
Tiara masih duduk bersama Gita, dalam hatinya ia bersyukur karena pada akhirnya hubungannya dengan Gita kembali hangat seperti dulu.
Meskipun ia masih dengan jelas mengingat bagaimana sikap buruk Gita padanya, namun hal itu tidak membuat Tiara menyimpan dendam pada Gita karena jauh dalam hatinya ia masih berharap jika ia bisa kembali berhubungan baik dengan Gita sebagai seorang kakak dan adik.
"Bagaimana kabar Mama Laras kak? Mama Laras pasti bahagia sekali memiliki cucu secantik ini," tanya Tiara pada Gita.
Gita terdiam beberapa saat sebelum ia menjawab pertanyaan Tiara, ia membawa pandangannya pada Tiara dengan tatapan yang tidak Tiara mengerti.
"Ada apa kak? apa terjadi sesuatu?" tanya Tiara.
"Banyak hal yang terjadi setelah pertemuan kita yang terakhir kali Tiara, dunia seperti membalikkan takdir hidupku dengan Mama, karma atas sikap burukku dan mama padamu seperti sedang berjalan menghancurkanku dan mama dengan pelan," jawab Gita dengan menundukkan kepalanya.
"Apa maksud kak Gita? kenapa kakak berbicara seperti itu?" tanya Tiara yang terkejut mendengar ucapan Gita.
Gita kemudian menceritakan pada Tiara tentang bagaimana hubungannya dengan Bima yang pada akhirnya membuat Bima menceraikannya.
Gita juga menjelaskan jika keadaan ekonominya bersama Mama Laras begitu sulit setelah ia bercerai dengan Bima, karena selama ini ia dan sang Mama memang hanya bergantung pada Bima.
"Sebelumnya aku minta maaf Tiara, aku tahu apa yang aku dan mama lakukan adalah hal yang sangat salah tapi aku dan mama tidak punya pilihan lain, jadi aku dan mama terpaksa menjual rumah yang sudah kau berikan padaku," ucap Gita di akhir ceritanya.
"Menjual? kak Gita pasti sedang bercanda bukan? kak Gita tidak mungkin menjual rumah pemberian papa, katakan pada Tiara kak Gita pasti bercanda bukan?" balas Tiara yang tidak mempercayai ucapan Gita.
"Aku tidak sedang bercanda Tiara, aku dan mama benar-benar sudah menjual rumah itu karena memang hanya itulah harta yang kita miliki, aku dan Mama sekarang bahkan tinggal di tempat kost yang sempit dan mama bekerja sebagai asisten rumah tangga demi kelangsungan hidup kita!"
Tiara terdiam dengan kedua mata berkaca-kaca, ia tidak menyangka jika rumah peninggalan orang tuanya yang penuh dengan kenangan sekarang menjadi milik orang lain.
Keterkejutan Tiara tidak berhenti sampai di situ, mendengar bagaimana sulitnya kehidupan Gita dan mamanya membuat Tiara tidak bisa berkata-kata lagi.
"Maafkan aku dan Mama Tiara, kita benar-benar tidak punya pilihan lain," ucap Gita yang merasa bersalah.
"Lalu bagaimana dengan kak Bima? bukankah kak Bima masih harus bertanggung jawab pada Bintang?" tanya Tiara.
"Dia sama sekali sudah tidak peduli padaku ataupun pada Bintang, terakhir kali aku dengar dia dan keluarganya pindah ke luar pulau setelah bisnis keluarganya bermasalah dan sejak saat itu aku sudah tidak pernah mendengar kabar darinya lagi," jawab Gita.
Tiara kembali terdiam mendengar penjelasan Gita, ia bisa membayangkan bagaimana sulitnya Gita dan Mama Laras menjalani kehidupan mereka yang seolah terbalik dengan kehidupan mereka yang sebelumnya.
"Kak Bima benar-benar keterlaluan!" ucap Tiara dengan raut wajah penuh emosi.
"Setidaknya aku bersyukur karena kau tidak melanjutkan hubunganmu dengan Bima karena ternyata dia memang bukan laki-laki yang baik untukmu," ucap Gita.
Seketika Tiara teringat bagaimana dulu ia berhubungan diam diam dengan Bima. Kesalahan fatalnya di masa lalu kini kembali membayang dalam memorinya.
