
Happy reading.......
Setelah membuat pan-cake selesai, Bunga berbalik hendak mengambil piring, tapi seketika tatapannya tertuju pada tembok di mana seorang wanita tengah berdiri menatap dirinya dengan air mata yang sudah menetes. Bunga tentu saja kaget saat melihat wanita itu yang ternyata adalah Maminya sendiri.
"Mami!" ucap Bunga dengan kaget, Bagas dan Aurora yang mendengar itu pun menengok ke arah di mana Mami Rindi sedang berdiri.
Bunga seketika berjalan mendekat ke arah sang Mami lalu mencium tangannya. "Mami kapan datang? Kok nggak ngabarin Bunga dulu?" tanya Bunga pada sang Mami.
"Sengaja, soalnya Mami mau bikin kejutan sama kamu. Tapi sepertinya Mami deh yang dikasih kejutan sama kamu? Anak kecil itu siapa?" tanya Mami sambil menatap ke arah Aurora, lalu mengusap rambut gadis kecil itu.
"Ini Aurora, Mi. Dia adalah anaknya Pak Bagas," jelas Bunga. Mami Rindi tersenyum kemudian dia mencium pucuk kepala Aurora. "Manis sekali," ucap Mami Rindi sambil memegang dagu Aurora.
Mami Rindi memang sangat suka dengan anak kecil, ditambah dia belum mempunyai cucu dan baru akan dari istrinya Sony, yaitu menantunya. Kemudian Bunga pun mengajak Mami Rindi untuk gabung bersama dengan mereka, lalu Bagas pun mencium tangan Mami Rindi sebagai hormat kepada orang tua.
"Tante apa kabar? Maaf ya kalau Bagas ke sini, soalnya tadi Aurora baru pulang dari Turki, terus Aurora ingin ke sini. Jadi Bagas tidak bisa menolak permintaan Aurora," jelas Bagas merasa tidak enak kepada wanita paruh baya itu.
__ADS_1
"Tidak apa Nak Bagas, malah Tante senang karena Bunga ada temannya, sepertinya Putri kamu juga sangat lucu? Wajahnya saja menggemaskan."
Kemudian mereka pun memakan pan-cake bersama-sama di ruang tv sambil bercanda ria, bahkan tidak terasa Aurora tidur di pangkuan Bunga karena dia kelelahan bermain, ditambah Aurora juga belum istirahat sepulang dari luar negeri.
Bunga yang melihat itu pun meminta Bagas untuk memindahkan Aurora ke kamarnya, dan langsung dibalas anggukan oleh pria itu. Tadinya malah Bagas ingin membawa Aurora pulang, tapi Bunga melarangnya, sebab dia merasa kasihan melihat anak itu sudah tertidur dengan lelap.
"Oh iya Mi, Mami ada apa ke sini? Tumben tidak ngabarin Bunga dulu?" tanya Bunga kepada sang Mami saat Bagas beranjak ke kamar Bunga untuk menaruh Aurora.
Mendengar pertanyaan sang anak, Mami Rindi seketika menghela nafas, kemudian dia memegang kedua tangan Bunga dan menghadap ke arahnya lalu menatap kedua mata Bunga dengan tatapan yang sendu dan penuh harap.
Bunga menggelengkan kepalanya, kemudian dia menaruh satu jari telunjuknya di bibir sang Mami.
"Jangan berbicara seperti itu, Mi! Jangan pernah berkata yang tidak-tidak, aku tidak mau Mami meninggalkan aku. Jika itu bisa membuat Mami bahagia, maka aku akan pulang ke rumah. Aku akan kembali Mi," jawab Bunga.
Mami Rindi Tentu saja sangat bahagia, wajahnya benar-benar berbinar. Kemudian dia langsung memeluk tubuh Bunga dan menangis. "Terima kasih Sayang, terima kasih karena kamu sudah mau menuruti permintaan Mami. Mami benar-benar bahagia," ucap Mami Rindi dan langsung dibalas anggukan oleh Bunga.
__ADS_1
Bagas yang baru saja keluar kamar mendengar percakapan mereka di balik tembok, dia benar-benar bahagia melihat anak dan Ibu itu akur. Bahkan Bunga sudah mau kembali ke rumahnya, tentu saja Bagas ikut bahagia, karena walau bagaimanapun dia tahu sunyinya rumah tanpa tawa seseorang yang tersayang itu bagaimana.
Seketika Bagas teringat dengan almarhumah istrinya, di mana rumahnya selalu banyak canda dan tawa, riang gembira, selalu banyak warna saat istrinya masih ada, bahkan senyum pun tidak pernah luntur dari Bagas setiap hari, setiap menit, setiap detik. Tapi saat istrinya pergi, rumah itu begitu terasa sangat dingin.
Bagas menatap ke arah Bunga, hatinya dia tekadkan dengan kuat untuk mendapatkan abunga demi Aurora, dan demi cinta yang ada di dalam dada. Karena sesungguhnya pria bukanlah yang menginginkan sejuta wanita mengelilinginya, namun pria sejati lebih menginginkan satu wanita yang ia dapatkan dengan sejuta langkah perjuangan.
Air mata Bagas menetes. Mami Rindi yang melihat Bagas berdiri sambil melamun seketika melepaskan pelukannya. "Nak Bagas..." panggil Mami Rindi,nBagas yang mendengar itu segera menghapus air matanya kemudian dia berjalan mendekat ke arah dua wanita itu.
"Oh ya, Bunga. Aku izin ke kantor dulu, aku titip Aurora ya, nanti sore baru aku jemput. Soalnya 1 jam lagi aku ada meeting,bdan itu benar-benar tidak bisa diwakilkan oleh Riko," ujar Bagas kepada Bunga dan wanita itu pun mengangguk. Dia tentu saja tidak keberatan jika menjaga Aurora, karena Bunga dan Aurora memang sudah dekat.
"Iya nggak papa, kamu kerja aja biar Aurora sama aku." Setelah itu Bagas pun pamit, dia benar-benar bersyukur karena Bunga mau menjaga putrinya. Sedangkan Baby Sitter yang menjaga Aurora sudah pulang ke rumah, dia tidak ikut tadi ke apartemen Bunga.
"Mami setuju kalau kamu sama Bagas, lagi pula Aurora gadis yang menggemaskan. Mami suka, kalian sangat cocok," goda Mami Rindi pada sang anak dan langsung membuat Bunga tersipu malu.
Bersambung.......
__ADS_1