Penghianatan Suamiku

Penghianatan Suamiku
# 8


__ADS_3

Seminggu setelah Nadin melakukan pembenahan dan sedikit ronovasi di swalayannya. Hari ini pembukaan pertama swalayannya.


Nadin berangkat ke swalayan nya dengan hati senang dan gembira.


Samapailah Nadin di swalayannya.


"Pagi mba Nadin.... " sapa mba Dian


"Pagi, yu masuk.... "


Swalayan itu di buka dengan ucapan Bismillah oleh Nadin dan para partner kerjanya.


Sampai duhur belum ada satu pun pelanggan yang datang, Nadin tak patah semangat.


"Mungkin orang-orang belum tau kalo swalayan ini sudah buka lagi, makannya belum ada pelanggan yang datang"


"Kita solat duhur dulu ya.... "


"Mba tapi saya sedang halangan.... " ucap Ina


"Ya udah kamu tunggu di kasir aja, siapa tau ada pelanggan.... "


"Siap mba.... "


Nadin dan yang lainnya menuju tempat solat di swalayan itu.


Selesai solat Nadin dan lainnya kembali lagi ke pekerjaannya.


Jam 3 sore, barulah banyak pelanggan datang ke swalayan itu. Nadin senang.


"Nadin.... "


"Hai, sama Naila?" tanya Nadin kikuk


"Sendiri, ini sekarang jadi milikmu?"


"Alhamdulillah, silahkan kalo mau belanja.... "


"Di diskon kan?"


"Wah ini juga baru buka, masa langsung minta diskon"


"Haha, aku bercanda, ia aku akan belanja di sini setiap hari, biar bisa liat kamu.... " segera pergi


"Hah.... " Nadin kaget dengan ucapan Bagas


...................


Hari ini adalah hari persidangan yang di tunggu-tunggu Nadin.


Kali ini Nadin di antar oleh om nya.


Samapi di kantora agama, Nadin sudah melihat sang calon mantan suaminya.


"Nadin, mas mohon jangan ceraikan mas.... "


Tanpa bicara, Nadin berjalan ke ruang sidang, sidang kali ini dengan agenda mediasi.


Mediasi berjalan alot, karena Nadin tetap kekeh bercerai, sedangkan suminya tidak mau.


Namun akhirnya sang hakim memutuskan untuk mengabulkan permintaan Nadin, setelah Nadin menunjukan bukti-bukti bahwa suaminya tidak pernah memberi nafkah, namun malah sebaliknya.

__ADS_1


Ya Nadin selalau menyimpan bukti chat, suaminya yang minta di kirimkan uang. Nadin juga menunjukan bukti suaminya nikah lagi tanpa ijinnya.


Sidang berikutanya di jadwalkan satu minggu lagi.


............................


Sepulang dari sidang, Nadin langsung menuju swalayannya. Swalayan Nadin maju dengan pesat.


Selain karena pelayanannya yang ramah, swalayan ini juga terkenal dengan barangnya yang berkualits dan harga yang ramah di kantong.


Sejak saat Bagas tau bahwa swalayan itu milik Nadin, dia jadi setiap hari mempir ke sana.


Saat ini Bagas sudah berada di swalayan, dia sedang menunggu kedatangan Nadin.


"Hai Nadin.... "


"Hai pak Bagas.... "


"Ko baru datang?"


"Ya terserah saya dong, ini kan punya saya.... " nada bercanda


"Iya juga ya.... "


"Silahkan masuk pak.... "


"Ya..... "


"Nadin, aku akan menunggumu bercerai, setelah itu aku akan memperjuangkanmu.... " tekad Bagas dalam hatinya.


Bagas adalah pengusaha muda yang sukses di bidang perumahan. Namanya sudah terkenal di mana-mana. Dia juga sering di undang ke stasuin tv untuk menjadi nara sumber, atau motivator.


Ya, Bagas mempunyai rasa ke Nadin, sejak pertama kali melihat Nadin. Bagas juga sudah mencari tau semua tentang Nadin.


..............


Sekarang Nadin sedang berdo'a usai solat malamnya. Mengadu semua yang di rasa, kepada sang pencipta rasa.


Nadin sebenarnya bukanlah manusia kuat, dia hanya berusaha untuk menyembunyikan luka, agar orang-orang terdekatnya hanya tau dia baik-baik saja.


