
Mereka duduk. Sang ibu mertua menarik nafas begitu dalam, sebelum mengatakan kabar tentang anak laki-lakinya.
"Cepet dong mah, ada apa sih?" desak Naila
"Kakamu muntah darah, dia masuk rumah sakit....."
Nadin langsung mengeluarkan air matanya. Namun dia tetap menaga hatinya agar tetap tanang.
"Apa, mamah ga bongong kan?" tanya Naila
"Buat apa mamah bohong...."
"Sayang kamu ganti baju dulu ya, kita ke suami kamu..."
"Ia mah... "
"Aku ikut... "
"Ya sudah sana siap siap.. "
"Ayo mba... "
Malam itu juga mereka berangkat ke kota K.
.....................................
Jam 3 dini hari mereka baru samapi di rumaha sakit yang di tuju.
Nadin segera keluar dari mobil, dia langsung berlari ke ruangan sang suami dengan mata sembab nya.
"Sayang jangan lari lari, ingat kamu lagi hamil......" ucap mamah Ais mengingatkan Nadin
Nadin tak peduli, pikirannya kini hanya tertuju pada sang suami.
Naila yang khawatir terhadap kaka dan iparnya segera berlari menyusul Nadin.
Mamah Ais berjalan cepat bersama sang suaminya, menyusul kedua anaknya.
Naila berhasil menyusul Nadin, dia langsung menghentikan langkah sang kaka ipar.
"Mba.... hah hah, tunggu..."
"Hah hah, ia.... "
Mereka berdua mangambil napas begitu dalam, agar napasnya teratur.
Setelah mengatur napas, keduanya melanjutkan jalannya.
"Tadi ruang apa ya mba?"
"Ruang Anggrek, nomer 5....."
"Berarti rungan yang itu mba... " menunjuk ke ruangan yang ada di hadapannya
"Ia, ayo cepetan....."
Nadin mempercepat langkahnya. dia sudah tak bisa menunggu lagi.
Ceklek, seseorang membuka pintu dari dalam.
"Nadin ya?"
"Ia, mas Ibnu ya?"
"Ia, silahkan masuk.... "
"Ya... "
Nadin langsung masuk, air matanya kembali tumpah ruah, kala melihat sang suami yang tergeletak tak berdaya. Di tangan dan hidungnya terpasang slang sesuai fungsinya.
Nadin duduk di kursi, samping tempat tidur sang suami. Tangan kanannya menggenggam tangan suaminya, dan tangan kirinya mengusap-usap kepala suaminya.
Bagas yang merasa ada gerakan di tangan dan kepalanya membuka mata.
"Sayang... " panggilnya
"Mas, maaf aku ganggu ya?"
__ADS_1
"Engga ko... " berusaha bangkit
Nadin langsung membantu sang suami untuk bangkit.
Setelah berhasil bangkit, Bagas langsung memeluk sang istri.
Ceklek. Ayah Putra, mamah Ais, Naila, dan Ibnu masuk.
"Kamu sakit apa sayang?" tanya mamah Ais
"DBD mah..."
"Hah, ayah kira kamu punya penyakit dalam..."
"Hehe bukan ko yah,....."
Mereka duduk di sofa yang tersrdia di ruangan itu. Lalu mereka berbincang seputar penyakit DBD.
Penyakit DBD di sebabkan oleh dua nyamuk, yaitu nyamuk Aedes aegipti dan nyamuk Aedes albopictus.
Deman berdarah yang dikatakan parah, ketika terjadi kerusakan atau kebocoran pada bembulu darahnya. Kondisi ini akan menyebabkan jumlah sel pembentuk gumpalan (trombosit) dalam darah turun. Hal ini dapat menyebabkan syok,pendarahan internal, ke gagalan organ dan bahkan kematian.
Hal inilah yang di alami oleh Bagas, yaitu pendarahan pada lambungnya, hingga ia muntah darah.
"Hi serem ya mah... " Naila bergidik ngeri
"Ia makannya selalu jaga kebersihan..."
"Tapi untungnya Bagas sudah melewati masa kritisnya...." jelas Ibnu
"Alhamdulillah... " ucap semuanya
"Gas, kita mau ke hotel dulu ya..." pamit ayah Putra
"Ia yah, sayang kamu juga istirahat aja ya..."
"Aku mau di sini aja nemenin mas..."
"Kan ada Ibnu..."
"Udah si Gas ga papa, kalo mamah jadi Nadin, mamah juga akan ngelakuin hal yang sama..."
