Penghianatan Suamiku

Penghianatan Suamiku
# 20


__ADS_3

Selesai makan siang, Nadin dan Naila lanjut berbelanja, pak sopir juga ikut berelanja.


"Mba ke tempat skincare yu... "


"Buat apa, mba ga pernah pakai gituan... "


"Beneran ga pernah, kalo sabun cuci muka pakai ga?"


"Beneran, mba juga ga pernah pakai sabun cuci muka... "


"Hah, tapi ko kulit wajah mba keliat sehat banget ya...."


"Banyakin minum air putih... "


"Ya udah ke tempat parfum yu.... "


"Ayo tapi jangan lama-lama, mba suka mual kalo bau parfum..."


"Hah, berarti mba ga pernah pakai parfum?"


"Pake, nih coba cium baju mba... "


"Ini mah bukan wangu parfum tapi pewangi pakaian merek Da***ni.... "


"Apa bedanya?"


"Pokonya beda... "


"Ayo jadi ga?"


"Ga ah ntar kalo mba kenapa-napa aku yang disalahin sama ka Bagas, mending ke tempat baju aja yu... "


"Ok, ayo pak..... "


"Ia mba.... "


Akhirnya mereka ketempat baju. Nadin meyuruh pak sopir untuk membelikan anak istrinya baju juga.


Sebelum memilih baju untuk dirinya sendiri, Nadin memilihkan baju untuk suami dan mbok Jum.


"Mba mba... " memanggil pelayan toko


"Ya... "


"Tolong ambilin baju yang itu ya... "


"Ia mba... "


Pelayan itu mengambil baju yang ditunjuk Nadin, lalu memberikannya ke Nadin.


Nadin menerima baju itu, lalu ia meneliti jahitan baju itu, takut ada bagian yang tak terjahit. Setelah mengetahui jahitannya rapih dan semua bagian terjahit, Nadin ingin mencobanya.


"Na, cocok ga?"


"Wah cocok mba... "


"Beneran?"


"He'em... "


Nadin segera masuk lagi kedalam tempat mencoba baju, lalu melepas tunik itu. Nadin terkaget-kaget saat melihat harga baju itu yang sangat fantastis.


"Ha, satu baju gini aja dua juta setengah... " gumannya sendiri


Setelah menimbang nimbang, akhirnya Nadin mengembalikan baju itu. Bukannya dia tak mampu, namun menurutnya baju itu terlalu mahal.


"Ko ga jadi mba... " tanya Naila


"Ke mahalan... " bisik Nadin


"Ya elah mba, nih liat harga baju aku... "


Nadin melihat harga baju yang Naila di pilih.


"Ini mah masih mending, tadi tuh harganya dua juta setengah... "


"Ha beneran mba?"


"Kenapa harus bohong, kamu udah belanjanya?"


"Udah... "


"Ya sudah, kita tunggau pak sopir ya... "


Setelah menunggu lima menitan pak supir datang dengan membawa tiga baju dan satu celana. Lalu Nadin mengajak Naila dan pak sopir untuk ke kasir.

__ADS_1


"Berapa mba semua?" tanya Nadin


"Total semuanya jadi lima juta tiga ratus mba......... "


"Ini mba... " memberikan ATM milik suaminya


..................................


Sepulang dari mol Nadin langsung membantu mbok Jum memasak.


Sedangkan Naila asik menvoba baju-baju yang tadi ia beli.


Suara deru mesin mobil milik Bagas terdengar, Nadin segera mencuci tangannya, dan bergegas menyambut kepulangan suaminya.


Ceglek. Suara pintu mobil di tutup. Bagas tersenyum kala melihat sang istri yang sudah menyambutnya di depan pintu.


"Assalamu'alaikum sayang.... "


"Wa'alikumsalam mas... "


"Habis masak ya sayang?"


"Hehe kecium ya mas baunya... "


"Ia, tapi kamu tetep cantik ko... "


"Gombal"


"Engga ko... "


"Ehem mentang mentang penganten baru, ga tau tempat... " sindir Naila


"Yang ko kaya ada yang ngomong, tapi ko ga ada wujudnya ya... "


"Mungkin penunggu rumah sini mas, yang ngomong..."


"Masa cantik-cantik kaya gini di anggep hantu sih... "


"Penunggunya marah yang....."


"Hiiii, aku jadi takut mas... " memeluk suaminya mesra, sengaja biar Naila makin ngambek.


