Penghianatan Suamiku

Penghianatan Suamiku
Vitamin Bagas


__ADS_3

Happy reading......


Burung berkicau dengan suara yang begitu merdu, berterbangan dari pohon satu ke pohon yang lainnya. Mentari mulai menunjukkan keindahannya di pagi hari, dengan warna kuning keemasan dan menyinari bumi dan menggantikan kegelapan.


Saat ini, di dalam kamar sepasang pengantin masih meringkuk di bawah selimut dengan tubuh yang polos. Padahal Jam sudah menunjukkan pukul 07.00 pagi, tapi kedua pasangan itu seakan tidak terusik dengan suara burung yang terus berkicau, dan juga matahari yang mulai masuk melalui celah jendela.


Bagaimana keduanya akan bangun lebih awal? Sebab, habis kejadian semalam keduanya tidak bisa tidur, terlebih lagi Bunga. Dia baru bisa tertidur jam 03.00 pagi, akibat rasa takutnya saat mendapatkan teror semalam.


Bunga menggeliat dan membuka matanya secara perlahan, kemudian dia merasakan sesuatu yang berat menimpa perutnya dan saat Bunga membuka mata, dia tersenyum saat melihat wajah tampan milik Bagas yang begitu meneduhkan saat pria itu sedang tertidur.


Tangan Bunga pun menelusuri setiap lekuk wajah tampan milik Bagas, dari mata, hidung sampai ke bibir. Bahkan rahang Bagas yang tegas pun tidak luput dari sentuhan lembut tangan lentik milik Bunga.


Hap...


Bagas menangkap tangan Bunga, kemudian dia tersenyum dengan mata tertutup. "Jangan menggodaku, Sayang. Ini masih terlalu pagi," ucap Bagas sambil membuka matanya dan menatap Bunga dengan tatapan khas orang bangun tidur.


"Siapa juga yang menggoda kamu? Memangnya salah, kalau aku menelusuri setiap wajah suami aku? Emangnya, aku melanggar hukum?" tanya Bunga sambil menatap kedua mata milik Bagas.


Cup.

__ADS_1


Bagas mengecup tangan Bunga yang tadi dia pegang, kemudian beralih mengecup kening wanita itu.


"Kamu sudah melanggar hukum, Sayang. Kamu melanggar hukum, jika pagi ini kamu tidak melayani diriku?" goda Bagas sambil menoelnhidung Bunga.


Mendengar itu, Bunga terkekeh kecil. Kemudian dia mencubit pipi Bagas dengan gemas. "Dasar pria mesuum, ini masih pagi. Emangnya yang semalam kurang?" tanya Bunga dengan nada meledek.


Bagas yang mendengar itu segera membalik badannya, dan kini dia sudah berada di atas tubuh Bunga. Membuat wanita itu membulatkan matanya karena kaget, namun seketika Bunga mengalungkan tangannya ke leher Bagas, dan menatap kedua mata suaminya itu dengan tatapan penuh cinta.


"Jika aku bilang, semalam itu sangatlah kurang, apakah pagi ini kamu akan memberikanku jatah kembali? Aku butuh vitamin untuk pergi ke kantor," ujar Bagas sambil mengusap lembut pipi Bunga, lalu tangannya menelusuri telinga Bunga, membuat wanita itu sedikit menggelinjang karena merasakan geli.


Seketika Bunga merasakan darahnya berdesir saat tangan nackal Bagas menggelitik telinganya. Karena itu adalah salah satu area sensitif yang mampu membangkitkan gaiirah Bunga


**********


Pagi ini Mentari sudah siap dengan setelan kemejanya, karena saat ini dia akan berangkat ke Cafe di mana kemarin Ardi memberikannya alamat untuk dia bekerja.


"Bismillah Ya Allah, semoga hari ini aku diterima kerja di Cafenya Tuan Ardi. Nek, do'ain Mentari ya, semoga ini pekerjaan yang Mentari inginkan," ucap Mentari sambil mengusap foto sang nenek.


Pun Mentari pun menaiki angkot menuju Cafe di mana alamat tertera di kartu nama yang Ardi diberikan. Setelah satu jam lebih perjalanan, Mentari pun sampai di tempat itu. Dia melihat Cafe yang mewah, lalu dia pun mulai masuk ke dalam.

__ADS_1


"Maaf Mbak, Mbak mau pesan apa?" tanya pelayan yang ada di sana. Namun Mentari langsung menggeleng. "Tidak Mbak! Saya tidak mau pesan. Saya ke sini diminta Tuan Ardi, untuk melamar pekerjaan," jawab Mentari sambil memberikan kartu nama yang diberikan Ardi kemarin kepada dirinya.


Perempuan yang berada di hadapan Mentari kemudian melihat kartu nama itu, lalu dia membawa Mentari ke Managernya,ndan saat dia bertemu dengan Manager di Cafe itu, Mentari langsung diajak masuk ke dalam ruangan.


"Jadi, kamu yang bernama Mentari?" tanya wanita yang berumur 35 tahun di hadapannya.


"Iya Bu, saya Mentari," jawab Mentari sambil menundukkan kepalanya.


"Pak Ardi, sudah memberitahu saya jika kamu akan datang hari ini, dan beliau juga sudah memberitahukan kepada saya, jika memang kamu ingin bekerja hari ini maka kamu bisa langsung bekerja," ucap wanita yang bernama Raya.


"Iya Bu, Insya Allah saya bisa bekerja hari ini," jawab Mentari dengan wajah berbinar bahagia.


"Baiklah, kalau begitu perkenalkan, nama saya Rayana. Kamu bisa memanggil saya dengan Bu Raya, dan kamu bisa bekerja hari ini, dan ini pakaian yang harus kamu pakai di sini," ucap Bu Raya sambil menyerahkan seragam kepada Mentari, dan wanita itu pun langsung menerimanya dan keluar dari ruangan Manager setelah mengucapkan terima kasih.


Mentari senang, karena hari ini dia bisa mulai bekerja di Cafe Ardi. 'Bissmillah, Ya Allah. Semoga aku bisa menyambung hidup dengan pekerjaan ini. Terima kasih telah menemukanku dengan seorang pria yang begitu baik, seperti Tuan Ardi,' batin Mentari sambil melihat pantulan dirinya di cermin yang sedang memakai seragam pelayan Cafe.


Bersambung......


Maaf Othor Up 1 Bab aja ya🙏🏻Besok insya allah Crazy up❤Soalnya Othor lagi Ngejar di Novel sebelah😘

__ADS_1


__ADS_2