
Tiara masih terdiam mendengar pertanyaan Mama Rafa, ia tidak mengerti apa yang membuat Mama Rafa bertanya seperti itu padanya.
"Kenapa Tante tiba-tiba bertanya seperti itu? jika kak Maya mendengarnya dia pasti akan salah paham," tanya Tiara yang enggan untuk menjawab pertanyaan Mama Rafa.
"Kenapa kau sangat memikirkan Maya, Tiara?apa memang kalian berdua sangat dekat selain karena kau pernah menjadi klien Maya?" balas Mama Rafa bertanya.
"Tiara pernah menghadapi masalah keluarga yang sangat rumit tante dan kak Maya yang membantu Tiara untuk bisa keluar dari masalah keluarga Tiara," jawab Tiara.
"Itu hanyalah bagian dari pekerjaannya Tiara, memang sudah seharusnya dia melakukan yang terbaik untuk kliennya, jadi kau tidak perlu terlalu merasa berhutang budi pada Maya," ucap Mama Rafa.
"Sebenarnya ada sesuatu yang ingin tante katakan padamu," lanjut Mama Rafa.
"Ada apa Tante?" tanya Tiara.
"Rafa dan Maya sudah bercerai, Tiara," ucap Mama Rafa yang membuat Tiara begitu terkejut.
"Bercerai?" tanya Tiara tak percaya.
"Iya, mereka berpisah atas kesepakatan mereka sendiri, meskipun mungkin ini bukan hal yang diinginkan Maya tetapi itu adalah keputusan terbaik yang bisa diambil oleh Rafa," jawab Mama Rafa.
"Jadi kak Rafa yang menceraikan kak Maya?" tanya Tiara yang begitu terkejut mendengar ucapan Mama Rafa.
"Iya Rafa yang menceraikan Maya, banyak fakta yang mereka sembunyikan yang baru Tante ketahui Tiara dan dari semua fakta itu tante tidak bisa lagi membatu mempertahankan pernikahan mereka, jadi tante membiarkan Rafa menceraikan Maya."
Tiara kembali terdiam, dia tidak menyangka jika Rafa dan Maya kini sudah bercerai. Sebelumnya ia berpikir jika mungkin Rafa sudah luluh pada usaha Maya untuk membuat Rafa mencintainya, namun ternyata Rafa malah menceraikan Maya.
"Pasti kau terkejut dengan apa yang tante katakan, tantepun juga terkejut dengan semua fakta yang terjadi pada pernikahan Rafa dan Maya," ucap Mama Rafa.
"Apa kau mengetahui sesuatu tentang hubungan mereka Tiara?" lanjut Mama Rafa bertanya.
Tiara masih terdiam untuk beberapa saat, ia tidak mungkin mengatakan pada Mama Rafa tentang apa yang ia ketahui tentang hubungan Rafa dengan Maya.
"Tiara hanya tahu jika kak Maya sangat mencintai kak Rafa, kak Maya bahkan berusaha untuk menjadi istri yang baik untuk kak Rafa, hanya itu yang Tiara tahu Tante," jawab Tiara.
"Sepertinya kau cukup dekat dengan Rafa, kau bahkan memanggilnya kakak," ucap Mama Rafa yang membuat Tiara sadar jika ia sudah salah memanggil nama Rafa di hadapan Mama Rafa.
"Maaf Tante, maksud Tiara pak Rafa," ucap Tiara yang membuat mama Rafa tersenyum tipis.
"Sebenarnya sedekat apa hubungan kalian berdua? Tante pikir kau hanya mengenal Putra tapi ternyata kau juga mengenal Rafa di luar pekerjaan," tanya Mama Rafa.
"Tiara..... Tiara hanya dekat sebagai atasan dan bawahan tante, karena sebelumnya Tiara pernah bekerja di kafe Pak Rafa dan sebelum itu Pak Rafa adalah dosen Tiara di kampus, jadi Tiara sudah lebih lama mengenal Pak Rafa daripada kak Putra," jawab Tiara memberi alasan.
"Kenapa kau menyembunyikannya Tiara? Apa kau sudah melupakan Rafa? apa karena Rafa sudah terlalu mengecewakanmu?" batin Mama Rafa bertanya dalam hati.
Biiiiippp biiiipp biiiiippp
Ponsel Mama Rafa berdering, sebuah panggilan masuk dari sang suami yang mencari keberadaannya.
