Perempuan Kedua

Perempuan Kedua
Fakta Menyakitkan


__ADS_3

Hari itu Gita sengaja pergi ke pusat perbelanjaan yang cukup jauh dari rumahnya untuk menemui temannya lamanya.


Namun ia begitu terkejut saat melihat Tiara dan Bima yang baru saja keluar dari toko perhiasan dengan membawa paper bag yang bertuliskan nama tokoh perhiasan itu.


Di sisi lain Tiara dan Bima yang melihat keberadaan Gita disana juga begitu terkejut dan hanya bisa terdiam saling pandang untuk beberapa saat.


"Kenapa kalian berdua ada disini?" tanya Gita saat ia sudah berada di hadapan Tiara dan Bima.


"Tolong jangan salah paham Gita, aku dan Tiara....."


"Sepertinya kita gagal kak," ucap Tiara memotong ucapan Bima dengan membawa pandangannya pada Bima.


"Gagal?" tanya Bima tak mengerti.


"Iya, padahal kita sudah jauh-jauh kesini untuk membeli kejutan untuk kak Gita tapi ternyata kak Gita juga ada disini," jawab Tiara beralasan.


"Kejutan? kejutan apa maksud kalian?" tanya Gita


Tiara tersenyum lalu memberikan paper bag yang dibawanya pada Bima.


"Sebaiknya kak Bima sendiri yang memberikannya pada kak Gita," ucap Tiara pada Bima.


Dengan cepat Bima memahami maksud dari tindakan Tiara. Bima kemudian mengambil kalung yang ada di dalam paper bag itu lalu membawa langkahnya berdiri di belakang Gita dan memasangkan kalung yang baru saja dibelinya pada leher Gita.


"Sebenarnya aku ingin memberikan kalung ini sebagai kejutan untukmu, tapi ternyata kau lebih dulu tahu jadi aku akan memakaikannya sekarang," ucap Bima.


Gitapun tersenyum senang mendapat kalung pemberian dari Bima.


"Apa kau menyukainya?" tanya Bima setelah kalung pilihan Tiara terpasang pada leher Gita.


"Aku suka, sangat suka," jawab Gita dengan penuh senyum.


"Terima kasih Bima," ucap Gita lalu memeluk Bima.


"Kau juga harus berterima kasih pada Tiara, dia yang membantuku untuk memilih kalung ini," balas Bima.


"Terima kasih Ra, kakak sangat menyukainya, kau memang selalu tahu apa yang kakak suka," ucap Gita yang hanya dibalas anggukan kepala dan senyum oleh Tiara.

__ADS_1


Tiara, Bima dan Gitapun berjalan meninggalkan toko perhiasan itu.


"Maaf kak, Tiara harus pergi dulu, Tiara sudah ada janji dengan Kevin," ucap Tiara dengan membawa pandangannya pada Bima dan Gita.


"Kakak akan memesan taksi untukmu, tunggu sebentar!" ucap Gita.


"Tidak perlu kak, Kevin sudah menjemput Tiara jadi Tiara akan menunggunya di depan," balas Tiara berbohong.


"Baiklah, hati-hati di jalan," ucap Gita yang hanya dibalas anggukan kepala Tiara.


Tiarapun pergi meninggalkan Bima dan Gita dengan senyum yang ia paksakan. Sedangkan Bima tidak mempunyai alasan apapun untuk menahan Tiara agar tidak pergi, membuatnya dengan terpaksa menemani Gita untuk bertemu temannya.


"Kau dan Tiara sangat dekat, kalian berdua sudah seperti saudara kandung," ucap Gita pada Bima.


"Kita tumbuh bersama dari kecil, itu yang membuat hubungan kita sangat dekat," balas Bima.


Gita hanya menganggukkan kepalanya pelan tanpa mengatakan apapun.


"Kau tidak akan marah pada Tiara bukan?" tanya Bima memastikan.


"Kenapa aku harus marah padanya? aku tahu kalian berdua memang dekat jadi wajar jika kau mengajak Tiara untuk memilih perhiasan yang akan kau berikan padaku!"


"Iya, aku percaya padamu, aku juga percaya pada Tiara," balas Gita dengan tersenyum.


**


Di sisi lain, Tiara meninggalkan pusat perbelanjaan itu lalu duduk di halte untuk beberapa lama, menunggu bus yang akan membawanya pulang.


