
Melihat keributan yang terjadi antara Kevin dan Bima, mahasiswa lainpun segera melerai mereka berdua.
Namun Bima menjelaskan bahwa pertengkaran mereka berdua bukanlah hal yang serius, hanya terjadi sedikit kesalahpahaman yang membuat Kevin emosi. Bima juga meminta mahasiswa yang lain agar tidak terlalu meributkan hal tersebut.
Kevin kemudian berjalan pergi begitu saja, sedangkan mahasiswi lain mengkhawatirkan keadaan Bima yang merupakan dosen favorit para mahasiswi di fakultas itu.
Mendengar Kevin yang baru saja berkelahi dengan Bima, Belapun segera mencari keberadaan Kevin.
"Aku pikir kau babak belur karena dihajar oleh Pak Bima," ucap Bela setelah ia bertemu dengan Kevin.
"Justru aku yang akan membuatnya babak belur jika tidak ada mahasiswa lain yang menahanku," balas Kevin.
"Waaahhh kau memang jagoanku," ucap Bela yang hendak memeluk Kevin namun Kevin menghindar.
"Sebenarnya apa yang membuatmu bertengkar dengan Pak Bima? sebentar lagi kita akan lulus Kevin, aku harap kau tidak membuat masalah sebelum kelulusanmu!"
"Kau benar, aku harus lebih menjaga emosiku di dalam kampus," balas Kevin tanpa menjawab pertanyaan Bella.
"Ya sudah jika kau baik-baik saja, aku harus segera pergi karena sebentar lagi aku harus menemui dosen pembimbingku," ucap Bella yang hanya dibalas anggukan kepala oleh Kevin.
Tak lama kemudian seseorang datang dan memukul punggung Kevin dengan cukup keras, membuat Kevin mengaduh kesakitan.
"Apa yang kau lakukan pada kak Bima? kau mau mencari masalah denganku?"
"Dia yang mencari masalah denganku Ra," jawab Kevin.
"Sudahlah Kevin jangan terlalu mencampuri urusanku dengan kak Bima, kau tidak akan mengerti bagaimana hubunganku dengan kak Bima karena kau tidak pernah ada di posisiku ataupun di posisi kak Bima," ucap Tiara.
"Apa kau tidak takut jika suatu hari nanti kak Gita mengetahui hal itu? apa kau bisa membayangkan bagaimana kecewanya kak Gita padamu?"
"Aku tahu, aku juga tidak ingin berlama-lama seperti ini, tapi aku tidak bisa benar-benar mengendalikan apa yang ada di hatiku Kevin!"
"Kau bisa Ra, aku yakin kau bisa mengendalikannya asalkan kau sendiri berniat untuk menjauhi kak Bima," ucap Kevin berusaha meyakinkan Tiara.
"Tapi bisakah kau berjanji padaku Kevin, tolong jangan melakukan hal ini lagi pada kak Bima!"
__ADS_1
"Aku tidak bisa berjanji karena aku tidak akan tinggal diam jika dia menyakitimu," ucap Kevin.
Tiara menghela nafasnya panjang lalu menyandarkan kepalanya di bahu Kevin.
"Andai aku bisa memilih pada siapa aku jatuh cinta, pasti aku tidak akan memilih untuk jatuh cinta pada kak Bima jika aku tahu dia akan menjadi suami dari kakakku," ucap Tiara.
"Semuanya sudah terjadi Ra, tapi kau masih bisa berusaha keluar dari ketersesatanmu," balas Kevin.
Tiba-tiba sebuah langkah mendekat dari arah belakang Tiara dan Kevin, si pemilik langkah itu segera memisahkan kepala Tiara yang bersandar di bahu Kevin, membuat Tiara dan Kevin segera membawa pandangan mereka ke arah belakang.
"Aahh kau lagi, aku sudah menduganya, apa kau tidak bisa membiarkan Kevin hidup dengan damai sebentar saja?" ucap Bella sambil mendorong Tiara agar menjaga jarak dengan Kevin.
"Apa maksudmu? justru kedatanganmu yang membuat hidupnya tidak damai," balas Tiara lalu beranjak dari duduknya dan pergi begitu saja.
"Memangnya dia pikir dia siapa, justru aku yang selalu memberikan kedamaian dalam hidupmu, benar bukan?" ucap Bella dengan membawa pandangannya pada Kevin.
