
Maya masih berada di kantor tempat Rafa bekerja. Saat ia baru saja membuka pintu mobilnya seseorang tiba-tiba menarik tangannya dengan cepat.
"Bagas!"
"Ikut aku!" ucap Bagas sambil menarik tangan Maya untuk diajak ke sudut basement yang sepi.
"Lepaskan aku!" ucap Maya sambil menarik tangannya dari Bagas.
"Kenapa kau tiba-tiba seperti ini Maya? katakan padaku jika aku memiliki kesalahan padamu, aku pasti akan memperbaikinya untukmu!" ucap Bagas pada Maya.
"Hubungan kita sudah berakhir Bagas, bukan karena salahmu bukan juga karena salahku, karena memang tidak seharusnya kita berhubungan jadi tolong lupakan semua yang sudah terjadi antara kita," balas Maya.
"Bagaimana mungkin aku bisa melupakan semua yang sudah kita lakukan, kau sendiri yang kembali padaku setelah kau meminta untuk mengakhiri hubungan kita, apa kau lupa?"
"Aku hanya sedang bingung saat itu, sekarang aku benar-benar yakin untuk tetap setia pada Rafa, apapun yang terjadi aku akan berusaha untuk membuatnya cinta padaku," ucap Maya.
"Tidak bisakah kau melepaskan Rafa? dia mungkin lebih kaya daripada aku, tetapi aku yang lebih mencintaimu Maya, aku yakin kau akan lebih bahagia denganku!"
"Tapi aku sama sekali tidak mencintaimu, aku hanya ingin bersenang-senang denganmu untuk beberapa saat dan sekarang aku sudah tidak membutuhkanmu lagi!" ucap Maya yang hendak berjalan pergi namun ditahan oleh Bagas.
"Bagaimana jika aku memberitahu Rafa apa yang sudah kita lakukan selama ini? bukankah dia juga sudah mengetahui hubungan kita!" ucap Bagas mengancam.
"Apa kau sedang mengancamku sekarang?" tanya Maya sambil menarik tangannya dari Bagas.
"Aku hanya tidak ingin hubungan kita berakhir seperti ini, sebelumnya aku ragu untuk memulai kembali hubungan denganmu karena aku tahu Rafa adalah CEO tempat aku bekerja, tetapi melihatmu yang bersedih dan memohon kepadaku aku luluh dan aku sadar jika aku mencintaimu," ucap Bagas berusaha untuk meluluhkan hati Maya.
"Kau salah, tidak ada cinta di antara kita, kau pasti juga hanya bersenang-senang denganku bukan?"
"Awalnya memang iya, tapi semakin lama aku berhubungan denganmu semakin aku sadar jika aku mulai mencintaimu, sama seperti yang kau rasakan pada Rafa saat ini, jadi kau pasti mengerti apa yang aku rasakan!" balas Bagas.
"Tidak, itu dua hal yang berbeda, hubungan kita tidak seharusnya terjadi dan aku sangat menyesalinya, lebih baik kau cari perempuan lain yang bisa kau ajak bersenang-senang!" ucap Maya lalu berjalan pergi namun lagi lagi Bagas menahan tangan Maya.
Tanpa Maya tahu, Mama Rafa yang baru saja masuk ke dalam basement bersama mobil yang dikendarai sopirnya melihat kejadian itu.
Mama Rafa dengan jelas melihat saat Maya berjalan dan Bagas menahan tangan Maya. Iapun meminta sang supir untuk menghentikan mobilnya lalu keluar dari mobilnya.
Maya yang melihat Mama Rafa keluar dari mobilpun segera menarik tangannya dari Bagas.
"Ada apa ini? apa yang terjadi?" tanya Mama Rafa dengan membawa pandangannya pada Maya dan Bagas.
Maya diam untuk beberapa saat dengan raut wajah gugup, ia benar-benar terkejut dengan kedatangan Mama Rafa, terlebih saat itu ia sedang berada di sudut basement bersama Bagas dan mobilnya terparkir cukup jauh dari tempatnya berdiri bersama Bagas saat itu.
"Maaf sepertinya saya salah orang, permisi," ucap Bagas dengan sedikit menundukkan kepalanya lalu berjalan pergi begitu saja.
