Perempuan Kedua

Perempuan Kedua
Rumah Tangga Rafa Maya


__ADS_3

Rafa dan Maya begitu terkejut saat melihat orang tua Rafa datang dengan raut wajah penuh emosi, terlebih saat Mama Rafa mengatakan jika Mama Rafa sudah mengetahui semuanya.


"Tenanglah ma, kita bicarakan baik-baik!" ucap papa Rafa berusaha menenangkan sang istri.


"Tidak ada yang bisa dibicarakan baik-baik Pa, Maya pasti hanya akan beralasan dan membohongi mama lagi," balas Mama Rafa yang sudah dipenuhi oleh emosi saat itu.


"Berbohong soal apa ma? tolong mama tenang dulu dan katakan dengan jelas apa yang membuat Mama marah seperti ini?" tanya Rafa pada sang mama.


"Lihatlah Rafa apa yang sudah istrimu ini lakukan, dia sudah berselingkuh darimu Rafa, dia bermain dengan laki-laki lain di belakangmu," jawab Mama Rafa sambil menunjukkan sebuah video yang ada di ponselnya.


Rafa hanya terdiam lalu mengembalikan ponsel itu pada sang Mama sebelum ia sempat melihat video itu.


"Kenapa kau tidak melihatnya? apa kau juga sudah mengetahui hal ini?" tanya sang Mama pada Rafa.


"Rafa sudah mengetahuinya ma, lebih baik Mama duduk dulu," jawab Rafa yang berniat untuk membawa sang Mama duduk, tetapi karena terlalu emosi Mama Rafa menolak untuk duduk.


"Sekarang jelaskan pada Mama, siapa laki-laki itu Maya? dia laki-laki yang bersamamu di basement bukan?" tanya Mama Rafa pada Maya.


Mayapun hanya bisa menundukkan kepalanya tanpa mengatakan apapun, ia sudah tidak bisa mengelak lagi. Video yang sudah tersebar itu jelas memperlihatkan wajahnya bersama Bagas saat mereka berdua berjalan berpelukan lalu masuk ke dalam salah satu kamar hotel.


Mama Rafa menghela nafasnya panjang, memijit kepalanya yang mulai terasa pusing.


"Kau benar-benar keterlaluan Maya, selama ini Mama sangat menyayangimu, menganggapmu seperti anak mama sendiri, tapi kau..... kau bahkan tidak bisa menjaga harga dirimu sebagai istri Rafa," ucap Mama Rafa yang begitu kecewa dengan apa yang sudah Maya lakukan.


"Sekarang terserah padamu Rafa, Mama sudah tidak akan ikut campur lagi dalam rumah tanggamu dengan Maya," lanjut Mama Rafa berbicara pada Rafa.


Rafa kemudian membawa pandangannya pada Maya, rasanya ia ingin menceraikan Maya saat itu juga di hadapan mama dan papanya.


"Maya, saat ini juga aku akan....."


"Tidak..... jangan mengatakan apapun, aku mohon jangan Rafa, aku benar-benar mencintaimu aku tidak ingin kita berpisah," ucap Maya memotong ucapan Rafa.


"Jika kau mencintai Rafa kau tidak mungkin melakukan hal itu Maya, kau bersama laki-laki lain di belakang Rafa tanpa Rafa tahu, apa itu yang kau sebut cinta?" sahut Mama Rafa.


"Maafkan Maya ma, tapi sebenarnya Rafa memang sudah mengetahuinya sejak lama, dia bahkan membiarkan Maya bersama laki-laki itu," ucap Maya yang membuat mama Rafa begitu terkejut mendengarnya.


"Apa maksudnya? Rafa tolong jelaskan pada mama apa yang sebenarnya terjadi pada rumah tangga kalian berdua?" tanya Mama Rafa dengan membawa pandangannya pada Rafa.


"Maafkan Rafa ma....." ucap Rafa tanpa menjawab pertanyaan sang mama.


"Jadi benar kau sudah mengetahui jika istrimu berselingkuh sejak lama dan kau sengaja membiarkan hal itu?" tanya Mama Rafa yang hanya dibalas anggukan kepala oleh Rafa.


Mama Rafapun begitu terkejut melihat respon Rafa. Ia tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi dengan rumah tangga Rafa, terlebih setelah ia tahu jika sebenarnya Rafa sudah sejak lama mengetahui perselingkuhan Maya dan bahkan membiarkannya.


