Perempuan Kedua

Perempuan Kedua
Keluar dari Rumah


__ADS_3

Tiara dan Bima diam beberapa saat ketika mereka mendengar suara langkah kaki yang menaiki tangga.


Tooookkk tooookkk tooookkk


"Tiara, apa kau sudah pulang?" tanya Gita dari depan pintu kamar Tiara.


Mendengar suara Gita, Bimapun segera membawa langkahnya ke arah jendela kamar Tiara lalu keluar dari kamar Tiara melalui jendela.


Sedangkan Tiara segera membawa langkahnya ke arah pintu dan membuka pintu kamarnya.


"Ada apa kak?" tanya Tiara yang berusaha menutupi kegugupannya saat itu.


"Kakak ingin memberikan ini untukmu, kakak melihatnya saat di toko buku tadi dan kakak berpikir buku ini bisa membantumu untuk mengerjakan skripsimu," ucap Gita sambil memberikan dua buah buku pada Tiara.


"Aaahh iya, terima kasih banyak kak, Tiara memang sangat membutuhkan buku ini," balas Tiara sambil menerima buku pemberian Gita.


"Oohh iya, apa kau melihat Bima? kakak melihat mobilnya terparkir di depan tapi kakak tidak melihatnya di dalam rumah," tanya Gita pada Tiara.


"Tiara baru pulang dan langsung masuk kamar kak, jadi Tiara tidak melihat kak Bima," jawab Tiara berbohong.


Tak lama kemudian terdengar suara langkah yang menaiki tangga, Gitapun segera membawa pandangannya ke arah tangga dan mendapati Bima yang berjalan ke arahnya.


"Apa kau baru pulang?" tanya Bima pada Gita yang masih berdiri di depan pintu kamar Tiara.


"Iya aku baru pulang, kau dari mana?" jawab Gita sekaligus bertanya.


"Aku dari taman belakang, cepat mandi dan berganti pakaian, aku akan mengajakmu pergi makan malam di luar malam ini," ucap Bima sambil menarik tangan Gita masuk ke dalam kamarnya.


Tiara yang melihat hal itu hanya tersenyum tipis lalu menutup pintu kamarnya kemudian kembali duduk untuk melanjutkan mengerjakan skripsinya.


Namun tiba-tiba Tiara teringat apa yang Bima lakukan padanya. Tiara menyentuh bibirnya, ia masih bisa merasakan kecupan singkat Bima di bibirnya.


Tiarapun segera menggelengkan kepalanya berusaha menyadarkan dirinya atas kesalahan yang sudah dilakukannya.


"tidak...... aku tidak bisa seperti ini terus menerus, bagaimanapun juga kak Bima sudah menikah dengan kak Gita, aku tidak boleh berharap lagi padanya," ucap Tiara dalam hati.

__ADS_1


Biiiiipppp biiiiippp biiiipp


Ponsel Tiara berdering, sebuah pesan masuk dari Bima.


"bukankah kak Bima ada di kamar bersama kak Gita? kenapa dia mengirim pesan padaku?" tanya Tiara dalam hati lalu membuka pesan dari Bima.


"Aku yakin kau sedang memikirkannya sekarang, aku mencintaimu Tiara!"


Tiara segera menghapus pesan dari Bima lalu melemparkan ponselnya di atas ranjangnya. Tiara kemudian membuka buku pemberian Gita, ia berusaha untuk fokus pada skripsi yang sedang dikerjakannya namun ia tetap saja memikirkan tentang hubungannya dengan Bima.


Pesan yang Bima kirimkan padanyapun memang benar adanya, ia masih saja memikirkan tentang apa yang sudah Bima lakukan padanya karena itu adalah pertama kalinya seseorang menyentuh bibirnya.


"Oh Tuhan..... apa yang harus aku lakukan sekarang? aku seperti terjebak pada perasaanku sendiri, aku ingin lari dari semua ini tapi perasaan itu seolah menarikku dengan kuat dan tidak membiarkanku pergi," batin Tiara dalam hati sambil mengacak-acak rambutnya dengan kasar.


Tiara kemudian menutup bukunya, menyimpan file yang sudah dikerjakannya lalu menutup laptopnya dan menjatuhkan dirinya di atas ranjang.