"Maafkan Tiara kak, maafkan keegoisan Tiara di masa lalu, cinta benar-benar sudah membutakan Tiara saat itu, membuat Tiara tidak bisa benar-benar berpikir dengan baik," ucap Tiara yang masih merasa bersalah.
"Kau tidak bersalah Tiara, aku yakin jika Bima tidak mendekatimu tidak mungkin kau bisa berhubungan dengan Bima di belakangku," balas Gita.
"Lupakan saja tentang hal itu, Bima sama sekali tidak pantas untuk diingat," lanjut Gita yang hanya dibalas anggukan kepala oleh Tiara.
"Lalu bagaimana dengan kehidupan kakak dan mama Laras sekarang? apa kalian berdua bekerja?" tanya Tiara.
"Mama bekerja menjadi asisten rumah tangga dan aku baru saja bekerja di kafe milik Rafa, aku beruntung bisa bertemu dengannya karena dia mau membantuku dengan mempekerjakanku tanpa harus meninggalkan Bintang," jawab Gita.
"Bekerja di kafe kak Rafa? jadi apa mungkin yang pernah aku lihat saat itu adalah kak Gita?" batin Tiara bertanya dalam hati.
"Bagaimana hubunganmu dengan Rafa, Tiara? aku sudah menanyakannya pada Rafa tetapi Rafa tidak menjawab pertanyaanku dengan pasti, tapi sepertinya hubungan kalian sedang tidak baik-baik saja," tanya Gita.
"Lebih baik jangan membicarakannya lagi kak, Tiara sedang berusaha melupakan kak Rafa saat ini," jawab Tiara.
"Kenapa? apa terjadi sesuatu yang buruk antara kalian berdua?" tanya Gita.
Tiara hanya tersenyum tipis lalu menundukkan kepalanya, ia tidak mungkin menceritakan pada Gita tentang apa yang sebenarnya terjadi.
"Dimana tempat tinggal kak Gita sekarang? bolehkah Tiara datang kesana?" tanya Tiara berusaha mengalihkan pembicaraan tentang Rafa.
"Tentu saja boleh," jawab Gita.
Mereka berduapun meninggalkan tempat itu lalu menaiki bus yang membawa mereka ke arah tempat tinggal Gita.
__ADS_1
Setelah beberapa lama dalam perjalanan, buspun berhenti. Gita mengajak Tiara turun lalu berjalan beberapa meter memasuki sebuah gang yang semakin lama semakin sempit.
Hingga akhirnya mereka sampai di sebuah tempat kos yang berada di daerah yang cukup kumuh.
"Kakak tinggal disini bersama bintang dan Mama Laras?" tanya Tiara memastikan.
"Iya, disinilah kita tinggal karena memang keadaan ekonomi kita hanya mampu untuk menyewa tempat kost disini," jawab Gita.
Gita kemudian mempersilahkan Tiara masuk ke dalam tempat kostnya yang sempit.
Melihat keadaan Gita dan Mama Laras saat itu membuat hati Tiara terasa bersedih. Terlebih saat ia melihat anak kecil dalam gendongan Gita yang sedari tadi hanya diam dengan tenang.
Ia bisa membayangkan bagaimana tidak nyamannya mereka tinggal di tempat itu.
"Mama setiap hari pulang saat malam, apa kau mau menunggunya?" tanya Gita pada Tiara.
"Mungkin lain kali Tiara akan datang lagi kak, karena Tiara harus segera pulang untuk mengerjakan pekerjaan Tiara," jawab Tiara kemudian berpamitan untuk pulang.
Sebelum Tiara pulang ke tempat tinggalnya, ia memutuskan untuk pergi ke rumah yang dulu pernah ia tinggali bersama mama dan papanya.
Sesampainya Tiara disana Tiara hanya terdiam menatap rumah yang sekarang sudah menjadi milik orang lain.
"Mama dan papa pasti tidak menyukai hal ini, terlalu banyak kenangan yang tersimpan dalam rumah ini dan tidak seharusnya rumah ini berganti pemilik," ucap Tiara dalam hati lalu membawa langkahnya pergi meninggalkan rumah itu.