Kevin hanya tersenyum tipis dengan menganggukkan kepalanya lalu pergi begitu saja meninggalkan Bella yang kini duduk sendiri di tempat itu.
"Hmmmm..... selalu aku yang ditinggal sendirian," gerutu Bella kesal.
Jam sudah menunjukkan pukul 4 sore saat Tiara sampai di rumahnya. Seperti biasa Tiara banyak menghabiskan waktu di kamarnya untuk mengerjakan skripsinya.
Saat tidak ada Gita di dalam rumahnya, hari-hari Tiara hanya dia lewati di dalam kamarnya karena ia terlalu malas untuk bertegur sapa dengan mama tirinya.
Tooookkk tooookkk tooookkk
"Masuk," ucap Tiara malas tanpa beranjak dari kursinya.
Sebuah langkah masuk ke dalam kamar Tiara lalu duduk di tepi ranjang Tiara.
"Ternyata kamarmu cukup rapi!"
Mendengar suara laki laki yang ada di dekatnya, Tiarapun segera membawa pandangannya ke arah sumber suara. Ia begitu terkejut karena mendapati Bima yang duduk di tepi ranjangnya.
"Apa yang kak Bima lakukan disini? keluarlah kak, jangan membuat kak Gita dan mama Laras salah paham!" ucap Tiara yang segera beranjak dari duduknya.
__ADS_1
Bima hanya tersenyum tipis lalu membawa langkahnya mendekati Tiara.
"Tidak ada siapapun di rumah ini kecuali kau dan aku," ucap Bima dengan jarak yang cukup dekat dengan Tiara.
"Tapi bukan berarti......"
CUUUUUPPPPPP
Sebuah kecupan singkat mendarat di bibir Tiara, membuat Tiara seketika menghentikan ucapannya.
Tiara terdiam untuk beberapa saat, ia tidak menyangkapi Bima akan melakukan hal itu padanya di saat Bima sudah sah menjadi suami dari kakaknya.
Saat Bima akan mengulangi hal itu Tiara segera membawa langkahnya mundur beberapa langkah.
"Kenapa Ra? bukankah kau juga menginginkan hal ini?" tanya Bima yang membuat Tiara menggelengkan kepalanya dengan cepat.
"Kau tidak perlu menyembunyikannya dariku Tiara, kita sudah cukup lama berhubungan diam-diam dan belum pernah melakukan hal ini, jadi sekarang....."
PLAAAAAAAKKKKKKK
Satu tamparan mendarat dengan keras di pipi Bima, Tiara tidak menyangka Bima akan mengatakan hal itu padanya.
"Hanya karena Tiara mau menjalin hubungan diam-diam dengan kakak bukan berarti Tiara tidak punya harga diri lagi, jadi tolong jaga ucapan kak Bima!" ucap Tiara penuh emosi.
"Aku hanya merindukanmu Ra, aku mengerti kenapa kau marah padaku, maafkan aku yang tiba-tiba pergi tanpa mengabarimu, aku hanya perlu waktu untuk memikirkan hubungan kita," balas Bima.
"Tiara tidak peduli, sekarang cepat keluar dari kamar Tiara!" ucap Tiara sambil mendorong Bima.
"Dengarkan aku dulu Tiara, hubungan kita belum berakhir, aku sengaja menjauh darimu untuk memastikan perasaanku padamu dan ternyata aku masih mencintaimu seperti dulu bahkan setelah aku menikahi Gita," ucap Bima dengan menggenggam erat kedua tangan Tiara.
"Jika memang menurut kak Bima hubungan kita belum berakhir maka saat ini Tiara yang akan mengakhiri hubungan kita dan mulai saat ini juga tolong jauhi Tiara dan anggap Tiara sebatas adik ipar bagi kak Bima!" ucap Tiara sambil berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Bima.
"Tidak bisa Ra, bagaimana mungkin aku bisa menganggapmu sebagai adik ipar sedangkan dalam hatiku menyimpan cinta untukmu," balas Bima tidak setuju.
"Tiara tidak peduli, yang terpenting sekarang hubungan kita benar-benar sudah berakhir, Tiara akan melupakan semuanya tentang kakak dan Tiara akan menghapus semua perasaan yang selama ini Tiara simpan untuk kakak," ucap Tiara dengan tegas.
__ADS_1
Tiba tiba terdengar langkah kaki menaiki tangga yang membuat Bima segera melepaskan tangan Tiara dari genggamannya.