
Malam semakin larut, Tiara dan Bima berjalan keluar dari taman.
"Kali ini kakak tidak perlu mengantar Tiara kak," ucap Tiara pada Bima.
"Kenapa Ra?"
"Mama Laras sepertinya mencurigai kita, jadi mama Laras meminta Tiara untuk menjauhi kakak," jawab Tiara menjelaskan.
"Ini sudah sangat malam Ra, bahaya jika kau pulang sendirian," ucap Bima.
"Mama Laras pernah melihat Tiara masuk mobil kakak beberapa hari yang lalu, Tiara tidak ingin mama Laras semakin mencurigai Tiara kak," balas Tiara.
"Kalau begitu aku akan beralasan menemui Gita dan tidak sengaja bertemu denganmu di jalan!" ucap Bima.
"Jangan kak, mama....."
"Stop, jangan membantah!" ucap Bima memotong ucapan Tiara lalu menarik tangan Tiara, membawanya masuk ke dalam mobil.
Sesampainya di depan rumah Tiara, mereka berduapun keluar dari mobil.
Belum sampai Tiara membuka pintu, pintu tiba tiba terbuka dan Gita sudah berdiri disana.
"Kalian..... datang berdua?" tanya Gita dengan membawa pandangannya pada Tiara dan Bima.
"Aku bertemu Tiara di halte kampus, jadi sekalian aku mengantarnya pulang karena aku ingin menemuimu," jawab Bima memberi alasan.
"Oohh masuklah," balas Gita lalu membawa langkahnya masuk ke dalam rumah diikuti oleh Bima dan Tiara.
"Tiara masuk dulu kak," ucap Tiara pada Gita dan Bima.
"Makan malamlah dulu sebelum tidur, kakak sudah membeli makanan kesukaanmu karena khawatir kau tidak sempat makan karena sibuk dengan skripsimu," ucap Gita pada Tiara.
"Terima kasih kak," ucap Tiara yang dibalas anggukan kepala Gita.
Kini hanya ada Bima dan Gita di ruang tamu sedangkan Tiara segera naik ke lantai 2 untuk masuk ke kamarnya.
Tiara membaringkan badannya di ranjang memikirkan tentang hubungannya dengan Bima, dalam hatinya ia ragu apakah ia harus melanjutkan hubungan dengan Bima atau tidak.
__ADS_1
Namun ia mengingat ucapan Bima padanya yang berjanji akan segera mengakhiri hubungannya dengan Gita, membuat Tiara meyakinkan dirinya bahwa apa yang ia lakukan dengan Bima bukanlah kesalahan karena pada dasarnya Bima dan Gita tidak saling mencintai dan tidak akan ada yang tersakiti dengan berakhirnya hubungan Bima dan Gita.
Di sisi lain, setelah mengobrol beberapa lama Bimapun berpamitan untuk pulang.
"Kenapa buru-buru sekali? kau belum lama sampai," protes Gita.
"Ini sudah malam Gita, rasanya tidak etis jika aku menemuimu sampai larut malam seperti ini," balas Bima memberi alasan.
"Baiklah kalau begitu, terima kasih sudah mengantar Tiara pulang," ucap Gita.
Bima hanya menganggukkan kepalanya lalu beranjak dari duduknya diikuti oleh Gita.
"Mungkin beberapa hari ini aku akan sering bersama Tiara karena aku yang membantu dosen pembimbingnya untuk memantau perkembangan skripsi Tiara, kau tidak keberatan bukan?" ucap Bima pada Gita sebelum ia masuk ke dalam mobilnya.
"Itu bukan masalah buatku, justru aku sangat berterima kasih padamu karena sudah banyak membantu Tiara," balas Gita.
"Terima kasih atas pengertianmu, aku pulang dulu," ucap Bima lalu masuk ke dalam mobilnya.
Bimapun mengendarai mobilnya keluar dari gerbang rumah Tiara, namun belum terlalu jauh ia mengendarai mobilnya tiba-tiba seseorang melambaikan tangannya bermaksud untuk menghentikan mobilnya.
Bimapun menghentikan mobilnya tepat di depan seseorang itu lalu keluar dan menghampirinya.
"Kevin hanya ingin menanyakan satu pertanyaan pada kak Bima, jadi tolong kakak menjawabnya dengan jujur."
"Baiklah, apa yang ingin kau tanyakan padaku?" balas Bima bertanya.
