Perempuan Kedua

Perempuan Kedua
Tamparan untuk Rafa


__ADS_3

Tiara masih menatap layar ponselnya, ia masih ragu untuk membalas pesan Maya.


"Kenapa kak Maya tiba tiba ingin bertemu denganku? apa dia sudah tau tentang hubunganku dengan kak Rafa?" tanya Tiara pada dirinya sendiri.


Setelah beberapa lama menimang nimang ponsel di tangannya, akhirnya Tiara membalas pesan Maya.


"Kapan dan dimana kita akan bertemu kak?"


Tak butuh waktu lama, Mayapun membalas pesan Tiara.


"Temui aku di kafe dekat kantor tempatmu bekerja, aku akan pergi kesana sekarang juga!"


Tiara kemudian mempersiapkan dirinya untuk bertemu dengan Maya. Ia akan menerima apapun yang akan Maya katakan padanya, ia bahkan sudah menyiapkan dirinya jika ia akan mendapatkan sumpah serapah dari Maya.


Tiara kemudian membawa langkahnya meninggalkan rumah untuk pergi ke kafe yang berada cukup dekat dengan tempat tinggalnya.


Sesampainya disana, Tiara mengedarkan pandangannya untuk mencari sosok Maya, namun ia tidak menemukannya.


Tiarapun memilih untuk duduk di salah satu bangku yang ada di sudut ruangan, ia kemudian mengirim pesan pada Maya jika ia sudah sampai di kafe.


Setelah beberapa lama menunggu, Tiarapun melihat Maya datang dan berjalan ke arahnya.


"Bagaimana kabarmu Tiara? apa kau tidak pergi ke kantor hari ini?" tanya Maya berbasa basi.


"Tidak kak, ada perlu apa kak Maya tiba tiba ingin bertemu dengan Tiara?" balas Tiara.


"Tentang Rafa, aku sudah mengetahui semuanya," ucap Maya yang membuat Tiara begitu terkejut.


Yang lebih membuat Tiara terkejut adalah sikap Maya yang tampak tenang saat itu. Ia tidak tau apa sebenarnya yang akan Maya katakan padanya, namun melihat sikap Maya yang tenang membuat Tiara cukup heran.


"Apa yang kak Maya tau?" tanya Tiara memastikan.


"Aku tidak banyak tau, tapi yang pasti aku tau kau dan Rafa baru saja pergi ke luar negeri berdua, apa aku benar?"


"Iya kak Maya benar, tapi itu tidak seperti yang kak Maya bayangkan, Tiara dan kak Rafa tidak ada hubungan apapun, Tiara juga tidak tau jika kak Rafa ternyata sudah memiliki istri," ucap Tiara.


"Aku datang kesini bukan untuk menyalahkanmu Tiara, aku ingin bertemu denganmu karena aku ingin tau sejauh apa hubunganmu dengan Rafa dan aku harap kau bisa berkata jujur padaku," ucap Maya.


"Sebelumnya Tiara minta maaf kak, maaf karena Tiara hadir dalam rumah tangga kak Maya dan kak Rafa, seperti yang Tiara katakan Tiara sama sekali tidak mengetahui jika ternyata kak Rafa sudah menikah, hubungan Tiara dan kak Rafa dulu hanya sebatas mahasiswi dan dosen, Tiara kemudian bekerja di kafe kak Rafa dan dari sana kita mulai dekat, tapi sungguh tidak pernah ada hubungan khusus antara Tiara dan kak Rafa," ucap Tiara menjelaskan.


"Tapi dia mengajakmu pergi ke luar negeri, aku rasa itu tidak akan terjadi jika kalian berdua tidak memiliki hubungan khusus," ucap Maya.


Tiara kemudian menjelaskan tentang janji Rafa padanya untuk mengajaknya pergi ke luar negeri.


"Kak Rafa juga memesan dua kamar kak, Tiara dan kak Rafa benar benar hanya dekat sebatas saling menyukai tanpa berani melanjutkan hubungan kita lebih jauh," ucap Tiara.


"Setelah kau bertemu dengan Rafa di restoran kemarin, apa Rafa mengatakan sesuatu padamu? mungkin tentang pernikahannya denganku!"


"Tidak kak, Tiara belum bertemu dengan kak Rafa sejak saat itu," jawab Tiara.


