Penghianatan Suamiku

Penghianatan Suamiku
Hamil


__ADS_3

Hapy Reading.....


.


''Sayang, kamu kenapa senyum-senyum seperti itu? Bukannya jawab pertanyaan Mama. Dok, bagaimana ini?'' tanya Mami Rindi saat melihat wajah Bunga dan juga wajah Dokter tersenyum.


Bunga yang melihat kecemasan di wajah ketiga orang tuanya, kemudian dia pun menggenggam tangan Mami Rindi, lalu menaruhnya di perut. Mami Rindi yang melihat itu, tentu saja sangat heran, dan dia menatap Bunga dengan tatapan bingung.


''Mami, Mamah dan juga Papi. Sebentar lagi, kalian akan menjadi Oma, dan Opah. Saat ini di perut Bunga sudah ada janin yang sedang tumbuh,'' ucap Bunga sambil menatap Mami Rindi dengan tatapan yang sendu, tatapan yang penuh kebahagiaan namun juga haru.


Mami Rindi dan juga Mama Ranti membekap mulut mereka. Kemudian menatap Bunga dengan tatapan bahagia, apalagi Papi Frans, dia menatap putrinya dengan tatapan tidak percaya jika sebentar lagi dia akan mempunyai cucu kedua.


''Kamu hamil?'' tanya Mami Rindi kepada Bunga, dan wanita itu langsung mengangguk. Mami Rindi yang melihat itu pun langsung memeluk tubuh Bunga, bergantian dengan Mama Ranti. Mereka mengucapkan selamat atas kehamilan bunga.


''Bagaimana kandungannya, Dok? Dan berapa usia kandungannya?'' tanya Mama Ranti kepada Dokter.

__ADS_1


''Saat ini, kandungan Ibu Bunga memasuki 8 minggu, dan alhamdulillah janinnya juga baik-baik saja. Saya sarankan, setiap bulan untuk kontrol ke sini. Jadi, untuk saat ini karena kehamilan Ibu Bunga masih terlalu muda, saya sarankan untuk tidak bekerja dulu dan mengerjakan pekerjaan yang berat, dan saya juga menyarankan agar Ibu Bunga tidak stress. Karena itu bisa mempengaruhi perkembangan janin dan juga kandungannya.''


Bunga mengangguk paham, dan setelah Dokter memberikan resep dan vitamin kepada Bunga, mereka pun pergi untuk pulang ke rumah dengan wajah yang bahagia. Bahkan di dalam mobil, Mami Rindi dan juga Mama Ranti terus mengelus perut Bunga, dan mengucapkan doa-doa yang baik agar kandungan Bunga sehat beserta juga ibunya.


''Ya Allah, Jeung Ranti, kita akan mempunyai cucu kedua?'' ucap Mami Rindi dengan bahagia, dan amama Ranti pun langsung mengangguk. ''Iya Jeug, saya sangat senang sekali, karena sebentar lagi kita akan mempunyai cucu kembali,'' jawab Mama Ranti dengan wajah sumringah.


Bunga sangat bersyukur, karena Allah telah menitipkan seorang anak di dalam perutnya yang selama ini Bunga impikan sebagai seorang wanita dan istri. Dia tidak menyangka, jika pernikahannya dan Bagas akan membuahkan hasil.


Bunga pun meminta Mama Ranti, Mami Rindi dan juga Papi Frans untuk tidak memberitahu kabar bahagia itu dulu kepada Bagas. Karena dia ingin mengucapkannya sendiri, dia ingin Bagas mendengarnya secara langsung dari mulut Bunga.


''Sayang, kamu ini main cium-cium aja. Itu ada Mama, Mami sama Papi, malu tahu!'' ucap Bunga dengan wajah cemberut, namun Bagas tidak peduli. Karena dia benar-benar mengkhawatirkan keadaan istrinya.


''Saat ini bukan malu yang harus aku pikirkan, tapi bagaimana keadaan kamu! Kamu dari mana saja? Katanya mau pulang, tapi pas aku sampai, kenapa tidak ada di rumah? Kata Pelayan, kamu ke rumah sakit? Kamu kenapa? Sakit apa?'' Bagas memberondong Bunga dengan berbagai pertanyaan, sementara itu Mami, Papi dan juga Mama Ranti hanya saling lirik sambil tersenyum.


''Katakan, Sayang, kamu sakit apa?'' tanya Bagas yang tidak sabar saat melihat Bunga hanya tersenyum, dengan wajah yang sendu. Air mata yang sudah Bunga tahan pun, tidak bisa lagi dia bendung. Air mata itu pun menetes dari kedua mata indah milik Bunga, dan Bagas yang melihat itu tentu saja sangat cemas.

__ADS_1


"Sayang, kamu kenapa? Tolong jangan buat aku cemas. Ada apa? Kenapa kamu menangis? Katakan, kamu sakit apa? Bagian mana yang sakit, Sayang?'' Bagas terus aja menanyakan keadaan Bunga, dan wanita itu benar-benar tidak sanggup melihat kecemasan di wajah Bagas.


''Aku tidak sakit Sayang, tapi kamu tahu! Aku benar-benar sangat bersyukur sekali, karena Allah sudah menitipkan harta yang paling berharga di dalam hidupku, dan harta itulah yang selama ini aku impikan sebagai seorang wanita dan juga istri '' ujar Bunga dengan isak tangisnya.


''Apa maksud kamu? Harta apa?'' bingung Bagas sambil menatap Bunga dengan dahi mengkerut, kemudian wanita itu menaruh tangan Bagas di perutnya, lalu dia menganggukan kepalanya sambil menangis.


''Perut kamu sakit?''tanya Bagas, tetapi Bunga langsung menggeleng. Kemudian dia merogoh tasnya lalu memberikan sebuah alat yang panjang yang ada garis duanya kepada Bagas.


''Sayang, ini ...'' Bagas tidak bisa berkata apa-apa lagi, dia menatap Bunga, dan wanita itu langsung mengangguk mantap. Seketika Bagas memeluk tubuh Bunga dengan erat, dia benar-benar bahagia saat mengetahui jika istrinya tengah mengandung benih dari hasil produksi pabriknya.


''Alhamdulillah ya Allah, akhirnya pabrik ku berhasil diproduksi,'' ucap Bagas sambil mengecup seluruh wajah Bunga.


Bagas benar-benar bersyukur karena Allah telah menitipkan kepercayaan kembali kepadanya, walaupun dari istri yang berbeda, dan Bagas benar-benar bahagia saat mendengar kabar itu. Dia berharap, Allah tidak akan pernah mengambil kebahagiaannya kembali sampai kakek nenek.


Bersambung......

__ADS_1


2 Bab Lagi akan nyusul habis Maghrib ya semua🙏🏻Othor lagi ada acara hari ini🙏🏻


__ADS_2