Penghianatan Suamiku

Penghianatan Suamiku
# 34


__ADS_3

Kini Bagas dan Nadin sudah berada di kantin. Keduanya sedang menanti makanan yang sudah mereka pesan.


"Mas, hujan itukan rahmat..."


"Ia lalu kenapa?l


"Aku pernah denger cerama salah seorang ustad kata-katanya begini 'Hujan itu rahmat, jika ada seorang ahli maksiat yang meninggal, dan cuaca hari itu panas, namun dengan tiba-tiba hujan turun dengan derasnya,seolah sedang merasakan kehilangan, maka ia sedang mendapat rahmat, karena tobatnya sebelum nanyawanya sampai di kerongkongan'...."


"Sayang tau raja Fir'aun kan?"


"Ia tau..."


"Saat raja Fir'aun berada di tengah laut, ia belum sadar bahwa ini hari perpisahannya dengan dunia, hingga nyawanya sampai di tenggorokan ia baru sadar dan bertaubat, namun sudah terlambat, hingga Alloh 'berjanji' akan menjadikan jasadnya utuh hingga hari kiamat, agar di jadikan pelajar untuk manusia setelahnya,yang mau berfikir............."


'Maka pada hari ini kami selamatkan jasadmu agar engkau dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang setelahmu, tetapi kebanyakan manusia tidak mengindahkan tanda-tanda (kekuasaan) Kami. Qur'an surat Yunus ayat 93.


"Gitu mas..."


"Ia sayang....."


"Permisi, pesanannya kaka...." ucap pelayan kantin, sembari meletakan makanannya


"Makasih mba..."


"Sama-sama, selamat menikmati...." melangkah pergi


"Sekarang makan dulu ya...."


"Ia mas....."


Bagas dan Nadin memakan makanan yang sudah di pesannya.


"Mas a dong......" minta di suapi


"Ya, a....."


"Sekarang gantian mas...."


Mereka saling suap suapan.


..........................................


Kini jenazah bu Siti sudah siap untuk di makamkan.


Sang kyai yang memimpin jalannya prosesi pemakanam sudah memberikan komando, bahawa jenazah akan segera di bawa ke 'kuburan'.


Adnan tak kuasa untuk memanggul jenazah sang ibunda, hingga ia hanya ikut berjalan di belakangnya.


Sampai di pemakaman umum yang ada di desa itu, jenazah bu Siti langsung di turunkan ke liang lahat.


Air mata Adnan bertambah deras mengalir.


Lalu sang penggali kubur, menata potongan kayu (atau biasa di sebut 'Jrujug'di daerah tempat tinggal otor) di atas tubuh yang terbungkus kain kafan itu.


Lalu sang penggali kubur menimpakan tanah di atas kayu itu.


Setelah selesai menguburkan jemazah, para pelayat pun satu persatu pulang. Begitu juga dengan Adnan.


Suasanan kontarakn kecil Adnan begitu lengang, hanya tinggal beberapa tetangga yang ikut membantu membereskan sisa acara tadi dan menyiapkan untuk acara nanti malam.


Mobil bermerek Alfa terhenti di halaman kontakan kecil itu.


Adnan menyipitkan matanya untuk mengetahui siapa yang berada dalam mobil itu.

__ADS_1


Pintu mobil terbuka, memperlihatkan kaka pertamanya dan sang istri.


Adnan segera menegakkan badannya. Menunggu sang kaka untuk mendekatinya.


"Maafkan mas Nan, mas baru bisa datang....."


Bugh. Adnan melayangkan bogem mentahnya di perut sang kaka. Sang ipar langsung kaget.


"Keterlaluan kamu, bukannya ada tamu di sambut dengan baik malah begini...." ucap iparnya


"Aku tak mengharapkan kedatangan kalian ke sini....." jawab Adnan ketus


Sebuah mobil berwarna silver berhenti di belakang mobil alfa milik kaka pertamanya. Adnan sudah bisa menebak siapa yang datang.


"Nan maafkan kami...."


Bugh, Adnan kembali melayangkan bogem mentah ke kaka keduanya.


"Adnan...."


"Kalian sendiri yang memintaku melakukan itu, kemana kalian saat ibuku menangis ingin bertemu kalian?, kemana kalian saat ibuku menangis meminta pertolongan untuk membawanya berobat ha, kenapa kalian baru datang setelah ia terbaring di bawah tanah...."


