
Tiara hanya terdiam untuk beberapa saat, rasanya sangat menyakitkan mendengar apa yang Kevin ucapkan padanya.
Tiara kemudian berjalan pergi meninggalkan Kevin begitu saja dan mengabaikan Kevin yang terus memanggilnya.
Sesampainya di rumah, Tiara segera berlari kecil ke arah kamarnya namun tiba-tiba sang mama tiri memanggilnya.
"Tiara tunggu!" panggil sang mama tiri yang membuat Tiara menghentikan langkahnya namun tidak membalikkan badannya.
"Dari mana saja kau? sudah beberapa hari ini kau jarang di rumah bahkan kau tidak bersama Kevin, apa yang kau lakukan di luar sana Tiara? kau....."
"Tiara mengerjakan skripsi ma, jika mama ingin marah tolong jangan sekarang, Tiara benar-benar lelah hari ini," ucap Tiara lalu kembali melanjutkan langkahnya untuk naik ke lantai 2 menuju ke kamarnya, namun dengan cepat sang mama menghampiri Tiara dan menarik tangan Tiara dengan kasar.
"Jangan berbohong Tiara, mama tahu kau sedang bersama Bima bukan? mama pernah melihatmu masuk ke mobil Bima beberapa hari yang lalu sebelum Kevin datang untuk mencarimu," ucap Mama Laras.
"Tiara sudah bilang Tiara mengerjakan skripsi dan mamapun tahu kak Bima adalah dosen Tiara, jadi wajar bukan jika Tiara mengerjakan skripsi bersama kak Bima!"
"Tapi kau terlalu sering bersama Bima, apa kau lupa bahwa dia tunangan kakakmu?"
"Lalu apa salah Tiara ma? kak Bima hanya membantu Tiara untuk mengerjakan skripsi, tolong mama jangan membuat masalah yang bisa membuat kak Gita salah paham!"
"Seharusnya kau yang berhenti membuat masalah Tiara, kau bisa melanjutkan kuliahmu berkat nama dan Gita, jika bukan karena mama dan Gita kau pasti sudah terlantar di jalanan sekarang!"
Tiara menganggukkan kepalanya dengan tersenyum tipis lalu membawa pandangannya menatap kedua mata sang mama tiri.
"Jika bukan karena warisan papa, mamapun tidak akan tinggal disini bukan?"
"Jaga ucapanmu Tiara, dimana sopan santunmu!"
"Sejak papa meninggal sikap mama sangat jauh berbeda pada Tiara, semakin lama mama semakin menunjukkan sikap asli mama, papa pasti sangat menyesal karena sudah mempercayakan Tiara pada mama yang ternyata hanya mengincar harta papa!" ucap Tiara yang sudah kehilangan kesabarannya.
PLAAAAAAKKKK
Satu tamparan keras mendarat di pipi Tiara namun Tiara masih bisa berdiri tegak di hadapan sang mama tiri.
"Seharusnya kau bersyukur karena mama masih mengizinkanmu tinggal disini, jadi mama minta jauhi Bima atau mama akan benar-benar mengusirmu dari sini!" ucap Mlmama Laras lalu berjalan pergi begitu saja.
Tiara hanya menghembuskan nafasnya kasar lalu berjalan masuk ke dalam kamarnya dan menjatuhkan dirinya di atas ranjangnya.
__ADS_1
"Ini bukan apa-apa, ini juga bukan yang pertama kali, ini sudah biasa untukku dan ini tidak cukup untuk membuatku bersedih dan menangis," ucap Tiara sambil mengusap pipinya yang baru saja ditampar oleh mama tirinya.
Biiiiipppp biiiiippp biiiipp
Ponsel Tiara berdering, sebuah pesan masuk dari Bima.
"Kakak menunggumu nanti malam di tempat biasa!"
Tiara hanya membaca pesan itu tanpa membalasnya lalu kembali menaruh ponselnya.
"Apa aku sudah melakukan kesalahan? apa aku tidak seharusnya berhubungan dengan kak Bima?" tanya Tiara pada dirinya sendiri.
Tiara kemudian menggelengkan kepalanya lalu segera beranjak dari ranjangnya dan membalas pesan dari Bima dengan stiker lucu.