Maya mengangguk anggukan kepalanya mendengar penjelasan Tiara. Meskipun bisa saja ia tidak mempercayai ucapan Tiara, tetapi ia memilih untuk mempercayainya.


Sejauh ia mengenal Tiara, ia yakin Tiara adalah perempuan yang baik. Sama seperti yang pernah Rafa jelaskan padanya bahwa Tiara tidak mengetahui tentang status Rafa yang sebenarnya sudah beristri.


"Ada yang harus kau tau tentang pernikahanku dengan Rafa, pernikahan kita pada awalnya memang tidak didasari oleh cinta, kita menikah karena perjodohan orang tua kita dan orang tua kita sangat berharap dengan pernikahan kita, bahkan mama Rossa sampai harus dilarikan ke rumah sakit saat mama Rossa tau ada masalah dalam rumah tangga Rafa denganku," ucap Maya bercerita.


"Namun seiring berjalannya waktu, bertahun tahun tinggal satu atap bersama Rafa membuatku jatuh cinta padanya, aku berusaha untuk menunjukkan perasaanku padanya meskipun sepertinya dia tidak mempedulikanku, rasanya memang sakit saat kita diabaikan oleh orang yang kita cintai, terlebih orang itu adalah suami kita sendiri, tapi aku terus berusaha untuk membuat Rafa jatuh cinta padaku, bagaimanapun juga aku adalah istrinya dan dia adalah suamiku," lanjut Maya.


Tiara terdiam mendengar cerita Maya. Mendengar Maya menyebut dirinya sebagai "istri" membuat hati Tiara seolah kembali terkoyak, namun apa lacur, memang itulah yang sebenarnya.


Kini Tiara mengerti tentang perhiasan yang pernah ia lihat saat pertama kali bertemu dengan mama Rafa. Perhiasan itu adalah perhiasan yang akan mama Rafa berikan pada Maya.

__ADS_1


"Aku tidak bisa menyalahkanmu yang sudah dekat dengan suamiku, karena pada dasarnya suamiku memang tidak mencintaiku, tapi sebagai seorang istri aku akan terus berusaha untuk membuatnya mencintaiku, tidak mudah memang karena aku harus bertarung dengan rasa sakit yang setiap hari aku rasakan," ucap Maya.


"Kita sama sama perempuan Tiara, kau pasti mengerti apa yang aku rasakan bukan?" lanjut Maya bertanya.


"Tiara mengerti kak, Tiara minta maaf," balas Tiara dengan menundukkan kepalanya.


"Kau tidak perlu meminta maaf padaku Tiara, sekali lagi aku tidak menyalahkanmu, aku yakin dan percaya bahwa kau adalah perempuan baik baik, kau tidak mungkin menjalin hubungan dengan laki laki yang sudah beristri bukan?"


Tiara terdiam, pertanyaan Maya membuat tenggorokannya terasa tercekat.


"Aku percaya kau perempuan baik yang masih memiliki harga diri yang tinggi, jadi.... bisakah kau menjauhi Rafa, Tiara?"


Tiara masih terdiam, meskipun memang sudah seharusnya ia menjauh dari Rafa, namun mengatakan hal itu terasa begitu berat baginya.


"Kenapa kau tidak menjawabnya Tiara? apa kau sudah jatuh cinta pada suamiku?" tanya Maya yang belum juga mendapatkan jawaban dari Tiara.


"Tidak kak, sama sekali tidak," jawab Tiara berbohong.


"Tiara mengerti apa yang harus Tiara lakukan, Tiara pasti akan menjauh dari kak Rafa, kak Maya jangan khawatir," lanjut Tiara.


"Terima kasih Tiara, aku yakin kau pasti akan mendapatkan laki laki yang akan mencintaimu dengan tulus tanpa kebohongan seperti yang sudah Rafa lakukan padamu," ucap Maya.


Tiara hanya tersenyum tipis. Ia berusaha untuk tidak menunjukkan kesedihannya saat itu. Bagaimanapun juga Maya adalah istri Rafa, jadi yang seharusnya bersedih atas hal itu adalah Maya, bukan Tiara.


Namun tidak dapat dipungkiri, cinta yang sudah tertanam dalam hatinya kini hanya menyisakan rasa sakit yang perlahan merenggut keceriannya.


