Perempuan Kedua

Perempuan Kedua
Keterkejutan Putra


__ADS_3

Putra segera mengendarai mobilnya meninggalkan kafe milik Rafa. Sepanjang perjalanan ia masih memikirkan apa yang Rafa katakan padanya.


"Aku sangat mengenal Rafa, rasanya tidak mungkin jika dia berbohong tentang pernikahannya, meskipun dia sudah tidak menganggapku teman tetapi aku yakin dia tidak mungkin membohongiku, tapi..... kenapa bisa? kenapa bisa terjadi pernikahan yang sudah berjalan cukup lama tanpa ada cinta diantara mereka berdua? rasanya itu mustahil mengingat tidak pernah terlihat ada masalah antara Rafa dan Maya!"


Putra menghela nafasnya kasar, meskipun sulit baginya untuk mempercayai ucapan Rafa namun dalam hatinya ia yakin jika Rafa tidak mungkin berbohong padanya.


Setelah beberapa lama dalam perjalanan, Putrapun membawa masuk mobilnya ke tempat parkir lalu berjalan pelan ke arah salah satu tangga menuju ke lantai dua.


Dari depan pintu yang ada di lantai dua itu, dentuman musik mulai terdengar meski cukup lirih. Putrapun masuk dan disambut oleh gemerlap lampu dan para gadis yang berjoget sembari memamerkan lekuk tubuhnya.


Putra hanya tersenyum tipis pada gadis gadis itu lalu membawa langkahnya duduk di salah satu kursi yang ada di depan bartender yang sedang beraksi dengan shaker di tangannya.


"Halo bro, sudah lama sekali kau tidak datang!" ucapnya pada Putra.


Putra hanya menganggukkan kepalanya pelan tanpa mengatakan apapun. Bartender yang merupakan teman Putra itupun segera menaruh segelas minuman di hadapan Putra dan tanpa ragu Putrapun meneguknya sampai habis.


Di tengah keramaian yang ada di ruangan itu, Putra memicingkan matanya menatap sosok yang tampak tidak asing di matanya.


Putrapun beranjak dari duduknya lalu mendekati perempuan yang sedari tadi di lihatnya.


"Maya, apa yang kau lakukan disini?" tanya Putra sambil menarik tangan Maya yang sedang menari bersama seorang laki laki.


"Putra, kau....."


"Ayo pergi!" ucap Putra sambil menarik tangan Maya untuk pergi, namun laki laki di depan Maya segera menepis tangan Putra.


"Siapa kau?" tanyanya pada Putra.


Putra terdiam beberapa saat memperhatikan laki laki yang baru saja menepis tangannya.


"Kau..... kau pimpinan divisi produksi bukan?" tanya Putra memastikan.


Laki laki itupun begitu terkejut ketika Putra menanyakan hal itu padanya.


"Aaahhh aku tau sekarang, jadi kau sempat pergi ke kantor untuk menemuinya?" tanya Putra pada Maya saat ia ingat ketika Maya pernah datang ke kantornya tiba tiba, bukan untuk menemui Rafa ataupun Pak Adam.

__ADS_1


"Ikut aku!" ucap Maya lalu menarik tangan Putra, namun dihentikan oleh Bagas, laki laki yang bersama Maya.


Putra kemudian mengambil dompetnya, mengeluarkan kartu namanya dan memberikannya pada Bagas


"Temui aku di kantor besok jika kau ingin berbicara denganku!" ucap Putra lalu berjalan pergi begitu saja bersama Maya.


Sedangkan Bagas hanya terdiam bersama keterkejutannya saat ia tau siapa Putra sebenarnya.


Di sisi lain, Maya dan Putra berada di tempat lain yang tidak terlalu berisik.


"Kenapa kau ada disini bersamanya? ada hubungan apa kau dan dia?" tanya Putra pada Maya.


"Sepertinya aku tidak perlu menjelaskannya padamu, kau sudah dewasa jadi kau pasti tau," jawab Maya.


"Apa kau sudah gila? Rafa....."


"Rafa sudah mengetahuinya," ucap Maya memotong ucapan Putra yang membuat Putra semakin terkejut.


