Perempuan Kedua

Perempuan Kedua
Fakta Gita


__ADS_3

Tiara begitu terkejut saat tiba-tiba Bima menarik tangannya saat Tiara baru saja masuk ke dalam rumah.


"Kau dari mana saja Ra? kenapa kau tiba-tiba pergi dari villa? kau membuatku sangat khawatir, kau......"


PLAAAAAKKKKKK


Satu tamparan dengan keras mendarat di pipi Bima, membuat Bima begitu terkejut dengan apa yang Tiara lakukan padanya.


"Berhenti bersandiwara di depan Tiara kak, Tiara sudah tahu semuanya, Tiara benar-benar menyesal karena sudah mencintai kak Bima sangat lama," ucap Tiara dengan penuh emosi.


"Apa kau mendengar semuanya?" tanya Bima menerka.


"Jangan pernah menemui Tiara lagi, Tiara akan pergi dari rumah ini dan tidak akan pernah kembali lagi," ucap Tiara tanpa menjawab pertanyaan Bima.


"Jangan salah paham Ra, aku mengatakan hal itu pada Gita agar Gita percaya padaku, aku mencintaimu Tiara, aku tidak mencintai Gita sama sekali," ucap Bima berusaha meyakinkan Tiara.


"Kak Gita tidak akan mungkin hamil jika kak Bima tidak mencintainya, kak Bima tidak akan melakukan hal yang membuat kak Gita hamil jika kak Bima memang tidak mencintai kak Gita," ucap Tiara.


"Aku melakukan hal itu karena paksaan orang tuaku Ra, aku tidak akan menjadi pimpinan perusahaan cabang jika aku tidak segera memberikan cucu untuk mereka!"


"Tiara tidak peduli, tolong jangan pernah mengganggu Tiara lagi karena Tiara sudah melupakan semua yang terjadi diantara kita, semua ini adalah kesalahan yang Tiara sesali seumur hidup Tiara," ucap Tiara lalu berlari masuk ke dalam kamarnya.


Tiara mulai mengemasi barang-barangnya, memasukkan satu persatu pakaian miliknya ke dalam koper besar.

__ADS_1


Tiba-tiba pintu kamarnya terbuka, Gita membawa langkahnya masuk menghampiri Tiara.


"Aku sudah sangat bosan dengan sandiwara ini Tiara," ucap Gita pada Tiara.


"Tiara minta maaf kak, Tiara akan jujur bahwa Tiara memang mencintai kak Bima sejak lama bahkan sebelum kak Gita memberitahu Tiara tentang pertunangan kalian, tapi Tiara tidak mungkin menjalani hubungan diam-diam dengan kak Bima jika bukan kak Bima yang mengajak Tiara untuk menjalani hubungan terlarang itu," ucap Tiara menjelaskan.


"Tapi kau seharusnya menghentikan hubunganmu dengan Bima saat kau tahu bahwa aku sudah hamil, tapi kau malah memilih untuk menjadi gadis murahan yang menggoda suami kakakmu sendiri," ucap Gita yang membuat Tiara begitu terkejut dengan ucapan Gita.


"Kenapa kak Gita berkata seperti itu? Tiara sama sekali tidak pernah menggoda kak Bima, bukankah kakak pada awalnya juga tidak mencintai kak Bima? kakak hanya menerima perjodohan itu karena ketampanan dan harta yang dimiliki kak Bima!"


"Kau benar, aku memang seperti itu tapi setidaknya aku tidak pernah menggodanya dan merebutnya dari perempuan lain," ucap Gita.


"Tiara tidak pernah menggoda kak Bima, Tiara...."


"Apa maksud kakak? kenapa kak kita berbicara seperti itu?"


"Asal kau tahu Ra, selama ini aku sangat membencimu bahkan sejak dulu aku sangat membencimu, karena papa yang selalu mementingkanmu daripada aku, bahkan setelah papa meninggal semua hartanya diberikan padamu tanpa mengingat aku dan mama sedikitpun," ucap Gita yang membuat Tiara semakin terkejut mendengarnya.


