Penghianatan Suamiku

Penghianatan Suamiku
Siapa Mereka


__ADS_3

Happy reading.......


Bagas tidak bisa tertidur padahal Jam sudah menunjukkan pukul 02.00 pagi, tapi matanya tidak bisa terpejam padahal Bagas sudah memaksanya, tapi tetap saja pikirannya tidak tenang. Kemudian dia pun bangkit lalu berjalan ke arah sofa dan menyandarkan badannya di sana dengan kepala menengadah ke atas.


Di saat seperti ini, Bagas ingin sekali ada seseorang di sebelahnya, di mana dia bisa berkeluh kesah mencurahkan segala isi hati dan pikirannya. Dia ingin sekali bersandar di bahu sang Pujaan Hati, dan entah kenapa pikiran Bagas malah tertuju kepada Bunga.


"Apa bunga sudah tidur ya? Tapi ini sudah jam 02.00,sudah pasti wanita itu tertidur," gumam Bagas sambil mengusap wajahnya dengan kasar.


Matahari menyinari bumi dengan cahaya yang begitu indah, burung-burung berkicau dengan suara yang begitu merdu membangunkan setiap insan yang terlelap dalam tidur dengan kicauan seperti sebuah alunan melodi.


Bunga meregangkan otot-otot tubuhnya, kemudian dia berjalan ke arah kamar mandi dan membersihkan diri, setelah itu dia menunaikan shalat subuh melaksanakan kewajibannya sebagai umat muslim. Setelah itu Bunga bersiap-siap untuk jogging, dia ingin sekali menghirup udara segar di pagi hari.


Setelah siap, Bunga segera keluar dari apartemennya menuju sebuah taman yang tidak jauh dari sana. Dengan langkah sedikit berlari Bunga mengelilingi setiap jalan sambil mendengarkan musik.


'Loh, itu bukannya selingkuhannya Nara ya?' batin Bunga saat melihat seorang pria tengah jogging bersama dengan seorang wanita, tapi mereka terlihat begitu mesra. Bahkan sesekali pria itu yang tak lain adalah Ferdi, mencium tangan wanita yang ada di sampingnya.


Bunga mengangkat kedua bahunya, dia tidak peduli dengan kehidupan Nara, Ilham ataupun dengan perselingkuhannya Nara. Bagi Bunga itu hanyalah sebuah angin yang tidak perlu dia gubris, jadi Bunga pun melanjutkan joggingnya kembali tanpa memikirkan bagaimana jika Nara mengetahui perselingkuhannya Ferdi, dan Bunga sama sekali tidak peduli.


Saat Bunga tengah berlari mengelilingi Taman, tiba-tiba ada seorang wanita yang tengah membenarkan gali sepatunya. Namun, dari arah berlawanan ada sebuah motor yang melaju dengan kecepatan tinggi, Bunga yang melihat itu pun segera menarik wanita itu hingga keduanya terpental ke atas rumput.

__ADS_1


"AWAS BU...!" teriak Bunga sambil menarik wanita itu.


"Aawwh... Aakhh," ucap wanita itu sambil meringis. Dan saat dia mengangkat wajahnya keduanya sama-sama kaget, ternyata yang Bunga bantu adalah tante Farah, mantan mertuanya sendiri. Bunga pun membantu wanita itu untuk bangun dan mengulurkan tangannya, tapi dengan kasar tante Farah malah menepis tangan Bunga.


"Hei wanita mandul! Apa-apaan sih kamu main narik orang seenaknya? Lihat nih, tangan saya jadi lecet kan. Tubuh saya juga jadi sakit. Enggak di mana-mana, kalau ketemu kamu tuh sial bawaannya!" bentak tante Farah dengan kesal sambil menunjuk wajah Bunga.


Mendengar kemarahan wanita yang ada di hadapannya, Bunga malah memutar bola matanya dengan malas. Bukannya berterima kasih tapi Bunga malah dimarahi, padahal Bunga hanya ingin menolong wanita itu. "Maaf ya Tante kalau saya lancang, tadi ada motor yang ingin menabrak Tante, saya hanya membantu Tante saja," jawab Bunga sambil membersihkan tangannya kemudian dia pun pergi meninggalkan Tante Farah.