"Kalian berdua benar-benar keterlaluan, kalian......"


Seketika Mama Rafa kehilangan kesadarannya dan dengan sigap papa Rafa menopang tubuh sang istri yang hampir saja terjatuh di hadapannya.


Rafa dan sang papapun segera membawa masuk sang Mama ke dalam mobil lalu mengendarai mobil ke arah rumah sakit, meninggalkan Maya yang masih berdiri di tempatnya.


Sesampainya di rumah sakit, Mama Rafa segera dibawa ke ruang UGD, sedangkan Rafa dan papanya menunggu di depan ruangan.


Setelah beberapa lama menunggu, dokterpun keluar dari ruang UGD dan menjelaskan keadaan Mama Rafa.


"Keadaan pasien sedang kritis karena tekanan darahnya yang tiba-tiba meningkat dengan drastis, kita hanya bisa berusaha agar tekanan darah pasien bisa segera menurun dan kembali normal," ucap dokter menjelaskan.


"Terima kasih dok," ucap papa Rafa.


Mama Rafa kemudian dipindahkan ke ruang rawat VIP, sedangkan Rafa dan papanya hanya duduk menunggu di depan ruangan itu.


"Maafkan Rafa pa, Rafa hanya......"


"Jelaskan semuanya saat mamamu sudah sadar Rafa, mudah-mudahan saja tekanan darahnya segera normal," ucap papa Rafa memotong ucapan Rafa.


Meskipun ia cukup kecewa dengan Rafa, namun ia lebih bisa mengendalikan dirinya untuk tidak mengikuti emosinya sebelum ia tahu duduk permasalahan yang sebenarnya.


"Apa laki-laki itu masih bekerja di kantor sekarang?" tanya papa Rafa yang dibalas anggukan kepala oleh Rafa.


"Apa benar kau sudah tahu sejak lama jika dia berhubungan dengan Maya?" tanya papa Rafa.

__ADS_1


"Rafa sudah beberapa kali melihatnya bersama Maya, tetapi Rafa baru tahu jika dia adalah pegawai di kantor kita," jawab Rafa.


"Lalu apa yang akan kau lakukan padanya? apa kau tidak berniat untuk memecatnya?" tanya papa Rafa.


"Sebenarnya Rafa memang tidak peduli bagaimana hubungannya dengan Maya, tetapi jika hubungan mereka berdua menyangkut perusahaan dan nama baik keluarga maka Rafa tidak akan tinggal diam pa, tapi untuk saat ini Rafa belum tahu apa yang harus Rafa lakukan," jawab Rafa.


"Apa yang dia lakukan tidak ada hubungannya dengan perusahaan, hanya saja jika media tahu bahwa Maya adalah istrimu maka hal itu tentu saja akan membawa pengaruh buruk pada perusahaan dan nama baik keluarga kita," ucap papa Rafa.


"Rafa sudah meminta asisten pribadi Rafa untuk menghentikan penyebaran video itu, tetapi Rafa tidak yakin jika video itu tidak akan tersebar keluar dari kantor," ucap Rafa.


"Jangan khawatir papa sudah mengurusnya, papa sudah pastikan jika video itu tidak akan tersebar semakin jauh," balas papa Rafa.


"Terima kasih pa, maaf karena Rafa sudah mengecewakan mama dan papa!"


Tak lama kemudian terdengar langkah kaki yang berjalan mendekati tempat Rafa duduk, dia adalah Maya yang datang karena mengkhawatirkan keadaan Mama Rafa.


"Bagaimana keadaan Mama, Rafa? apa Mama baik-baik saja?" tanya Maya pada Rafa.


"Seharusnya kau memikirkan hal ini sebelum kau melakukan kebodohanmu," ucap Rafa tanpa menjawab pertanyaan Maya.


"Berhenti menyalahkanku Rafa, apa kau lupa jika kau sudah berhubungan dengan perempuan lain diam-diam tanpa aku tahu?" balas Maya yang membuat papa Rafa begitu terkejut.


"Apa itu benar Rafa?" tanya sang papa pada Rafa.


"Tidak.... itu tidak benar, Rafa memang menyukai perempuan lain tapi Rafa tidak pernah berhubungan dengannya, Rafa hanya menyukainya tanpa mendapatkan balasan perasaan darinya," jawab Rafa.


"Tetap saja kau berniat untuk berselingkuh dariku Rafa, kau....."


