
Happy reading.......
Semenjak kedatangan Bagas, mood Ardi benar-benar hancur. Tadinya dia ingin berduaan dengan Bunga, walaupun ada Tina. Dia ingin lebih dekat dengan wanita pujaannya tetapi karena kedatangan Bagas semuanya Gatot, alias gagal total.
Bagas tertawa di dalam hatinya saat melihat wajah cemberut Ardi, dia yakin jika pria itu sedang kesal karena gagal untuk mendekati Bunga.
'Ardi... Ardi. Aku ini lebih pengalaman daripada kamu, jadi aku yang pasti akan mendapatkan Bunga,' batin Bagas sambil menatap sekilas ke arah Ardi, sedangkan yang ditatap malah membalas tatapannya dengan sinis.
Saat Bunga tengah makan tiba-tiba dia tersedak makanannya, kemudian dengan spontan Ardi dan Bagas menyodorkan minuman mereka, hingga membuat Bunga seketika bengong harus memilih yang mana begitupun dengan Tina, wanita itu bahkan menganga melihat spontalitas dari kedua pria yang ada di hadapannya.
"Ini Bunga, kamu minum dulu," ujar Ardi sambil menyodorkan lemon tea miliknya, kemudian Bagas menggeser tangan Ardi. "No, Bunga. Lebih baik minum air mineral ini saja," sela Bagas, namun Ardi ngotot begitupun dengan Bagas. Keduanya tidak ada yang mau mengalah, membuat Bunga dan juga Tina pusing melihat pertengkaran mereka.
Ardi dan juga Bagas saling mendorong dan menyodorkan minum kepada Bunga, hingga tidak sengaja tangan Bagas menyenggol Ardi hingga membuat minuman di tangan Ardi tumpah dan menyiram ke arah wajah Tina.
Byuuur...
Seketika suasana menjadi hening, Tina membulatkan matanya dengan mulut menganga kaget. Kemudian dia melirik ke arah bajunya yang basah akibat tersiram lemon tea milik Ardi, lalu dia menatap sahabatnya itu dengan tajam.
"ARDI...!" teriak Tina dengan wajah yang kesal.
Ardi nyengir menampilkan deretan gigi putihnya, kemudian pria itu pun memegang kedua telinganya merasa bersalah kepada sahabatnya itu.
__ADS_1
"Ups, sorry...," ucap Ardi sambil tertawa nyengir.
Tina mengerucutkan bibirnya kemudian dia bangkit dari duduk lalu berjalan meninggalkan meja menuju ke toilet, tapi sebelum itu dia menengok kembali ke arah Ardi lalu melihat air mineral di tangan Bagas. Kemudian Tina langsung mengambil air itu dan mengguyur tubuh Ardi membuat pria itu melongo
"Aaaghh... Apa yang kau lakukan, Tina?" kesal Ardi sambil menatap teman wanitanya itu dengan tajam dan tatapan yang kesal, karena setengah dari bajunya basah.
"Itu pelajaran buat kamu! Masih untung aku siram kamu pakai air putih, mau kamu aku siram pakai bakso?" jawab Tina, setelah itu dia pun meninggalkan meja makan ke arah toilet untuk membersihkan dirinya.
Sementara itu Bunga dan juga Bagas sedang menahan tawa mereka, tapi Bunga segera melihat ke arah lain dia tidak enak jika harus ketahuan mentertawakan Ardi, begitupun dengan Tina. Sementara itu Bagas malah bergetar badannya karena dia tertawa tetapi tanpa suara.
"Apa Lo Kak, ketawain gue lagi? Bukannya kasihan lihat Adiknya sendiri disiram, malah ketawa! Ini juga semua gara-gara Lo ya. Kalau tadi Lo nggak nyenggol tangan gue, nggak bakalan tuh air tumpah ke wajahnya si Tina!" kesal Ardi sambil beranjak dari duduknya untuk pergi ke toilet juga.