Tapi Tante Farah segera menarik rambut Bunga, hingga membuat wanita itu terjengkang kembali ke belakang.


"Aduh..." ringis Bunga sambil memegangi rambutnya.


"Enak aja kamu ya, udah main dorong orang. Sekarang pergi begitu aja? Nggak tanggung jawab. Benar-benar kamu wanita tidak tahu diri! Wanita mandul!" teriak tante Farah dengan nada yang lumayan keras, sehingga menyita perhatian beberapa banyak orang yang ada di sana.


Bunga Jogging untuk merefreshkan otaknya, membangun suasana hati agar moodnya bagus. Tapi malah sebaliknya, dia malah dibuat kesal oleh tante Farah yang sengaja mempermalukan dirinya di depan umum. Bunga bahkan tidak memperdulikan teriakan tante Farah yang memanggil dirinya.


*******


Saat ini Aurora sudah bersiap untuk pergi ke sekolah, dia sudah mendaftar sebagai TK di salah satu sekolah ternama yang ada di kota Jakarta. "Pah, sebelum aku belangkat ke sekolah, kita ke lumahnya tante cantik dulu ya," pinta Aurora kepada Bagas.

__ADS_1


Mendengar permintaan Sang Putri, Bagas melihat jam yang ada di tangannya. "Tidak bisa Sayang, nanti kamu telat. Gini saja, pulang sekolah nanti Papah akan antar kamu untuk ke rumahnya tante cantik, bagaimana?" tawar Bagas agar anaknya tidak ngambek.


Aurora pun mengangguk, walaupun sebenarnya dia sangat kecewa tapi setidaknya Aurora masih bisa bertemu dengan Bunga. Kemudian mereka pun berangkat ke sekolah diantar oleh Bagas.


******


Saat ini Bunga tengah bersiap-siap membereskan pakaiannya dan juga barang-barang berharga miliknya, karena hari ini Bunga akan pindah ke rumah orang tuanya, rumah di mana dia tinggal sedari kecil. Di mana dia dilahirkan, di mana dia dibesarkan dan di mana dia merasakan cinta sekaligus luka.


Sebuah suara ketukan membuyarkan lamunan Bunga, kemudian dia berjalan menuju pintu dan ternyata sang Mami sudah sampai untuk menjemput Bunga bersama dengan Sony. "Apa sudah siap sayang?" tanya Mami Rindi sambil memegang tangan Bunga.


"Iya Mih," jawab Bunga sambil menganggukkan kepalanya.


Kemudian Sony membantu Bunga membawa kopernya, dan mereka pun meninggalkan apartemen menuju kediaman orang tua Bunga. Di dalam mobil Bunga terus saja terdiam sambil melihat ke arah jalan, sebenarnya hati bunga belum 100% siap, tapi dia ingin membangun kebahagiaannya lagi dari awal dan Bunga yakin jika ini keputusan yang tepat untuk kembali ke rumah di mana Iya bisa merasakan cinta untuk pertama kalinya.


Saat berada di jalanan yang lumayan sepi, tiba-tiba sebuah mobil hitam menghadang mobil Sony, hingga membuat pria itu ngerem mendadak.


"Ada apa Kak? Kenapa ngerem mendadak sih? Untung nih kepala nggak kejedot, kalau kejedot dashboard benjol Kak!" kesal Bunga sambil mengusap jidatnya yang hampir terjedot ke arah dashboard.


"Mereka siapa? Kenapa Menghadang mobil kita?" ujar Sony sambil menunjuk ke arah depan di mana ada tiga orang pria yang berpakaian hitam dengan penutup kepala turun dari mobil.

__ADS_1


Bunga dan juga Mami Rindi melihat ke arah depan dan mereka sangat kaget saat melihat tiga orang pria dengan pakaian hitam dan tutup kepala menggedor kaca mobil mereka, menyuruh mereka bertiga untuk turun. Mama Rindi bahkan yang berada di belakang mobil menggigil ketakutan, dia takut jika mereka itu adalah begal.


Bersambung.......


__ADS_2