"Lebih baik kalian berdua pergi dari sini jika kalian ingin bertengkar!" ucap papa Rafa memotong ucapan Maya.


"Maaf pa, Maya tidak bermaksud untuk membuat keributan," ucap Maya lalu duduk di samping Rafa.


Papa Rafa hanya menghela nafasnya kasar, ia semakin tidak mengerti dengan apa yang sebenarnya terjadi pada rumah tangga anaknya setelah ia mendengar jika Rafa sebenarnya menyukai perempuan lain tanpa sepengetahuan istrinya.


Malampun semakin larut, Maya sudah mulai mengantuk dan bosan karena hanya berdiam diri tanpa mengobrol sedikitpun di depan ruangan Mama Rafa.


"Kau pulanglah bersama Maya, papa yang akan menjaga Mama disini!" ucap sang papa pada Rafa.


"Kau harus pulang Rafa, besok kau harus tetap bekerja seperti biasa, jangan sampai hal ini mengganggu pekerjaanmu!" ucap Rafa.


"Tapi pa....."


"Mama dan papa sudah cukup kecewa dengan sikap kalian berdua, jadi jangan membuat papa semakin kecewa karena ketidakprofesionalanmu dalam bekerja," ucap papa Rafa.


"Baik pa Rafa pulang dulu, tolong segera hubungi Rafa untuk memberitahu kabar Mama," ucap Rafa yang hanya dibalas anggukan kepala oleh papanya.


Rafapun beranjak dari duduknya, berjalan meninggalkan ruangan sang mama diikuti oleh Maya yang berjalan di belakangnya.


Sesampainya Rafa di rumah, Rafa segera membuka pintu kamarnya namun ditahan oleh Maya.


"Beri aku kesempatan untuk memperbaiki sikapku Rafa, aku mohon," ucap Maya memohon.


"Aku tidak peduli apa yang akan kau lakukan jadi berhentilah menggangguku!" ucap Rafa sambil menarik tangannya dari Maya.


"Satu lagi, kau yang sudah membuat Mama seperti ini, aku benar-benar tidak akan memaafkanmu jika terjadi sesuatu yang buruk pada mama," lanjut Rafa lalu masuk ke dalam kamarnya dan menutup pintu kamarnya dengan kencang.


Maya hanya bisa menghela nafasnya, ia benar-benar menyesal atas apa yang sudah ia lakukan dengan Bagas.


Memang benar ia yang kembali mendekati Bagas setelah ia mengakhiri hubungannya dengan Bagas, namun itu ia lakukan karena ia merasa frustasi melihat Rafa dan sama sekali tidak mempedulikannya.


Namun setelah apa yang terjadi ia sangat menyesali apa yang sudah ia lakukan. Kini ia hanya bisa berharap jika ia masih memiliki alasan agar Rafa tidak menceraikannya, terlebih ia sadar jika ia sudah tidak mendapatkan dukungan dari orang tua Rafa.


Biiiiippp biiiipp biiiiippp


Ponsel Maya berdering, sebuah panggilan dari Bagas yang membuat Maya enggan untuk menerimanya.


Biiiiippp biiiipp biiiiippp


Untuk kedua kalinya ponsel Maya berdering, namun bukan sebuah panggilan masuk melainkan sebuah pesan yang masuk dari Bagas.

__ADS_1


"Aku sudah berada di depan rumahmu, kau harus menemuiku atau aku sendiri yang akan masuk dan menjelaskan semuanya pada Rafa bagaimana kau mendekatiku setelah kau mengakhiri hubungan denganku!"


Maya seketika melempar ponselnya ke sembarang arah, rasa kesal kini memuncak dalam dirinya. Ia semakin tersudut oleh keadaan yang tidak memberinya celah untuk berpikir dengan jernih.


Namun bukannya keluar untuk menemui Bagas, ia lebih memilih untuk menjatuhkan dirinya di atas ranjang. Ia sama sekali tidak ingin berhubungan lagi dengan Bagas, ia sudah tidak peduli apapun alasan Bagas.


**


Hari telah berganti, sore itu setelah Tiara menyelesaikan kegiatannya di kampus seperti biasa ia membawa langkahnya mengambil sepedanya untuk menemaninya pergi ke kafe.


Namun belum sempat ia mengayuh sepedanya, sebuah mobil yang berada tidak jauh darinya membunyikan klakson yang membuatnya segera membawa pandangannya ke arah mobil itu.