Setelah Ardi pergi Bunga terkekeh dia benar-benar tidak bisa lagi menahan tawanya, bukannya Bunga jahat karena dia tertawa di atas penderitaan orang lain, tapi wajah Tina dan juga wajah Ardi benar-benar lucu.
"Bukan seperti itu, hanya saja mereka begitu lucu tahu nggak? Aku benar-benar gak bisa menahan buat ketawa," jawab Bunga sambil memegangi perutnya.
Selesai makan siang Bunga dan Tina kembali ke apartemen, sementara Ardi ke kantor, Bagas pun begitu. Dan di dalam mobil Bunga terus tertawa terbahak-bahak, dia benar-benar tidak bisa menahan tawanya saat melihat wajah Tina yang masih ditekuk kesal.
"Sudahlah, jangan seperti itu. Lagian wajah kamu itu, kalau seperti itu lucu tau nggak sih? Kamu mau aku nyetirnya gak konsen," ujar Bunga sambil menahan tawanya, dan itu malah membuat Tina semakin menekuk wajahnya.
"Ya, ya, ya... Bukannya temen kena musibah itu prihatian, kasihan, ini malah ketawa? Teman gak ada akhak, Lo." kesal Tina sambil melipat kedua tangannya di depan dada.
__ADS_1
"Hehe iya sorry, sorry. Sensian amat sih, Buk? Tapi serius, lagian emang bener kok wajah Lo sama Ardi itu benar-benar gokil, kayaknya kalian itu jodoh deh."
Tina yang mendengar ucapan Bunga seketika menoleh, terus dia menunjuk wajahnya sendiri. "Apa! Jodoh sama si Ardi? Ogah... Amit-amit, jangan sampai cowok nyebelin, kutu buku, dingin kek kulkas begitu. Nggak banget tau nggak sih."
"Jangan bicara kayak gitu, nanti kemakan omongan sendiri Loh," ledek Bunga, tapi Tina malah semakin mendengus kesal.
"Seharusnya di sini yang pusing itu Lo, bukan gue. Emang Lo nggak liat? Lo lagi jadi rebutan sama 2 pangeran? Sayang satu pangeran duda, yang satu pengeran perjaka. Yang satu masih original, yang satu udah dibuka, tapi masih keren juga walau sudah dibuka, kayaknya masih kuat 10 ronde semalam."
Kini gantian yang menggoda bukanlah Bunga, tetapi Tina. Dia berbicara apa adanya sesuai dengan fakta apa yang dia lihat, membuat pipi Bunga merona malu. Lalu wanita itu menepuk pundak sahabatnya. "Apaan sih Lo, kok malah gue yang kena?" kesal Bunga dan malah mendapatkan kekehan dari Tina.
"Tapi serius deh, kayaknya mereka itu sedang memperebutkan Lo, deh. Enak banget ya jadi Lo, dari dulu jadi rebutan cowok-cowok, gue yang ngenes masih jomblo," canda Tina sambil menertawakan dirinya sendiri yang sampai sekarang tidak laku laku.
Setelah sampai di apartemen keduanya pun langsung masuk dan Tina langsung membersihkan dirinya yang terasa lengket, sementara itu Bunga pergi ke dapur untuk menyiapkan bahan bahan makanan untuk dimasak nanti malam.
Saat Bunga tengah menyiapkan bahan-bahan sayuran untuk dimasak nanti malam, tiba-tiba ponselnya berdenting menandakan sebuah pesan masuk, dan saat dibuka nomor itu tanpa nama yang tersimpan di kontak Bunga.
Jangan lupa makan, dan jangan lupa jaga kesehatan. Aku akan sedih saat melihatmu sakit, karena hatiku terlalu rapuh saat melihat kamu jatuh sakit.
**My Love.. 🌷**
Bunga mengerutkan dahinya saat mendapat pesan misterius seperti itu, apalagi di akhir pesan itu ada sebuah nama yaitu 'My Love' tapi ada setangkai mawar merah.
__ADS_1
Bersambung. .........