Perempuan Kedua

Perempuan Kedua
Pernikahan Gita


__ADS_3

Sepeninggalan Bima dan keluarganya, Tiara segera masuk ke dalam kamarnya. Ia menumpahkan air matanya di dalam kamarnya. Harapannya untuk bisa bersama Bima dan Gita semakin menipis seiring dengan hari pernikahan Bima yang semakin dekat.


Tooookkk tooookkk tooookkk


Suara ketukan pintu membuat Tiara segera menghapus air matanya.


"Ra, apa kakak boleh masuk?" tanya Gita dari balik pintu kamar Tiara.


"Masuk saja kak," jawab Tiara sambil membaringkan dirinya memeluk guling dan membelakangi Gita yang baru saja masuk ke kamarnya.


"Ada apa denganmu Ra? apa terjadi sesuatu yang tidak kakak tahu?" tanya Gita pada Tiara.


Tiara hanya menggelengkan kepalanya pelan tanpa mengatakan apapun, ia masih menyembunyikan wajahnya yang sembab karena baru saja menangis.


"Apa pernikahan kakak dan Bima membuatmu bersedih?" tanya Gita yang membuat Tiara segera membawa pandangannya pada Gita.


"Atau kau bersedih karena ada masalah antara kau dan Kevin?" lanjut Gita bertanya yang dibalas anggukan kepala oleh Nerissa.


Setidaknya ada alasan yang membuat Tiara bersedih saat itu selain karena pernikahan Bima dan Gita yang dipercepat.


"Ceritakan pada kakak apa yang terjadi, mungkin kakak bisa membantumu," ucap Gita.


"Tiara akan menyelesaikannya sendiri kak, Tiara tidak ingin membuat kakak ikut bersedih di hari yang bahagia ini," balas Tiara.


"Kakak memang bahagia karena pernikahan kakak sebentar lagi akan dilaksanakan, tetapi kebahagiaan kakak tidak sempurna karena melihatmu yang dari tadi hanya diam dan tampak bersedih, kakak bahkan sempat berpikir jika kau bersedih karena pernikahan kakak dan Bima yang sebentar lagi akan terjadi," ucap Gita.


"Tidak kak, bukan karena itu, Tiara hanya bersedih karena ada kesalahpahaman antara Tiara dan Kevin," ucap Tiara agar Gita tidak mencurigainya.


"Baiklah kalau begitu, selesaikan masalahmu dengan baik dan cepat beritahu kakak jika kau membutuhkan bantuan kakak," ucap Gita lalu beranjak dari duduknya.


Tiara hanya menganggukkan kepalanya tanpa mengatakan apapun, lalu kembali membaringkan badannya setelah Gita keluar dari kamarnya.


**


Hari demi hari telah berlalu, setiap hari Tiara hanya dilanda gundah dan gelisah memikirkan hubungannya dengan Bima, terlebih setelah penetapan pernikahan Bima dan Gita yang tinggal beberapa hari lagi Bima sudah tidak pernah menghubungi Tiara, bahkan Tiara sangat sulit untuk bisa menemui Bima.

__ADS_1


"Fokuslah Ra, ibu tahu kemampuanmu lebih dari ini," ucap dosen pembimbing Tiara yang memeriksa skripsi Tiara.


"Maafkan Tiara Bu," balas Tiara dengan menundukkan kepalanya.


"Ibu harap minggu depan kau bisa menyelesaikannya dengan lebih baik!"


"Baik Bu, Tiara usahakan," balas Tiara.


Setelah dosen pembimbingnya keluar dari kelas, Tiarapun menaruh kepalanya di atas bangku dengan memejamkan matanya.


Ia sama sekali tidak bisa fokus dengan materi skripsi yang tengah dikerjakannya saat itu.


"Pulanglah jika kau ingin tidur," ucap Kevin mengejutkan Tiara.


"Apa kau sudah bertemu kak Bima?" tanya Tiara pada Kevin dengan tetap menutup matanya.


"Aku juga sudah berusaha mencarinya Ra, tapi nihil, kak Bima seperti hilang ditelan bumi," balas Kevin yang membuat Tiara segera mengangkat kepalanya dan memukul Kevin.


"Sudahlah Ra, bukankah ini pertanda bahwa kau harus melupakan kak Bima?"


