
Setelah merasa dirinya sudah lebih tenang Tiara melanjutkan mengemasi barang-barangnya ke dalam koper besar dan beberapa lainnya dimasukkan ke dalam tas ransel miliknya.
Setelah semua barang-barangnya selesai dikemasi, Tiara berdiri menatap sekeliling kamarnya dengan perasaan penuh kesedihan.
"Terima kasih sudah memberikan Tiara tempat tinggal yang indah ini ma pa, maaf Tiara harus pergi dari sini, tapi ini bukan berarti Tiara akan melupakan semua kenangan indah yang sudah mama dan papa berikan, semua kenangan indah itu masih tetap Tiara simpan di dalam hati," ucap Tiara dengan berusaha keras menyunggingkan senyum di bibirnya.
Dengan langkah lemahnya Tiara membawa dirinya keluar dari kamar menuruni satu persatu anak tangga dan pada akhirnya ia benar-benar keluar dari rumah itu.
Untuk terakhir kalinya Tiara menatap hampa rumah di hadapannya saat ia baru saja keluar dari gerbang.
"Tiara akan pergi dengan membawa semua kenangan indah yang mama dan papa berikan, Tiara akan memulai kehidupan baru Tiara di luar rumah ini, Tiara janji Tiara akan lebih kuat dari sebelumnya," ucap Tiara dalam hati lalu berjalan pergi meninggalkan rumah itu.
Tiara membawa langkahnya ke arah taman yang tak jauh dari rumahnya. Ia kemudian mengambil ponselnya berniat untuk menghubungi temannya, namun ia ragu dan hanya menimang-nimang ponselnya untuk beberapa saat.
Tiara memang memiliki banyak teman laki-laki dan perempuan, tapi dari semua temannya itu tidak ada yang benar-benar mengerti keadaan Tiara, membuat Tiara ragu untuk meminta bantuan salah satu dari mereka.
Hanya Kevin lah satu-satunya teman dekat Tiara yang mengerti semua cerita tentang Tiara. Tiarapun mencari nama Kevin di penyimpanan kontaknya lalu menghubungi Kevin dan memberitahu Kevin bahwa dirinya benar benar sudah keluar dari rumah.
Tanpa banyak bertanya Kevinpun segera menghampiri Tiara di taman tempat Tiara menunggu dan tak lama kemudian Kevinpun datang.
"Apa kak Gita dan Mama Laras tahu bahwa kau kabur dari rumah?" tanya Kevin pada Tiara.
"Aku tidak kabur," ucap Tiara tanpa menjawab pertanyaan Kevin.
Tiara kemudian menjelaskan pada Kevin tentang apa yang terjadi di villa, ia juga menjelaskan semua ucapan Gita padanya saat ia sudah berada di rumah, membuatnya sudah tidak punya alasan lagi untuk tetap tinggal di rumah itu.
"Mungkin kak Gita hanya emosi untuk sesaat Ra, aku akan....."
"Tidak Kevin, pasti kak Gita selama ini menderita karena harus berpura-pura baik padaku padahal dia sangat membenciku, pasti berat baginya untuk membohongi dirinya sendiri selama ini," ucap Tiara memotong ucapan Kevin.
__ADS_1
"Tapi Ra....."
"Aku ingin melupakan semua ini Kevin, jadi tolong jangan pernah mengungkitnya lagi, aku menghubungimu karena aku ingin minta tolong padamu," ucap Tiara yang memotong ucapan Kevin untuk kedua kalinya.
"Baiklah aku mengerti, kau bisa tinggal di rumahku sampai kau lulus dan mendapatkan pekerjaan sesuai dengan impianmu, tentang biaya kuliah aku juga bisa membantumu," balas Kevin yang memahami kesulitan Tiara saat itu.
"Terima kasih banyak Kevin, tapi saat ini aku hanya membutuhkan tempat tinggal untuk sementara sampai aku mendapatkan pekerjaan," ucap Tiara.
"Kau bisa tinggal di rumahku selama yang kau butuhkan Tiara, kau tidak perlu terlalu memikirkannya fokus saja dengan skripsimu dan....."
"Aku akan menunda skripsiku," ucap Tiara yang membuat Kevin begitu terkejut.