Setelah banyak hal yang Tiara dan Maya bicarakan, Mayapun berniat untuk mengantar Tiara pulang.


"Terima kasih kak, tapi Tiara akan pulang sendiri, kebetulan Tiara tinggal di dekat sini," ucap Tiara menolak dengan halus.


"Tidak apa, aku akan mengantarmu," ucap Maya yang bersikukuh ingin mengantar Tiara pulang.


Maya tersenyum tipis saat ia sudah menghentikan mobilnya setelah Tiara menunjukkan dimana Tiara tinggal.


"Apa ini rumahmu?" tanya Maya sebelum Tiara turun dari mobilnya.


"Bukan kak, Tiara hanya menyewanya saja," jawab Tiara.


"Apa Rafa yang memberi tahumu tentang rumah ini?" tanya Maya yang membuat Tiara menganggukkan kepalanya pelan.


"Waaahhh sepertinya Rafa benar benar menyukaimu, dia bahkan sudah membeli rumah untukmu," ucap Maya.


"Apa maksud kak Maya? bukankah ini rumah teman kak Rafa?" tanya Tiara tak mengerti.


"Apa dia mengatakan seperti itu padamu? berapa kau membayar untuk rumah ini?" balas Maya bertanya.


Maya hanya tersenyum tipis saat mendengar Tiara mengatakan harga yang sangat murah untuk membayar sewa rumah itu.


"Kak Rafa bilang rumah ini adalah milik temannya yang ada di luar negeri, karena membutuhkan seseorang yang bisa menjaga rumah ini itu kenapa biaya sewanya cukup miring," jelas Tiara.


"Ternyata dia pandai berbohong juga, aku juga baru mengetahui jika dia membeli rumah ini setelah aku melihat sertifikat rumah ini di kamarnya dan di sertifikat itu jelas tertulis bahwa Rafalah pemilik rumah ini, dia membelinya beberapa bulan yang lalu," ucap Maya yang membuat Tiara begitu terkejut.


Tiara hanya terdiam dengan keterkejutannya, ia yang merasa mengenal Rafa dengan baik, nyatanya tidak mengetahui apapun tentang Rafa.


"Kau tidak perlu berkecil hati, kau bisa tinggal disini selama yang kau mau, tapi.... aku yakin kau pasti tau apa yang sebaiknya kau lakukan," ucap Maya.


"Tiara mengerti kak, tolong beri Tiara waktu untuk mencari tempat tinggal yang baru, Tiara akan segera pindah dari rumah ini setelah Tiara mendapatkan tempat tinggal yang baru," balas Tiara.


"Aku tidak bemaksud mengusirmu Tiara, tolong kau jangan salah paham, lagipula sepertinya memang Rafa membeli rumah ini untukmu," ucap Maya.


"Tiara akan pergi dari rumah ini kak, Tiara akan benar benar menjauh dari kak Rafa, semoga hubungan kak Maya dan kak Rafa semakin dekat setelah ini, sekali lagi Tiara minta maaf atas apa yang sudah terjadi dan terima kasih sudah mengantar Tiara pulang, Tiara permisi," ucap Tiara lalu turun dari mobil Maya.

__ADS_1


Tiara kemudian masuk ke dalam rumahnya. Ia segera menjatuhkan dirinya di atas ranjang, menumpahkan semua air mata yang sudah sedari tadi ia tahan.


Sedangkan di sisi lain, Maya mengendarai mobilnya ke arah tempatnya bekerja. Dalam hatinya ia lega jika pertemuannya dengan Tiara berjalan sesuai dengan rencananya.


Sakit memang saat mengetahui bahwa suaminya berhubungan sangat dekat dengan perempuan lain, namun Maya berusaha untuk menyelesaikan masalah itu dengan tenang.


Karena ia sudah mengenal Tiara sebelumnya, ia yakin jika Tiara memang perempuan yang baik yang tidak akan melanjutkan hubungannya dengan laki laki yang sudah beristri.


Namun di hadapan Rafa, Maya akan tetap berpura-pura tidak mengetahui jika perempuan yang sudah membuat Rafa jatuh cinta adalah Tiara.


**


Jam sudah menunjukkan pukul 8 malam saat Tiara sedang berada di kamarnya bersama laptop di hadapannya.


