
Bagas menuruti perintah Nadin, dia memutar arah mobilnya.
"Kita ke klinik terdekat aja ya... "
Bagas tak tega melihat Nadin yang semakin pucat dan terus mual.
"Ga usah, aku cuma pengin cepet samapai rumah.... "
"Yakin ga mau periksa dulu?"
"Ia mas, ayo cepet an.... "
"Ia ia.... "
Bagas melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata rata.
Saat melewati tempat pasar malam Nadin meminta untuk berhenti, dia ingin membeli siomay.
"Mas berhenti, aku pengin siomay itu... "
"Beneran kamu pengin?" menepikan mobilnya
"Ia..."
Nadin pun keluar dari mobil dan langsung menuju penjual siomay.
"Pak beli ...."
"Berapaan mba?"
"Sepuluh ribuan jadi satu, terus yang lima ribuan dua ya pak....."
"Siap pedes ga mba?"
"Ia pak yang pedes... "
"Loh yang kamu kan ga suka pedes kenapa malah pesen yang pedes?" ucap Bagas yang baru datang
"Pengin aja... "
"Istri njenengan lagi hamil mas, kembar....." ucap bapak bapak penjual siomay
Nadin dan Bagas tercengang mendengar ucapan sang bapak.
"Ah bapak bisa aja becandanya... "mencoba mencairkan suasana
"Loh siapa yang becanda, saya ga becanda mas, emang bener istri sampaean lagi hamil kembar, kalo ga percaya besok sampean temani istri sampean ke rumah sakit, priksa..."
"Ini mba pesanannya....."
"Makasih pak, ini uangnya... " memberikan uang lima puluh ribuan satu lembar
"Sama-sama mba...."
Bapak-bapak itu sibuk mencari uang kembalian untuk Nadin.
"Kembaliannya buat bapak aja... "
"Beneran mba?" ucap bapak itu dengan wajah yang berbinar
"Ia.... "
"Makasih banyak mba.... "
"Sama-sama, mari pak... "
"Ia silahkan, jangan lupa mas, istrinya di jaga"
"Siap pak, mari.... "
__ADS_1
Nadin langsung menuju mobil. Setelah samapai ia langsung masuk dan duduk, kemudian memakan siomaynya dengan asik.
"Yang... "
"Ya mas kenapa?"
"Emang kamu hamil?"
"Ya belum tau mas, kan belum di cek... "
"Ia juga ya, tapi masa bapak penjula siomay nya bohong... " guman Bagas
"Mas mau ga, enak loh... " menawari suaminya
"Engga, pedes soalnya... "
"Ya sudah ini buat aku semua ya... "
"Yang besok kita periksa ya... "
"Ia... " dengan mulut yang terisi siomay
Bagas merasa heran dengan perubahan istrinya, selama ini ia tau kalo istrinya suka martabak telor, namun kenapa sekarang malah tidak suka?, lalu kedua sang istri tak suka makanan pedas kenapa sekarang jadi suka?.
....................
Samap di rumah, bertepatan dengan kumandang azan maghrib. Bagas dan Nadin segera membersihkan dirinya lalu solat berjama'ah.
Selesai solat, mereka baru makan malam bersama.
"Mbok emang Nadin hamil ya?" tanya Bagas
"Loh ko tanya saya, kan njenengan yang suaminya....."
"Emang beberapa hari ini mbok ga liat ada yang aneh dari Nadin?"
"Ada sih mas, biasanya mba Nadin seneng berkebun tapi beberapa hari ini mba Nadin membiarkan tanamannya begitu saja....."
Kalo sola makan memang Nadin makannya banyak, namun dia tak gendut.
"Ia ayo makan.... "
Akhirnya mereka makan.
................................
Jam 3 pagi, dimana pada waktu itu masih digunakan untuk tidur oleh sebagian orang, ada juga yang melaksanakan solat malam, ada juga yang sedang berdo'a demi mencapai keinginan dunianya yang belum terwujud dan ada juga yang sudah bangun dan bersiap untuk mencari nafkah.
Di salah satu rumah, ada seorang perempuan yang sedang asik menikmati coklat beku. Dengan gigi gigi yang selalu terawat, perempuan itu mengunyah coklat bekunya hingga menimbulkan binyi 'krauk krauk' seperti makan es batu.
