu pria bertopeng itu, kemudian mulai menyerang Sony kembali. Sony awalnya bingung Siapa wanita yang dimaksud oleh pria bertopeng itu, tapi kemudian dia paham jika wanita yang dimaksud adalah Bunga. Sebab tidak mungkin Maminya, karena Maminya tidak memiliki musuh, tapi Bunga sudah 5 tahun dia tidak bertemu dengan Sang Adik dan kemungkinan besar ada yang tidak menyukai adiknya.


Perkelahian sengit pun terjadi, Sony terus mengelak dari senjata tajam Ketiga orang itu, hingga dia yang sudah tidak sabar pun menembak kaki mereka satu persatu hingga terjatuh ke aspal.


Setelah itu Sony pun meninggalkan Ketiga orang bertopeng itu yang sedang terluka sambil memegangi kaki mereka yang ditembak oleh Sony. Bunga dan juga Mami Rindi merasa lega karena mereka bisa terbebas dari ketiga orang itu.


Sesampainya di kediaman Mardasena, yaitu ke rumah kedua orang tua Bunga. semua pelayan berjejer menyambut kedatangan Sang Putri yang baru saja kembali setelah 5 Tahun lamanya. Bahkan Papi Frans langsung memeluk tubuh Bunga dan menciumi pucuk kepala Putrinya, lalu membawa Bunga masuk ke dalam rumah dengan deraian air mata karena bahagia, sebab Putrinya sudah kembali ke rumah di mana dia seharusnya tinggal.

__ADS_1


Sedangkan Sony berjalan masuk ke dalam ruang kerjanya dengan wajah yang serius, dia lalu menelpon anak buahnya untuk mendatanginya di ruang kerja. Tak lama anak buahnya pun datang dan Sony langsung memerintahkan pengawalan untuk Bunga. Dia juga memerintahkan detektif untuk menyelidiki siapa dalang dibalik kejadian tadi.


Tangan Sony terkepal, urat-urat lehernya bahkan terlihat jelas, dia benar-benar marah, dia tidak terima jika sesuatu terjadi kepada Bunga. Apalagi ada yang ingin mencelakai dirinya. Jelita masuk ke dalam ruang kerja saat melihat anak buah suaminya keluar dari sana dengan wajah yang serius.


"Ada apa sayang?" tanya Jelita sambil mengusap lengan Sony.


"Tidak apa-apa sayang, jangan khawatir hanya soal pekerjaan saja," bohong Sony kepada Jelita. Dia tidak ingin membuat istrinya itu kepikiran, apalagi saat ini Jelita tengah hamil besar dan dia tidak mau jika terjadi apa-apa dengan istri dan calon buah hatinya.


*********


Sedangkan di tempat lain seorang pria tengah menggebrak meja dengan geram, karena anak buahnya gagal untuk menculik Bunga. "Sial! Padahal aku sudah memerintahkan mereka untuk menculik satu wanita saja tidak becus! Benar-benar payah!" geram pria itu sambil mengepalkan kedua tangannya meremas pulpen hingga pulpen itu pun patah.


Kemudian dia memerintahkan beberapa anak buahnya untuk melaksanakan rencana yang kedua, karena rencana yang pertama telah gagal dan dia juga harus berhati-hati karena sekarang dia tahu bahwa keluarganya Bunga juga bukan keluarga biasa yang patut untuk diremehkan.

__ADS_1


"Lihat saja! Aku akan mendapatkan Gadis itu, dan membuatmu hancur," ucap pria itu dengan geram dan sorot mata yang begitu tajam dengan tato yang berada di lehernya bergambarkan naga.


Bersambung.......


__ADS_2