"Insyaalloh ga papa...." jawab mamahnya
Mamah Ais tau bagaimana perasaan sang menantu. Jadi dia membiarkan Nadin menemani sang suami.
"Ya udah deh, Bagas nyerah..."
"Ayo Nu, ikut om, mungkin menantu dan anak om butuh ruang untuk berdua...." goda ayah Putra
"His, ayah kaya ga tau aja, dulu ayah juga gitu...... " ucap mamah Ais
"Ia ia maaf, ya udah yu..."
"Nadin jangan lupa istirahat ya..."
"Ia mah...."
"Ya sudah kami pamit, nanti sekitar jam sepulahan kami kesini lagi..."
"Siap mah..."
"Eh lo mau kemana?" tanya Bagas yang melihat Ibnu ikut melangkah keluar
"Istirahat, cape gue dari kemaren sore belum tidur..."
"Udah mas, kasian biar mas Ibnu nya istirahat, kan ada aku... "
"Tapi nanti kalo kamu kecapean gimana?"
"Jadi mas ga mau di rawat aku?" berkaca kaca
"Bukan gitu sayang, Ibnu nanti habis subuh kamu kesini !!"
"Siap bos, gue pergi dulu...."
Ibnu pun pergi.
__ADS_1
"Sayang, dedenya ga nakal kan?"
"Engga, dedenya baik, kayanya mereka tau kalo ayahnya sedang tak baik baik saja..."
"Alhamdulillah kalo dedenya baik, sini sayang tidur di samping aku.... "
"Engga ah, takut nanti selang infus sama darahnya kena aku, terus copot......"
"Ya sudah mas tidur dulu ya...."
"Ia mas...."
Bagas bardo'a lalu ia tidur.
"Solat malam dulu lah...." gumannya
Nadin pergi ke kamar mandi untuk mengambil wudu. Selesai mengambil wudu, Nadin menggelar sajadah, lalu memakai mukena yang selalu ia bawa kamana mana.
..........................................
Udara pagi hari yang dingin membuat sebagian orang enggan bangun dari tidurnya.
Namun tidak dengan Nadin, walaupun semalaman ia tidak bisa tidur, sekarang ia sedang membantu sang suami untuk ke kamar mandi.
"Udah yang....."
"Ya.... "
Ceklek. Seorang dokter laki-laki berusia sekitar 50 tahun, masuk bersama dua orang perawat.
"Selamat pagi... "
"Pagi dok..." jawab Bagas
"Wah sepertinya, mas Bagas sudah tambah baikan nih.... "
"Ah si dokter bisa aja... "
"Hehehe, saya periksa dulu ya..."
"Ia dok... "
Sang dokter pun mulai memeriksa Bagas. Setelahnya, sang suster menyuntikan sesuatu ke slang yang berfungsi untuk mengalirkan makanan.
"Nanti sore kalo keadaan mas Bagas tambah membaik, selang yang berfungsi untuk mengalirkan makanan bisa di cabut ya sus... "
"Siap dok.... "
"Ok, seperti itu dulu, perkembangannya liat nanti ya... "
"Ia dok...."
"Kalo begitu kami permisi dulu ya... "
"Silahkan dok...."
Kini hanya tinggal dua orang di ruangan itu. Bagas mengamati wajah ayu sang istri, yang selalu membuatnya rindu.
"Apa an sih mas, gitu banget liatnya...."
"Kamu manis... "
"Emang gula apa, udah ah, aku mau mandi dulu...." salting
Nadin sangat bersyukur, bisa mendapatkan suami yang begitu menyayanginnya, dan suami yang bisa memuliakannya.
Nadin selalu percaya, bahwa rencana Tuhan yang terbaik. Nadin juga percaya, ketika kita tak pernah meninggalkan Tuhan dalam keadaan apa pun, maka Tuhan pun tak akan pernah meninggalkan kita dalam keadaan apa pun.
Hanya saja kadang kita yang lupa dan sengaja melupakan, bahwa kita masih punya Tuhan yang siap menolong dalam hal apa pun.
"Mas..."
"Ya sayang, kamu ga jadi mandi?"
"Engga ah dingin, hehehe....,aku boleh nanya ga?"
"Tanya apa sayang?"
__ADS_1
"Kan katanya kalo sakit itu berasal dari dosa kita, atau bahasa lainnya 'Buah tangan' kita dan sakit itu bisa menjadi salah satu sarana penghapus dosa bagi kita, apa itu benar?"