Di bagian lain, di rumah itu, sang suami perempuan itu menggeliat, tangannya menepuk nepuk sebelahnya, dia terbangun kala menyadari sang istri tercinta tak ada di tampat.
"Dimana istriku... " gumannya
Sang lelaki berdiri, lalu mulai melangkahkan kakinya untuk mencari keberadaan sang istri tercinta.
Sang lelaki mulai mencari dari kamar mandi hingga ruang keluarga, tak di dapatinya istrinya. Dia tak putus asa, dia terus mencari hingga ia menyadari bahwa pintu depan rumahnya terbuka.
"Apa ada orang yang menyelinap ke rumah ini lalu menculik Nadin? .... " pikir laki-laki itu
Setan akan sangat mudah membisikan pikiran buruk kepada setiap insan yang sedang merasa cemas, gelisah, apalagi marah.
"Astaghfirullohaladzim, mikir apa aku ini.... " gumannya
Lelaki itu berjalan dengan pelan, mendekati pintu itu.
Semakin dekat semakin dan semakin dekat, lelaki itu mendengar suara krauk karauk.
Lelaki itu mencoba menajamkan pendengarannya. Ternyata ia tak salah dengar memang ada suara krauk krauk.
__ADS_1
"Loh sayang kamu ngapain?" ucap lelaki itu
"Hehe, mas sudah bangun?"
"Mas cari kamu ke seluruh rungan, eh ternyata kamu di sini... "
"Maaf ya mas.... "
"Lagi apa sih yang, dingin dingin gini ko di luar, emang ga takut ada setan yang nemenin?" goda sang suami
"Engga, kenapa harus takut, wong sama malaikat yang nemani kita 24 jam non stop, kadang aja ga takut, kenapa sama setan malah takut mas. ...."
Bukankah begitu?, kadang kala ketika kita ingin melakukan dosa, kita tak akan ingat ada makhluk Alloh yang paling taat dan selalu mengawasi tingkah laku kita 24 jan non stop, yaitu mailakt.
Tapi ketika kita sendirian, kita akan merasa takut akan ada makhluk Alloh yang 'terkutuk' menemani kita.
"Hehe ia sih..." menggaruk tengkuknya yang tak gatal
"Kamu makan apa sih yang?"
"Nih coklat beku, mau ga mas?"
"Engga ah dingin, masuk yu yang.... "
"Nanti kalo coklatnya udah habis, masih mau menikmati pemandangan.... "
"Pamandangan apa sih yang, jam segini masih gelap loh... "
"Ya pokonya aku mau di sini.... "
Karena tak ingin istri kecilnya kedinginan, Bagas langsung membopong sang istri untuk di bawa masuk.
"Mas ih, apa an sih...." protes sang istri dengan mata yang mulai mengeluarkan air
"Akhirnya.... " ucap Bagas ketika berhasil membawa istrinya ke kamar, lalu membaringkan istrinya.
"Kamu jahat....." ucap sang istri sembari membalikan tubuhnya
Nadin terisak kecil.
Bagas mengunci pintu kamrnya lalu ia ikut berbaring di samping istrinya.
"Sayang, mas cuma ga mau kamu sakit, karena kedinginan yang.... "
"Jangan nangis terus dong yang, nanti kamu pusing.... " mengelus kepala Nadin
"Mas jahat... "
"Mas minta maaf deh, nanti kita periksa ya..."
"Periksa apa orang aku sehat sehat aja ko..." sewot Nadin
"Emang sayang lupa sama perkataan tukang siomay tadi hem.... "
"Engga"
"Jangan gini dong sayang, masa mas di cuekin.... "
"Biarin... "
Bagas berpikir bagaimana caranya agar sang istri mau menghada ke arahnya.
"Assalamu'alaikum mah... "
"Ada, tapi lagi ngambek, Bagas aja dari tadi di cuekin mah... "
"Ok ma fidio call ya.... "
Nadin langsung membalikan badannya.
__ADS_1
Cup, sang suami langsung memberikan kecupan di pipinya.
Mata mereka bertemu, membuat jantung keduanya berdetak lebih cepat.