"Aku yakin kau akan baik-baik saja, kau bukan gadis lemah dan manja Tiara, kau pasti bisa menemukan laki-laki yang bisa menjagamu dan menyayangimu dengan jauh lebih baik dibanding kak Bima," jawab Kevin.


"Bagaimanapun aku juga perempuan biasa Kevin, aku juga bisa menangis dan bersedih!" ucap Tiara dengan menundukkan kepalanya.


"Apa kau mau aku memelukmu?" tanya Kevin dengan merentangkan kedua tangannya.


Tiara hanya menggelengkan kepalanya pelan lalu segera beranjak dari duduknya.


Tiara lalu berjalan meninggalkan kampus, saat ia baru saja keluar dari gerbang kampus ia melihat mobil Bima yang juga baru saja meninggalkan kampus.


Tiarapun segera mengejarnya dan tanpa pikir panjang ia menghadang mobil Bima. Bima yang begitu terkejut dengan hal itu segera menginjak remnya namun ia sedikit terlambat karena mobilnya sudah menabrak Tiara saat itu juga.


Kevin yang melihat hal itu segera berlari untuk melihat keadaan Tiara yang sudah jatuh tersungkur di jalan raya dengan beberapa orang yang mulai mengarumuninya.


"Apa yang kak Bima tunggu? cepat antar Tiara ke rumah sakit kak!" ucap Kevin lalu segera mengangkat Tiara masuk ke dalam mobil Bima.

__ADS_1


Bimapun segera mengendarai mobilnya ke arah rumah sakit terdekat.


"Kalau sampai terjadi sesuatu pada Tiara, Kevin tidak akan tinggal diam kak!" ucap Kevin pada Bima.


"Dia yang tiba-tiba menghadang mobilku, semua orang disana juga melihatnya, jadi kau tidak bisa menyalahkanku," balas Bima.


"Seharusnya kak Bima tahu kenapa Tiara melakukan hal itu, dia rela membahayakan nyawanya hanya untuk menemui kak Bima yang sudah mencampakkannya dengan tiba-tiba!"


"Tidak ada yang bisa aku lakukan sekarang Kevin, hari pernikahanku sudah ditentukan dan beberapa hari lagi aku akan menjadi suami Gita, aku tidak bisa menjalani hubunganku dengan Tiara lagi!"


"Dari awal Kevin memang tidak setuju dengan hubungan Tiara dan kak Bima, sekarang sikap kak Bima membuat Kevin semakin yakin bahwa kak Bima memang tidak pantas untuk Tiara!"


"Terserah kau saja," balas Bima lalu pergi begitu saja.


Tanpa Kevin dan Bima tahu, Tiara mendengar hal itu dari ruangan tempat ia dirawat. Tiara hanya bisa terdiam dengan meneteskan air matanya.


Hubungannya dengan Bima kini sudah berakhir sia-sia, tidak ada lagi yang bisa ia lakukan untuk mempertahankan Bima dalam dekapannya karena Bima sendiripun tidak berusaha untuk mempertahankan hubungan mereka berdua.


**


Hari yang ditunggu Gita telah tiba. Dengan setelan kebaya putihnya Gita berjalan anggun ke ruang tamu dan duduk di samping Bima yang sudah rapi dengan setelan jas hitamnya.


Di belakangnya ada keluarga Bima, mama Laras dan Tiara. Tepat jam 9 pagi, Bima mengikrarkan janji sucinya untuk menjadikan Gita istrinya di hadapan penghulu dan keluarganya.


Semua yang ada disanapun tersenyum senang dan bahagia, termasuk Tiara yang berusaha untuk tetap tersenyum meski hatinya tengah terluka.


"Selamat kak," ucap Tiara dengan memeluk erat Gita.


Pada akhirnya Tiara tidak mampu untuk menahan air mata di kedua sudut matanya, saat ia memeluk Gita dan melihat Bima yang hanya terdiam tanpa mengatakan apapun.


"Jangan bersedih Ra, kau membuat kakak ingin menangis," ucap Gita sambil menghapus air mata Tiara.


"Tiara pasti akan sangat merindukan kakak jika kakak sudah tidak tinggal di rumah ini," balas Tiara beralasan.


"Untuk sementara kakak dan Bima akan tinggal disini Ra, jadi jangan khawatir," ucap Gita yang membuat Tiara sedikit terkejut.

__ADS_1


__ADS_2