Biiiiipppp biiiiippp biiiipp


Ponsel Tiara berdering, sebuah panggilan dari Kevin namun Tiara abaikan. Tiara kemudian menaiki bus yang berhenti di hadapannya.


Setelah beberapa lama dalam perjalanan bus itupun berhenti di halte yang dekat dengan rumah Tiara.


Saat Tiara baru saja turun dari bus, Kevin memanggilnya namun Tiara tetap melanjutkan langkahnya seolah tidak mempedulikan Kevin.


"Kau dari mana saja Ra? kenapa kau tidak menjawab panggilanku?" tanya Kevin yang sudah berjalan di samping Tiara.

__ADS_1


"Aku sibuk dengan skripsiku, banyak bab yang harus aku revisi," jawab Tiara beralasan.


"Aku sudah mencarimu di kampus tapi aku tidak melihatmu sama sekali, padahal aku melihat dosen pembimbingmu ada di kampus," ucap Kevin.


"Rupanya aku memang tidak pandai berbohong," ucap Tiara dengan tersenyum tipis.


"Apa maksudmu Ra? apa yang kau sembunyikan dariku?" tanya Kevin dengan menahan tangan Tiara.


"Kau akan menyesal karena sudah menanyakan hal itu Kevin, karena apa yang akan kau dengar nanti pasti akan membuatmu sangat marah padaku," ucap Tiara yang membuat Kevin semakin penasaran.


"Katakan padaku apa yang sudah kau sembunyikan dariku Ra, kau masih menganggapku sebagai sahabatmu bukan?"


Tiara menganggukkan kepalanya lalu menghentikan langkahnya, begitu juga dengan Kevin yang ikut menghentikan langkahnya.


Tiara membawa pandangannya menatap Kevin, satu-satunya sahabat dekatnya yang tahu semua kisah hidupnya yang ia sembunyikan dari orang lain.


"Aku dan kak Bima....... berhubungan diam-diam," ucap Tiara lalu menundukkan kepalanya karena ia tahu Kevin pasti akan sangat marah padanya.


"Tidak mungkin, kau pasti bercanda bukan?" tanya Kevin tak percaya.


"Aku tidak bercanda Kevin, beberapa hari ini aku jarang menemuimu karena aku menghabiskan waktu dengan kak Bima, aku tidak hanya bersenang-senang dengan kak Bima, aku juga mengerjakan skripsiku dengan bantuan kak Bima, aku....."


"Tiara Anastasia, apa kau sadar apa yang sudah kau lakukan?" tanya Kevin memotong ucapan Tiara.


"Apa salah jika aku menerima cinta dari seseorang yang aku cintai? apa salah jika aku bahagia sebentar saja?" tanya Tiara dengan kembali menatap kedua mata Kevin.


Kevin kemudian memegang kedua bahu Tiara dan menatap kedalam mata Tiara.


"Tidak ada yang salah dari menerima cinta seseorang yang kau cintai, tapi itu akan menjadi salah jika seseorang yang kau cintai itu sudah bertunangan dengan kakakmu, itu artinya kau perempuan kedua dalam hubungan mereka," ucap Kevin.


"Tapi mereka berdua tidak saling mencintai Kevin, kak Gita dan kak Bima sendiri yang mengatakannya padaku," balas Tiara sambil melepaskan kedua tangan Kevin dari bahunya.


"Kalau mereka tidak saling mencintai tidak akan ada pertunangan Ra, tolong sadarlah!" ucap Kevin berusaha menyadarkan tindakan Tiara yang dianggapnya salah.


"Tapi pertunangan itu bukan atas dasar cinta, kak Bima menerima pertunangan itu karena paksaan orang tuanya sedangkan kak Gita menerima pertunangan itu hanya karena ketampanan dan kekayaan keluarga kak Bima," ucap Tiara membela diri.


"Itu bukan alasan untuk menjadikanmu perempuan kedua dalam hubungan mereka, bagaimanapun juga mereka sudah bertunangan dan sebentar lagi akan menikah, lalu bagaimana denganmu? kau hanya akan dicampakkan oleh kak Bima dan melihat kak Bima yang akan menjadi suami dari kak Gita!"

__ADS_1


Tiara terdiam dengan kedua mata yang berkaca-kaca, ucapan Kevin seolah menusuk hatinya dengan sangat dalam.


Fakta bahwa Bima dan Gita telah bertunangan dan akan segera menikah membuat Tiara semakin merasakan sakit dalam hatinya.


__ADS_2