"Apa benar yang dia katakan Maya? dia tidak mengganggumu bukan?" tanya Mama Rafa pada Maya.
"Tidak ma, sepertinya dia mengira Maya adalah temannya," jawab Maya berbohong.
"Lalu apa yang kau lakukan disini? sepertinya mobilmu terparkir di ujung sana?" tanya Mama Rafa yang melihat mobil Maya terparkir di tempat yang jauh dari Maya.
"Maya ..... Maya sedang mencarinya ma, kebetulan central lock mobil Maya sedang bermasalah dan Maya lupa dimana Maya memarkirkan mobil," jawab Maya beralasan.
"Mobilmu ada di ujung sana Maya, segera bawa mobilmu ke bengkel jika sedang bermasalah!" ucap Mama Rafa.
"Iya ma, Maya akan segera membawanya ke bengkel, apa Mama kesini untuk menemui Rafa?" ucap Maya sekaligus bertanya.
"Iya, apa kau juga baru bertemu dengannya?"
"Iya ma, Maya membawakan makan siang untuk Rafa, kalau begitu Maya permisi, Maya harus segera pulang untuk mempelajari kasus baru yang sedang Maya kerjakan!"
"Baiklah hati-hati," balas Mama Rafa.
__ADS_1
Setelah Maya masuk ke dalam mobilnya dan mengendarainya pergi dari basement, Mama Rafapun segera membawa langkahnya ikut meninggalkan basement untuk menemui Rafa.
Mama Rafa mengetuk pintu beberapa kali sebelum akhirnya membukanya dan mendapati anak laki-lakinya itu sedang sibuk dengan komputer di hadapannya.
"Mama, ada apa Mama kesini?" tanya Rafa yang menyadari kedatangan sang mama.
"Mama hanya ingin bertemu denganmu, ada yang ingin mama katakan tapi sepertinya kau sangat sibuk," jawab Mama Rafa.
"Rafa hanya berusaha menyibukkan diri meskipun sebenarnya Rafa tidak benar-benar sibuk," balas Rafa lalu membawa langkahnya ke arah sofa yang ada di ruangannya, diikuti oleh sang Mama yang kini sudah duduk di sampingnya.
"Apa yang membuatmu bekerja sekeras ini Rafa? apa ada masalah yang mengganggumu?" tanya sang mama.
Rafa hanya menggelengkan kepalanya dengan tersenyum tipis tanpa mengatakan apapun. Ia tidak mungkin mengatakan pada sang Mama jika ia seperti itu karena kepergian Tiara.
"Mama dan papa sedang berencana untuk pergi ke Amerika dalam waktu dekat ini, sebelumnya Mama sudah menghubungi Putra untuk menanyakan dimana Tiara tinggal tetapi dia tidak memberitahu mama dengan alasan dia belum bertemu dengan Tiara, tapi sepertinya dia berbohong pada Mama," ucap Mama Rafa.
"Memangnya untuk apa mama mau bertemu dengan Tiara?" tanya Rafa yang terkejut saat mendengar sang Mama ingin menemui Tiara.
"Mama hanya ingin bertemu dengannya karena merindukannya, apa ada yang salah?" balas mama Rafa.
"Apa memang Mama sedekat itu dengan Tiara sebelumnya?" tanya Rafa.
"Tentu saja, dia perempuan yang baik, dia yang membantu Mama untuk bisa mengatasi beban pikiran mama," jawab Mama Rafa.
Rafa hanya terdiam mendengar ucapan sang Mama, ia tidak mengerti takdir macam apa yang sedang ia hadapi saat itu.
"Sebenarnya Mama bisa saja menanyakan tempat tinggal Tiara pada HRD tapi pasti mereka akan memberitahu papamu jika Mama kesini untuk menanyakan hal itu," ucap Mama Rafa.
"Jadi Mama minta tolong padamu bisakah kau mencari tahu dimana Tiara tinggal?" lanjut Mama Rafa bertanya.
"Lebih baik Mama jangan terlalu dekat dengan Tiara, sepertinya itu akan membuatnya tidak nyaman," ucap Rafa tanpa menjawab pertanyaan sang mama.