Mama Rafapun memberitahu sang suami jika ia tengah berada di oafe dekat tempat tinggal Tiara dan tak lama kemudian sang suamipun datang menjemputnya.
"Tante harus pergi Tiara, apa kau mau tante mengantarmu pulang?" ucap Mama Rafa sekaligus bertanya.
"Terima kasih Tante, Tiara akan pulang sendiri," balas Tiara.
"Baiklah kalau begitu,jaga dirimu baik-baik Tiara,tante pergi dulu!" ucap Mama Rafa kalau meninggalkan Tiara keluar dari kafe.
Sedangkan Tiara masih duduk di tempatnya, ia memikirkan apa yang Mama Rafa katakan padanya tentang perceraian Rafa dan Maya yang membuatnya begitu terkejut.
"Apa yang membuat kak Rafa menceraikan kak Maya? apa itu karena aku? aku pasti akan sangat merasa bersalah jika benar perceraian mereka karena aku, aku merasa menjadi perempuan paling berdosa jika sampai hal itu terjadi," batin Tiara bertanya dalam hati.
"Aku harus menghubungi kak Putra," ucap Tiara lalu mengambil ponselnya untuk menghubungi Putra.
__ADS_1
Setelah beberapa lama menunggu, Putrapun datang lalu duduk di hadapan Tiara yang masih berada di kafe tempat ia mengobrol bersama Mama Rafa.
"Tidak biasanya kau mengajakku bertemu di kafe," ucap Putra saat ia sudah duduk di hadapan Tiara.
"Tiara baru saja bertemu dengan tante Rosa kak," ucap Tiara.
"Apa yang tante Rossa katakan padamu?" tanya Putra.
"Tante Rossa memberitahu Tiara jika kak Rafa dan kak Maya sudah bercerai, apa kak Putra juga sudah mengetahuinya?" jawab Tiara sekaligus bertanya.
"Iya aku sudah mengetahuinya, apa karena hal itu kau memintaku datang kesini?" balas Putra.
Tiara hanya menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan Putra.
"Banyak hal yang tidak Tiara mengerti kak, Tiara tidak mengerti kenapa Tante Rossa tiba-tiba datang menemui Tiara dan meminta maaf karena sudah berniat untuk menjodohkan Tiara dengan kak Putra," ucap Tiara.
"Yang lebih membuat Tiara tidak mengerti kenapa Tante Rossa memberitahu Tiara jika kak Rafa dan kak Maya sudah bercerai, apa perceraian mereka karena Tiara?" lanjut Tiara bertanya.
"Tentu saja tidak, kenapa kau berbicara seperti itu?" balas Putra.
"Lalu kenapa kak Rafa tiba-tiba menceraikan kak Maya dan kenapa juga Tante Rossa memberitahu hal itu pada Tiara, padahal Tante Rossa tidak tahu jika Tiara juga mengenal kak Rafa dengan baik!"
Putra menghela nafasnya panjang sebelum ia memberitahu Tiara tentang apa yang sebenarnya terjadi.
Putra kemudian menjelaskan pada Tiara tentang video Putra dan Bagas yang sudah beredar luas. Hal itulah yang membuat orang tua Rafa akhirnya mengetahui jika pernikahan Rafa dan Maya tidak baik-baik saja.
Putra juga menjelaskan jika orang tua Rafa sudah mengetahui bagaimana kedekatan Rafa dengan Tiara dan tentu saja hal itu membuat Tiara begitu terkejut.
"Jadi sekarang sudah tidak ada apapun yang Rafa sembunyikan dari orang tuanya, termasuk kedekatannya denganmu dan mungkin itulah alasan kenapa tante Rossa menemuimu," ucap Putra di akhir penjelasannya.
"Astaga kenapa Tante Rosa tidak mengatakan hal itu, jika tahu seperti itu Tiara pasti akan menjelaskan semuanya pada tante Rossa!" ucap Tiara.
"Apa yang akan kau jelaskan pada tante Rossa?" tanya Putra.
"Secara teknis kalian berdua memang tidak memiliki hubungan apapun, tetapi kalian sama-sama sudah dewasa tidak perlu ada penjelasan tentang bagaimana sebenarnya hubungan kalian dan dari kedekatan kalian sudah bisa disimpulkan jika memang kalian memiliki hubungan khusus," ucap Putra.
