Perempuan Kedua

Perempuan Kedua
Pertemuan Dua Keluarga


__ADS_3

Mama Rafa begitu terkejut mendengar apa yang Maya katakan tentang perempuan yang disukai Rafa. Ia tidak menyangka jika Rafa akan melakukan hal rendahan seperti itu.


"Rafa, apa benar yang Maya katakan?" tanya Mama Rafa pada Rafa.


"Rafa....."


"Mungkin mama berpikir jika yang salah dalam masalah ini adalah Maya, tetapi sebenarnya Rafapun juga bersalah, Rafa mengabaikan Maya yang sudah mencintai Rafa demi perempuan lain yang dia suka," ucap Maya yang sengaja memotong ucapan Rafa.


"Rafa, benar kau berselingkuh dengan perempuan lain?" tanya Mama Rafa pada Rafa.


"Rafa memang menyukainya dan Rafa mencintainya, tapi Rafa sama sekali tidak pernah berhubungan apapun dengannya, Rafa hanya sebatas menyukainya tanpa ada status yang jelas di antara kita," jawab Rafa.


"Kenapa bisa Rafa? apa kau lupa jika kau sudah memiliki istri? apa karena kalian tidak saling mencintai jadi kalian bisa bebas mencintai orang lain di luar pernikahan kalian?" tanya Mama Rafa yang tidak mengerti dengan pernikahan yang Rafa dan Maya jalani.


"Selama ini Rafa tidak pernah jatuh cinta pada siapapun ma, Mama adalah satu-satunya perempuan yang Rafa sayangi dan Rafa cintai, tetapi saat Rafa bertemu dengannya Rafa merasa ada sesuatu yang membuat Rafa tidak ingin jauh darinya, semakin lama mengenalnya Rafa semakin yakin jika Rafa benar-benar jatuh cinta padanya," balas Rafa.


"Tetap saja Rafa, kau tidak seharusnya mempunyai perasaan seperti itu!" ucap Mama Rafa.


"Rafa tidak bisa mencegah hati Rafa untuk jatuh cinta padanya ma, tapi mama harus percaya jika hubungan Rafa dengannya belum berjalan terlalu jauh, bahkan sampai detik ini perasaan Rafa padanya tidak berbalas," ucap Rafa.


"Siapa perempuan itu Rafa? siapa perempuan yang sudah membuatmu jatuh cinta untuk pertama kalinya?" tanya Mama Rafa.


Rafa terdiam untuk beberapa saat, ia ragu untuk menyebutkan nama Tiara di hadapan sang Mama, karena ia tahu jika sang mama mengenal baik Tiara bahkan berniat untuk menjodohkan Tiara dengan Putra.


"Dia adalah Tiara, perempuan yang merebut Rafa dari Maya adalah Tiara," ucap Maya yang membuat Mama Rafa begitu terkejut.


"Tiara? tidak mungkin Tiara yang Mama kenal bukan?" tanya Mama Rafa memastikan.


"Dia memang Tiara yang Mama kenal, Tiara Anastasya yang pernah makan malam bersama mama papa dan Putra serta Maya dan Rafa, Tiara yang tiba-tiba merasa tidak enak badan setelah dia melihat Rafa datang saat makan malam itu," jawab Maya menjelaskan.


Mama Rafa terdiam mendengar penjelasan Maya. Ia berusaha untuk menerima semua penjelasan Rafa dan Maya tentang keadaan rumah tangga mereka yang sebenarnya dan dari semua yang ia dengar ia hanya bisa menerima keterkejutan yang tidak ada habisnya.


Terlebih saat ia tahu jika Tiara terlibat dengan rumah tangga Rafa dan Maya.


"Tiara tidak sebaik yang Mama pikirkan, dia adalah perempuan yang sudah merebut suami Maya, dia yang sudah menggoda Rafa dan...."


"Hentikan Maya, berhenti berbicara omong kosong, semua yang kau katakan itu tidak benar!" ucap Rafa memotong ucapan Maya.


"Apa yang tidak benar Rafa? jika memang dia perempuan baik-baik seharusnya dia menjauhimu setelah dia tahu jika kau sudah memiliki istri, tetapi pada kenyataannya dia masih bekerja di perusahaan milikmu untuk mendekatimu!" balas Maya.