"Kenapa kau dan Putra seperti menjauhkan Mama dari Tiara? Mama justru ingin mendekatkan Tiara dengan Putra, mereka sepertinya cocok jadi Mama berniat untuk......"
"Kau bilang tidak sedang sibuk tadi, apa kau juga membohongi Mama seperti Putra?" protes Mama Rafa.
"Tiara sedang fokus dengan kuliahnya ma, jadi lebih baik Mama tidak mengganggunya," ucap Rafa beralasan.
"Mama tidak mengganggunya Rafa, Mama hanya ingin bertemu dengannya."
"Maaf ma, Rafa tidak bisa membantu mama," balas Rafa yang membuat Mama Rafa menghela nafasnya kesal melihat sikap Rafa yang sama saja seperti Putra.
"Maafkan Rafa ma, Rafa hanya tidak ingin Mama kecewa pada harapan Mama sendiri, karena apa yang terjadi terlalu rumit untuk dijelaskan dan lebih baik Mama tidak mengetahuinya," ucap Rafa dalam hati.
"Aahh iya, Mama tadi bertemu dengan Maya di basement, dia bilang dia baru saja kesini untuk membawakan makan siang untukmu, apa benar?" tanya Mama Rafa yang hanya dibalas anggukan kepala oleh Rafa, sedangkan ekor matanya menatap ke arah tempat sampah dimana ia membuang tas bekal dari Maya.
"Tapi sepertinya tadi Maya sedang bersama laki-laki di basement, Mama tidak tahu apa yang terjadi tetapi sepertinya mereka saling mengenal!" ucap Mama Rafa yang membuat Rafa segera membawa pandangannya ke arah sang mama.
"Apa yang Mama lihat di basement?" tanya Rafa.
"Mama melihat Maya di sudut basement bersama seorang laki-laki, mereka seperti sedang bertengkar, laki-laki itu bahkan menahan tangan Maya yang akan pergi," jawab Mama Rafa.
"Tapi laki-laki itu bilang dia salah mengenali temannya dan berpikir jika Maya adalah temannya," lanjut Mama Rafa.
"Tidak perlu terlalu memikirkannya ma, mungkin mereka hanya tidak sengaja bertemu," ucap Rafa.
"Tapi ada yang aneh Rafa, mama jelas melihat saat laki-laki itu menahan tangan Maya, dia...."
"Jangan berpikir terlalu jauh ma, Mama hanya melihat sekilas dari apa yang terjadi, bisa jadi apa yang Mama pikirkan itu salah," ucap Rafa memotong ucapan sang mama.
"Kau benar, mungkin pikiran Mama saja yang terlalu jauh, ya sudah kalau begitu Mama pergi dulu, sia-sia saja Mama menemuimu disini!" ucap Mama Rafa kemudian keluar dari ruangan Rafa.
__ADS_1
**
Di tempat lain, Tiara sedang mengayuh sepedanya ke arah kafe tempat ia bekerja. Dengan menggunakan headphone yang terpasang di kedua telinganya Tiara menikmati perjalanannya dengan lagu-lagu dari EXO.
Sesampainya di kafe, ia segera menaruh sepedanya lalu berjalan masuk ke dalam kafe, mengenakan seragam kafe dan mulai sibuk dengan pekerjaannya.
Seperti biasa, sesekali Tiara menyempatkan waktunya untuk membaca buku dan mengobrol bersama teman-temannya, hingga malam semakin larut dan pengunjung kafepun semakin ramai.
Meskipun Tiara cukup sibuk malam itu, tetapi ia bisa menikmati kesibukannya. Senyum cerianya yang menyenangkan tidak pernah absen dari bibir manisnya, memberikan energi positif bagi siapapun yang melihatnya.
Tak terkecuali seorang laki-laki yang tengah duduk di sudut kafe.
Tiara yang menyadari keberadaan Putra segera membawa langkahnya menghampiri Putra.
"Iced americano?" tanya Tiara yang hanya dibalas anggukan kepala dan senyum oleh Putra.
Tiara kemudian meminta temannya untuk menyiapkan iced americano dan french fries lalu membawanya pada Putra.
"Kak Putra tidak akan menunggu Tiara lagi bukan?" tanya Tiara memastikan karena jam kerjanya masih cukup lama.
