
Waktu berlalu, Tiara sedang merapikan barang-barangnya di dalam kamar yang akan ia tempati untuk sementara.
Setelah selesai merapikan barang-barangnya Tiara mengambil laptop dari tas ranselnya, bukan untuk mengerjakan skripsi melainkan mencari pekerjaan yang sekaligus menyediakan tempat tinggal untuk karyawannya.
Tooookkk tooookkk tooookkk
Suara ketukan pintu membuat Tiara beranjak dari ranjangnya lalu membuka pintu kamarnya.
"Apa kau tidak bosan berada di kamar dari tadi?" tanya Kevin yang dibalas gelengan kepala oleh Tiara.
"Ayo ikut denganku, kau hanya akan semakin stress jika terlalu lama berdiam diri di dalam kamar," ucap Kevin sambil menarik tangan Tiara.
Tiarapun hanya pasrah mengikuti langkah Kevin keluar dari rumah.
Kevin kemudian mengendarai motornya bersama Tiara ke arah taman yang tak jauh dari rumah Kevin.
Sesampainya disana, merekapun berjalan masuk ke dalam taman lalu duduk di salah satu bangku taman.
"Sepertinya kunci motorku tertinggal, tunggu disini sebentar aku akan segera kembali," ucap Kevin yang segera beranjak dari duduknya dan berlari ke arah tempat parkir.
"Tiara!" panggil seseorang yang membuat Tiara segera membawa pandangannya ke arah sumber suara yang memanggilnya
"Ayo pulang!" ucap Bima yang segera menarik tangan Tiara namun dengan cepat Tiara menepis tangan Bima.
"Tolong jangan ganggu Tiara lagi, Tiara tidak akan pernah kembali ke rumah itu," ucap Tiara pada Bima.
"Itu adalah rumahmu Ra, rumah peninggalan orang tuamu, kau harus tetap disana sampai mama Laras datang dan....."
"Dan mengusir Tiara, apa itu yang kak Bima mau?" ucap Tiara memotong ucapan Bima.
"Lalu kau apa kau lebih senang tinggal bersama Kevin sekarang? apa kau ingin menjadi wanita murahan yang tidur dengan teman laki-lakinya?" tanya Bima yang membuat emosi Tiara memuncak.
"Hentikan kak Bima!" ucap Kevin yang segera menghampiri Tiara dan Bima.
__ADS_1
"Berhenti mencampuri urusanku dengan Tiara Kevin!" balas Bima kesal.
"Kak Bima adalah dosen, seseorang yang berpendidikan seperti kak Bima tidak pantas mengatakan hal itu pada mahasiswinya," ucap Kevin berusaha menahan emosinya, mengingat mereka sedang berada di tempat umum saat itu.
"Sudahlah Kevin jangan bersandiwara di depanku, kau memang sudah lama menginginkan hal ini bukan? kau berteman dekat dengan Tiara hanya untuk memanfaatkannya!" ucap Bima yang membuat Kevin tidak bisa menahan emosinya lebih lama lagi.
Seketika Kevin mengepalkan kedua tangannya, bersiap untuk menghajar Bima namun Tiara segera menahan Kevin agar tidak melakukan hal itu.
"Jangan mengotori tanganmu hanya karena ucapannya yang tidak benar itu Kevin," ucap Tiara sambil menahan tangan Kevin lalu berjalan maju ke hadapan Bima.
Hanya selang beberapa detik saja tamparan keras mendarat di pipi Bima.
PLAAAAAKKKKKK
Tanpa ragu Tiara melayangkan tangannya untuk yang kedua kali namun dengan cepat Bima mencengkeram tangan Tiara. Melihat hal itu Kevinpun tidak tinggal diam, ia segera melayangkan tinjunya ke arah Bima membuat Bima jatuh tersungkur dan melepaskan tangan Tiara dari cengkramannya.
Kevin kemudian menggandeng tangan Tiara, mengajak Tiara untuk keluar dari taman sebelum banyak orang yang melihat kejadian itu.
Di sisi lain Kevin mengendarai motornya kembali pulang ke rumah bersama Tiara.
"Padahal aku mengajakmu keluar agar kau tidak tertekan dengan masalah yang kau hadapi, tapi ternyata aku malah menambah beban pikiranmu karena kak Bima," ucap Kevin menyesal.