Saat melewati taman yang biasa ia datangi bersama Kevin, Tiarapun membawa langkahnya untuk duduk disana dan menghubungi Kevin.
Kevin yang begitu terkejut saat mendengar Tiara sudah kembali ke Indonesia dengan cepat mengendarai mobilnya untuk menghampiri Tiara yang menunggunya di taman.
Sesampainya disana iapun segera membawa langkahnya menghampiri Tiara yang duduk di bangku yang ada di bawah pohon.
Melihat Kevin datang, Tiara segera beranjak dari duduknya, mereka berpelukan untuk beberapa saat sebelum akhirnya mereka duduk disana.
"Sejak kapan kau kembali Tiara? kenapa kau tidak memberi tahuku sebelumnya?" tanya Kevin.
"Sejak satu Minggu yang lalu hehehe...."
"Semuanya serba tiba tiba Kevin, banyak hal yang harus aku lakukan saat aku baru sampai disini, jadi aku baru sempat menghubungimu," balas Tiara membela diri.
"Lalu apa kau kembali bekerja di perusahaan itu sekarang?" tanya Kevin yang hanya dibalas anggukan kepala oleh Tiara.
"Apa itu artinya kau sudah melupakan pak Rafa sekarang?" tanya Kevin dengan hati hati, takut tiba tiba membuat Tiara bersedih.
"Aku masih berusaha Kevin, setidaknya aku lebih bisa mengendalikan diriku sekarang, bagamaianapun juga karirku adalah prioritas utama untukku saat ini, jadi aku berusaha untuk mengesampingkan masalah pribadiku," jawab Tiara.
"Aku sangat setuju denganmu Tiara, semoga saja keputusanmu ini akan memberikan banyak hal baik dalam hidupmu," ucap Kevin.
"Aku menghubungiku karena ada sesuatu yang ingin aku tanyakan padamu Kevin, tentang kak Gita dan mama Laras," ucap Tiara.
"Ada apa? apa kau sudah bertemu mereka?"
"Aku sudah bertemu kak Gita dan kak Gita sudah menjelaskan semuanya padaku, kau pasti mengetahui apa yang terjadi pada kak Gita dan Mama Laras bukan?"
"Iya aku tau dan aku sengaja tidak memberi tahumu," jawab Kevin.
"Kenapa?"
"Mereka sangat jahat padamu Tiara, aku tidak ingin mereka memanfaatkanmu, apa lagi jika sampai hal itu membuat kuliah dan pekerjaanmu terganggu," jawab Kevin.
"Aku sudah melupakan masa lalu buruk itu Kevin, melihat apa yang terjadi pada kak Gita dan Mama Laras sekarang rasanya itu sudah lebih dari cukup jika dianggap sebagai karma," ucap Tiara.
"Apa kau memaafkan mereka dengan semudah itu?" tanya Kevin.
"Mungkin tidak mudah melupakan apa yang sudah mereka lakukan padaku, tapi jika mereka sudah menyesali semua itu dan mendapat balasan atas perbuatan mereka, lalu untuk apa aku masih menyimpan dendam? itu hanya akan membuatku semakin terbebani," balas Tiara.
"Lalu apa rencanamu sekarang?"
"Yang pasti aku akan mengambil kembali rumah orang tuaku, berapapun harga yang mereka minta aku akan memberikannya asalkan rumah itu bisa kembali padaku," jawab Tiara.
__ADS_1
"Dan kau akan meminta Tante Laras dan Gita untuk tinggal disana?" tanya Kevin yang kembali dibalas anggukan kepala oleh Tiara
"Hmmmm..... kau memang gadis yang baik, itu kenapa keberuntungan selalu ada di pihakmu," ucap Kevin sambil menepuk nepuk pelan kepala Tiara namun segera di tepis oleh Tiara
"Oh iya apa kau memberitahu Bella sebelum kau kembali kesini?" tanya Kevin.
"Tentu saja aku memberitahunya, asal kau tahu dia benar-benar sangat baik padaku, dia banyak membantuku walaupun dia juga sering marah padaku," jawab Tiara.
"Lalu kenapa dia tidak memberitahuku jika dia tahu kau akan kembali kesini?"
"Tanyakan saja padanya, tapi jangan sekali-kali melibatkanku aku tidak mau dia memarahiku lagi," ucap Tiara yang membuat Kevin terkekeh.