Nadin akan menjadi lemah di kala sendiri.


"*Ya Alloh, aku tau semua yang terjadi dalam hidupku atas ijin Mu, aku juga tidak menyalahkan takdir yang berlaku atas ku"


"Ya Alloh, aku mohon ampunan, karena dulu pernah takut akan kehilangan, namun sekarang aku tau arti dari semua hanya titipan Mu...... "


"Aku tau sebaik-baik nya pembuat sekenario adalah Engkau, Tuhan semesta alam, semoga kedepannya aku mendapat jodoh yang terbaik dari yang paling baik untuk di dunia dan akhirat, amin.... "


Nadin menyudahi do'a nya. Kemudian Nadin memasak sarapan untuknya dan sang ibu.


..................


Hari yang di tunggu-tunggu akhirnya datang. Nadin sudah berada di kantor agama.


"Heh dasar mantu miskin ga bersyukur, udah enak hidup sama anak saya malah minta cerai, dasar perempuan gatel" maki sang calon mantan ibu mertua Nadin


Nadin tau kenapa ibu mertuanya, mengatainya perempuan gatel, pasti Fani yang sudah menceritakan hal yang tidak-tidak ke ibu mertuanya.


Nadin tak peduli denagn makian sang mertua.


Sidang pun dimulai dan dinyatakan untuk umum.

__ADS_1


Sampai sang hakim ketua membacakan keputusan, bahwa Nadin telah resmi menjadi janda di usia 21 tahun. Ya waktu Nadin menikah berusia 18 tahun, lulus SMA langsung nikah.


"Terus pembagian harta gono gininya kapan?" tanya bu Siti tanpa malu


"Harta gono gini?, emang anak ibu pernah nafkai keponakan saya?" jawab om Hamzah yang mendampingi Nadin


"Pokonya saya ga terima, kalo anak saya ga dapat harta gono gini"


"Maaf ini bukan tempat ribut, silahkan selesaikan masalahnya di luar.... "


"Ayo om, kita langsung pulang aja.... " bisik Nadin


Nadin dan om nya keluar dari ruangan, dan langsung pulang, tanpa menghiraukan makian dan cacian yang keluar dari mulut bu Siti.


.............


Baru melangkah masuk, Nadin langsung keluar lagi karena ada yang berbuat onar.


"Eh perempuan gatel, jangan serakah dong, bagi tuh hartanya janagn di embat sendirian......... " teriak mantan adik madunya


"Iya, masa ga mau di bagi harta gono gininya........ "


Nadin mengelus dada dengan tingkah sang mantan mertua dan adik madunya. Mereka sama sekali tidak punya malu, menuntut harta yang tidak perna Nadin tau.


"Bu,harta yang mana yang ibu maksud?"


"Alah jangan so bodoh, itu hasil swalayan mu sama swaha..... "


"Ibu kata siapa kalo saya punya swalayan?"


"Ga penting, yang penting kamu harus membaginya..... "


Para tetangga Nadin berhambuarn keluar rumah, menyaksikan keributan ini. Mereka berkasak kusuk tidak jelas.


"Mas tolong kamu bawa ibu mu dan istrimu pergi dari sini juka kamu punya malu.... "


"Ga, ibu ga akan pergi sebelum kamu memberikan harta itu...."


"Mas jangan paksa aku melakukan kekerasan.... "


"Iya, ayo bu Fan kita pergi, malu tuh di liatin tetangganya Nadin....... " menyeret keduanya


"Semuanya tolong bubar ya..... "


Semuanya pun membubarkan diri. Nadin pun masuk kedalam, dia tak habis pikir kenapa ada keluarga seperti itu, dari kalangan kyai lagi.


"Nadin..... "


"Iya bu..... "


"Kamu ga papa?"


"Cuma pusing, Nadin mau tidur dulu ya bu.... "


"Ia, jangan lupa solat duhur dulu.... "


"Siap bu..... "


Nadin berlalau ke kamar nya, dia mengambul wudu, lalu solat dzuhur.


Setelah solat dan berdzikir singkat, Nadin tidur. Dia berharap semoga pusing nya hilang dan Nadin juga berharap, agar kejadian seperti ini tidak akan ada lagi.

__ADS_1


__ADS_2