Perempuan Kedua

Perempuan Kedua
Memulai


__ADS_3

Gita tersenyum mendengar pertanyaan Tiara, dia bisa memahami kenapa Tiara menanyakan hal itu padanya karena memang ia tidak pernah dekat dengan Bima sebelumnya.


"Kau benar Tiara, kakak memang tidak pernah dekat dengan Bima, tetapi pertunangan kita bukan karena permintaan mama, orang tua Bima sendiri yang datang kesini untuk meminta kakak menjadi istri Bima," jawab Gita.


"Tapi apa kakak mencintai kak Bima?" lanjut Tiara bertanya.


Gita tersenyum dengan menggelengkan kepalanya, membuat Tiara begitu terkejut namun ia berusaha menyembunyikan keterkejutannya.


"Kalau kakak tidak mencintai kak Bima kenapa kakak menerima pertunangan ini? apa kakak akan bahagia dengan pernikahan kakak nanti jika kakak tidak mencintai suami kakak?" tanya Tiara.


"Cinta itu bukanlah hal yang terpenting Tiara, sekarang lihat saja Bima, dia tampan dia seorang dosen dia juga berasal dari keluarga yang kaya raya, tidak ada alasan bagi kakak untuk tidak menerima lamaran Bima," jawab Gita.


"Lalu bagaimana dengan kak Bima? apa itu artinya cinta kak Bima untuk kak Gita bertepuk sebelah tangan?" tanya Tiara.


"Kakak juga tidak tahu Ra, walaupun Bima tidak mencintai kakak itu bukan masalah untuk kakak, seiring dengan berjalannya waktu kita pasti bisa saling mencintai jika kita sudah tinggal satu atap," jawab Gita santai.


Tiara hanya tersenyum tipis mendengar jawaban Gita, ia tidak menyangka jika Gitapun tidak mencintai Bima dan hanya menerima lamaran itu karena ketampanan dan status sosial Bima.


"Kakak mengerti kenapa kau banyak bertanya tentang hubungan kakak dengan Bima, pasti pertunangan kita membuatmu terkejut bukan?" tanya Gita.


Tiara hanya menganggukkan kepalanya dengan tersenyum canggung tanpa mengatakan apapun.


"Kakak lihat kau cukup dekat dengan Bima, apa Bima tidak mengatakan apapun padamu?" tanya Gita.


"Tidak kak, kak Bima tidak mengatakan apapun tentang pertunangannya dengan kakak," jawab Tiara.


Waktupun berlalu, tepat jam 8 malam Tiara mengirim pesan pada Bima.


"Kak, Tiara ingin bertemu kakak!"


Selang beberapa menit kemudian Bimapun membalas pesan Tiara.


"Kita bertemu di taman melati Ra, agar tidak ada yang melihat kita!"


"Baik kak," balas Tiara lalu segera memasukkan ponselnya ke dalam tasnya kemudian keluar dari rumah.

__ADS_1


Tiara menunggu bus di halte untuk beberapa lama sebelum akhirnya buspun datang, Tiara segera naik untuk menuju ke taman melati tempat ia akan bertemu Bima.


"apa yang aku lakukan ini benar? apa aku boleh bahagia dengan cara seperti ini?" tanya Tiara dalam hati.


Setelah ia mengetahui bahwa Gita tidak mencintai Bima, Tiara memutuskan untuk memberitahu Bima dan menerima apapun keputusan Bima, entah untuk melepaskannya ataupun menjalin hubungan dengannya.


Sesampainya di taman melati, Tiara segera membawa langkahnya masuk dan duduk di salah satu bangku yang ada di dalam taman.


Suasana taman melati itu memang cukup sepi dengan lampu temaram yang ada di beberapa sudut taman, membuat siapapun tidak akan bisa melihat siapa yang duduk di bangku taman jika tidak melihatnya dengan jarak yang sangat dekat.


Setelah beberapa lama menunggu, seorang laki-laki tampak berjalan mendekat ke arah Tiara. Dengan senyum yang mengembang di bibirnya laki-laki itu membawa langkahnya duduk di samping Tiara.


"Apa kau sudah lama menunggu?" tanya Bima yang hanya dibalas gelengan kepala oleh Tiara.


"Tiara sudah menanyakannya pada kak Gita kak," ucap Tiara pada Bima.