"tidak..... tidak ada yang salah dengan hubunganku dengan kak Bima, lagi pula kak Bima dan kak Gita tidak saling mencintai dan pertunangan mereka hanyalah karena perjodohan," ucap Tiara dalam hati.
**
Jam sudah menunjukkan pukul 8 malam saat Tiara berjalan keluar dari rumahnya.
"Berhenti!" ucap mama Laras yang membuat Tiara menghentikan langkahnya.
"Apa maksud mama? Tiara bukan anak kecil lagi ma, banyak hal yang harus Tiara kerjakan, apalagi Tiara juga harus segera menyelesaikan skripsi," protes Tiara.
"Apa kau tidak bisa berhenti membantah mama, Tiara?"
"Ma sudahlah, Tiara sudah dewasa, jangan memperlakukan Tiara seperti anak kecil," sahut Gita yang berjalan ke arah Tiara.
"Kau juga harus berhenti membelanya Gita, jangan membuat dia bergantung padamu," ucap sang mama.
"Gita bukan membela Tiara ma, Tiara hanya ingin mengerjakan skripsinya, mama tahu sendiri bukan Gita juga sering keluar malam untuk mengerjakan skripsi saat Gita masih kuliah!"
Mama Laras menghela nafasnya kasar lalu membawa pandangannya pada Tiara.
"Baiklah kau boleh pergi asalkan jangan pulang terlalu malam atau mama akan mengunci semua pintu dan tidak membiarkanmu masuk," ucap mama Laras pada Tiara.
"Siap, terima kasih ma," balas Tiara senang.
__ADS_1
"Kau harus berterima kasih pada Gita, jika bukan karena Gita, mama pasti sudah melarangmu untuk keluar jadi mama harap kau tidak akan membuat Gita bersedih karena Gita yang selalu membelamu di rumah ini," ucap mama Laras lalu berjalan pergi begitu saja.
"Sudah pergilah, jangan menghiraukan mama, mama hanya terlalu mengkhawatirkanmu jika kau pulang terlambat," ucap Gita pada Tiara.
"Terima kasih kak Gita, Tiara pergi dulu," ucap Tiara lalu segera berjalan pergi meninggalkan rumah.
Tiara memesan taksi yang akan membawanya ke tempat dimana dia akan bertemu Bima.
Sesampainya di taman tempat biasa Tiara bertemu Bima, Tiara segera membawa langkahnya untuk duduk di salah satu kursi yang ada disana.
Tak lama kemudian terdengar langkah dari belakang Tiara dan tiba-tiba sebuah kalung tergantung di hadapan Tiara, membuat Tiara segera membawa pandangannya ke arah belakangnya.
"Kak Bima......"
Bima hanya tersenyum lalu memakaikan kalung yang dibawanya pada leher Tiara.
"Apa kau menyukainya?" tanya Bima lalu duduk di samping Tiara.
"Tiara menyukainya kak, tapi kenapa kakak memberikan Tiara kalung ini?"
"Kalung yang kau inginkan sekarang sudah menjadi milik Gita, jadi aku memilih kalung yang lain untukmu, maafkan aku karena tidak bisa menjagamu tetap bersamaku tadi siang."
"Tidak apa kak, Tiara mengerti," balas Tiara.
Tiba-tiba sekilas memorinya tentang ucapan Kevin padanya terlintas di kepala Tiara, membuatnya kembali ragu tentang hubungannya dengan Bima.
"Kak, apa Tiara boleh meminta sesuatu?" tanya Tiara pada Bima.
"Tentu saja, aku akan memberikan apapun yang kau minta," jawab Bima.
"Tiara minta kejelasan hubungan kita kak," ucap Tiara yang membuat Bima terdiam untuk beberapa saat.
"Tiara hanya tidak ingin apa yang kita jalani hanya akan berakhir sia-sia kalau pada akhirnya kak Bima dan kak Gita tetap melangsungkan pernikahan," ucap Tiara.
"Beri waktu aku untuk menyelesaikan semua ini Tiara, aku tidak ingin siapapun menyalahkanmu atas gagalnya pernikahan ini," balas Bima beralasan.
"Kakak tidak main-main dengan Tiara bukan?" tanya Tiara yang mulai ragu.
__ADS_1
"Tolong jangan meragukanku Ra, aku tidak pernah main-main denganmu, hanya saja aku butuh waktu agar semuanya berakhir dengan baik," ucap Bima berusaha meyakinkan Tiara.