**
Hari berganti, setelah Tiara menyelesaikan pekerjaannya ia segera merapikan meja kerjanya kemudian keluar dari ruangannya.
Hari itu Tiara berniat untuk pergi ke kafe tempat Gita bekerja. Dengan menggunakan bus Tiara pergi ke kafe itu.
Sesampainya di kafe Tiara segera membawa langkahnya masuk ke dalam kafe namun ia sama sekali tidak melihat keberadaan Gita disana.
"Tiara!" panggil Chika sambil melambaikan tangannya pada Tiara yang masih berdiri menyapu pandangannya ke setiap sudut kafe.
"Kau kesini lagi? apa kau sangat merindukanku?" tanya Chika lalu mengajak Tiara untuk duduk di salah satu bangku yang ada disana.
"Aku memang merindukanmu tapi aku kesini untuk mencari seseorang," jawab Tiara.
"Seseorang?siapa?" tanya Chika penasaran.
"Perempuan yang bekerja disini dengan membawa anaknya, dia adalah kakak tiriku," jawab Tiara.
"Kakak tiri? kau serius?" tanya Chika tak percaya.
"Aku sudah lama tidak berhubungan dengan keluarga tiriku, baru kemarin aku bertemu dengannya dan dia memberitahuku jika dia bekerja disini bersama anak perempuannya," jawab Tiara.
"Waaahhh dunia benar-benar sempit sekali," ucap Chika dengan menggelengkan kepalanya pelan.
"Tapi sepertinya kau harus datang lain kali, hari ini dia izin untuk tidak masuk karena anaknya demam," lanjut Chika yang membuat Tiara begitu terkejut mendengar anak Gita yang sedang demam.
"Kalau begitu aku pergi dulu, aku akan menemuinya di rumahnya," ucap Tiara yang segera beranjak dari duduknya dan berjalan ke arah pintu yang berada di dekatnya.
Namun karena terburu-buru Tiara menabrak seseorang yang baru saja masuk ke dalam kafe.
Saat Tiara melihat seseorang di hadapannya, ia terdiam untuk beberapa saat lalu segera menundukkan kepalanya dan meminta maaf.
Tiara segera membawa langkahnya pergi, namun seseorang itu dengan cepat berlari mengejar Tiara.
"Tiara tunggu!" ucap Rafa sambil meraih tangan Tiara.
"Maaf pak, Tiara sedang buru-buru," ucap Tiara sambil menarik tangannya dari Rafa.
"Tiara, aku......"
"Tiara sudah menyelesaikan semua pekerjaan Tiara, laporan yang Pak Rafa minta juga sudah Tiara berikan pada asisten pribadi Pak Rafa, jadi Tiara pikir tidak ada masalah pekerjaan yang harus kita bicarakan, Tiara permisi," ucap Tiara memotong ucapan Rafa kemudian berjalan pergi.
Namun dengan cepat Raffa menghalangi langkah Tiara, membuat Tiara terpaksa menghentikan langkahnya.
"Kita harus bicara!" ucap Rafa lalu meraih tangan Tiara dan menariknya untuk diajak ke tempat parkir agar tidak terlihat keributan di antara mereka berdua.
"Tolong lepaskan Pak!" ucap Tiara sambil berusaha menarik tangannya dari Rafa.
Namun saat Tiara baru saja berhasil menarik tangannya dari Rafa dengan cepat Rafa meraih tubuh Tiara dan memeluknya dengan erat.
Tiara yang begitu terkejut segera meronta dan mendorong tubuh Rafa lalu melayangkan tamparan kerasnya pada Rafa, tak peduli jika Rafa adalah CEO tempat ia bekerja.
"Aku sudah cukup bersabar untuk menunggumu Tiara dan sekarang aku sudah tidak bisa lagi berpura-pura melupakan semua yang sudah terjadi diantara kita!" ucap Rafa.
"Apa yang Pak Rafa katakan? tidak ada apapun yang terjadi diantara kita, pak Rafa adalah CEO tempat Tiara bekerja dan Tiara adalah pegawai di perusahaan Pak Rafa, hanya sebatas itulah hubungan kita, Tiara permisi!" balas Tiara lalu berjalan pergi begitu saja.
__ADS_1