
Seorang laki-laki menghentikan mobilnya di depan sebuah kafe. Sebelum keluar dari mobil ia mengambil sebuah dompet perempuan yang dibawanya dari rumah lalu memasukkannya ke dalam tas miliknya.
Laki-laki itu berjalan memasuki kafe dan disambut dengan para karyawan yang sudah berjajar rapi di pintu masuk kafe.
"Selamat pagi Pak," sapa seluruh karyawan kafe yang hanya dibalas anggukan kepala dan senyum oleh laki-laki itu.
Saat ia baru saja memasuki kafe matanya segera tertuju pada seorang perempuan yang tampak tertidur di meja yang berada tak jauh dari tempatnya berdiri, ia kemudian membawa pandangannya pada salah satu karyawan kafenya seolah meminta penjelasan.
"Dia sudah berada disini sejak semalam pak, kami sudah berusaha untuk membangunkannya tetapi dia selalu menolak untuk meninggalkan kafe," ucap salah satu karyawan menjelaskan.
Laki-laki yang ternyata pemilik kafe itu pun berjalan mendekati seorang gadis yang tertidur di kafenya.
Ia terdiam beberapa saat melihat wajah cantik yang tampak tidak asing di matanya.
Ia tersenyum tipis lalu mengetuk meja tepat di dekat kepala Tiara, membuat Tiara yang tengah tertidur pulas segera terbangun dan mengangkat kepalanya melihat seseorang yang berdiri di hadapannya.
Dengan setengah kesadarannya Tiara hanya menatap laki-laki itu tanpa mengatakan apapun.
"Pulanglah, ini bukan hotel!" ucap laki-laki itu membuat Tiara sepenuhnya sadar dan ia begitu terkejut saat ia mengingat siapa laki-laki yang tengah berdiri di hadapannya saat itu.
"Kau..... kenapa kau bisa ada disini? kau pasti mengikutiku, kau pasti....."
Tiara menghentikan ucapannya karena tiba-tiba ia merasa sangat pusing.
"Tidak usah berpura-pura di depanku, aku tidak akan mempermasalahkan apa yang sudah kau lakukan disini, tapi sekarang kau harus pergi dari kafe ini!" ucap si pemilik kafe.
Tiara hanya terdiam dengan memegangi kepalanya yang terasa sangat pusing saat itu hingga tak berapa lama kemudian iapun sudah kehilangan keseimbangan tubuhnya dan terjatuh pingsan.
Dengan sigap pemilik kafe itu menahan Tiara agar tidak terjatuh ke lantai.
"Heiii apa yang terjadi padamu? berhentilah berpura-pura!" ucapnya sambil menepuk-nepuk pipi Tiara dengan cukup keras namun Tiara masih terpejam tanpa respon sama sekali.
Melihat hal itu beberapa karyawan yang ada disanapun segera menghampirinya.
"Apa yang terjadi Pak? kenapa dia tiba-tiba pingsan?"
"Saya juga tidak tahu, tolong bantu saya membawanya ke ruangan saya," jawabnya lalu membawa Tiara masuk ke ruangannya dengan dibantu salah satu karyawannya.
__ADS_1
Tiara kemudian dibaringkan di sofa yang ada di ruangan si pemilik kafe. Pemilik kafe itupun segera mengambil aroma terapi dan mendekatkannya di hidung Tiara.
"Bangunlah.... kau menyusahkanku saja!" ucapnya kesal.
Setelah beberapa lama menunggu, Tiarapun tampak mengerjapkan matanya, ia pun membuka matanya dan begitu terkejut saat melihat laki-laki itu duduk di sampingnya.
"Apa yang kau lakukan padaku, dasar laki-laki mesum!" ucap Tiara yang segera beranjak dari sofa namun karena masih pusing iapun hampir saja terjatuh jika laki-laki itu tidak menangkapnya dengan sigap.
"Lepaskan aku!" ucap Tiara sambil mendorong laki-laki itu, laki-laki itupun melepaskan Tiara dan dalam sekejap Tiarapun terjatuh ke lantai
"Aaahhhh sakitnya......" ucap Tiara merintih.
"Tiara Anastasia, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas X, kenapa kau masuk ke dalam mobil dosenmu, apa kau penguntit?" tanya laki laki itu yang membuat Tiara begitu terkejut.