"Mamah, pengin nikah...." teriak Naila


Dengan usilnya Bagas menjejeli Naila dengan donat yang berada di meja di dekatnya.


"His sakit tau... "


"Haha makannya jangan usil... " sungut Naila


"Ka, tau ga masa tadi pas mba Nadin di ajak ke mol ga mau beli apa-apa, malah belanjain aku, pak Tono sama mbok Jum... "


"Beneran yang?"


"Suer deh ka, pas tadi aku ajak beli skincare, malah nolak katanya ga pernah pakai kaya gitu.... "


"Hah, beneran yang?, apa kamu takut kalo uang yang ada di ATM ga cukup?"


"Bukan gitu mas, aku memang ga pernah pake gituan, terus buat apa kalo aku beli?"


Cup, Bagas mendaratkan ciuman di pipi Nadin.


"Emang mas ga salah pilih istri..."


"Ga salah gimana?" tanya Naila bingung


"Noh contohnya, ga beli yang ga di perlukan, kalo kamu mah yang di perlukan apa ga semuanya di beli...."


"Hehe.... "


"Mas mandi dulu gih... "


"Mandi bareng yu.... " mata genit dan langsung membopong Nadin


"Mas, apa an sih... " protes Nadin


Bagas tak menghiraukan protes istrinya, dia terus saja membopong istrinya dan membawanya naik ke kamar mereka.


"Ah, menyebalkan, pak sopir ayo pulang... " melangkah keluar


Naila sudah tak tahan lagi, jika harus melihat pasangan pengantin baru yang tak tau tempat itu.


.............................


Tiga minggu telah berlalu.

__ADS_1


Nadin sedang dalam perjalanan ke kantor suaminya mengantarkan bekal. Tentunya dia di antar oleh pak Tono.


Sampailah Nadin di depan ruangan suami.


"Siang bu Nadin... "


"Siang, pak Bagas nya ada?"


"Ada, silahkan masuk saja... "


Nadin mengangguk, lalu dengan perlahan ia membuka pintu ruangan itu.


Ceklek


Nadin syok melihat suaminya sedang memeluk perempuan lain. Untungnya ia segera menguasai dirinya kembali.


"Siang mas....." tersenyum


Bagas langsung melepas pelukannya dari wanita itu.


"Mas bisa jelasin semuanya... " mendekat ke arah istrinya


"Udah sih tenang aja, aku percaya ke mas ko....... " bisik Nadin


"Oh jadi ini istrinya pak Bagas, cantik" suara hati perempuan itu


"Siang bu.... " sapa perempuan itu tanpa malu


"Siang, udah makan siang?"


"Kebetulan belum bu... "


"Ya udah yu ikut makan bareng... "


"Liat aja aku bakal buat kamu kepanasan... " isi pikiran Nadin


"Terima kasih bu, tapi saya juga mau makan bareng pacar saya... "


"Oh ya sudah, ayo mas makan dulu.... "


"Gini nih, kalo cepat menyimpulkan dari penampilannya.... "


"Kamu ga marah yang?"


"Buat apa, ga ada gunanya, ayo makan... "


Akhirnya mereka makan berdua.


Jam pulang kantor telah tiba, Bagas segera mengajak istri kecilnya untuk pulang.


"Yang pulang yu.... "


"Aku mau jalan-jalan mas, kepasar malam yu........ "


"Jam segini belum buka, kita pulang dulu ya, nanti setelah maghrib kita ke pasar malam...."


"Jadi mas ga bolehin?" dengan mata berkaca kaca


"Bukan gitu sayang tapi kan belum buka pasarnya.... "


Nadin terisak pelan, dia sendiri bingung kenapa akhir akhir ini sering menangis ketika keinginannya tak segera di turuti.


"Cup cup cup, jangan nangis dong sayang, gimana kalo kita beli martabak telor kesukaan kamu?"


"Tapi 4 bungkus ya mas.... "


"Ko banyak banget, emang habis?"


"Kan satu buat mbok Jum, yang tiga buat kita....... "


"Ia deh asal di makan ya.... "


"Ia mas.... "


Nadin bangikt dari duduknya lalu menggandeng mesra lengan suaminya, kemudian mereka berlajan menuju lift.


.......................


Belum sampai di tempat martabaknya, Nadin tiba-tiba merasa mual.


"Uo.... "


"Kamu kenapa yang?"


"Kita pulang aja mas, ga jadi beli.... "

__ADS_1


"Emang kenapa?"


"Bau martabaknya bikin aku mual, uo.... "


__ADS_2