"Dia bertahan di perusahaan hanya demi mimpinya, sama sekali tidak ada hubungannya denganku, dia juga tidak pernah merebutku darimu, justru aku yang lebih dulu jatuh cinta padanya dan menyatakan perasaanku padanya, aku yang terus mendekatinya meskipun dia tidak pernah memberikan jawaban atas perasaanku padanya," ucap Rafa.


"Sedangkan kau..... kau sudah berbohong padaku, kau memberitahuku jika kau sudah mengakhiri hubunganmu dengan Bagas tetapi pada kenyataannya kau masih berhubungan dengannya dan bahkan kau yang lebih dulu mendekatinya," lanjut Rafa.


"Apa maksudmu? omong kosong apa yang kau bicarakan?"


"Bagas sudah memberitahuku semuanya, dia memiliki semua bukti yang menunjukkan jika kau yang lebih dulu mendekati Bagas, kau yang meminta untuk kembali berhubungan dengannya, apa kau tetap akan mengelak? apa perlu aku menghubungi Bagas agar dia bersaksi disini?"


Seketika Maya terdiam, ia tidak menyangka jika Bagas akan benar-benar mengatakan hal itu pada Rafa.


"Jadi benar perempuan yang membuatmu jatuh cinta itu adalah Tiara yang Mama kenal? Tiara yang tadinya ingin Mama jodohkan dengan Putra, ternyata dia adalah perempuan yang kau cintai, benar begitu Rafa?" tanya Mama Rafa yang hanya dibalas anggukan kepala oleh Rafa.


"Astaga kenapa semua ini rumit sekali, kenapa harus ada Tiara di antara rumah tangga kalian!" ucap ama Rafa sambil memijat kepalanya yang kembali pusing.

__ADS_1


"Tenangkan diri mama, jangan membuat keadaan Mama semakin memburuk lagi," ucap papa Rafa pada sang istri.


"Semua ini benar-benar membuat Mama terkejut pa, mama tidak menyangka semua hal rumit ini terjadi pada pernikahan anak kita," balas Mama Rafa.


"Setidaknya semua kerumitan itu sudah berakhir sekarang, semua hal yang disembunyikan oleh Rafa dan Maya sudah terbuka sekarang!" ucap papa Rafa.


"Papa benar, Mama harus bisa menerima semua ini karena Mama juga ikut andil dalam kerumitan yang terjadi ini," balas Mama Rafa


"Maafkan Rafa ma, seharusnya Rafa memberitahukan hal ini sejak awal pada mama dan papa, Rafa minta maaf karena sudah mengecewakan mama dan papa," ucap Rafa yang merasa bersalah pada kedua orang tuanya.


"Sekarang semua keputusan ada padamu Rafa, apapun itu mama dan papa akan menerimanya," ucap Mama Rafa.


"Sebaiknya kita bicarakan hal ini dengan orang tua Maya juga, bagaimanapun juga ini menyangkut pernikahan antara dua keluarga!" ucap papa Rafa.


"Jangan pa, tolong jangan katakan hal ini pada orang tua Maya, Maya akan menerima konsekuensi apapun atas kesalahan Maya asalkan jangan melibatkan orang tua Maya," ucap Maya.


"Tidak bisa Maya, pernikahan tidak hanya antara dua orang tapi dua keluarga, masalah sebesar ini tidak bisa hanya diselesaikan oleh kalian berdua tapi juga oleh dua keluarga agar tidak terjadi kesalahpahaman ke depannya," balas papa Rafa.


"Tapi pa....."


"Orang tuamu harus tahu apa yang sudah kau lakukan Maya, selama ini mereka selalu merendahkan Rafa sebelum Rafa bergabung di perusahaan, mama hanya diam karena mama masih menghargai orang tuamu tapi sekarang mama tidak bisa diam lagi, mereka harus tahu seburuk apa perilakumu selama ini!" ucap Mama Rafa memotong ucapan Maya.


"Tidak bisakah Maya mendapatkan kesempatan kedua ma pa? Maya akan membuktikan jika Maya benar-benar sudah berubah, Maya akan menebus semua kesalahan Maya dengan berusaha untuk menjadi istri yang baik untuk Rafa!"


