
Satu bulan berlalu sejak pernikahan Tiara dan Rafa berlangsung. Setiap hari rumah mereka dipenuhi oleh canda tawa dan kebahagiaan. Meskipun tak jarang Tiara dibuat kesal oleh pekerjaan Rafa yang tiba tiba mengharuskan Rafa untuk terlambat pulang.
Hari itu, Tiara dan Rafa pergi ke bandara untuk menunggu kedatangan seseorang yang sudah lama mereka tunggu.
Setelah beberapa lama menunggu, sosok yang mereka rindukan itupun terlihat berjalan ke arah mereka berdua.
"Akhirnya....." ucapnya sambil memeluk Rafa.
"Hai Ra," sapanya pada Tiara dengan senyum yang dari dulu tidak pernah berubah.
"Selamat atas pernikahan kalian berdua, maaf karena aku tidak bisa datang, kalian membuat tanggal pernikahan kalian tepat saat aku pergi ke pelosok negeri tanpa akses sinyal," ucap Putra.
"Aku pikir kau akan menundanya demi aku!" ucap Rafa.
"Jika aku menundanya, akan banyak hal lain yang tertunda Rafa, kau tau itu!" balas Putra.
"Iya... aku tau," ucap Rafa.
Mereka kemudian masuk ke dalam mobil, Rafa mengendarai mobilnya ke arah rumah orang tuanya bersama Putra.
__ADS_1
"Bagaimana kabarmu Tiara? kau pasti lebih bahagia sekarang!" tanya Putra pada Tiara.
"Kak Putra benar, bagaimana dengan kak Putra?" balas Tiara bertanya.
"Aku? aku masih bahagia dengan pekerjaanku yang menumpuk," jawab Putra.
"Jangan terlalu sibuk dengan pekerjaanmu, kau juga harus memikirkan masa depanmu," sahut Rafa.
"Aku tidak terlalu memikirkan hal itu, aku hanya menjalaninya saja," balas Rafa.
"Apa kau tidak merasa kasihan dengan jodohmu yang sedang menunggumu datang?" tanya Rafa.
"Hahaha..... biarkan saja," balas Putra.
"Akhirnya kau kembali kesini, Tante benar benar sangat merindukanmu," ucap mama Rafa pada Putra.
"Pekerjaan membuat Putra tidak bisa kembali kesini dengan mudah Tante, bagaimanapun juga Putra harus bertanggung jawab dengan pekerjaan Putra," balas Putra.
Mereka kemudian masuk ke dalam rumah, mereka menikmati makan malam mereka dengan sesekali mengobrol dan bercanda.
__ADS_1
Saat Rafa tengah asik mengobrol bersama Tiara dan sang papa, mama Rafa berjalan masuk ke dapur diikuti oleh Putra.
"Ada apa Tante? kenapa Tante terlihat sedih?" tanya Putra yang menyadari raut kesedihan sejak ia datang.
"Tante.... Tante merasa bersalah padamu Putra," jawab mama Rafa dengan kedua mata yang berkaca-kaca.
"Maafkan Tante, kau boleh memarahi Tante asal jangan membenci Tante," lanjut Mama Rafa.
Putra menghela nafasnya panjang lalu membawa mama Rafa ke dalam dekapannya.
"Tante tidak perlu merasa bersalah, semuanya sudah terjadi dan apa yang sudah terjadi ini adalah terbaik untuk semuanya," ucap Putra.
"Maafkan Tante, Putra," ucap mama Rafa.
"Tidak perlu meminta maaf Tante, bagi Putra om dan Tante tetaplah orang tua pengganti yang terbaik untuk Putra, kehadiran om, Tante dan Rafa dalam hidup Putra membuat Putra tidak merasakan kehilangan kasih sayang keluarga," balas Putra.
"Justru Putra sangat berterima kasih pada Tante, om dan Rafa yang sudah memperlakukan Putra dengan sangat baik selama ini," lanjut Putra.
"Tapi bagaimana denganmu? melihat Tiara bersama Rafa pasti membuatmu bersedih bukan?" tanya mama Rafa sambil melepaskan dirinya dari dekapan Putra.
__ADS_1
"Jangan mengkhawatirkan Putra Tante, Putra bahagia melihat Tiara bersama Rafa, karena putra tahu bagaimana Rafa sangat mencintai Tiara, mereka saling mencintai jadi sudah sepatutnya mereka bersama," balas Putra.
"Sampai kapanpun kau adalah bagian dari keluarga ini Putra, jangan lupakan itu!" ucap mama Rafa yang dibalas anggukan kepala dan senyum oleh Putra.