"Apa yang kau tanyakan padanya Ra?" balas Bima bertanya.


"Tiara hanya ingin tahu apa kak Gita mencintai kak Bima dan ternyata.... kak Gita....."


"Dari mana kak Bima tahu?" tanya Tiara.


"Aku dan Gita tidak pernah mengenal dan dekat satu sama lain, jadi rasanya tidak mungkin jika Gita tiba-tiba mencintaiku, apapun alasannya menerima pertunangan ini aku yakin pasti bukan karena dia mencintaiku," jawab Bima.


"Tapi...... apa kakak benar-benar tidak mencintai kak Gita?" tanya Tiara.


"Aku tidak mempunyai perasaan apapun padanya Ra, selama ini aku sangat dekat denganmu dan sudah lama menyimpan perasaanku hanya untukmu, maafkan aku yang terlalu pengecut karena tidak berani mengungkapkannya padamu hanya karena kedatangan Kevin dalam hidupmu," jawab Bima meyakinkan Tiara.


Tiara tersenyum tipis dengan membawa pandangannya menatap hamparan gelap langit malam di atasnya.


"Bukankah semua ini sudah terlambat kak?" tanya Tiara tanpa membawa pandangannya pada Bima.


"Tidak Ra, pernikahan ini belum terjadi, aku akan membatalkannya, aku berjanji tidak akan ada pernikahan antara aku dan Gita," jawab Bima meyakinkan Tiara.


"Tapi keluarga kakak dan mama Laras sudah mempersiapkan pernikahan kakak, apa yang akan mereka katakan jika kakak tiba-tiba membatalkannya?"

__ADS_1


"Kau tidak perlu terlalu memikirkannya Ra, aku yang akan mengurus semuanya," jawab Bima.


Tiara lalu membawa pandangannya pada Bima, menatap laki-laki di sampingnya tanpa mengucapkan apapun.


Debar-debar dalam hatinya kembali menggetarkan jiwanya. Ia seperti mencium aroma bunga-bunga yang merekah dalam hatinya.


"Aku akan menyelesaikan masalah ini dengan baik Ra, jadi tunggu aku," ucap Bima dengan menatap kedua mata Tiara dengan dalam.


Tiara menganggukkan kepalanya dengan tersenyum, Bimapun menggeser posisi duduknya lalu memeluk Tiara.


Tiara hanya terdiam dalam pelukan Bima, pada akhirnya laki-laki yang diam-diam dicintainya kini sudah ada dalam pelukannya.


**


Hari-hari telah berlalu, Tiara dan Bima diam-diam menghabiskan waktu berdua. Tiara bahkan tidak menceritakan hubungannya dengan Bima pada Kevin karena ia tahu Kevin akan menentang hubungannya dengan Bima.


Malam itu Tiara dan Bima bertemu di salah satu pusat perbelanjaan yang cukup jauh dari rumah mereka.


Seperti biasa mereka selalu bertemu di tempat yang jauh agar tidak ada orang-orang yang mengenalnya yang melihat kebersamaan mereka.


Bima mengajak Tiara untuk memilih perhiasan yang Tiara inginkan. Setelah beberapa lama memilih dan mencoba kalung, akhirnya Tiara memutuskan untuk memilih satu kalung yang menarik perhatiannya.


"Apa kau ingin memakainya sekarang?" tanya Bima setelah ia membayar kalung yang Tiara pilih.


"Tidak kak, Tiara akan menyimpannya, mama Laras pasti akan banyak bertanya jika melihat Tiara memakai kalung ini," jawab Tiara.


"Baiklah kalau begitu."


Tiara dan Bima kemudian keluar dari toko perhiasan itu, namun tiba-tiba seseorang memanggil nama mereka berdua, membuat mereka berdua kompak menghentikan langkah mereka.


"Tiara, Bima!" panggil Gita yang begitu terkejut karena melihat Bima dan Tiara yang baru saja keluar dari toko perhiasan.


Melihat Gita yang berada tak jauh dari mereka berdua, Tiara dan Bima hanya terdiam dan saling pandang untuk beberapa saat.


Degup jantung Tiara memompa dengan cepat seolah ia tengah tertangkap basah sedang menjadi perempuan kedua dalam hubungan kakak tirinya.

__ADS_1


__ADS_2