"Tidak ada kesempatan kedua untukmu Maya, kau sendiri yang membuatku tidak mempercayaimu lagi," sahut Rafa.


"Kita bicarakan hal ini saat Mama sudah boleh pulang dari rumah sakit, setelah itu papa yang akan menghubungi orang tua Maya untuk bertemu dan membicarakan hal ini!" ucap papa Rafa.


**


Dua hari telah berlalu, sejak ia memberitahu mama dan papanya tentang apa yang terjadi pada pernikahannya dengan Maya, Rafa sudah tidak pernah lagi pulang ke rumah tempat ia tinggal bersama Maya.


Ia hanya akan datang ke rumah itu untuk mengambil beberapa barang-barang yang ia butuhkan untuk pekerjaannya.


Setiap harinya Rafa menghabiskan waktunya di kantor dan di rumah sakit untuk menemani sang mama.


Meskipun tengah menghadapi masalah yang rumit, Rafa tetap berusaha untuk profesional dalam pekerjaannya, ia tetap menyelesaikan pekerjaannya dengan baik tanpa membawa masalah pribadinya ke kantor


Sedangkan Maya, sejak orang tua Rafa mengetahui videonya bersama Bagas ia sudah kehilangan fokusnya, ia sudah tidak bisa lagi mengerjakan pekerjaannya dengan baik.


Maya bahkan melimpahkan beberapa kasus yang sedang ditanganinya pada rekan kerjanya yang lain.


Hingga hari yang paling tidak Maya inginkanpun tiba, hari dimana Mama Rafa sudah diperbolehkan keluar dari rumah sakit.


Pagi itu, Maya terbangun dari tidurnya dengan malas. Sebelumnya Rafa sudah memberitahu Maya jika mamanya sudah diperbolehkan meninggalkan rumah sakit, jadi Rafa meminta Maya untuk datang ke rumah orang tua Rafa pagi itu.


"Apa yang harus aku lakukan sekarang? sepertinya aku tidak akan sanggup menghadapi kemarahan mama dan papa, apalagi jika Rafa sampai menceraikanku hari ini, sepertinya hidupku akan sangat kacau!" ucap Maya sambil mengacak-acak rambutnya dengan kasar.


Maya menghela nafasnya panjang lalu membawa langkahnya keluar dari rumah yang terasa sangat hening, karena sudah beberapa hari bibi tidak datang ke rumah untuk bekerja.


Saat Maya tengah berada di dapur untuk membuat jus, ia tiba-tiba terpikirkan ide gila yang melintas begitu saja di kepalanya.


"Setelah ini hidupku akan sangat kacau, video itu sudah tersebar dan orang-orang akan mengenaliku sebagai perempuan yang buruk, aku akan kehilangan apa yang sudah ada dalam genggamanku, entah itu pekerjaan ataupun Rafa, semuanya akan benar-benar hilang sekarang!" ucap Maya sambil menatap pisau yang ada di hadapannya.

__ADS_1


"Andai kau tidak ada diantara aku dan Rafa, andai kau tidak pernah muncul di hadapan Rafa pasti aku masih bisa meluluhkan hati Rafa, kau benar-benar menyebalkan Tiara, aku sangat membencimu," ucap Maya dengan kedua mata berkaca-kaca.


Maya kemudian mengambil pisau yang ada di hadapannya, namun bukan untuk mengupas buah, Maya justru menempelkan pisau tajam itu tepat di atas pergelangan tangannya.


"Mungkin dengan seperti ini Rafa dan orang tuanya akan memberikan kesempatan untukku, mungkin dengan ini mereka akan percaya jika aku benar-benar sudah menyesali perbuatan burukku," ucap Maya lalu menekan pisau itu pada pergelangan tangannya.


Namun belum sampai pisau itu menggores tangan Maya, seseorang tiba-tiba datang dan dengan cepat merebut pisau itu dari tangan Maya.


"Apa yang kau lakukan? apa kau ingin menghindar dari semua masalah ini?" tanya Rafa sambil mengembalikan pisau itu ke tempatnya.


"Biarkan aku mati Rafa, biarkan aku pergi dari dunia yang sama sekali tidak memihak padaku!" ucap Maya yang hendak kembali mengambil pisau di hadapannya, namun dengan cepat Rafa menahan tangan Maya dan mencengkeramnya dengan erat.