Ia sedang mencari tempat tinggal baru yang berada di luar kota untuk segera ia tempati. Namun setelah beberapa jam mencari, belum ada tempat tinggal yang cocok untuk Tiara.


Setelah pertemuannya dengan Maya, Tiara sudah membulatkan tekadnya untuk benar benar menjauh dari Rafa, tidak hanya karena Rafa yang sudah memiliki istri, tapi juga demi dirinya sendiri yang harus bisa memulai kehidupan barunya dengan lebih baik di tempat barunya nanti.


Berbekal ijazah S1 nya, pengalaman kerja dan beberapa sertifikat yang ia miliki, ia yakin tidak akan terlalu sulit baginya untuk bisa memulai kehidupan barunya di luar kota nantinya.


Sebuah surat pengunduran diri sudah Tiara siapkan terlebih dahulu, langkah awal yang diambilnya adalah keluar dari perusahaan yang merupakan bagian dari impiannya.


Setelah ia mendapatkan tempat tinggal baru di luar kota, maka ia akan benar benar memulai kembali kehidupan barunya tanpa Rafa.


Setidaknya itulah rencana yang Tiara pikirkan saat itu.


Tiba tiba suara ketukan pintu membuat Tiara cukup terkejut. Dengan jelas Tiara mendengar suara Rafa dari depan pintu rumahnya.


"Apa aku harus menemui kak Rafa untuk yang terakhir kalinya? setidaknya aku harus benar benar mengakhiri hubunganku dengan kak Rafa secara dewasa, tapi..... apa aku akan baik baik saja saat bertemu dengan kak Rafa?"


Tiara ragu, apakah ia harus menemui Rafa atau tidak.


"Terlepas dari status kak Rafa yang sudah memiliki istri, selama ini kak Rafa sangat baik padaku, walaupun ada beberapa kebohongan yang kak Rafa lakukan, tapi kak Rafa pasti memiliki alasan kenapa kak Rafa harus berbohong padaku!"


Pada akhirnya Tiara memutuskan untuk menemui Rafa. Untuk pertama kalinya Tiara menemui Rafa setelah ia mengetahui bahwa Rafa sudah memiliki istri.


Perlahan Tiara membuka pintu rumahnya dan mendapati Rafa yang berdiri mematung disana. Tampak raut kesedihan pada wajah Rafa, namun Tiara berusaha untuk tidak mempedulikannya.


"Tiara, ada yang harus aku jelaskan padamu, aku sama sekali tidak bermaksud untuk berbohong padamu, aku...."


"Jelaskan saja dengan pelan, Tiara akan mendengarnya," ucap Tiara memotong ucapan Rafa.


"Aku minta maaf Tiara, aku memang sudah menikah dengan Maya, tapi aku sama sekali tidak mencintainya, pernikahan kita hanya terjadi karena perjodohan, aku akan menceraikannya secepat mungkin karena aku ingin bersamamu Tiara," ucap Rafa yang membuat Tiara begitu terkejut.


"Kenapa mudah sekali bagi kak Rafa mengucapkan kata itu, apa kak Rafa pikir pernikahan kakak main main?"


"Aku tidak mencintainya Tiara, aku hanya mencintaimu, aku hanya ingin bersamamu!"


"Apapun yang terjadi dalam pernikahan kakak, bukan berarti kakak bisa mendekati perempuan lain semau kakak, bagaimanapun juga kakak adalah seorang suami, kakak sudah memiliki istri dan.... kakak...."


Tiara sudah tidak bisa melanjutkan kalimatnya lagi, tenggorokannya terasa tercekat saat ia mengatakan jika Rafa adalah seorang suami yang memiliki istri.


Fakta dan kebenaran itu benar benar membuat hatinya begitu sakit.


"Jika kau mau aku akan menceraikannya saat ini juga Tiara, agar kau percaya jika aku benar benar mencintaimu, aku....."


PLAAAAAKKKKK


Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Rafa, membuat Rafa begitu terkejut hingga tak bisa berkata kata lagi.


"Berhenti memperlakukan Tiara seperti seorang simpanan kak, Tiara bukan perempuan kedua yang akan merebut laki laki dari istrinya, mulai sekarang lupakan Tiara dan berhenti menemui Tiara!" ucap Tiara dengan tegas.

__ADS_1


__ADS_2