"Mama sengaja memintaku untuk bersikap baik padamu agar kau bisa bersimpati padaku jika semua harta itu benar-benar menjadi milikmu seutuhnya, tapi sekarang mama berhasil merebutnya darimu tanpa kau sadari, jadi sekarang aku tidak perlu bersandiwara lagi di hadapanmu, aku tidak perlu lagi berpura-pura menjadi kakak yang baik untukmu karena aku benar-benar sangat muak melakukan hal itu," lanjut Gita yang membuat Tiara semakin terjatuh dalam rasa sakitnya.


"Kenapa kak Gita tega melakukan hal ini pada Tiara? bukankah selama ini kita berhubungan baik? bukankah selama ini kita selalu berbagi kesedihan dan kebahagiaan?" tanya Tiara dengan kedua mata yang berkaca-kaca.


"Aku tidak akan melakukan hal ini jika papa bisa menyayangiku seperti papa menyayangimu, tapi pada kenyataannya papa tetap menganggapku seperti anak tirinya dan sama sekali tidak pernah memberikan kasih sayangnya padaku," jawab Gita.

__ADS_1


"Papa tidak seperti itu kak, papa juga menyayangi kak Gita seperti papa menyayangi Tiara, jika memang harta yang menjadi permasalahannya Tiara tidak peduli apa yang mama dan kak Gita lakukan asalkan kita masih bisa menjadi kakak dan adik seperti sebelumnya," ucap Tiara.


"Aku tidak pernah benar-benar menganggapmu sebagai adikku Tiara, kau hanya alat yang digunakan mama agar mama bisa merebut harta yang ditinggal oleh papamu, kau juga alat yang aku gunakan untuk bisa membuatmu tetap bertahan di rumah ini sampai mama berhasil merebut semua harta itu darimu!"


Tiara hanya terdiam dengan air mata yang sudah jatuh membasahi kedua pipinya. Hatinya benar-benar hancur saat ia mendapati fakta bahwa kakak yang selama ini selalu ada untuknya nyatanya tidak benar-benar menyayanginya seperti yang ia pikirkan.


"Aku harap kau berhenti menggoda Bima, lupakan Bima dan jangan menjadi wanita murahan yang merebut suami orang demi kesenanganmu sendiri, hubunganmu dengan Bima itu benar-benar sangat menjijikkan Tiara!" ucap Gita lalu keluar dari kamar Tiara begitu saja.


Seketika Tiara terjatuh, kedua kakinya seolah melemah dan tidak mampu menopang beban tubuhnya.


Air matanya bercucuran bersama luka dalam hatinya yang semakin terkoyak. Rasa sakit yang ia rasakan saat itu jauh lebih pedih dan perih daripada yang ia rasakan semalam.


Selama ini ia berpikir bahwa Gita benar-benar menyayanginya seperti ia menyayangi Gita, tapi pada kenyataannya Gita hanya memanfaatkannya demi merebut harta yang ditinggalkan oleh papanya.


Tiara terdiam dengan berpelukan luka yang semakin erat menyelimuti dirinya. Air matanya luruh tanpa bisa ia tahan. Rasa sakit dalam hatinya seolah menusuknya dengan sangat dalam dan menjatuhkan dirinya ke dalam jurang kesedihan yang semakin melemahkannya.


Untuk beberapa saat Tiara hanya bisa menangis tanpa suara, merasakan setiap detik kesakitan yang berjalan terasa begitu sangat lambat.


"Mama papa...... Tiara mengingkarinya lagi maafkan Tiara yang menjadi lemah seperti ini..... rasanya benar-benar menyakitkan ma, pa, rasa sakit ini membuat Tiara semakin ingin bertemu dengan mama dan papa..... Tiara merindukan mama dan papa.... Tiara merindukan pelukan mama dan papa....." ucap Tiara dalam hati sambil menenggelamkan kepalanya pada kedua kakinya yang ditekuk.


Tiba-tiba Tiara merasakan pelukan hangat yang seolah memeluk dirinya dari kanan dan kirinya. Tiara semakin tenggelam dalam tangisnya saat pelukan itu semakin terasa erat memeluknya.


"Izinkan Tiara menangis sebentar saja ma, pa, izinkan Tiara menjadi lemah untuk saat ini saja," ucap Tiara dengan terisak.

__ADS_1


Kamar yang dulunya penuh dengan kebahagiaan itu kini dipenuhi dengan kesedihan dan isak tangis yang menyayat hati.


__ADS_2