
Di bawah langit malam penuh bintang itu Tiara berjalan tanpa arah menyusuri trotoar jalan raya. Ia tidak tahu pasti kemana dia akan membawa langkahnya pergi, tapi yang jelas ia tidak ingin berada di rumah selama Bima masih ada di dalam rumah itu.
Bukan hanya karena sikap Bima yang sudah melewati batas tapi juga karena dia takut tidak bisa mengendalikan dirinya dan jatuh pada rayuan Bima.
"Apa aku harus menghubungi Kevin?" tanya Tiara pada dirinya sendiri saat dia tengah termenung di halte bus.
"Ahh tidak..... dia pasti akan banyak bertanya dan membuatku semakin kesal," ucap Tiara menjawab pertanyaan sendiri.
Saat bus di hadapannya berhenti, Tiarapun segera naik walaupun dia tidak tahu kemana bus itu akan membawanya pergi.
Setelah beberapa lama dalam perjalanan, bus itupun berhenti di halte yang berada dekat dengan kampus Tiara.
Tiarapun turun lalu membawa langkahnya masuk ke dalam kampus, namun saat ia baru saja memasuki gerbang kampusnya ia melihat Kevin yang berjalan keluar dari kampus.
Tiarapun segera berbalik dan berlari untuk mencari tempat persembunyian, namun tidak ada apapun yang bisa dia gunakan untuk bersembunyi.
Melihat mobil yang terparkir di dekat gerbang kampus tanpa pikir panjang Tiara membukanya lalu masuk begitu saja.
"semoga pemilik mobil ini tidak menyadari keberadaanku," ucap Tiara dalam hati.
Karena terlalu lelah, tanpa sadar Tiara tertidur di dalam mobil itu. Tak lama kemudian si pemilik mobil itupun masuk dan tidak menyadari keberadaan Tiara yang tengah tertidur di kursi belakang.
Pemilik mobil itu menyalakan mesin mobilnya dan mengendarai mobilnya pulang ke rumahnya.
Setelah beberapa lama dalam perjalanan, pemilik mobil itupun membawa masuk mobilnya ke halaman rumahnya, namun ia begitu terkejut saat melihat seorang perempuan yang tertidur di kursi belakang mobilnya.
"Siapa kau? apa yang kau lakukan disini?" tanya si pemilik mobil yang membuat Tiara segera terbangun dari tidurnya dan begitu terkejut melihat seorang laki-laki yang duduk di belakang kemudi mobil yang ditumpanginya.
"Aahh maaf..... sepertinya aku tertidur disini, maaf...." ucap Tiara lalu segera membuka pintu mobil, berniat untuk segera kabur namun laki-laki itu dengan cepat menahan tangan Tiara.
__ADS_1
"Kenapa kau bisa tertidur disini? apa kau sedang memata-mataiku?" tanya laki-laki itu dengan masih mencengkeram tangan Tiara.
"Memata-mataimu? tentu saja tidak, aku hanya sedang bersembunyi dan tidak sengaja tertidur, seharusnya kau membangunkanku jika kau melihatku tidur di dalam mobilmu, bukan malah membawaku kesini, apa kau berniat untuk berbuat macam-macam padaku?" balas Tiara mencurigai laki-laki itu.
"Waaahh waahhh waaahh kenapa jadi kau yang memarahiku? seharusnya aku yang memarahimu karena masuk ke mobilku tanpa izin, apa aku harus membawamu ke kantor polisi sekarang juga?"
Tiara terdiam mendengar ancaman laki-laki itu, ia kemudian memohon maaf dan meminta agar ia dibiarkan pergi.
"Sungguh aku tidak bermaksud apa-apa, aku hanya bersembunyi dan aku tidak tahu jika aku akan tertidur di dalam mobil itu, sekali lagi aku minta maaf dan tolong biarkan aku pergi," ucap Tiara memohon.
"Tunggu dulu, apa kau kuliah di universitas X?" tanya laki-laki itu yang seolah mengenal Tiara.
"Tidak," jawab Tiara berbohong dengan menggelengkan kepalanya.
