
Rafa membawa langkahnya masuk ke dalam mobil lalu mengambil ponselnya dan menghubungi Tiara.
"Halo pak, Tiara ingin bertemu pak Rafa," ucap Tiara.
"Ada apa Tiara? apa kau masih ada di kampus?" tanya Rafa.
"Saya ada di taman fakultas Pak, dimana saya bisa menemui Pak Rafa?" jawab Tiara sekaligus bertanya.
"Saya......."
Rafa menghentikan ucapannya saat dia mendengar Tiara yang tiba-tiba berteriak.
"Halo Tiara, apa yang terjadi padamu?" tanya Rafa namun tidak ada jawaban dan hanya mendengar suara Tiara yang terdengar sedang bertengkar dengan seseorang.
"Tolong jangan ganggu Tiara lagi kak, apa yang terjadi di antara kita berdua adalah sebuah kesalahan yang tidak seharusnya kita lakukan," ucap Tiara yang terdengar oleh Rafa.
"Kita sudah pernah menjalani ini diam-diam Tiara, kita bisa menjalaninya lagi dan aku janji aku akan lebih mengutamakanmu daripada Gita," ucap suara seorang laki-laki yang terdengar oleh Rafa, namun ia tidak bisa mengenali suara siapa yang ia dengar saat itu.
"Tiara sudah tidak menginginkan hal itu lagi, Tiara hanya ingin hubungan kita benar-benar berakhir kak!" ucap Tiara.
"Tapi aku tidak akan melepaskanmu semudah itu Tiara, aku tahu kau menyukaiku dan aku menyukaimu, tidak akan ada yang memisahkan kita berdua selama kita saling menyukai!"
"Tolong jangan menyulitkan Tiara seperti ini kak, Tiara sudah berusaha untuk melupakan kakak jadi Tiara mohon berhenti mendekati Tiara dan tolong lupakan Tiara, lupakan semua yang sudah terjadi diantara kita," ucap Tiara.
Hening untuk beberapa saat hingga tiba-tiba terdengar suara teriakan Tiara.
"Aaahhh sakit kak, lepaskan!"
Mendengar hal itu Rafapun segera keluar dari mobilnya lalu berlari ke arah taman fakultas.
Sesampainya disana Rafa tidak menemukan siapapun disana, Rafa kemudian berjalan ke sekitar taman itu dan mendapati ponsel Tiara yang ada di bawah bangku taman.
"Siapa suara laki-laki itu? apa dia Bima?" tanya Rafa pada dirinya sendiri.
Beberapa detik kemudian Rafa teringat saat Tiara tengah bersitegang dengan Bima di tangga yang akan menuju ke rooftop, Rafapun segera berlari ke arah rooftop dan benar saja dia melihat Tiara dan Bima disana.
__ADS_1
Namun bukannya segera menghampiri Tiara, Rafa hanya terdiam di tempatnya berdiri karena ia berpikir untuk tidak terlalu mencampuri masalah pribadi mereka berdua.
"Lepaskan Tiara kak, lepaskan!" teriak Tiara sambil meronta, berusaha melepaskan dirinya dari pelukan Bima.
"Aku tidak akan melepaskanmu dengan mudah setelah kau ada dalam pelukanku," ucap Bima yang masih memeluk Tiara dengan sangat erat.
"Kak Bima jahat..... kak Bima jahat....." ucap Tiara dengan terus berusaha untuk meronta.
"Tidak akan ada yang mendengarmu dari sini Tiara dan tidak akan ada yang bisa menyelamatkanmu jika aku melakukan hal yang lebih dari ini padamu," ucap Bima yang membuat Tiara semakin ketakutan.
Melihat apa yang terjadi antara Bima dan Tiara saat itu, Rafapun menjadi geram dan segera membawa langkahnya ke arah Bima dan Tiara.
"Bima hentikan!" ucap Rafa yang membuat Bima seketika melepaskan Tiara dari dekapannya.
Tiara yang sudah terlepas dari dekapan Bima segera berlari pergi meninggalkan Bima dan Rafa. Untuk pertama kalinya ia terlihat menangis di depan seorang laki-laki selain Kevin.
"Apa yang kau lakukan padanya Bima? apa kau sadar posisimu disini saat ini? dia mahasiswimu dan kau dosennya!"