"Astaga, ada apa sebenarnya antara kalian berdua?" tanya Putra sambil mengacak acak rambutnya kasar.


"Tapi kalian berdua sudah menikah, kenapa kalian main main dengan pernikahan kalian?"


"Kau tidak perlu terlalu ikut campur tentang masalah ini Putra, biarkan aku dan Rafa menjalaninya seperti yang kita mau!" ucap Maya lalu berjalan pergi meninggalkan Putra begitu saja.


"Maya, tunggu!" ucap Putra dengan menahan tangan Maya.


"Apa lagi?" tanya Maya kesal.


"Apa kau sadar dengan apa yang kau lakukan sekarang? apa kau yakin ini tidak akan menjadi masalah nantinya?" tanya Putra.


"Tidak akan ada masalah kalau kau diam dan berhenti ikut campur masalahku dengan Rafa," jawab Maya.


"Aku tidak bermaksud ikut campur Maya, Rafa adalah temanku, keluarga Rafa sudah seperti keluargaku sendiri, aku hanya tidak ingin pernikahan Rafa bermasalah," ucap Putra.


"Aku dan Rafa sudah menjalani pernikahan kita yang seperti ini sejak dulu dan tidak pernah ada masalah yang berarti di antara kita, jadi berhenti sok peduli seperti ini, lebih baik urus saja urusanmu sendiri!" ucap Maya lalu berjalan pergi meninggalkan Putra begitu saja.

__ADS_1


Putra masih terdiam di tempatnya berdiri, ia tidak habis pikir dengan apa yang terjadi antara Rafa dan Maya.


Putra kemudian membawa langkahnya masuk ke dalam mobilnya, mengendarai mobilnya pergi meninggalkan bar itu.


"Jadi apa yang Rafa katakan benar, mereka benar benar tidak menjalani pernikahan mereka layaknya suami istri!"


Putra kemudian menepikan mobilnya lalu menghubungi Rafa, memastikan jika Rafa masih ada di kafe.


"Apa kau masih di kafe?" tanya Putra saat Rafa sudah menerima panggilannya.


"Iya, kenapa?" balas Rafa.


"Tetap disana, aku akan menemuimu," ucap Putra lalu mengakhiri panggilannya.


Putra kemudian mengendarai mobilnya ke arah kafe Rafa untuk menemui Rafa. Sesampainya disana, sudah ada Rafa yang menunggunya di bangku outdoor.


Putrapun segera membawa langkahnya duduk di hadapan Rafa.


"Aku hanya ingin memastikan sesuatu," ucap Putra pada Rafa.


"Apa om adam dan Tante Rosa tau tentang hubunganmu dengan Maya?" lanjut Putra bertanya.


"Tidak, Mama sempat curiga dan hal itu membuat Mama harus dirawat di rumah sakit karena terlalu memikirkannya," jawab Rafa.


"Sampai kapan kau akan terus seperti ini Rafa? apa kau tidak sadar jika kau sudah membohongi keluargamu?"


"Aku sudah jatuh dalam keputusanku yang salah dan aku tidak ingin jatuh untuk yang kedua kalinya, jadi aku harus lebih berhati hati agar tidak membuat Mama kecewa!" balas Rafa.


"Apa kau sungguh mencintai Tiara?" tanya Putra yang membuat Rafa segera membawa pandangannya pada Putra.


"Aku sangat mencintainya, dia perempuan pertama yang membuatku jatuh cinta segila ini!" jawab Rafa penuh keyakinan.


"Jika memang begitu, ceraikan Maya sebelum kau mendekati Tiara!" ucap Putra dengan tegas yang membuat Rafa terdiam.


"Ceraikan Maya maka aku tidak akan mengganggu hubunganmu dengan Tiara, jika tidak maka jangan salahkan aku jika aku masih berusaha untuk mendapatkan Tiara dan jika aku sudah mendapatkannya, aku tidak akan pernah melepaskannya sedikitpun, akan aku pastikan kau tidak akan pernah bisa mendekati Tiara lagi!" lanjut putra yang membuat Rafa semakin tidak bisa berkata kata lagi.

__ADS_1


__ADS_2