"Tapi Tiara......"
"Berhenti membohongi dirimu sendiri Tiara, aku tahu jika sebenarnya kaupun memiliki perasaan yang sama seperti Rafa, hanya saja kau berusaha untuk menutupinya terlebih saat kau tahu jika Rafa ternyata sudah memiliki istri," ucap Putra memotong ucapan Tiara.
"Apa salah jika Tiara melakukan hal itu? apa salah jika Tiara memilih untuk mundur dan pergi menjauh?" tanya Tiara dengan menundukkan kepalanya.
"Kau sudah melakukan hal yang benar Tiara, Rafa sudah mengecewakanmu dan kau berhak untuk melanjutkan mimpimu, mungkin menjauh dari Rafa adalah salah satu hal yang memang harus kau lakukan," jawab Putra.
"Tapi sampai kapan kau akan terus membohongi dirimu sendiri Tiara? sekeras apapun kau berusaha pada kenyataannya hatimu masih memilih Rafa," lanjut Putra.
"Tiara bukan sedang membohongi diri Tiara kak, Tiara hanya sedang berusaha berdamai dengan keadaan yang tidak Tiara inginkan," ucap Tiara membela diri.
"Lalu bagaimana perasaanmu sekarang setelah kau mengetahui jika Rafa sudah bercerai dengan Maya? apa kau senang? apa kau lebih bahagia sekarang?" tanya Putra.
"Tentu saja tidak," jawab Tiara dengan cepat.
"Itu bukan hal yang Tiara inginkan, Tiara sudah pernah menjadi perempuan kedua dalam rumah tangga kakak Tiara dan Tiara tidak ingin menjadi perempuan kedua pada rumah tangga kak Rafa dan kak Maya, justru perpisahan mereka membuat Tiara merasa bersalah karena hadir di antara mereka berdua," jelas Tiara.
"Perceraian mereka bukan karena kesalahanmu Tiara, dari awal pernikahan memang sudah tidak ada cinta di antara mereka dan seperti yang aku katakan padamu Maya sudah berselingkuh dari Rafa dan melakukan hal yang diluar batas dengan selingkuhannya suami manapun pasti akan menceraikan istrinya jika istrinya melakukan hal yang seperti Maya lakukan!" ucap Putra.
"Tapi kak Maya sudah mencintai kak Rafa kak, kak Maya mungkin juga sudah menyesali apa yang dia lakukan di belakang kak Rafa, bisa jadi jika kak Rafa tidak bertemu Tiara mungkin kak Rafa bisa memaafkan kak Maya dan mereka bisa menjalani kehidupan pernikahan mereka dengan bahagia," ucap Tiara
"Rafa sama sekali tidak mencintai Maya, dia hanya mencintaimu Tiara, aku sangat mengenal Rafa dan aku tahu bagaimana dia menatapmu dengan penuh cinta dan bagaimana dia bahagia saat dia bersamamu, aku hanya pernah melihat hal itu saat Rafa bersamamu bukan dengan perempuan lain!" ucap Putra.
"Sekarang semua itu sudah tidak berarti lagi untuk Tiara kak, Tiara sudah memutuskan untuk melupakan kak Rafa dan memulai mimpi baru Tiara disini, terserah jika kak Putra berpikir Tiara egois tapi itu adalah keputusan Tiara!" ucap Tiara.
__ADS_1
"Kau memang sudah memutuskan untuk melupakan Rafa, tetapi pada kenyataannya hatimu masih menyimpan rasa," ucap Putra yang membuat Tiara hanya terdiam tanpa mengatakan apapun.
"Jika kau memang sudah melupakan Rafa seharusnya kau sudah membuka hatimu untuk laki-laki lain dan aku yakin kau belum melakukan hal itu," ucap Putra.
"Tiara ingin fokus dengan mimpi baru Tiara dan tidak memikirkan hal itu," balas Tiara.
"Baiklah jika itu memang keputusanmu aku akan mendukungmu, raihlah mimpi yang kau inginkan Tiara, lupakan Rafa jika memang kau ingin melupakannya dan biarkan hatimu terbuka agar orang lain bisa masuk dan menggantikan posisi Rafa disana," ucap Putra.
