Perempuan Kedua

Perempuan Kedua
Sikap Bima


__ADS_3

Tiara duduk di kursinya dengan canggung saat akan menikmati makan malamnya bersama Gita, Bima dan mama tirinya.


Mulai hari itu dia harus membiasakan dirinya untuk lebih sering bertemu Bima karena Bima akan tinggal satu atap dengannya setelah akad pernikahan yang sudah Bima ucapkan tadi pagi.


Meski begitu Tiara berusaha untuk bisa membaur dengan baik meski sesekali ia masih merasa canggung dengan keberadaan Bima di dekatnya.


Setelah menyelesaikan makan malamnya, Tiara membantu bibi untuk merapikan meja makan dan membawa piring kotor ke dapur.


Saat Tiara akan membuka kulkas tiba-tiba sebuah tangan menggenggam tangannya, membuat Tiara segera menarik tangannya dan membawa pandangannya ke arah seseorang yang berdiri di belakangnya.


Tiara hanya terdiam melihat Bima yang tersenyum ke arahnya. Bima kemudian membuka kulkas dan mengambil apel yang ada disana lalu berjalan pergi begitu saja meninggalkan Tiara yang masih berdiri di tempatnya.


"Apa yang kau lakukan disini? cepat masuk ke kamarmu!" ucap Mama Laras membuyarkan lamunan Tiara.


Tiarapun segera membawa langkahnya naik ke lantai 2 untuk masuk ke kamarnya. Tiara menjatuhkan dirinya di atas ranjangnya, memikirkan apa yang baru saja Bima lakukan padanya.


"berhenti memikirkannya Ra, kak Bima sekarang sudah menjadi suami kak Gita, berhentilah menjadi perempuan kedua dalam hubungan pernikahan mereka," ucap Tiara berusaha menyadarkan dirinya sendiri.


Malampun semakin larut dan Tiara tak kunjung memejamkan matanya. Tiara kemudian melirik jam dinding di kamarnya yang sudah menunjukkan pukul 1 dini hari.


"Aahhh aku lapar sekali, aku tidak akan bisa tidur sebelum aku memakan sesuatu," ucap Tiara lalu beranjak dari ranjangnya dan keluar dari kamar.


Tiara berjalan ke arah dapur berniat untuk memasak mie instan. Tiba-tiba seseorang datang dan memeluk Tiara dari belakang, membuat Tiara segera membalik badannya dan menyadari jika Bima yang tengah memeluknya saat itu.


"Kak Bim....."


Tiara menghentikan ucapannya saat Bima mendekap mulutnya.


"Jangan berisik," ucap Bima berbisik sangat pelan lalu melepaskan dekapan tangannya pada mulut Tiara.


Tiara yang begitu terkejut berusaha untuk menahan dirinya agar tidak terbawa suasana, ia juga harus berusaha menenangkan degup jantungnya yang berdetak kencang saat itu.


"Apa kau sedang memasak mie instan?" tanya Bima berbicara santai pada Tiara.


Tiara hanya menganggukkan kepalanya dengan berusaha menahan kegugupannya saat tangan Bima dengan perlahan menggenggam tangannya dengan erat.


"Apa kau bisa memasaknya untukku?" tanya Bima yang kembali dibalas anggukan kepala oleh Tiara.

__ADS_1


Bima tersenyum lalu mengambil dua bungkus mie instan dan memberikannya pada Tiara.


"Satu untuk Gita dan satu untukku," ucap Bima lalu mengambil telur di kulkas dan memberikannya pada Tiara.


Tiara hanya diam sambil mengaduk mie yang ada di dalam panci. Untuk beberapa saat Bima membuatnya melambung tinggi dan dalam sekejap saja Bima menjatuhkannya dengan cepat saat Bima menyebut nama Gita di hadapannya


"Kau tidak sedang cemburu bukan?" tanya Bima yang berbisik dengan sangat pelan di telinga Tiara.


Tiara hanya mendengus kesal lalu menaruh mie buatannya ke dalam mangkuk dan segera berjalan keluar dari dapur.


Bima hanya tersenyum tipis melihat sikap Tiara. Di sisi lain Tiara begitu terkejut saat melihat Gita yang keluar dari kamar.


"Waaahh baunya enak sekali," ucap Gita yang mencium bau mie instan milik Tiara.


"Apa kak Gita mau Tiara buatkan?" tanya Tiara.