Semua orang terdiam, takut melihat wajah dan mata Adnan yang memerah, pertanda kemarahannya sedang berada di puncak.


Pak Slamet yang mendengar suara ribut-ribut dengan langkah yang tertatih tatih berusaha berjalan ke arah suara itu.


"Huda, Danu...."


"Abi maafkan kami...." ucap mas Danu


"Ayah masuklah, aku tak mau ayah bernasib sama dengan ibuku...."


Perkataan Adnan begitu menohok. Membuat ke lima orang itu terdiam.


"Adnan hormati kakamu, dia berhak bertemu dengan orang tuanya...." sentak sang kaka ipar


Bak orang ke se***, Adnan berkata begitu dengan nada membunuh dan sorot mata yang tajam, setajam silet. Ibarat bila ada yang menyenggolnya ia akan langsung ma*k saat itu juga.


"Menginaplah di hotel terdekat lebih dulu, dan datanglah setelah keadaan membaik...." ucap pak Slamet


"Baiklah Abi, kami akan menuruti perintah abi........"


"Cepatlah...." bentak Adnan bagi petir yang menggelegar di langit


Dengan perasaan campur aduk, kaka dan iparnya pun pergi meninggalkan kontrakan kecil itu.


"Masuklah....."


Tanpa kata Adnan langsung masuk ke dalam, meninggalkan sang ayah.


Pak Slamet menghela napas panjang, lalu ia berjalan menyusul Adnan.


.......................................................


Kini Nadin sedang bermanja-manja ke suaminya.


"Mas, aku minta maaf ya, uang nafkah dari kamu aku gunain buat bayar rumah sakit almarhum....." terpotong


"Udah mas udah tau, besok mas transfer lagi ya......."


"Beneran ga papa mas?"


Cup

__ADS_1


Bagas dengan gemas mendaratkan bibirnya di bibir sang istri.


"Ga papa sayang, kan itu udah jadi hak kamu........" mengeratkan pelukannya


"Makasih mas......" terharu


Nadi pikir suaminya akan marah kala dirinya membantu keluarga mantannya. Namun ia salah.


"Sama-sama sayang, mas ga akan pernah ngerang kamu dalam hal kebaikan..."


"Hai anak ayah, apa kalian sudah tidur?" mengelus perut Nadin


"Ko belum nendang ya yang?"


"Ya belum lah, kan belum ada ruh nya, nanti kalo udah 4 bulan baru mulai bisa nendang..."


"Ah, ga sabar buat nunggu mereka lahir, kira-kira mirip siapa ya yang?"


"Kan dua, kayanya adil deh mas, yang satu mirip kamu dan yang satu lagi mirip aku..."


"Menurut mas mereka laki-laki semua..."


"Menurutku mereka laki dan perempaun..."


"Ya pokonya apa pun jenis mereka, yang penting mereka sehat....."


"Amin, mas besok jalan-jalan sekitar komplek yu, kan jalan-jalan di anjurkan untuk ibu hamil....... "


"Ia sayang, besok mas temani ya...."


"Sekarang mas pengin nengok mereka boleh kan?"


Nadin ragu, pasalnya selama ia hamil belum pernah melakukan hubungan badan.


Namun setelah bujuk rayu dan penjelasan Bagas Nadin pun mau.


Dan terjadilah ibadah yang bisa di jalankan oleh suami istri.


............................................................


Pagi harinya, Nadin terbangun dengan badan yang terasa begitu remuk. Mungkin efek hamil, jadi ia merasa cepat begitu lelah.


Ia melihat sang suami sudah rapih dengan pakaian kerjanya. Ya tadi Nadin sehabis subuh kembali tidur karena kelelahan.


"Pagi sayang...."


"Pagi mas, maaf ya ga bisa nyiapin pakain mas...."


"Ga papa, lagi pula itu juga salah mas, sayang sarapan dulu ya...."


"Ia mas....."


Nadin makan dengan lahapnya. Bagas senang melihat sang istri yang tak kehilangan nafsu makannya.


"Sekarang minum susunya ya..."


"Ia mas...."


"Alhamdulillah...." ucap Nadin


"Nah sayang udah selesai sarapan, sekrang waktunya mas berangkat kerja, sayng kalo mau beli sesuatu bilang ke mas ya..."


"Ia mas..."

__ADS_1


"Ya udah mas berangkat, Assalamu'alaikum..." mengecup kening istrinya


"Wa'alikusalam, hati-hati mas...."


__ADS_2