Tiara hanya tersenyum tipis tanpa mengatakan apapun. Setelah beberapa lama mengobrol Putrapun mengantarkan Tiara pulang.
"Jangan biarkan apa yang terjadi pada Rafa mengganggu konsentrasimu, kau harus tetap fokus dengan tujuanmu disini," ucap Putra yang hanya dibalas anggukan kepala oleh Tiara.
Tiara kemudian keluar dari mobil Putra lalu masuk ke dalam tempat tinggalnya.
"Aku tahu kau masih mencintainya Tiara, aku tahu harapan itu masih ada dalam hatimu," ucap Putra dalam hati lalu mengendarai mobilnya meninggalkan tempat tinggal Tiara.
**
Di tempat lain, Maya sedang berada di sebuah hotel untuk bertemu dengan kliennya. Maya sama sekali tidak menaruh curiga saat kliennya memintanya untuk masuk ke kamar hotelnya.
Namun saat Maya baru saja datang, kliennya membuka pintu dengan hanya mengenakan handuk yang melilit di pinggangnya, hal itu tentu saja membuat Maya curiga.
"Maaf sepertinya saya akan datang lain kali," saja ucap Maya yang hendak berlalu pergi, namun dengan cepat kliennya menarik tangan Maya.
"Apa yang anda lakukan, lepaskan!" ucap Maya sambil berusaha melepaskan tangannya dari cengkeraman laki-laki yang merupakan kliennya.
"Jangan terlalu jual mahal, aku tahu kau sudah sering melakukannya," ucapnya yang membuat emosi Maya seketika memuncak.
Tanpa ragu Maya menendang laki-laki di hadapannya itu hingga terjatuh dan membuat cengkeraman tangannya terlepas dari Maya.
"Dasar perempuan ******!" ucap laki-laki itu namun tidak dihiraukan oleh Maya.
Mayapun segera berlari pergi dengan emosi yang memenuhi dirinya saat itu. Maya masuk ke dalam mobilnya lalu mengendarai mobilnya pergi dari hotel ke arah bar yang sering ia datangi.
Sesampainya di bar, Maya hanya duduk di hadapan bartender dan tanpa diminta bartender itu memberikan segelas minuman pada Maya yang sudah sangat dikenalnya.
"Aku sedang tidak ingin minum," ucap Maya sambil menggeser gelas di hadapannya.
Maya hanya terdiam menatap orang-orang di sekitarnya. Ia merasa iri pada mereka yang bisa tertawa dan menikmati hidup tanpa beban.
Sedangkan Maya sendiri merasa sudah tidak sanggup lagi untuk melangkah maju, ia bahkan sudah melupakan mimpi besarnya dan hanya menjalani hidupnya tanpa arah yang pasti.
Tiba-tiba seorang laki-laki datang dan duduk di samping Maya. Laki-laki itu tersenyum ke arah Maya dengan senyum yang menggoda, namun Maya segera mengalihkan pandangannya tanpa mempedulikan laki-laki itu.
"Kau pasti lebih cantik saat tersenyum," ucap laki-laki itu sambil menaruh tangannya di paha Maya, namun dengan cepat Maya menepis tangan laki-laki itu.
"Tolong jaga sikapmu!" ucap Maya dengan tegas.
Namun bukannya menghindar laki-laki itu malah berdiri semakin dekat di hadapan Maya, membuat Maya sedikit ketakutan.
Sebelum sesuatu yang buruk terjadi, seseorang tiba-tiba datang dan menarik tangan laki-laki itu.
"Jangan mengganggunya atau kau akan berurusan denganku!" ucap Bagas pada laki-laki yang mengganggu Maya.
"Oke fine," balas laki-laki itu lalu berjalan pergi.
Melihat Bagas di hadapannya, Mayapun segera beranjak dari duduknya lalu berjalan pergi begitu saja.
Bagaspun segera berlari kecil mengejar Maya, namun Maya terus saja berjalan tanpa menghiraukan Bagas yang memanggilnya hingga akhirnya Bagas berhasil menahan tangan Maya.
"Berhenti menggangguku Bagas, aku benar-benar sudah muak padamu!" ucap Maya dengan kedua mata berkaca-kaca.
__ADS_1
"Kau boleh marah padaku asalkan jangan menjauhiku!" ucap Bagas yang masih menggenggam tangan Maya dengan erat.