"Berhentilah mencampuri urusanku Rafa, kau tidak tahu apapun yang terjadi antara aku dan Tiara," balas Bima yang hendak berjalan pergi meninggalkan Rafa, namun Rafa menahan tangan Bima membuat Bima menghentikan langkahnya.
"Urus aja urusanmu sendiri dan tidak perlu bersikap sok pahlawan di depan Tiara!" ucap Bima sambil menarik tangannya dengan kasar kalau berjalan pergi meninggalkan Rafa.
Di sisi lain Tiara yang berada di toilet hanya duduk terdiam sambil berusaha menahan air mata yang sudah sempat menetes di pipinya.
Rasa sedih dan kecewa seperti menyayat hatinya, meninggalkan luka yang teramat dalam menyakitinya.
Laki-laki yang sudah lama dicintainya pada akhirnya telah menjadi suami dari kakaknya dan sekarang laki-laki yang selalu dibanggakannya itu sudah menyakiti hatinya karena sikapnya.
"semua ini salahku, aku yang memulai semua ini," batin Tiara menyalahkan dirinya sendiri.
Setelah berusaha menenangkan dirinya, Tiarapun keluar dari toilet lalu membasuh wajahnya dan mengenakan kembali make up tipisnya.
Saat tengah menggeledah tasnya untuk mencari alat make upnya, Tiara baru menyadari jika ia kehilangan ponselnya.
Tiara kemudian merogoh semua saku pakaiannya dan ia tidak mendapati ponselnya di semua saku pakaiannya.
__ADS_1
"Astaga dimana aku menjatuhkan ponselku?" tanya Tiara panik.
Tiara kemudian keluar dari toilet dan berlari ke arah taman fakultasnya.
"Aku terakhir kali memegang ponselku disini dan ponselku terjatuh saat kak Bima tiba-tiba menarik tanganku, pasti masih ada disini bukan? tidak mungkin ada yang mengambilnya," ucap Tiara sambil memfokuskan matanya untuk mencari ponselnya.
"Apa yang kau cari Ra?" tanya Kevin sambil menepuk pundak Tiara tiba-tiba.
"Kevin kau mengejutkanku!" ucap Tiara yang terkejut dengan kedatangan Kevin yang tiba-tiba.
"Hahaha..... apa yang kau lakukan disini? apa kau kehilangan barang barangmu lagi?" tanya Kevin menerka.
"Pergilah jika kau tidak ingin membantuku," ucap Tiara tanpa menjawab pertanyaan Kevin.
"Kau selalu saja menghilangkan barang-barangmu, kau ceroboh sekali!" ucap Kevin sambil mendorong kepala Tiara membuat Tiara hampir saja terjungkal.
"Pergilah Kevin, kau hanya menggangguku saja!" ucap Tiara sambil mendorong dan memukul Kevin, sedangkan Kevin hanya tertawa tanpa membalas pukulan Tiara.
"Tunggu dulu, apa kau saja menangis?" tanya Kevin yang melihat mata Tiara tampak sembab.
"Aku? menangis di kampus? sejak kapan aku seperti itu?" tanya Tiara yang segera mengalihkan pandangannya dari Kevin.
"Ayolah Ra, jangan membohongiku!" ucap Kevin sambil membawa pandangan Tiara ke arahnya.
"Apa kak Bima yang membuatmu seperti ini?" tanya Kevin dengan menatap tajam kedua mata Tiara, namun Tiara berusaha mengalihkan pandangannya dari Kevin.
"Semakin kau berusaha mengalihkan pandanganmu, semakin aku yakin bahwa kau menangis karena kak Bima," ucap Kevin yang membuat Tiara terkekeh menertawakan dirinya sendiri.
"Aaaahhhh aku memang bodoh sekali, aku ceroboh, sering menghilangkan barangku dan aku tidak pandai berbohong, lengkap sudah kebodohanku hahaha...." ucap Tiara lalu duduk di bangku yang ada di dekatnya.
"Lupakan kak bima Ra, kau berhak mendapatkan laki-laki yang lebih baik darinya, laki-laki yang bisa memberikan cintanya yang utuh hanya untukmu dan laki-laki yang bisa menjagamu dengan baik," ucap Kevin sambil menepuk bahu Tiara.
"Tentu saja aku bisa, bukankah aku cukup cantik untuk menarik perhatian para lelaki?" balas Tiara menyombongkan dirinya yang buat Kevin mengacak-acak rambut Tiara.
Mereka berduapun tertawa, menertawakan kebodohan mereka masing-masing.
__ADS_1