"Apa kak Bima serius berhubungan dengan Tiara? jika tidak, Kevin mohon akhiri hubungan kakak dengan Tiara sebelum Tiara semakin tersakiti nantinya," ucap Kevin tanpa basa-basi.
Bima tersenyum sebelum membalas ucapan Kevin, selama ini ia cukup tahu bagaimana kedekatan Tiara dan Kevin namun ia tidak menyangka jika Tiara akan menceritakan tentang hubungan yang seharusnya dirahasiakan dari semua orang.
"Apa kau cemburu?" tanya Bima pada Kevin.
"Ini bukan masalah cemburu atau tidak kak, tapi kak Bima sudah bertunangan dengan kak Gita, keluarga kalian sudah menyetujui hubungan kalian lalu kenapa kak Bima masih mendekati Tiara?"
"Aku tidak bermaksud untuk mendekatinya, aku memang sudah lama menyukainya dan sekarang aku baru tahu bahwa dia juga menyukaiku, jadi apa salahnya jika aku sekarang berhubungan dengannya?" balas Bima yang membuat Kevin semakin geram.
"Kalau kakak memang menyukai Tiara kak Bima tidak mungkin mau menerima pertunangan itu bukan?"
__ADS_1
"Kau tidak tahu apa-apa Kevin, jadi jangan terlalu mencampuri urusanku dengan Tiara," ucap Bima lalu berjalan pergi begitu saja.
"Bagaimana jika kak Gita dan tante Laras tahu tentang hal ini? pasti mereka tidak akan tinggal diam terutama tante Laras yang dari awal memang tidak menyukai Tiara!" tanya Kevin yang membuat Bima menghentikan langkahnya seketika.
"Mereka tidak akan tahu kecuali kau yang memberitahu mereka," balas Bima lalu masuk ke dalam mobilnya dan mengendarainya meninggalkan Kevin begitu saja.
**
Waktu demi waktu berjalan tanpa bisa dihentikan, hari-haripun berlalu begitu saja. Namun masih tidak ada kejelasan tentang hubungan Tiara dengan Bima, hingga suatu hari tanggal pernikahanpun telah disepakati.
Di bawah lampu temaram taman malam itu, Tiara berdiri dengan gelisah menunggu kedatangan Bima.
Setelah cukup lama menunggu, Bimapun datang dan segera menghampiri Tiara.
Namun saat Bima akan memeluk Tiara, Tiara segera menghindar.
"Kenapa Ra? apa kau masih marah padaku?" tanya Bima yang seolah tidak memahami isi hati Tiara yang sedang gelisah saat itu.
"Pernikahan kakak satu bulan lagi dan sampai sekarang kakak masih tidak bisa menghentikan hal itu, lalu bagaimana dengan hubungan kita kak?" tanya Tiara pada Bima.
"Bersabarlah Tiara, aku....."
"Sudah cukup lama Tiara bersabar menunggu kejelasan dari hubungan kita, tapi sampai tanggal pernikahan kakak ditetapkanpun kakak masih tidak bisa mengakhiri hubungan kakak dengan kak Gita," ucap Tiara memotong ucapan Bima.
"Ini bukan hal yang mudah buatku Tiara, aku tidak bisa memaksakan kehendakku pada mama dan papa, tolong mengertilah!"
"Lalu apa kakak mengerti perasaan Tiara? kenapa harus Tiara yang selalu mengerti posisi kakak sedangkan kakak tidak pernah mengerti perasaan Tiara?" balas Tiara dengan kedua mata yang berkaca-kaca.
"Lalu apa maumu sekarang Ra? apa kau mau aku membawamu kabur dari rumah dan menjalani hubungan kita di luar sana tanpa siapapun yang tahu?"
Tiara hanya terdiam dengan air mata yang sudah menggenang di kedua sudut matanya.
CEEKREEEKKK!!!
Tanpa Tiara dan Bima tahu diam-diam seseorang mengambil foto mereka berdua lalu pergi begitu saja dengan senyum penuh kemenangan pada raut wajahnya.
Sedangkan Tiara dan Bima masih bersitegang dengan pendapat mereka masing-masing tentang hubungan mereka berdua.
__ADS_1
Tiara dengan kegigihannya yang ingin mendapatkan kejelasan hubungan dari Bima dan Bima yang dengan seribu satu alasannya berusaha untuk meyakinkan Tiara.