Tiara hanya tersenyum tipis tanpa mengatakan apapun.
**
Waktu telah berlalu dan hari telah berganti. Tiara segera memanggil Kevin yang saat itu sudah bersiap untuk berangkat ke kampus.
"Aku ikut," ucap Tiara pada Kevin.
"Apa kau sudah berubah pikiran? apa kau akan melanjutkan kuliahmu?" tanya Kevin bersemangat.
"Tentu saja tidak, aku akan sangat bosan jika berada di rumah sepanjang waktu, lagi pula aku masih memiliki janji untuk melakukan bimbingan skripsi bersama Pak Rafa sebelum aku mendapatkan pekerjaan dan benar-benar meninggalkan kampus setelah itu," ucap Tiara yang membuat Kevin hanya menghela nafasnya.
__ADS_1
Tiara dan Kevinpun berangkat ke kampus. Baru saja Tiara sampai di kampus, Rafa sudah mengirimkan pesan padanya
"Saya menunggumu di depan ruangan rektor, segera datang kesini jika kau sudah sampai di kampus!"
Tiara hanya terdiam setelah membaca pesan dari Rafa.
"Ada apa Ra? apa Pak Rafa membatalkan janjinya?" tanya Kevin yang melihat Tiara hanya terdiam dengan menatap ponselnya.
"Pak Rafa menungguku di depan ruangan rektor," jawab Tiara yang membuat Kevin begitu terkejut
"Sepertinya masalah video itu akan semakin rumit karena sudah melibatkan rektor," ucap Kevin.
"Kau benar, aku harus segera kesana dan menjelaskan semuanya pada rektor agar Pak Rafa masih bisa bertahan di kampus ini," ucap Tiara lalu segera berlari pergi meninggalkan Kevin.
Kini Tiara dan Rafa sudah berada di hadapan rektor yang siap untuk melakukan sidang pada mereka berdua.
"Kalian pasti tahu kenapa saya memanggil kalian berdua kesini, video kalian berdua sudah tersebar luas ke seluruh kampus, pada awalnya saya akan membiarkannya jika itu tidak menjadi masalah besar tetapi semakin kesini video kalian meninggalkan banyak komentar negatif yang membawa nama baik kampus," ucap rektor.
Tiara kemudian menjelaskan tentang apa yang terjadi saat itu tentang penyebab dirinya pingsan karena tidak sengaja meminum kopi beberapa jam sebelumnya.
"Saya bisa menerima penjelasanmu Tiara, saya juga bisa menerima alasan Rafa melakukan hal itu, tetapi komentar negatif tentang video itu tidak bisa dicegah walaupun kalian menjelaskan tentang apa yang terjadi saat itu," ucap rektor.
"Saya mengerti Pak, saya menerima konsekuensi apapun atas apa yang sudah saya lakukan, tapi jika memang saya harus dikeluarkan dari kampus ini tolong izinkan saya menjadi dosen pembimbing Tiara sampai dia menyelesaikan skripsinya sebelum saya keluar," ucap Rafa.
"Saya sudah memikirkan hal itu Rafa, saya akan mencarikan dosen pembimbing baru untuk Tiara dan hari ini juga kau bisa meninggalkan kampus dan jangan pernah kembali lagi kesini," ucap rektor yang membuat Rafa dan Tiara begitu terkejut
"Tapi pak....."
"Ini sudah menjadi peraturan kampus Tiara, apapun penjelasan dan alasan yang kau katakan tidak akan merubah keputusan yang sudah saya ambil," ucap rektor memotong ucapan Tiara.
"Ini sama sekali tidak adil pak, Pak Rafa bahkan tidak melakukan kesalahan apapun, tapi kenapa Pak Rafa harus dikeluarkan dari kampus hanya karena komentar dari orang-orang yang tidak mengetahui kejadian yang sebenarnya," protes Tiara.
"Nama baik Universitas kita di pertaruhkan hanya karena video itu Tiara, mungkin ini tidak adil menurutmu tapi inilah peraturan yang ada di kampus ini, jika kau tidak suka kau juga bisa meninggalkan kampus ini, sekarang kalian berdua keluarlah!" ucap rektor yang membuat Tiara semakin kesal.
__ADS_1