"Apa maksudmu Ra? sebentar lagi kau akan lulus, kau tidak mungkin menunda skripsimu!"
"Aku tidak punya pilihan lain Kevin, keadaan yang memaksaku seperti ini, aku hanya punya beberapa uang tabungan yang aku gunakan untuk keperluanku sehari hari sampai aku mendapatkan pekerjaan dan tempat tinggal."
"Aku bisa membantumu Ra, aku memiliki banyak penghasilan dari hasil fotografiku, kau tahu itu bukan?"
"Kau sama sekali tidak menyusahkanku Ra, justru kau akan mengecewakanku jika kau menolak bantuanku!" ucap Kevin berusaha membujuk Tiara agar tetap melanjutkan kuliahnya.
"Maafkan aku Kevin tapi ini adalah keputusanku," balas Tiara yang masih bersikukuh dengan keputusannya untuk menunda skripsinya.
"Aaaaaarrrghhh kau membuatku merasa menjadi teman yang sangat tidak berguna!" ucap Kevin sambil mengacak-acak rambutnya kasar.
"Kau salah Kevin, justru kau adalah teman terbaikku saat ini, buktinya aku menghubungimu saat aku sedang terpuruk seperti ini," balas Tiara sambil merapikan rambut Kevin yang berantakan.
Kevin hanya menghela nafasnya lalu menatap Tiara yang duduk di sampingnya.
"Apa kau yakin dengan keputusanmu Ra? kau bisa memikirkannya lebih lama lagi sebelum memutuskan untuk menunda skripsimu!"
__ADS_1
"Aku sudah memikirkannya baik-baik Kevin dan aku sudah mengambil keputusan ini jadi aku harap kau bisa mengerti," balas Tiara.
"Baiklah kalau memang ini keputusanmu, tapi jangan ragu untuk meminta tolong padaku jika kau membutuhkan bantuanku, aku pasti akan selalu ada untukmu Ra, kau tahu itu bukan?"
"Tentu saja, aku akan menjadi teman yang sangat merepotkan untukmu," balas Tiara dengan tersenyum.
"Dan aku adalah teman yang sangat senang direpotkan olehmu," balas Kevin yang juga tersenyum menatap Tiara.
"Sekarang ayo pulang bersamaku, aku akan memberitahu mama dan papa bahwa kau akan menginap di rumah sampai kau mendapatkan pekerjaan dan tempat tinggal baru," ucap Kevin yang dibalas anggukan kepala Tiara.
Kevin dan Tiarapun meninggalkan taman, Kevin mengendarai motornya ke arah rumahnya bersama Tiara.
Sesampainya di rumah, Kevinpun mengajak Tiara untuk masuk.
"Apa om dan tante akan mengizinkanku untuk tinggal disini Kevin?" tanya Tiara dengan berbisik
"Tidak ada alasan bagi Mama dan papa untuk tidak mengizinkanmu Ra," jawab Kevin yakin.
"Bagaimana jika mereka menanyakan alasanku tinggal disini?" tanya Tiara.
"Aku yang akan menjawabnya, tenang saja!" jawab Kevin lalu membuka pintu rumahnya dan masuk ke dalam rumah bersama Tiara.
Kevin kemudian membawa Tiara menghadap kedua orang tuanya yang sedang berada di ruang tengah.
Kevin menjelaskan pada kedua orang tuanya bahwa Tiara akan menginap disana sampai Tiara mendapatkan pekerjaan.
Tanpa banyak bertanya orang tua Kevinpun mengizinkan Tiara untuk tinggal disana. Mereka tidak terlalu ambil pusing dengan alasan Tiara keluar dari rumah karena mereka sangat mengenal Tiara dengan baik dan mereka tahu bahwa Tiara dan Kevin berteman baik.
"Terima kasih Om tante, Tiara akan segera pindah setelah Tiara mendapatkan pekerjaan," ucap Tiara berterima kasih.
__ADS_1
"Tidak perlu terburu-buru Tiara, om dan tante mengerti mencari pekerjaan tidaklah mudah," jawab mama Kevin.
"Benar, nikmati saja waktumu dan fokus saja menyelesaikan skripsimu agar segera lulus dan wisuda bersama Kevin!" sahut papa Kevin yang hanya dibalas anggukan kepala dan senyum canggung oleh Tiara.