"Apa maksudmu? siapa Tiara?" tanya Tiara berpura pura.
"Hahaha..... kau sama sekali tidak pandai berbohong Tiara," ucap laki laki itu lalu mengembalikan dompet milik Tiara.
Tiara seketika menerima dompet itu dengan memejamkan matanya menahan malu.
"Tentu saja ingat, aku masuk ke dalam mobilmu semalam dan....."
"Bukan itu, kita pernah bertemu sebelumnya," ucap laki laki itu memotong ucapan Tiara.
"Benarkah?" tanya Tiara sambil berusaha menggali ingatannya namun ia tidak bisa mengingat siapa laki laki yang ada di hadapannya saat itu.
"Sudahlah, lupakan saja, beristirahatlah sebentar sebelum kau pergi, sepertinya keadaanmu sedang tidak baik baik saja," ucap laki laki itu lalu berjalan ke arah meja kerjanya
"Tidak perlu, aku harus segera pergi, permisi!" ucap Tiara lalu segera berjalan keluar dari ruangan itu.
"Aaahhhh sial, kenapa jadi seperti ini," ucap Tiara sambil memukul-mukul kepalanya yang masih terasa pusing
Tiara kemudian berjalan keluar dari kafe lalu duduk di bangku yang ada di trotoar jalan raya.
"Sepertinya aku harus pulang sekarang, kak Bima pasti sudah berangkat ke kantor," ucap Tiara.
Saat ia akan beranjak dari duduknya tiba-tiba ponselnya berdering, sebuah panggilan dari Kevin. Tiara yang sebenarnya tidak ingin menerima panggilan Kevin tidak sengaja menggeser panah hijau yang membuatnya menerima panggilan itu terjawab.
__ADS_1
"Halo Ra, kau dimana?" tanya Kevin
"Aku....."
"Cepat bagikan lokasimu sekarang juga, aku akan kesana untuk menjemputmu!" ucap Kevin lalu mengakhiri panggilannya begitu saja.
"Kenapa dia tiba-tiba ingin menjemputku? apa dia tahu kalau aku kabur dari rumah?" tanya Tiara pada dirinya sendiri.
Tiara kemudian mengirimkan lokasinya pada Kevin.
Setelah beberapa lama menunggu Kevinpun datang.
"Kenapa kau bisa ada disini Ra dan kenapa wajahmu sangat pucat? apa kau baik-baik saja?" tanya Kevin khawatir.
"Hanya sedikit pusing, sepertinya karena aku minum kopi semalam," jawab Tiara.
"Berhentilah melakukan hal bodoh Tiara, kau selalu pusing setelah kau minum kopi, lalu kenapa kau memaksakan dirimu untuk minum kopi?"
"Ya ya ya..... aku tahu aku memang bodoh," ucap Tiara dengan mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Ayo cepat naik, aku akan mengantarmu pulang," ucap Kevin sambil memberikan helmnya pada Tiara.
"Tunggu dulu, kenapa kau tiba-tiba menjemputku kesini? apa kau tahu bahwa semalam aku tidak di rumah?" tanya Tiara sebelum ia menaiki motor Kevin.
"Kak Bima yang memberitahuku," jawab Kevin yang membuat Tiara membelakakan matanya tak percaya.
"Apa kak Bima yang memintamu untuk mencariku?" tanya Tiara.
"Kak Bima hanya memberitahuku bahwa kau kabur dari rumah lalu aku segera mencarimu, aku berusaha menghubungimu berkali-kali tapi kau tidak pernah menerima panggilanku, kau benar-benar membuatku khawatir," ucap Kevin sambil memukul helm yang dipakai Tiara saat itu.
Tiara hanya tersenyum datar tanpa mengatakan apapun lalu segera menaiki motor Kevin.
Setelah beberapa lama dalam perjalanan merekapun sampai di depan rumah Tiara.
"Sebenarnya apa yang membuatmu pergi dari rumah Ra? kau tidak berniat benar-benar kabur bukan?" tanya Kevin pada Tiara.
"Setidaknya aku harus menyelesaikan kuliahku dan mendapatkan pekerjaan yang tetap sebelum aku benar-benar kabur dari rumah," ucap Tiara dengan tersenyum lalu berjalan masuk ke dalam rumah, meninggalkan Kevin begitu saja.
__ADS_1