"Tidak perlu, Bima sudah membuatkannya untuk kakak," jawab Gita lalu berlari ke arah dapur untuk menghampiri Bima.


Tiara hanya tersenyum tipis selalu masuk ke dalam kamarnya dan menikmati mie instan buatannya yang kini terasa hambar karena nafsu makannya yang sudah hilang.


**


"Tiara berangkat kak," ucap Tiara pada Gita yang sedang berada di ruang tamu bersama Bima.


"Tunggu Ra, kau bisa berangkat bersama Bima daripada naik bus!" ucap Gita pada Tiara.


"Tapi kak....."


"Sudahlah jangan menolak, lagi pula Bima juga akan berangkat ke kampus yang sama denganmu," ucap Gita memotong ucapan Tiara.


Tiba-tiba terdengar suara motor yang berhenti di depan rumah Tiara, membuat Tiara mempunyai alasan untuk menolak saran Gita.


"Tiara berangkat bersama Kevin kak, dia sudah menunggu Tiara di depan," ucap Tiara lalu berlari keluar dari rumahnya.


"Ayo cepat berangkat!" ucap Tiara yang sudah duduk di atas motor Kevin.


"Pakai dulu helmmu!" balas Kevin sambil memberikan helm pada Tiara.

__ADS_1


Tiarapun memakainya lalu meminta Kevin untuk segera mengendarai motornya ke arah kampus.


Sesampainya di kampus Kevin dan Tiarapun berjalan berdua ke arah tempat teman-teman mereka berkumpul.


"Bagaimana sekarang? kau sudah melupakan kak Bima bukan?" tanya Kevin pada Tiara.


"Tidak semudah itu Kevin, bahkan setelah pernikahannya dengan kak Gita, kak Bima masih mendekatiku," balas Tiara.


"Apa maksudmu Ra? apa kau masih berhubungan dengannya?"


"Bukankah kau tahu hubunganku dengan kak Bima belum sepenuhnya berakhir, kak Bima hanya tiba-tiba pergi dan tidak memberikan kejelasan hubungan kita berdua!"


"Itu artinya dia sudah melepaskanmu, apa kau tidak bisa memikirkan itu?"


"Aku pikir juga begitu, aku pikir hubungan kita sudah berakhir, tapi sepertinya belum," ucap Tiara.


"Lalu apa yang akan kau lakukan sekarang Ra? kau tidak mungkin menjalani hubunganmu dengan kak Bima lagi bukan? kau tidak mungkin menjadi perempuan kedua dalam pernikahan kak Bima dan kak Gita bukan?"


"Entahlah Kevin, aku tidak ingin memikirkannya," ucap Tiara lalu berlari pergi meninggalkan Kevin untuk menghampiri teman-temannya yang sudah menunggunya.


Kevin hanya menghela nafasnya panjang melihat sikap Tiara yang belum juga melepaskan Bima.


Saat melihat mobil Bima yang memasuki kampus, Kevinpun segera menghampirinya.


"Ada apa Kevin?" tanya Bima saat Kevin berdiri di depan mobilnya.


"Tidak perlu berbasa-basi lagi kak, Kevin hanya ingin tahu apa alasan kak Bima tetap mendekati Tiara setelah pernikahan kak Bima dengan kak Gita!"


"Apa Tiara yang menceritakannya padamu?" balas Bima bertanya.


"Tolong berhenti bermain-main dengan Tiara kak, fokus saja pada pernikahan kakak dengan kak Gita dan lupakan Tiara!" ucap Kevin tanpa menjawab pertanyaan Bima.


"Kau tidak tahu apa-apa Kevin, jadi berhentilah mencampuri urusanku dengan Tiara dan jangan pernah menghasut Tiara untuk menjauhiku hanya karena kecemburuanmu!"


"Ini bukan tentang cemburu atau tidak, tapi ini tentang kak Bima yang tidak bertanggung jawab pada pernikahan kak Bima!" balas Kevin.


"Kalau aku bisa mendapatkan keduanya kenapa aku harus memilih salah satu," ucap Bima dengan santai lalu berjalan pergi meninggalkan Kevin begitu saja.

__ADS_1


Kevin yang sangat geram dengan apa yang Bima ucapkan segera menarik bahu Bima dan melayangkan tinjunya tanpa ragu tepat di wajah Bima tak perduli bahwa status Bima saat itu adalah dosen di kampusnya.


__ADS_2