"Aku tidak akan membiarkanmu melakukan hal itu, setidaknya saat kau masih menjadi istriku, setelah aku menceraikanmu kau bebas melakukan apapun yang kau mau, jadi tunggu sebentar lagi jika kau memang ingin pergi dari dunia ini!" ucap Rafa dengan tegas.


Rafa kemudian menarik tangan Maya, memaksa Maya untuk berjalan mengikutinya.


"Aku mohon beri aku kesempatan Rafa, aku akan menunjukkan padamu jika aku benar-benar sudah berubah, aku menyesal Rafa, aku sungguh menyesal!" ucap Maya yang masih memohon kesempatan kedua untuknya.


"Kau sendiri yang sudah membuka jalan perceraian ini, jadi kita akhiri saja semuanya hari ini," balas Rafa lalu memaksa Maya masuk ke dalam mobilnya.


Rafa kemudian mengendarai mobilnya ke rumah orang tuanya. Sesampainya disana ia segera memaksa Maya untuk keluar dari mobil karena Maya bersikeras untuk tetap berada di dalam mobil.


"Apapun yang kau lakukan sekarang tidak akan mempengaruhi keputusanku Maya, jadi cepat keluar dari sini sebelum aku benar-benar melakukan kekerasan padamu!" ucap Rafa yang sudah dipenuhi emosi karena sikap Maya.


Hingga akhirnya Rafa berhasil membawa Maya untuk menghadap kedua orang tuanya dan juga orang tua Maya.


Orang tua Maya yang sudah berada di rumah Rafa begitu terkejut saat melihat Rafa datang bersama Maya yang tampak sangat kacau saat itu.


"Rafa, apa yang kau lakukan pada istrimu?" tanya Mama Maya pada Rafa.


"Mama tanyakan sendiri padanya, apa yang akan dia lakukan sebelum Rafa datang!" ucap Rafa tanpa menjawab pertanyaan mama Maya.


"Apapun itu kau tidak seharusnya bersikap kasar padanya!" balas mama Maya yang masih menyalahkan Rafa.


"Tolong jangan hanya menyalahkan Rafa, lihat juga apa yang sudah Maya lakukan selama ini!" sahut Mama Rafa lalu menunjukkan video Maya yang sedang bersama Bagas.


Mama dan papa Mayapun begitu terkejut setelah mereka melihat video itu. Pada awalnya mereka sempat mengelak dan menyangka jika video itu adalah tipuan kamera, namun Rafa dan orang tuanya meyakinkan jika video itu asli tanpa rekayasa.


Seketika emosi Mama Mayapun memuncak dan tanpa ragu melayangkan tamparannya pada Maya dengan keras.


"Kau benar-benar sudah membuat malu keluarga kita Maya!" ucap Mama Maya penuh emosi.


Rafa kemudian menjelaskan pada orang tua Maya tentang pernikahannya dengan Maya yang sebenarnya, sama seperti orang tua Rafa, orang tua Mayapun begitu terkejut mendengar penjelasan Rafa.


Namun melihat tidak ada bantahan sama sekali dari Maya, merekapun percaya pada semua penjelasan Rafa.


Sebagai orang tua, mereka juga mempertanyakan hal itu pada Maya dan Mayapun hanya bisa mengiyakan semua penjelasan Rafa karena memang itulah yang sebenarnya terjadi.


"Siapa perempuan yang sudah membuatmu mengabaikan Maya, Rafa? siapa perempuan penggoda itu?" tanya Mama Maya pada Rafa.


"Tolong jangan menyebutnya seperti itu, dia perempuan baik-baik yang bisa menjaga harga dirinya, jika ingin menyalahkan orang lain maka salahkan saja Rafa yang sudah mencintainya saat Rafa masih menjadi suami Maya," ucap Rafa dengan tegas.


"Mari kita fokus saja dengan masalah yang ada, masalah pernikahan Rafa dan Maya, tidak perlu membawa orang lain dalam masalah ini, entah itu perempuan yang dicintai Rafa ataupun laki-laki selingkuhan Maya!" sahut papa Rafa.

__ADS_1


__ADS_2