"Tapi sepertinya aku pernah melihatmu di....."
"Sepertinya kau salah orang, sekali lagi maafkan aku," ucap Tiara memotong ucapan laki-laki itu lalu menarik tangannya dengan kuat dan berlari pergi meninggalkan rumah laki-laki itu.
"Untung saja dia tidak mengejarku, aaahhhh aku benar-benar sial malam ini, sekarang kemana aku harus pergi, aku bahkan tidak tahu dimana aku berada saat ini," ucap Tiara kesal pada dirinya sendiri.
Tiarapun melanjutkan langkahnya dengan berjalan perlahan karena kakinya yang terasa hampir putus akibat berlari terlalu cepat dan cukup jauh.
Di sisi lain, laki-laki pemilik mobil yang ditumpangi oleh Tiara menemukan dompet yang terjatuh di dekat mobilnya.
Laki-laki itupun mengambilnya dan membuka dompet itu untuk memastikan dugaannya dan benar saja, dia mengangguk-anggukkan kepalanya pelan saat dia membaca kartu mahasiswa milik Tiara yang ada di dalam dompetnya.
"Tiara Anastasia," ucapnya dengan tersenyum tipis lalu membawa masuk dompet milik Tiara.
Baru saja dia menjatuhkan dirinya di sofa ruang tamunya ponselnya berdering, melihat nama yang ada di layar ponselnya dengan malas iapun menerima panggilan itu.
__ADS_1
"Jadwal kepulanganku ditunda, jadi sepertinya aku tidak bisa mengikuti acara keluargamu," ucap suara seorang perempuan dari ujung sambungan teleponnya.
"Tidak masalah," jawabnya santai.
Panggilan singkat itu pun berakhir, ia kemudian beranjak dari duduknya dan membawa langkahnya masuk ke kamarnya dengan masih membawa dompet milik Tiara.
Di tempat lain, Tiara berhenti di depan sebuah kafe. Sebelum masuk ke dalam kafe, ia merogoh tasnya untuk mencari dompetnya, namun ia tidak menemukannya
"Aaahh sial, dompetku tidak ada, apa aku lupa membawanya? atau aku tidak sengaja menjatuhkannya?" tanya Tiara pada dirinya sendiri.
Tiara kemudian merogoh semua kantong yang ada pada pakaiannya dan menemukan selembar uang yang bisa ia gunakan untuk memesan minuman di kafe itu.
Tiara kemudian berjalan masuk ke dalam kafe lalu memesan satu minuman dan duduk disana selama beberapa lama.
"kemana aku harus pergi setelah ini? apa aku harus terlantung-lantung di jalanan hanya untuk menghindari kak Bima?" batin Tiara bertanya pada dirinya sendiri.
Tiara kemudian mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya dan mendapati sebuah tulisan yang membuatnya membulatkan matanya lalu tersenyum senang seolah menemukan harapan atas permasalahannya.
"24 jam...... kafe ini buka 24 jam, tidak masalah bukan jika aku berada disini sampai besok pagi?" tanya Nerissa pada dirinya sendiri.
Waktupun berlalu, jam sudah menunjukkan lewat tengah malam dan Tiara masih berada di kafe itu dengan satu gelas kosong di hadapannya.
"Aahh aku mengantuk sekali," ucap Tiara sambil menguap lalu beranjak dari duduknya dan memesan Americano untuk menghilangkan rasa kantuknya, ia juga memilih untuk duduk di kursi yang ada di dalam kafe, dekat dengan CCTV agar tidak ada seseorang yang berniat buruk padanya karena ia hanya seorang diri di tengah malam seperti itu.
Meski sudah meminum americano, nyatanya Tiara tidak mampu menahankan kantuknya dan pada akhirnya iapun tertidur disana.
**
Pagipun tiba, Tiara masih terpejam dengan terduduk dan kepalanya yang terbaring di meja kafe.
__ADS_1
Tiba-tiba seorang laki-laki datang dan mengetuk meja tempat Tiara membaringkan kepalanya, membuat Tiara segera mengangkat kepalanya dan membuka matanya.