"Apa aku sudah tidak boleh menunggumu?" balas Putra bertanya.
"Boleh, tapi jam kerja Tiara masih lama, kak Putra pasti akan sangat bosan menunggunya disini!" ucap Tiara.
"Kita lihat saja nanti, apa aku akan bosan atau tidak," balas Putra.
"Baiklah kalau begitu, Tiara harus kembali bekerja dulu kak!" ucap Tiara yang kembali dibalas anggukan kepala oleh Putra.
Waktupun berlalu, malam semakin larut dan Putra masih tenang di tempat duduknya. Untuk membunuh waktu Putra mengerjakan beberapa pekerjaannya melalui laptop yang sengaja di bawanya, karena ia tahu ia akan menunggu Tiara cukup lama malam itu.
Beberapa dari teman Tiara berpikir jika Putra adalah kekasih Tiara, karena sudah beberapa kali Putra datang untuk menunggu Tiara selesai bekerja.
Namun Tiara selalu menjelaskan pada teman-temannya jika Putra adalah atasannya di perusahaan tempat ia bekerja dan tidak ada hubungan yang khusus antara dirinya dengan Putra.
Meskipun begitu teman-teman Tiara yakin jika Putra menyukai Tiara, meskipun mungkin Tiara tidak menyukai Putra.
Setelah jam kerja Tiara selesai, iapun segera melepas seragamnya lalu berjalan menemui Putra.
"Apa kau sudah selesai?" tanya Putra sambil menutup laptopnya dan memasukkannya ke dalam tas.
"Sudah," jawab Tiara dengan menganggukkan kepalanya.
"Aku ingin mengajakmu makan malam sekarang, kau tidak keberatan bukan?" ucap Putra sekaligus bertanya.
Tiara hanya menganggukkan kepalanya dengan tersenyum lalu membawa langkahnya meninggalkan kafe bersama Putra.
Sama seperti hari-hari sebelumnya, Putra memasukkan sepeda Tiara ke dalam bagasi mobilnya lalu mengendarai mobilnya meninggalkan kafe bersama Tiara.
Sejak pertemuannya pertama kali bersama Tiara, Putra memang beberapa kali menemui Tiara lagi, meskipun hanya sekedar mengobrol untuk waktu yang singkat.
Tidak hanya karena terbatasnya waktu bagi Putra untuk bisa menemui Tiara, tapi juga karena kesibukan Tiara yang harus bisa membagi waktunya dengan baik antara kuliah dan bekerja.
Meskipun begitu Putra tetap memanfaatkan sedikitpun waktu yang ia punya untuk bersama Tiara, pelan-pelan ia ingin membuat Tiara bisa merasakan kehadirannya dan berusaha untuk membuka pintu hati Tiara untuknya.
**
Di perusahaan X. Teman Tiara yang sebelumnya mengunggah sebuah video ke grup kantor dengan akun anonim begitu terkejut saat melihat unggahannya ramai diperbincangkan.
Banyak dari mereka yang tidak menyangka tentang apa yang ada di dalam video itu. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang meninggalkan komentar buruk tentang Bagas, meskipun masih ada juga beberapa lainnya yang berusaha untuk tetap berpikir positif tentang video itu.
Namun ada satu komentar seseorang yang membuat teman Tiara terdiam untuk beberapa saat memikirkannya.
__ADS_1
"Seburuk apapun Pak Bagas di luar sana, itu adalah masalah pribadinya sendiri yang tidak ada sangkut pautnya dengan perusahaan karena dia sama sekali tidak membawa nama perusahaan, jadi aku rasa ini tidak akan memberi pengaruh yang buruk padanya, karena pada kenyataannya kinerjanya di kantor memang sangat baik!"
"Aku juga tidak peduli apa yang akan terjadi padanya jika video ini tersebar, aku tidak peduli apa dia akan tetap bekerja di perusahaan ini atau tidak, aku hanya ingin orang-orang tahu jika Bagas tidak sebaik yang mereka pikirkan, dia sama saja seperti laki-laki lain yang suka bersenang-senang di hotel," ucap teman Tiara dengan tersenyum tipis.