Tiara hanya tersenyum lalu membawa langkahnya sambil menuntun sepedanya ke arah mobil yang ia kenali itu.


Putra kemudian keluar dari mobilnya lalu menghampiri Tiara.


"Apa kau akan pergi ke kafe?" tanya Putra yang dibalas anggukan kepala dan senyum oleh Tiara.


"Aku akan mengantarmu!" ucap Putra lalu membuka bagasinya untuk menaruh sepeda Tiara.


"Apa kak Putra sedang tidak sibuk hari ini? tumben sekali menemui Tiara sebelum malam," tanya Tiara.


"Aku baru saja bertemu seseorang di dekat sini jadi sekalian aku mengantarmu berangkat ke kafe," jawab Putra.


"Aaahh iya Tiara sudah mengatakan pada teman-teman Tiara untuk mengajak mereka pergi ke restoran yang kemarin kita datangi dan mereka semua setuju untuk datang kesana," ucap Tiara.


"Baguslah kalau begitu, aku akan mengosongkan waktu untukmu dan teman-temanmu," balas Putra.


"Apa menurut kak Putra mereka akan menyukai makanan yang ada di restoran itu?" tanya Tiara.


"Tentu saja, kau tahu bukan jika makanan khas Indonesia adalah salah satu dari makanan paling enak di dunia!"


"Rendang dan nasi goreng bukan?" balas Tiara.


"Benar sekali, mereka pasti tidak akan menyesal karena sudah mencoba makanan surga dari negara kita," ucap Putra.


"Makanan surga? hahaha..... kak Putra berlebihan sekali," ucap Tiara tertawa.


amelihat Tiara tertawa membuat Putra tersenyum senang. Hatinya terasa lega karena melihat Tiara yang tampak baik-baik saja meskipun ia tahu jika Tiara masih berusaha untuk menyembuhkan hatinya.


Setelah beberapa lama berkendara Putrapun sampai di depan kafe tempat Tiara bekerja.


Biiiiippp biiiipp biiiiippp


Sebuah panggilan masuk dari papa Rafa, membuat Putra segera menerima panggilan itu.


"Halo Putra, apa kau sedang sibuk?" tanya papa Rafa setelah Putra menerima panggilannya.


"Tidak Om, ada apa?" jawab Putra sekaligus bertanya.


"Om hanya ingin memberitahu jika tantemu sedang dirawat di rumah sakit saat ini," ucap papa Rafa yang membuat Putra begitu terkejut.


"Tante Rossa di rumah sakit? apa yang terjadi pada tante Om? bagaimana keadaan tante sekarang?" tanya Putra khawatir.


"Keadaannya sekarang masih kritis karena tekanan darahnya yang tiba-tiba meningkat, doakan saja agar tekanan darahnya segera stabil agar bisa melewati masa kritisnya," jawab papa Rafa menjelaskan.


"Semoga keadaan tante Rossa cepat membaik Om, lalu bagaimana dengan Rafa? dia pasti sangat mengkhawatirkan mamanya!"


"Justru Rafa yang membuat mamanya seperti ini dan om menghubungimu untuk bertanya padamu tentang hubungan Rafa dan Maya," ucap papa Rafa.


"Apa maksud Om Adam? Putra tidak mengerti," tanya Putra yang tidak mengerti kenapa tiba-tiba papa Rafa menanyakan tentang hubungan Rafa dan Maya padanya.


"Om dan tante baru saja mengetahui jika rumah tangga Rafa dan Maya tidak baik-baik saja dan sepertinya memang sudah sejak lama rumah tangga mereka seperti itu, apa kau juga mengetahuinya Putra?"


Mendengar pertanyaan papa Rafa, seketika Putra membawa pandangannya pada Tiara yang masih duduk di sebelahnya.


"Om akan mengirimkan sebuah video padamu, lihatlah dan tolong katakan dengan jujur pada Om apa sebenarnya kau juga sudah mengetahui hal itu sejak lama!"


Panggilan berakhir, sebuah pesan masuk berisi video yang membuat Putra segera memutarnya. Seketika Putra terdiam, ia begitu terkejut melihat isi dari video yang baru saja papa Rafa berikan padanya.

__ADS_1


"Ada apa kak? apa terjadi sesuatu yang buruk pada tante Rossa?" tanya Tiara pada Putra yang masih terdiam menatap layar ponselnya.


__ADS_2