Menghabiskan waktu di depan laptop tidak akan membuatnya menyelesaikan skripsinya karena isi pikirannya sama sekali tidak tertuju pada materi skripsinya.


**


Tak lama kemudian terdengar suara seseorang yang membuka pintu rumahnya dan ternyata adalah mama tirinya.


Mama Laras yang baru saja sampai di rumah segera naik ke lantai 2 untuk mencari Gita, namun ia segera turun karena tidak mendapati Gita di kamarnya.


"Kemana Gita Ra?" tanya Mama Laras pada Tiara yang masih berada di dapur.


"Makan malam bersama kak Bima," jawab Tiara.


"Makan malam berdua?" tanya Mama Laras memastikan.


Tiara hanya menganggukkan kepalanya sambil mengaduk mie yang ada di hadapannya.


"Sepertinya mereka sudah semakin dekat, mama harap kau berhenti mengganggu hubungan Gita dengan Bima, jika kau memang wanita yang berpendidikan kau pasti tidak akan merusak pernikahan saudaramu bukan?"


"Mama benar, wanita berpendidikan tidak akan merebut suami teman yang sudah dianggap saudara," balas Tiara lalu berjalan menaiki tangga dengan membawa mie yang baru saja dibuatnya.

__ADS_1


"Kau memang tidak punya sopan santun Tiara, wajar jika Bima lebih memilih Gita daripada dirimu!" ucap Mama Laras kesal lalu masuk ke dalam kamarnya.


Tiara hanya diam mengabaikan ucapan mama tirinya. Tiara lebih memilih untuk fokus mengerjakan skripsinya sambil menikmati mie instan buatannya di dalam kamar.


Tak terasa Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam namun Tiara masih sibuk dengan laptop di hadapannya.


Tak lama kemudian tiba-tiba pintu kamarnya terbuka dan seseorang segera masuk ke dalam kamarnya lalu dengan cepat menutup pintu kamarnya.


Tiara yang begitu terkejut membelalakkan matanya tak percaya melihat Bima yang sudah berdiri di hadapannya.


Dengan senyumnya yang menggoda Bima berjalan ke arah Tiara yang masih terduduk di kursinya.


"Kita akan mendapatkan masalah jika Gita dan Mama Laras tahu aku disini, jadi diam saja dan jangan berisik," ucap Bima berbisik pada Tiara.


Tiarapun segera mendorong Bima dengan kuat lalu beranjak dari duduknya.


"Apa yang kakak lakukan disini?" tanya Tiara.


"Gita sedang sibuk dengan pekerjaannya dan aku sangat bosan menemaninya," jawab Bima tanpa rasa bersalah lalu duduk di tepi ranjang Tiara.


Tiara yang tengah gugup saat itu hanya bisa terdiam memikirkan apa yang seharusnya ia lakukan. Ia tidak mungkin membiarkan Bima berada di dalam kamarnya tanpa sepengetahuan Gita.


"Tolong pergilah kak, jangan membuat suasana di rumah ini menjadi tidak nyaman untuk Tiara!" ucap Tiara pada Bima dengan suara yang sangat pelan.


"Kenapa kau tiba-tiba seperti ini Ra? bukankah kau juga menginginkan hal ini? bukankah kau juga merindukanku?" tanya Bima.


"Ini semua tidak benar kak, apa yang sudah terjadi di antara kita adalah kesalahan yang tidak seharusnya terjadi," ucap Tiara.


"Terserah apa yang akan kau katakan tapi aku akan tetap disini," balas Bima.


Tiara kemudian meraih ponsel dan tas selempangnya lalu keluar dari kamarnya begitu saja.


Ia sudah kehabisan kata-kata untuk melarang Bima menghampirinya di kamar, jadi tidak ada cara lain selain ia yang harus pergi dari kamarnya.


Tiara berjalan keluar dari rumahnya tanpa tujuan yang pasti. Setidaknya ia harus menjauh dari Bima karena ia tidak ingin Bima mendekatinya di belakang Gita, karena ia kini sadar bahwa hubungannya dengan Bima tidak seharusnya terjadi, mengingat bagaimana Gita sangat baik padanya.

__ADS_1


__ADS_2